\n

Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 12 of 13 1 … 11 12 13

BERITA TERBARU

\n

\"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 12 of 13 1 … 11 12 13

BERITA TERBARU

\n

Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 12 of 13 1 … 11 12 13

BERITA TERBARU

\n

\"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 12 of 13 1 … 11 12 13

BERITA TERBARU

\n

Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 12 of 13 1 … 11 12 13

BERITA TERBARU

\n

\"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 12 of 13 1 … 11 12 13

BERITA TERBARU

\n

Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

\"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 12 of 13 1 … 11 12 13

BERITA TERBARU

\n

Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

\"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 12 of 13 1 … 11 12 13

BERITA TERBARU

\n

JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

\"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 12 of 13 1 … 11 12 13

BERITA TERBARU

\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

\"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

\"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

\"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

\"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

\"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

\"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

\"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

\"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
\n

APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

\"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
\n

Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

\"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
\n

Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

\"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
\n

APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

\"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
\n

Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

\"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
\n

Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

\"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
\n

APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

\"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
\n

Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

\"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
\n

YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

\"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

\"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
\n

Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

<\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

\"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

\"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

\"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
\n
  • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

    Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

    YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

    Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

    Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

    Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

    Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

    JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

    Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

    Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

    \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

    Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

    \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

    Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

    \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

    Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

    Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

    Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
    \n
  • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

    Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

    YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

    Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

    Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

    Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

    Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

    JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

    Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

    Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

    \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

    Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

    \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

    Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

    \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

    Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

    Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

    Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
    \n
  • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

    Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

    YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

    Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

    Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

    Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

    Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

    JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

    Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

    Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

    \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

    Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

    \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

    Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

    \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

    Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

    Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

    Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
    \n
  • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

    Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

    YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

    Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

    Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

    Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

    Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

    JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

    Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

    Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

    \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

    Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

    \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

    Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

    \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

    Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

    Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

    Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
    \n
  • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

    Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

    YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

    Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

    Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

    Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

    Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

    JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

    Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

    Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

    \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

    Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

    \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

    Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

    \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

    Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

    Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

    Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
    \n
  • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
  • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

    Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

    YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

    Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

    Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

    Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

    APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

    Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

    Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

    Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

    Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

    JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

    Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

    Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

    \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

    Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

    \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

    Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

    \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

    Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

    Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

    Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
    \n
      \n
    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

      Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

      Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

      \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

      Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

      \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

      Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

      \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

      Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

      Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

      Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
      \n
      \n
        \n
      • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
      • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
      • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
      • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
      • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
      • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

        Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

        <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

        YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

        Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

        APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

        Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

        Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

        APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

        Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

        Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

        APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

        Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

        APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

        Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

        APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

        Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

        Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

        Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

        Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

        JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

        Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

        Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

        \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

        Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

        \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

        Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

        \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

        Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

        Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

        Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
        \n

        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
        \n
          \n
        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

          Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

          Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

          \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

          Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

          \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

          Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

          \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

          Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

          Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

          Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
          \n

          Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

          Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
          \n
            \n
          • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
          • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
          • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
          • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
          • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
          • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

            Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

            <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

            YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

            Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

            APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

            Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

            Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

            APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

            Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

            Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

            APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

            Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

            APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

            Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

            APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

            Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

            Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

            Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

            Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

            JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

            Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

            Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

            \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

            Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

            \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

            Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

            \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

            Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

            Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

            Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
            \n

            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
            \n
              \n
            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

              Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

              Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

              \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

              Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

              \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

              Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

              \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

              Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

              Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

              Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
              \n

              Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

              Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

              Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

              Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
              \n
                \n
              • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
              • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
              • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
              • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
              • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
              • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                \n

                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                \n
                  \n
                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                  Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                  Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                  \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                  Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                  \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                  Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                  \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                  Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                  Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                  Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                  \n
                • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                  Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                  Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                  Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                  Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                  Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                  \n
                    \n
                  • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                  • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                  • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                  • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                  • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                  • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                    Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                    <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                    YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                    Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                    APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                    Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                    Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                    APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                    Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                    Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                    APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                    Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                    APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                    Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                    APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                    Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                    Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                    Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                    Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                    JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                    Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                    Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                    \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                    Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                    \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                    Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                    \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                    Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                    Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                    Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                    \n
                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                    \n
                      \n
                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                      Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                      Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                      \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                      Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                      \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                      Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                      \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                      Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                      Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                      Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                      \n
                    • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                    • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                    • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                      Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                      Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                      Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                      Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                      Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                      \n
                        \n
                      • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                      • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                      • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                      • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                      • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                      • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                        Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                        <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                        YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                        Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                        APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                        Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                        Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                        APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                        Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                        Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                        APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                        Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                        APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                        Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                        APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                        Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                        Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                        Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                        Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                        JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                        Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                        Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                        \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                        Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                        \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                        Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                        \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                        Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                        Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                        Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                        \n
                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                        \n
                          \n
                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                          Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                          Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                          \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                          Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                          \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                          Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                          \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                          Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                          Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                          Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                          \n
                        • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                        • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                        • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                        • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                        • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                          Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                          Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                          Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                          Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                          Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                          \n
                            \n
                          • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                          • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                          • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                          • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                          • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                          • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                            Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                            <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                            YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                            Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                            APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                            Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                            Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                            APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                            Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                            Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                            APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                            Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                            APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                            Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                            APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                            Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                            Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                            Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                            Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                            JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                            Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                            Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                            \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                            Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                            \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                            Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                            \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                            Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                            Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                            Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                            \n
                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                            \n
                              \n
                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                              Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                              Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                              \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                              Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                              \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                              Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                              \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                              Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                              Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                              Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                              \n
                                \n
                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                \n
                                  \n
                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                  Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                  Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                  \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                  Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                  \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                  Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                  \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                  Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                  Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                  Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                  \n

                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                    \n
                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                    \n
                                      \n
                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                      Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                      Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                      \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                      Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                      \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                      Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                      \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                      Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                      Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                      Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                      \n

                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                        \n
                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                        \n
                                          \n
                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                          Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                          Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                          \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                          Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                          \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                          Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                          \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                          Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                          Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                          Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                          \n

                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                            \n
                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                            \n
                                              \n
                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                              Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                              Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                              \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                              Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                              \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                              Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                              \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                              Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                              Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                              Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                              \n

                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                \n
                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                \n
                                                  \n
                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                  Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                  \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                  \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                  \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                  Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                  \n

                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                    \n
                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                    \n
                                                      \n
                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                      Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                      \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                      \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                      \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                      Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                      \n

                                                      Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                        \n
                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                        \n
                                                          \n
                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                          Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                          \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                          \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                          \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                          Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                          \n

                                                          Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                          Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                            \n
                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                            \n
                                                              \n
                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                              Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                              \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                              \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                              \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                              Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                              \n

                                                              Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                              Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                \n
                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                \n
                                                                  \n
                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                  Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                  \n

                                                                  Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                  Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                  Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                    \n
                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                    \n
                                                                      \n
                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                      Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                      \n

                                                                      Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                      Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                      Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                        \n
                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                        \n
                                                                          \n
                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                          Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                          \n

                                                                          Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                          Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                          Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                          Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                            \n
                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                            \n
                                                                              \n
                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                              Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                              \n

                                                                              Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                              Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                              Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                              Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                              Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                \n
                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                \n
                                                                                  \n
                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                  Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                  \n

                                                                                  Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                  Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    \n
                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                    \n
                                                                                      \n
                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                      Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                      \n

                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                      Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                      <\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                        \n
                                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                        \n
                                                                                          \n
                                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                          Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                          \n

                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                          Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                          <\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            \n
                                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                            \n
                                                                                              \n
                                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                              Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                              \n

                                                                                              Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                              Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                \n
                                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                \n
                                                                                                  \n
                                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                  Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                  \n

                                                                                                  Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                  Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    \n
                                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                    \n
                                                                                                      \n
                                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                      Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                      \n

                                                                                                      Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                      Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                      <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        \n
                                                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                        \n
                                                                                                          \n
                                                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                          Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                          \n

                                                                                                          \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                          Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                          <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            \n
                                                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                            \n
                                                                                                              \n
                                                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                              Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                              \n

                                                                                                              Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                              Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                \n
                                                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                \n
                                                                                                                  \n
                                                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                  Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                  \n

                                                                                                                  \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                  Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    \n
                                                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                    \n
                                                                                                                      \n
                                                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                      Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                      \n

                                                                                                                      Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                      Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                      <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                        \n
                                                                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                        \n
                                                                                                                          \n
                                                                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                          Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                          \n

                                                                                                                          Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                          Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                          <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            \n
                                                                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                            \n
                                                                                                                              \n
                                                                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                              Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                              \n

                                                                                                                              Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                              Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                \n
                                                                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                \n
                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                  Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                  Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                  Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                      Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                      TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                      Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                      <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                          Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                          Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                          TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                          Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                          <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                              Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                              Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                              TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                              Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                  Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                  Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                  TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                  Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                      Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                      Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                      TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                      Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                      <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                          Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                                          Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                          TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                          Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                          <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                              Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                                              Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan bernilai ekonomi melalui pelatihan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Seperti yang saat ini terus digalakkan yaitu pemberdayaan warga binaan dalam sektor ketahanan pangan dan UMKM.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                              TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                              Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                  Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                                  \u201cPembinaan kepribadian diarahkan untuk membentuk karakter dan integritas warga binaan melalui pembinaan keagamaan, akhlak dan moral, kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, kemampuan intelektual, kesadaran hukum, kemampuan beradaptasi dengan masyarakat, serta program deradikalisasi bagi yang membutuhkan,\" ujar Rika Aprianti dalam rilisnya, Jumat (7\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan bernilai ekonomi melalui pelatihan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Seperti yang saat ini terus digalakkan yaitu pemberdayaan warga binaan dalam sektor ketahanan pangan dan UMKM.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                  TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                  Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                      Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                                      Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Kemenimipas, Rika Aprianti, menyampaikan bahwa melalui perpaduan pembinaan kepribadian warga binaan dipersiapkan agar mampu bangkit, hidup mandiri, dan kembali menjadi bagian yang produktif di tengah keluarga maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      \u201cPembinaan kepribadian diarahkan untuk membentuk karakter dan integritas warga binaan melalui pembinaan keagamaan, akhlak dan moral, kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, kemampuan intelektual, kesadaran hukum, kemampuan beradaptasi dengan masyarakat, serta program deradikalisasi bagi yang membutuhkan,\" ujar Rika Aprianti dalam rilisnya, Jumat (7\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan bernilai ekonomi melalui pelatihan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Seperti yang saat ini terus digalakkan yaitu pemberdayaan warga binaan dalam sektor ketahanan pangan dan UMKM.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                      TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                      Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                      <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                          Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus membangun paradigma baru pemasyarakatan di Indonesia. Dari yang semula sekadar tempat penghukuman, kini bertransformasi menjadi tempat pembinaan dan pemulihan bagi warga binaan secara utuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Kemenimipas, Rika Aprianti, menyampaikan bahwa melalui perpaduan pembinaan kepribadian warga binaan dipersiapkan agar mampu bangkit, hidup mandiri, dan kembali menjadi bagian yang produktif di tengah keluarga maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          \u201cPembinaan kepribadian diarahkan untuk membentuk karakter dan integritas warga binaan melalui pembinaan keagamaan, akhlak dan moral, kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, kemampuan intelektual, kesadaran hukum, kemampuan beradaptasi dengan masyarakat, serta program deradikalisasi bagi yang membutuhkan,\" ujar Rika Aprianti dalam rilisnya, Jumat (7\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan bernilai ekonomi melalui pelatihan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Seperti yang saat ini terus digalakkan yaitu pemberdayaan warga binaan dalam sektor ketahanan pangan dan UMKM.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                          TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                          Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                          <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                              Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                                                              JAKARTA<\/strong>, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat riset dan inovasi di bidang teknologi strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Pengembangan teknologi maju dari skala nuklir hingga kecerdasan artifisial (artificial intelligence<\/em>\/AI) diproyeksikan untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade mendatang.
                                                                                                                                                                              Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa langkah ini didasari oleh pola pembangunan di berbagai negara maju. Kapasitas inovasi suatu negara, sebagaimana diukur melalui Global Innovation Index<\/em> (GII), memiliki korelasi positif yang kuat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. Hal tersebut terlihat pada 2025, di mana peringkat sepuluh besar GII didominasi oleh negara-negara berpendapatan tinggi seperti Swiss, Swedia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
                                                                                                                                                                              \u201cRiset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan,\u201d ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6\/8\/2026).
                                                                                                                                                                              Untuk mencapai target jangka panjang tersebut, BRIN telah memetakan enam fokus utama pengembangan teknologi nasional. Langkah pertama difokuskan pada penguasaan teknologi semikonduktor demi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan cip asing. Selanjutnya, BRIN menempatkan pengembangan AI sebagai prioritas riset untuk memacu produktivitas nasional.
                                                                                                                                                                              Dalam implementasinya, teknologi AI telah diterapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu bentuk konkret inovasinya adalah Food Guard<\/em>, sebuah perangkat pintar yang dipasang pada wadah makanan (ompreng<\/em>) untuk memantau kualitas makanan selama proses distribusi. Inovasi ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem MBG secara menyeluruh.
                                                                                                                                                                              \u201cBRIN membangun inovasi di seluruh rantai ekosistem MBG, mulai dari bahan pangan, mesin pengolahan, pengemasan, deteksi halal, distribusi, hingga sistem monitoring berbasis AI,\u201d ungkap Arif.
                                                                                                                                                                              Selain semikonduktor dan AI, BRIN juga memprioritaskan pengembangan teknologi genomik guna mendukung kemandirian nasional dalam memproduksi benih, obat-obatan, dan produk bioindustri. Di saat yang sama, pengembangan teknologi kuantum terus dipacu untuk memperkuat sistem keamanan digital dan komputasi masa depan.
                                                                                                                                                                              Adapun dua fokus teknologi lainnya mencakup bidang nuklir dan antariksa. Kedua sektor ini dinilai menjadi pengungkit vital bagi kedaulatan negara di bidang energi, kesehatan, pangan, hingga pengawasan wilayah.
                                                                                                                                                                              Secara khusus pada sektor nuklir, BRIN berkomitmen membangun ekosistem nasional secara holistik. Hal ini penting agar Indonesia memiliki fondasi yang kokoh saat siap mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Penguasaan teknologi akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup proses penambangan dan pemurnian uranium serta torium, fabrikasi bahan bakar, teknologi reaktor, keselamatan, metrologi radiasi, hingga pengolahan limbah.
                                                                                                                                                                              \u201cBRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir sejak sekarang agar ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulai sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,\u201d tutur Arif.<\/p>\n","post_title":"Siapkan Kemandirian Energi hingga AI, BRIN Perkuat Riset Teknologi Masa Depan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"siapkan-kemandirian-energi-hingga-ai-brin-perkuat-riset-teknologi-masa-depan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 23:04:27","post_modified_gmt":"2026-08-07 15:04:27","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1245","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1241,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 19:06:53","post_date_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content":"\n

                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus membangun paradigma baru pemasyarakatan di Indonesia. Dari yang semula sekadar tempat penghukuman, kini bertransformasi menjadi tempat pembinaan dan pemulihan bagi warga binaan secara utuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Kemenimipas, Rika Aprianti, menyampaikan bahwa melalui perpaduan pembinaan kepribadian warga binaan dipersiapkan agar mampu bangkit, hidup mandiri, dan kembali menjadi bagian yang produktif di tengah keluarga maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              \u201cPembinaan kepribadian diarahkan untuk membentuk karakter dan integritas warga binaan melalui pembinaan keagamaan, akhlak dan moral, kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, kemampuan intelektual, kesadaran hukum, kemampuan beradaptasi dengan masyarakat, serta program deradikalisasi bagi yang membutuhkan,\" ujar Rika Aprianti dalam rilisnya, Jumat (7\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan bernilai ekonomi melalui pelatihan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Seperti yang saat ini terus digalakkan yaitu pemberdayaan warga binaan dalam sektor ketahanan pangan dan UMKM.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                              TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                              Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                  Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                                                  \"Dan setiap yang kembali adalah warisan yang dijaga oleh negara untuk kepentingan generasi yang akan datang,\" pungkasnya. ***<\/p>\n","post_title":"Jaga Kedaulatan Budaya Lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jaga-kedaulatan-budaya-lewat-pemulangan-benda-leluhur-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-10 22:48:19","post_modified_gmt":"2026-08-10 14:48:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1250","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1245,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 23:04:26","post_date_gmt":"2026-08-07 15:04:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                  JAKARTA<\/strong>, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat riset dan inovasi di bidang teknologi strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Pengembangan teknologi maju dari skala nuklir hingga kecerdasan artifisial (artificial intelligence<\/em>\/AI) diproyeksikan untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade mendatang.
                                                                                                                                                                                  Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa langkah ini didasari oleh pola pembangunan di berbagai negara maju. Kapasitas inovasi suatu negara, sebagaimana diukur melalui Global Innovation Index<\/em> (GII), memiliki korelasi positif yang kuat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. Hal tersebut terlihat pada 2025, di mana peringkat sepuluh besar GII didominasi oleh negara-negara berpendapatan tinggi seperti Swiss, Swedia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
                                                                                                                                                                                  \u201cRiset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan,\u201d ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6\/8\/2026).
                                                                                                                                                                                  Untuk mencapai target jangka panjang tersebut, BRIN telah memetakan enam fokus utama pengembangan teknologi nasional. Langkah pertama difokuskan pada penguasaan teknologi semikonduktor demi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan cip asing. Selanjutnya, BRIN menempatkan pengembangan AI sebagai prioritas riset untuk memacu produktivitas nasional.
                                                                                                                                                                                  Dalam implementasinya, teknologi AI telah diterapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu bentuk konkret inovasinya adalah Food Guard<\/em>, sebuah perangkat pintar yang dipasang pada wadah makanan (ompreng<\/em>) untuk memantau kualitas makanan selama proses distribusi. Inovasi ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem MBG secara menyeluruh.
                                                                                                                                                                                  \u201cBRIN membangun inovasi di seluruh rantai ekosistem MBG, mulai dari bahan pangan, mesin pengolahan, pengemasan, deteksi halal, distribusi, hingga sistem monitoring berbasis AI,\u201d ungkap Arif.
                                                                                                                                                                                  Selain semikonduktor dan AI, BRIN juga memprioritaskan pengembangan teknologi genomik guna mendukung kemandirian nasional dalam memproduksi benih, obat-obatan, dan produk bioindustri. Di saat yang sama, pengembangan teknologi kuantum terus dipacu untuk memperkuat sistem keamanan digital dan komputasi masa depan.
                                                                                                                                                                                  Adapun dua fokus teknologi lainnya mencakup bidang nuklir dan antariksa. Kedua sektor ini dinilai menjadi pengungkit vital bagi kedaulatan negara di bidang energi, kesehatan, pangan, hingga pengawasan wilayah.
                                                                                                                                                                                  Secara khusus pada sektor nuklir, BRIN berkomitmen membangun ekosistem nasional secara holistik. Hal ini penting agar Indonesia memiliki fondasi yang kokoh saat siap mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Penguasaan teknologi akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup proses penambangan dan pemurnian uranium serta torium, fabrikasi bahan bakar, teknologi reaktor, keselamatan, metrologi radiasi, hingga pengolahan limbah.
                                                                                                                                                                                  \u201cBRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir sejak sekarang agar ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulai sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,\u201d tutur Arif.<\/p>\n","post_title":"Siapkan Kemandirian Energi hingga AI, BRIN Perkuat Riset Teknologi Masa Depan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"siapkan-kemandirian-energi-hingga-ai-brin-perkuat-riset-teknologi-masa-depan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 23:04:27","post_modified_gmt":"2026-08-07 15:04:27","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1245","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1241,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 19:06:53","post_date_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus membangun paradigma baru pemasyarakatan di Indonesia. Dari yang semula sekadar tempat penghukuman, kini bertransformasi menjadi tempat pembinaan dan pemulihan bagi warga binaan secara utuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Kemenimipas, Rika Aprianti, menyampaikan bahwa melalui perpaduan pembinaan kepribadian warga binaan dipersiapkan agar mampu bangkit, hidup mandiri, dan kembali menjadi bagian yang produktif di tengah keluarga maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  \u201cPembinaan kepribadian diarahkan untuk membentuk karakter dan integritas warga binaan melalui pembinaan keagamaan, akhlak dan moral, kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, kemampuan intelektual, kesadaran hukum, kemampuan beradaptasi dengan masyarakat, serta program deradikalisasi bagi yang membutuhkan,\" ujar Rika Aprianti dalam rilisnya, Jumat (7\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan bernilai ekonomi melalui pelatihan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Seperti yang saat ini terus digalakkan yaitu pemberdayaan warga binaan dalam sektor ketahanan pangan dan UMKM.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                  TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                  Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                      Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                                                      Seluruh benda budaya yang berhasil direpatriasi ini akan menjadi koleksi negara dan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia, sehingga generasi penerus bangsa dapat memiliki akses langsung terhadap bukti sejarah leluhur mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      \"Dan setiap yang kembali adalah warisan yang dijaga oleh negara untuk kepentingan generasi yang akan datang,\" pungkasnya. ***<\/p>\n","post_title":"Jaga Kedaulatan Budaya Lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jaga-kedaulatan-budaya-lewat-pemulangan-benda-leluhur-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-10 22:48:19","post_modified_gmt":"2026-08-10 14:48:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1250","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1245,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 23:04:26","post_date_gmt":"2026-08-07 15:04:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                      JAKARTA<\/strong>, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat riset dan inovasi di bidang teknologi strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Pengembangan teknologi maju dari skala nuklir hingga kecerdasan artifisial (artificial intelligence<\/em>\/AI) diproyeksikan untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade mendatang.
                                                                                                                                                                                      Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa langkah ini didasari oleh pola pembangunan di berbagai negara maju. Kapasitas inovasi suatu negara, sebagaimana diukur melalui Global Innovation Index<\/em> (GII), memiliki korelasi positif yang kuat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. Hal tersebut terlihat pada 2025, di mana peringkat sepuluh besar GII didominasi oleh negara-negara berpendapatan tinggi seperti Swiss, Swedia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
                                                                                                                                                                                      \u201cRiset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan,\u201d ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6\/8\/2026).
                                                                                                                                                                                      Untuk mencapai target jangka panjang tersebut, BRIN telah memetakan enam fokus utama pengembangan teknologi nasional. Langkah pertama difokuskan pada penguasaan teknologi semikonduktor demi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan cip asing. Selanjutnya, BRIN menempatkan pengembangan AI sebagai prioritas riset untuk memacu produktivitas nasional.
                                                                                                                                                                                      Dalam implementasinya, teknologi AI telah diterapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu bentuk konkret inovasinya adalah Food Guard<\/em>, sebuah perangkat pintar yang dipasang pada wadah makanan (ompreng<\/em>) untuk memantau kualitas makanan selama proses distribusi. Inovasi ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem MBG secara menyeluruh.
                                                                                                                                                                                      \u201cBRIN membangun inovasi di seluruh rantai ekosistem MBG, mulai dari bahan pangan, mesin pengolahan, pengemasan, deteksi halal, distribusi, hingga sistem monitoring berbasis AI,\u201d ungkap Arif.
                                                                                                                                                                                      Selain semikonduktor dan AI, BRIN juga memprioritaskan pengembangan teknologi genomik guna mendukung kemandirian nasional dalam memproduksi benih, obat-obatan, dan produk bioindustri. Di saat yang sama, pengembangan teknologi kuantum terus dipacu untuk memperkuat sistem keamanan digital dan komputasi masa depan.
                                                                                                                                                                                      Adapun dua fokus teknologi lainnya mencakup bidang nuklir dan antariksa. Kedua sektor ini dinilai menjadi pengungkit vital bagi kedaulatan negara di bidang energi, kesehatan, pangan, hingga pengawasan wilayah.
                                                                                                                                                                                      Secara khusus pada sektor nuklir, BRIN berkomitmen membangun ekosistem nasional secara holistik. Hal ini penting agar Indonesia memiliki fondasi yang kokoh saat siap mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Penguasaan teknologi akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup proses penambangan dan pemurnian uranium serta torium, fabrikasi bahan bakar, teknologi reaktor, keselamatan, metrologi radiasi, hingga pengolahan limbah.
                                                                                                                                                                                      \u201cBRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir sejak sekarang agar ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulai sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,\u201d tutur Arif.<\/p>\n","post_title":"Siapkan Kemandirian Energi hingga AI, BRIN Perkuat Riset Teknologi Masa Depan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"siapkan-kemandirian-energi-hingga-ai-brin-perkuat-riset-teknologi-masa-depan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 23:04:27","post_modified_gmt":"2026-08-07 15:04:27","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1245","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1241,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 19:06:53","post_date_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus membangun paradigma baru pemasyarakatan di Indonesia. Dari yang semula sekadar tempat penghukuman, kini bertransformasi menjadi tempat pembinaan dan pemulihan bagi warga binaan secara utuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Kemenimipas, Rika Aprianti, menyampaikan bahwa melalui perpaduan pembinaan kepribadian warga binaan dipersiapkan agar mampu bangkit, hidup mandiri, dan kembali menjadi bagian yang produktif di tengah keluarga maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      \u201cPembinaan kepribadian diarahkan untuk membentuk karakter dan integritas warga binaan melalui pembinaan keagamaan, akhlak dan moral, kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, kemampuan intelektual, kesadaran hukum, kemampuan beradaptasi dengan masyarakat, serta program deradikalisasi bagi yang membutuhkan,\" ujar Rika Aprianti dalam rilisnya, Jumat (7\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan bernilai ekonomi melalui pelatihan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Seperti yang saat ini terus digalakkan yaitu pemberdayaan warga binaan dalam sektor ketahanan pangan dan UMKM.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                      TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                      Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                      <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                          Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                                                                          \"Proses ini menegaskan kedaulatan budaya yang sedang dibangun oleh Indonesia, karena sebuah bangsa yang besar tidak akan membiarkan hak milik hilang tanpa diketahui,\" tegas Fadli Zon.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Seluruh benda budaya yang berhasil direpatriasi ini akan menjadi koleksi negara dan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia, sehingga generasi penerus bangsa dapat memiliki akses langsung terhadap bukti sejarah leluhur mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          \"Dan setiap yang kembali adalah warisan yang dijaga oleh negara untuk kepentingan generasi yang akan datang,\" pungkasnya. ***<\/p>\n","post_title":"Jaga Kedaulatan Budaya Lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jaga-kedaulatan-budaya-lewat-pemulangan-benda-leluhur-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-10 22:48:19","post_modified_gmt":"2026-08-10 14:48:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1250","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1245,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 23:04:26","post_date_gmt":"2026-08-07 15:04:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                          JAKARTA<\/strong>, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat riset dan inovasi di bidang teknologi strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Pengembangan teknologi maju dari skala nuklir hingga kecerdasan artifisial (artificial intelligence<\/em>\/AI) diproyeksikan untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade mendatang.
                                                                                                                                                                                          Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa langkah ini didasari oleh pola pembangunan di berbagai negara maju. Kapasitas inovasi suatu negara, sebagaimana diukur melalui Global Innovation Index<\/em> (GII), memiliki korelasi positif yang kuat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. Hal tersebut terlihat pada 2025, di mana peringkat sepuluh besar GII didominasi oleh negara-negara berpendapatan tinggi seperti Swiss, Swedia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
                                                                                                                                                                                          \u201cRiset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan,\u201d ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6\/8\/2026).
                                                                                                                                                                                          Untuk mencapai target jangka panjang tersebut, BRIN telah memetakan enam fokus utama pengembangan teknologi nasional. Langkah pertama difokuskan pada penguasaan teknologi semikonduktor demi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan cip asing. Selanjutnya, BRIN menempatkan pengembangan AI sebagai prioritas riset untuk memacu produktivitas nasional.
                                                                                                                                                                                          Dalam implementasinya, teknologi AI telah diterapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu bentuk konkret inovasinya adalah Food Guard<\/em>, sebuah perangkat pintar yang dipasang pada wadah makanan (ompreng<\/em>) untuk memantau kualitas makanan selama proses distribusi. Inovasi ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem MBG secara menyeluruh.
                                                                                                                                                                                          \u201cBRIN membangun inovasi di seluruh rantai ekosistem MBG, mulai dari bahan pangan, mesin pengolahan, pengemasan, deteksi halal, distribusi, hingga sistem monitoring berbasis AI,\u201d ungkap Arif.
                                                                                                                                                                                          Selain semikonduktor dan AI, BRIN juga memprioritaskan pengembangan teknologi genomik guna mendukung kemandirian nasional dalam memproduksi benih, obat-obatan, dan produk bioindustri. Di saat yang sama, pengembangan teknologi kuantum terus dipacu untuk memperkuat sistem keamanan digital dan komputasi masa depan.
                                                                                                                                                                                          Adapun dua fokus teknologi lainnya mencakup bidang nuklir dan antariksa. Kedua sektor ini dinilai menjadi pengungkit vital bagi kedaulatan negara di bidang energi, kesehatan, pangan, hingga pengawasan wilayah.
                                                                                                                                                                                          Secara khusus pada sektor nuklir, BRIN berkomitmen membangun ekosistem nasional secara holistik. Hal ini penting agar Indonesia memiliki fondasi yang kokoh saat siap mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Penguasaan teknologi akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup proses penambangan dan pemurnian uranium serta torium, fabrikasi bahan bakar, teknologi reaktor, keselamatan, metrologi radiasi, hingga pengolahan limbah.
                                                                                                                                                                                          \u201cBRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir sejak sekarang agar ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulai sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,\u201d tutur Arif.<\/p>\n","post_title":"Siapkan Kemandirian Energi hingga AI, BRIN Perkuat Riset Teknologi Masa Depan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"siapkan-kemandirian-energi-hingga-ai-brin-perkuat-riset-teknologi-masa-depan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 23:04:27","post_modified_gmt":"2026-08-07 15:04:27","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1245","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1241,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 19:06:53","post_date_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus membangun paradigma baru pemasyarakatan di Indonesia. Dari yang semula sekadar tempat penghukuman, kini bertransformasi menjadi tempat pembinaan dan pemulihan bagi warga binaan secara utuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Kemenimipas, Rika Aprianti, menyampaikan bahwa melalui perpaduan pembinaan kepribadian warga binaan dipersiapkan agar mampu bangkit, hidup mandiri, dan kembali menjadi bagian yang produktif di tengah keluarga maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          \u201cPembinaan kepribadian diarahkan untuk membentuk karakter dan integritas warga binaan melalui pembinaan keagamaan, akhlak dan moral, kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, kemampuan intelektual, kesadaran hukum, kemampuan beradaptasi dengan masyarakat, serta program deradikalisasi bagi yang membutuhkan,\" ujar Rika Aprianti dalam rilisnya, Jumat (7\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan bernilai ekonomi melalui pelatihan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Seperti yang saat ini terus digalakkan yaitu pemberdayaan warga binaan dalam sektor ketahanan pangan dan UMKM.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                          TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                          Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                          <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                              Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                                                                              Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyampaikan bahwa hal ini menunjukkan Indonesia dipandang sebagai mitra penting dan setara yang dapat membantu Pemerintah Amerika Serikat dan juga kepentingan nasional dalam memerangi perdagangan ilegal benda-benda budaya, yang termasuk di dalamnya adalah juga benda cagar budaya ataupun objek yang diduga cagar budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              \"Proses ini menegaskan kedaulatan budaya yang sedang dibangun oleh Indonesia, karena sebuah bangsa yang besar tidak akan membiarkan hak milik hilang tanpa diketahui,\" tegas Fadli Zon.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Seluruh benda budaya yang berhasil direpatriasi ini akan menjadi koleksi negara dan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia, sehingga generasi penerus bangsa dapat memiliki akses langsung terhadap bukti sejarah leluhur mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              \"Dan setiap yang kembali adalah warisan yang dijaga oleh negara untuk kepentingan generasi yang akan datang,\" pungkasnya. ***<\/p>\n","post_title":"Jaga Kedaulatan Budaya Lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jaga-kedaulatan-budaya-lewat-pemulangan-benda-leluhur-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-10 22:48:19","post_modified_gmt":"2026-08-10 14:48:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1250","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1245,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 23:04:26","post_date_gmt":"2026-08-07 15:04:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                              JAKARTA<\/strong>, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat riset dan inovasi di bidang teknologi strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Pengembangan teknologi maju dari skala nuklir hingga kecerdasan artifisial (artificial intelligence<\/em>\/AI) diproyeksikan untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade mendatang.
                                                                                                                                                                                              Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa langkah ini didasari oleh pola pembangunan di berbagai negara maju. Kapasitas inovasi suatu negara, sebagaimana diukur melalui Global Innovation Index<\/em> (GII), memiliki korelasi positif yang kuat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. Hal tersebut terlihat pada 2025, di mana peringkat sepuluh besar GII didominasi oleh negara-negara berpendapatan tinggi seperti Swiss, Swedia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
                                                                                                                                                                                              \u201cRiset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan,\u201d ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6\/8\/2026).
                                                                                                                                                                                              Untuk mencapai target jangka panjang tersebut, BRIN telah memetakan enam fokus utama pengembangan teknologi nasional. Langkah pertama difokuskan pada penguasaan teknologi semikonduktor demi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan cip asing. Selanjutnya, BRIN menempatkan pengembangan AI sebagai prioritas riset untuk memacu produktivitas nasional.
                                                                                                                                                                                              Dalam implementasinya, teknologi AI telah diterapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu bentuk konkret inovasinya adalah Food Guard<\/em>, sebuah perangkat pintar yang dipasang pada wadah makanan (ompreng<\/em>) untuk memantau kualitas makanan selama proses distribusi. Inovasi ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem MBG secara menyeluruh.
                                                                                                                                                                                              \u201cBRIN membangun inovasi di seluruh rantai ekosistem MBG, mulai dari bahan pangan, mesin pengolahan, pengemasan, deteksi halal, distribusi, hingga sistem monitoring berbasis AI,\u201d ungkap Arif.
                                                                                                                                                                                              Selain semikonduktor dan AI, BRIN juga memprioritaskan pengembangan teknologi genomik guna mendukung kemandirian nasional dalam memproduksi benih, obat-obatan, dan produk bioindustri. Di saat yang sama, pengembangan teknologi kuantum terus dipacu untuk memperkuat sistem keamanan digital dan komputasi masa depan.
                                                                                                                                                                                              Adapun dua fokus teknologi lainnya mencakup bidang nuklir dan antariksa. Kedua sektor ini dinilai menjadi pengungkit vital bagi kedaulatan negara di bidang energi, kesehatan, pangan, hingga pengawasan wilayah.
                                                                                                                                                                                              Secara khusus pada sektor nuklir, BRIN berkomitmen membangun ekosistem nasional secara holistik. Hal ini penting agar Indonesia memiliki fondasi yang kokoh saat siap mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Penguasaan teknologi akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup proses penambangan dan pemurnian uranium serta torium, fabrikasi bahan bakar, teknologi reaktor, keselamatan, metrologi radiasi, hingga pengolahan limbah.
                                                                                                                                                                                              \u201cBRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir sejak sekarang agar ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulai sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,\u201d tutur Arif.<\/p>\n","post_title":"Siapkan Kemandirian Energi hingga AI, BRIN Perkuat Riset Teknologi Masa Depan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"siapkan-kemandirian-energi-hingga-ai-brin-perkuat-riset-teknologi-masa-depan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 23:04:27","post_modified_gmt":"2026-08-07 15:04:27","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1245","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1241,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 19:06:53","post_date_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus membangun paradigma baru pemasyarakatan di Indonesia. Dari yang semula sekadar tempat penghukuman, kini bertransformasi menjadi tempat pembinaan dan pemulihan bagi warga binaan secara utuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Kemenimipas, Rika Aprianti, menyampaikan bahwa melalui perpaduan pembinaan kepribadian warga binaan dipersiapkan agar mampu bangkit, hidup mandiri, dan kembali menjadi bagian yang produktif di tengah keluarga maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              \u201cPembinaan kepribadian diarahkan untuk membentuk karakter dan integritas warga binaan melalui pembinaan keagamaan, akhlak dan moral, kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, kemampuan intelektual, kesadaran hukum, kemampuan beradaptasi dengan masyarakat, serta program deradikalisasi bagi yang membutuhkan,\" ujar Rika Aprianti dalam rilisnya, Jumat (7\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan bernilai ekonomi melalui pelatihan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Seperti yang saat ini terus digalakkan yaitu pemberdayaan warga binaan dalam sektor ketahanan pangan dan UMKM.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                              TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                              Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                  Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                                                                  Penyerahan lima artefak Papua yang merupakan warisan Suku Dani, Suku Asmat, dan masyarakat di Danau Sentani oleh Direktur FBI beberapa waktu lalu kepada Presiden Republik Indonesia merupakan salah satu wujud komitmen kedua negara dalam proses repatriasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyampaikan bahwa hal ini menunjukkan Indonesia dipandang sebagai mitra penting dan setara yang dapat membantu Pemerintah Amerika Serikat dan juga kepentingan nasional dalam memerangi perdagangan ilegal benda-benda budaya, yang termasuk di dalamnya adalah juga benda cagar budaya ataupun objek yang diduga cagar budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  \"Proses ini menegaskan kedaulatan budaya yang sedang dibangun oleh Indonesia, karena sebuah bangsa yang besar tidak akan membiarkan hak milik hilang tanpa diketahui,\" tegas Fadli Zon.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Seluruh benda budaya yang berhasil direpatriasi ini akan menjadi koleksi negara dan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia, sehingga generasi penerus bangsa dapat memiliki akses langsung terhadap bukti sejarah leluhur mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  \"Dan setiap yang kembali adalah warisan yang dijaga oleh negara untuk kepentingan generasi yang akan datang,\" pungkasnya. ***<\/p>\n","post_title":"Jaga Kedaulatan Budaya Lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jaga-kedaulatan-budaya-lewat-pemulangan-benda-leluhur-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-10 22:48:19","post_modified_gmt":"2026-08-10 14:48:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1250","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1245,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 23:04:26","post_date_gmt":"2026-08-07 15:04:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                  JAKARTA<\/strong>, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat riset dan inovasi di bidang teknologi strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Pengembangan teknologi maju dari skala nuklir hingga kecerdasan artifisial (artificial intelligence<\/em>\/AI) diproyeksikan untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade mendatang.
                                                                                                                                                                                                  Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa langkah ini didasari oleh pola pembangunan di berbagai negara maju. Kapasitas inovasi suatu negara, sebagaimana diukur melalui Global Innovation Index<\/em> (GII), memiliki korelasi positif yang kuat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. Hal tersebut terlihat pada 2025, di mana peringkat sepuluh besar GII didominasi oleh negara-negara berpendapatan tinggi seperti Swiss, Swedia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
                                                                                                                                                                                                  \u201cRiset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan,\u201d ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6\/8\/2026).
                                                                                                                                                                                                  Untuk mencapai target jangka panjang tersebut, BRIN telah memetakan enam fokus utama pengembangan teknologi nasional. Langkah pertama difokuskan pada penguasaan teknologi semikonduktor demi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan cip asing. Selanjutnya, BRIN menempatkan pengembangan AI sebagai prioritas riset untuk memacu produktivitas nasional.
                                                                                                                                                                                                  Dalam implementasinya, teknologi AI telah diterapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu bentuk konkret inovasinya adalah Food Guard<\/em>, sebuah perangkat pintar yang dipasang pada wadah makanan (ompreng<\/em>) untuk memantau kualitas makanan selama proses distribusi. Inovasi ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem MBG secara menyeluruh.
                                                                                                                                                                                                  \u201cBRIN membangun inovasi di seluruh rantai ekosistem MBG, mulai dari bahan pangan, mesin pengolahan, pengemasan, deteksi halal, distribusi, hingga sistem monitoring berbasis AI,\u201d ungkap Arif.
                                                                                                                                                                                                  Selain semikonduktor dan AI, BRIN juga memprioritaskan pengembangan teknologi genomik guna mendukung kemandirian nasional dalam memproduksi benih, obat-obatan, dan produk bioindustri. Di saat yang sama, pengembangan teknologi kuantum terus dipacu untuk memperkuat sistem keamanan digital dan komputasi masa depan.
                                                                                                                                                                                                  Adapun dua fokus teknologi lainnya mencakup bidang nuklir dan antariksa. Kedua sektor ini dinilai menjadi pengungkit vital bagi kedaulatan negara di bidang energi, kesehatan, pangan, hingga pengawasan wilayah.
                                                                                                                                                                                                  Secara khusus pada sektor nuklir, BRIN berkomitmen membangun ekosistem nasional secara holistik. Hal ini penting agar Indonesia memiliki fondasi yang kokoh saat siap mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Penguasaan teknologi akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup proses penambangan dan pemurnian uranium serta torium, fabrikasi bahan bakar, teknologi reaktor, keselamatan, metrologi radiasi, hingga pengolahan limbah.
                                                                                                                                                                                                  \u201cBRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir sejak sekarang agar ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulai sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,\u201d tutur Arif.<\/p>\n","post_title":"Siapkan Kemandirian Energi hingga AI, BRIN Perkuat Riset Teknologi Masa Depan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"siapkan-kemandirian-energi-hingga-ai-brin-perkuat-riset-teknologi-masa-depan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 23:04:27","post_modified_gmt":"2026-08-07 15:04:27","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1245","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1241,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 19:06:53","post_date_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus membangun paradigma baru pemasyarakatan di Indonesia. Dari yang semula sekadar tempat penghukuman, kini bertransformasi menjadi tempat pembinaan dan pemulihan bagi warga binaan secara utuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Kemenimipas, Rika Aprianti, menyampaikan bahwa melalui perpaduan pembinaan kepribadian warga binaan dipersiapkan agar mampu bangkit, hidup mandiri, dan kembali menjadi bagian yang produktif di tengah keluarga maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  \u201cPembinaan kepribadian diarahkan untuk membentuk karakter dan integritas warga binaan melalui pembinaan keagamaan, akhlak dan moral, kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, kemampuan intelektual, kesadaran hukum, kemampuan beradaptasi dengan masyarakat, serta program deradikalisasi bagi yang membutuhkan,\" ujar Rika Aprianti dalam rilisnya, Jumat (7\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan bernilai ekonomi melalui pelatihan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Seperti yang saat ini terus digalakkan yaitu pemberdayaan warga binaan dalam sektor ketahanan pangan dan UMKM.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                  TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                  Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                      Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                                                                      Beberapa institusi keamanan di Amerika Serikat seperti District Attorney of New York, Homeland Security, dan Federal Bureau of Investigation (FBI) telah berhasil mengembalikan artefak asal Indonesia yang masuk secara ilegal, baik kepada perwakilan diplomatik Indonesia di Amerika Serikat maupun langsung kepada pemerintah pusat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Penyerahan lima artefak Papua yang merupakan warisan Suku Dani, Suku Asmat, dan masyarakat di Danau Sentani oleh Direktur FBI beberapa waktu lalu kepada Presiden Republik Indonesia merupakan salah satu wujud komitmen kedua negara dalam proses repatriasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyampaikan bahwa hal ini menunjukkan Indonesia dipandang sebagai mitra penting dan setara yang dapat membantu Pemerintah Amerika Serikat dan juga kepentingan nasional dalam memerangi perdagangan ilegal benda-benda budaya, yang termasuk di dalamnya adalah juga benda cagar budaya ataupun objek yang diduga cagar budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      \"Proses ini menegaskan kedaulatan budaya yang sedang dibangun oleh Indonesia, karena sebuah bangsa yang besar tidak akan membiarkan hak milik hilang tanpa diketahui,\" tegas Fadli Zon.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Seluruh benda budaya yang berhasil direpatriasi ini akan menjadi koleksi negara dan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia, sehingga generasi penerus bangsa dapat memiliki akses langsung terhadap bukti sejarah leluhur mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      \"Dan setiap yang kembali adalah warisan yang dijaga oleh negara untuk kepentingan generasi yang akan datang,\" pungkasnya. ***<\/p>\n","post_title":"Jaga Kedaulatan Budaya Lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jaga-kedaulatan-budaya-lewat-pemulangan-benda-leluhur-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-10 22:48:19","post_modified_gmt":"2026-08-10 14:48:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1250","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1245,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 23:04:26","post_date_gmt":"2026-08-07 15:04:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                      JAKARTA<\/strong>, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat riset dan inovasi di bidang teknologi strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Pengembangan teknologi maju dari skala nuklir hingga kecerdasan artifisial (artificial intelligence<\/em>\/AI) diproyeksikan untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade mendatang.
                                                                                                                                                                                                      Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa langkah ini didasari oleh pola pembangunan di berbagai negara maju. Kapasitas inovasi suatu negara, sebagaimana diukur melalui Global Innovation Index<\/em> (GII), memiliki korelasi positif yang kuat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. Hal tersebut terlihat pada 2025, di mana peringkat sepuluh besar GII didominasi oleh negara-negara berpendapatan tinggi seperti Swiss, Swedia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
                                                                                                                                                                                                      \u201cRiset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan,\u201d ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6\/8\/2026).
                                                                                                                                                                                                      Untuk mencapai target jangka panjang tersebut, BRIN telah memetakan enam fokus utama pengembangan teknologi nasional. Langkah pertama difokuskan pada penguasaan teknologi semikonduktor demi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan cip asing. Selanjutnya, BRIN menempatkan pengembangan AI sebagai prioritas riset untuk memacu produktivitas nasional.
                                                                                                                                                                                                      Dalam implementasinya, teknologi AI telah diterapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu bentuk konkret inovasinya adalah Food Guard<\/em>, sebuah perangkat pintar yang dipasang pada wadah makanan (ompreng<\/em>) untuk memantau kualitas makanan selama proses distribusi. Inovasi ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem MBG secara menyeluruh.
                                                                                                                                                                                                      \u201cBRIN membangun inovasi di seluruh rantai ekosistem MBG, mulai dari bahan pangan, mesin pengolahan, pengemasan, deteksi halal, distribusi, hingga sistem monitoring berbasis AI,\u201d ungkap Arif.
                                                                                                                                                                                                      Selain semikonduktor dan AI, BRIN juga memprioritaskan pengembangan teknologi genomik guna mendukung kemandirian nasional dalam memproduksi benih, obat-obatan, dan produk bioindustri. Di saat yang sama, pengembangan teknologi kuantum terus dipacu untuk memperkuat sistem keamanan digital dan komputasi masa depan.
                                                                                                                                                                                                      Adapun dua fokus teknologi lainnya mencakup bidang nuklir dan antariksa. Kedua sektor ini dinilai menjadi pengungkit vital bagi kedaulatan negara di bidang energi, kesehatan, pangan, hingga pengawasan wilayah.
                                                                                                                                                                                                      Secara khusus pada sektor nuklir, BRIN berkomitmen membangun ekosistem nasional secara holistik. Hal ini penting agar Indonesia memiliki fondasi yang kokoh saat siap mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Penguasaan teknologi akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup proses penambangan dan pemurnian uranium serta torium, fabrikasi bahan bakar, teknologi reaktor, keselamatan, metrologi radiasi, hingga pengolahan limbah.
                                                                                                                                                                                                      \u201cBRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir sejak sekarang agar ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulai sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,\u201d tutur Arif.<\/p>\n","post_title":"Siapkan Kemandirian Energi hingga AI, BRIN Perkuat Riset Teknologi Masa Depan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"siapkan-kemandirian-energi-hingga-ai-brin-perkuat-riset-teknologi-masa-depan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 23:04:27","post_modified_gmt":"2026-08-07 15:04:27","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1245","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1241,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 19:06:53","post_date_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus membangun paradigma baru pemasyarakatan di Indonesia. Dari yang semula sekadar tempat penghukuman, kini bertransformasi menjadi tempat pembinaan dan pemulihan bagi warga binaan secara utuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Kemenimipas, Rika Aprianti, menyampaikan bahwa melalui perpaduan pembinaan kepribadian warga binaan dipersiapkan agar mampu bangkit, hidup mandiri, dan kembali menjadi bagian yang produktif di tengah keluarga maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      \u201cPembinaan kepribadian diarahkan untuk membentuk karakter dan integritas warga binaan melalui pembinaan keagamaan, akhlak dan moral, kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, kemampuan intelektual, kesadaran hukum, kemampuan beradaptasi dengan masyarakat, serta program deradikalisasi bagi yang membutuhkan,\" ujar Rika Aprianti dalam rilisnya, Jumat (7\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan bernilai ekonomi melalui pelatihan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Seperti yang saat ini terus digalakkan yaitu pemberdayaan warga binaan dalam sektor ketahanan pangan dan UMKM.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                      TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                      Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                          Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                                                                                          Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Amerika Serikat yang menegaskan komitmen memerangi perdagangan ilegal benda budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Beberapa institusi keamanan di Amerika Serikat seperti District Attorney of New York, Homeland Security, dan Federal Bureau of Investigation (FBI) telah berhasil mengembalikan artefak asal Indonesia yang masuk secara ilegal, baik kepada perwakilan diplomatik Indonesia di Amerika Serikat maupun langsung kepada pemerintah pusat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Penyerahan lima artefak Papua yang merupakan warisan Suku Dani, Suku Asmat, dan masyarakat di Danau Sentani oleh Direktur FBI beberapa waktu lalu kepada Presiden Republik Indonesia merupakan salah satu wujud komitmen kedua negara dalam proses repatriasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyampaikan bahwa hal ini menunjukkan Indonesia dipandang sebagai mitra penting dan setara yang dapat membantu Pemerintah Amerika Serikat dan juga kepentingan nasional dalam memerangi perdagangan ilegal benda-benda budaya, yang termasuk di dalamnya adalah juga benda cagar budaya ataupun objek yang diduga cagar budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          \"Proses ini menegaskan kedaulatan budaya yang sedang dibangun oleh Indonesia, karena sebuah bangsa yang besar tidak akan membiarkan hak milik hilang tanpa diketahui,\" tegas Fadli Zon.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Seluruh benda budaya yang berhasil direpatriasi ini akan menjadi koleksi negara dan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia, sehingga generasi penerus bangsa dapat memiliki akses langsung terhadap bukti sejarah leluhur mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          \"Dan setiap yang kembali adalah warisan yang dijaga oleh negara untuk kepentingan generasi yang akan datang,\" pungkasnya. ***<\/p>\n","post_title":"Jaga Kedaulatan Budaya Lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jaga-kedaulatan-budaya-lewat-pemulangan-benda-leluhur-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-10 22:48:19","post_modified_gmt":"2026-08-10 14:48:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1250","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1245,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 23:04:26","post_date_gmt":"2026-08-07 15:04:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                          JAKARTA<\/strong>, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat riset dan inovasi di bidang teknologi strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Pengembangan teknologi maju dari skala nuklir hingga kecerdasan artifisial (artificial intelligence<\/em>\/AI) diproyeksikan untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade mendatang.
                                                                                                                                                                                                          Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa langkah ini didasari oleh pola pembangunan di berbagai negara maju. Kapasitas inovasi suatu negara, sebagaimana diukur melalui Global Innovation Index<\/em> (GII), memiliki korelasi positif yang kuat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. Hal tersebut terlihat pada 2025, di mana peringkat sepuluh besar GII didominasi oleh negara-negara berpendapatan tinggi seperti Swiss, Swedia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
                                                                                                                                                                                                          \u201cRiset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan,\u201d ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6\/8\/2026).
                                                                                                                                                                                                          Untuk mencapai target jangka panjang tersebut, BRIN telah memetakan enam fokus utama pengembangan teknologi nasional. Langkah pertama difokuskan pada penguasaan teknologi semikonduktor demi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan cip asing. Selanjutnya, BRIN menempatkan pengembangan AI sebagai prioritas riset untuk memacu produktivitas nasional.
                                                                                                                                                                                                          Dalam implementasinya, teknologi AI telah diterapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu bentuk konkret inovasinya adalah Food Guard<\/em>, sebuah perangkat pintar yang dipasang pada wadah makanan (ompreng<\/em>) untuk memantau kualitas makanan selama proses distribusi. Inovasi ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem MBG secara menyeluruh.
                                                                                                                                                                                                          \u201cBRIN membangun inovasi di seluruh rantai ekosistem MBG, mulai dari bahan pangan, mesin pengolahan, pengemasan, deteksi halal, distribusi, hingga sistem monitoring berbasis AI,\u201d ungkap Arif.
                                                                                                                                                                                                          Selain semikonduktor dan AI, BRIN juga memprioritaskan pengembangan teknologi genomik guna mendukung kemandirian nasional dalam memproduksi benih, obat-obatan, dan produk bioindustri. Di saat yang sama, pengembangan teknologi kuantum terus dipacu untuk memperkuat sistem keamanan digital dan komputasi masa depan.
                                                                                                                                                                                                          Adapun dua fokus teknologi lainnya mencakup bidang nuklir dan antariksa. Kedua sektor ini dinilai menjadi pengungkit vital bagi kedaulatan negara di bidang energi, kesehatan, pangan, hingga pengawasan wilayah.
                                                                                                                                                                                                          Secara khusus pada sektor nuklir, BRIN berkomitmen membangun ekosistem nasional secara holistik. Hal ini penting agar Indonesia memiliki fondasi yang kokoh saat siap mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Penguasaan teknologi akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup proses penambangan dan pemurnian uranium serta torium, fabrikasi bahan bakar, teknologi reaktor, keselamatan, metrologi radiasi, hingga pengolahan limbah.
                                                                                                                                                                                                          \u201cBRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir sejak sekarang agar ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulai sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,\u201d tutur Arif.<\/p>\n","post_title":"Siapkan Kemandirian Energi hingga AI, BRIN Perkuat Riset Teknologi Masa Depan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"siapkan-kemandirian-energi-hingga-ai-brin-perkuat-riset-teknologi-masa-depan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 23:04:27","post_modified_gmt":"2026-08-07 15:04:27","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1245","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1241,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 19:06:53","post_date_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus membangun paradigma baru pemasyarakatan di Indonesia. Dari yang semula sekadar tempat penghukuman, kini bertransformasi menjadi tempat pembinaan dan pemulihan bagi warga binaan secara utuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Kemenimipas, Rika Aprianti, menyampaikan bahwa melalui perpaduan pembinaan kepribadian warga binaan dipersiapkan agar mampu bangkit, hidup mandiri, dan kembali menjadi bagian yang produktif di tengah keluarga maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          \u201cPembinaan kepribadian diarahkan untuk membentuk karakter dan integritas warga binaan melalui pembinaan keagamaan, akhlak dan moral, kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, kemampuan intelektual, kesadaran hukum, kemampuan beradaptasi dengan masyarakat, serta program deradikalisasi bagi yang membutuhkan,\" ujar Rika Aprianti dalam rilisnya, Jumat (7\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan bernilai ekonomi melalui pelatihan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Seperti yang saat ini terus digalakkan yaitu pemberdayaan warga binaan dalam sektor ketahanan pangan dan UMKM.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                          TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                          Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                              Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                                                                                              Kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat bertujuan mengembalikan benda-benda budaya asal Indonesia yang dibawa secara ilegal ke wilayah hukum Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Amerika Serikat yang menegaskan komitmen memerangi perdagangan ilegal benda budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Beberapa institusi keamanan di Amerika Serikat seperti District Attorney of New York, Homeland Security, dan Federal Bureau of Investigation (FBI) telah berhasil mengembalikan artefak asal Indonesia yang masuk secara ilegal, baik kepada perwakilan diplomatik Indonesia di Amerika Serikat maupun langsung kepada pemerintah pusat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Penyerahan lima artefak Papua yang merupakan warisan Suku Dani, Suku Asmat, dan masyarakat di Danau Sentani oleh Direktur FBI beberapa waktu lalu kepada Presiden Republik Indonesia merupakan salah satu wujud komitmen kedua negara dalam proses repatriasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyampaikan bahwa hal ini menunjukkan Indonesia dipandang sebagai mitra penting dan setara yang dapat membantu Pemerintah Amerika Serikat dan juga kepentingan nasional dalam memerangi perdagangan ilegal benda-benda budaya, yang termasuk di dalamnya adalah juga benda cagar budaya ataupun objek yang diduga cagar budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              \"Proses ini menegaskan kedaulatan budaya yang sedang dibangun oleh Indonesia, karena sebuah bangsa yang besar tidak akan membiarkan hak milik hilang tanpa diketahui,\" tegas Fadli Zon.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Seluruh benda budaya yang berhasil direpatriasi ini akan menjadi koleksi negara dan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia, sehingga generasi penerus bangsa dapat memiliki akses langsung terhadap bukti sejarah leluhur mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              \"Dan setiap yang kembali adalah warisan yang dijaga oleh negara untuk kepentingan generasi yang akan datang,\" pungkasnya. ***<\/p>\n","post_title":"Jaga Kedaulatan Budaya Lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jaga-kedaulatan-budaya-lewat-pemulangan-benda-leluhur-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-10 22:48:19","post_modified_gmt":"2026-08-10 14:48:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1250","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1245,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 23:04:26","post_date_gmt":"2026-08-07 15:04:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                              JAKARTA<\/strong>, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat riset dan inovasi di bidang teknologi strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Pengembangan teknologi maju dari skala nuklir hingga kecerdasan artifisial (artificial intelligence<\/em>\/AI) diproyeksikan untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade mendatang.
                                                                                                                                                                                                              Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa langkah ini didasari oleh pola pembangunan di berbagai negara maju. Kapasitas inovasi suatu negara, sebagaimana diukur melalui Global Innovation Index<\/em> (GII), memiliki korelasi positif yang kuat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. Hal tersebut terlihat pada 2025, di mana peringkat sepuluh besar GII didominasi oleh negara-negara berpendapatan tinggi seperti Swiss, Swedia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
                                                                                                                                                                                                              \u201cRiset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan,\u201d ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6\/8\/2026).
                                                                                                                                                                                                              Untuk mencapai target jangka panjang tersebut, BRIN telah memetakan enam fokus utama pengembangan teknologi nasional. Langkah pertama difokuskan pada penguasaan teknologi semikonduktor demi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan cip asing. Selanjutnya, BRIN menempatkan pengembangan AI sebagai prioritas riset untuk memacu produktivitas nasional.
                                                                                                                                                                                                              Dalam implementasinya, teknologi AI telah diterapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu bentuk konkret inovasinya adalah Food Guard<\/em>, sebuah perangkat pintar yang dipasang pada wadah makanan (ompreng<\/em>) untuk memantau kualitas makanan selama proses distribusi. Inovasi ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem MBG secara menyeluruh.
                                                                                                                                                                                                              \u201cBRIN membangun inovasi di seluruh rantai ekosistem MBG, mulai dari bahan pangan, mesin pengolahan, pengemasan, deteksi halal, distribusi, hingga sistem monitoring berbasis AI,\u201d ungkap Arif.
                                                                                                                                                                                                              Selain semikonduktor dan AI, BRIN juga memprioritaskan pengembangan teknologi genomik guna mendukung kemandirian nasional dalam memproduksi benih, obat-obatan, dan produk bioindustri. Di saat yang sama, pengembangan teknologi kuantum terus dipacu untuk memperkuat sistem keamanan digital dan komputasi masa depan.
                                                                                                                                                                                                              Adapun dua fokus teknologi lainnya mencakup bidang nuklir dan antariksa. Kedua sektor ini dinilai menjadi pengungkit vital bagi kedaulatan negara di bidang energi, kesehatan, pangan, hingga pengawasan wilayah.
                                                                                                                                                                                                              Secara khusus pada sektor nuklir, BRIN berkomitmen membangun ekosistem nasional secara holistik. Hal ini penting agar Indonesia memiliki fondasi yang kokoh saat siap mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Penguasaan teknologi akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup proses penambangan dan pemurnian uranium serta torium, fabrikasi bahan bakar, teknologi reaktor, keselamatan, metrologi radiasi, hingga pengolahan limbah.
                                                                                                                                                                                                              \u201cBRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir sejak sekarang agar ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulai sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,\u201d tutur Arif.<\/p>\n","post_title":"Siapkan Kemandirian Energi hingga AI, BRIN Perkuat Riset Teknologi Masa Depan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"siapkan-kemandirian-energi-hingga-ai-brin-perkuat-riset-teknologi-masa-depan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 23:04:27","post_modified_gmt":"2026-08-07 15:04:27","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1245","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1241,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 19:06:53","post_date_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus membangun paradigma baru pemasyarakatan di Indonesia. Dari yang semula sekadar tempat penghukuman, kini bertransformasi menjadi tempat pembinaan dan pemulihan bagi warga binaan secara utuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Kemenimipas, Rika Aprianti, menyampaikan bahwa melalui perpaduan pembinaan kepribadian warga binaan dipersiapkan agar mampu bangkit, hidup mandiri, dan kembali menjadi bagian yang produktif di tengah keluarga maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              \u201cPembinaan kepribadian diarahkan untuk membentuk karakter dan integritas warga binaan melalui pembinaan keagamaan, akhlak dan moral, kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, kemampuan intelektual, kesadaran hukum, kemampuan beradaptasi dengan masyarakat, serta program deradikalisasi bagi yang membutuhkan,\" ujar Rika Aprianti dalam rilisnya, Jumat (7\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan bernilai ekonomi melalui pelatihan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Seperti yang saat ini terus digalakkan yaitu pemberdayaan warga binaan dalam sektor ketahanan pangan dan UMKM.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                              TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                              Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                  Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                                                                                  Dalam upaya ini, Indonesia telah menjalin kerja sama dengan berbagai negara termasuk dengan Belanda dan juga dengan Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat bertujuan mengembalikan benda-benda budaya asal Indonesia yang dibawa secara ilegal ke wilayah hukum Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Amerika Serikat yang menegaskan komitmen memerangi perdagangan ilegal benda budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Beberapa institusi keamanan di Amerika Serikat seperti District Attorney of New York, Homeland Security, dan Federal Bureau of Investigation (FBI) telah berhasil mengembalikan artefak asal Indonesia yang masuk secara ilegal, baik kepada perwakilan diplomatik Indonesia di Amerika Serikat maupun langsung kepada pemerintah pusat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Penyerahan lima artefak Papua yang merupakan warisan Suku Dani, Suku Asmat, dan masyarakat di Danau Sentani oleh Direktur FBI beberapa waktu lalu kepada Presiden Republik Indonesia merupakan salah satu wujud komitmen kedua negara dalam proses repatriasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyampaikan bahwa hal ini menunjukkan Indonesia dipandang sebagai mitra penting dan setara yang dapat membantu Pemerintah Amerika Serikat dan juga kepentingan nasional dalam memerangi perdagangan ilegal benda-benda budaya, yang termasuk di dalamnya adalah juga benda cagar budaya ataupun objek yang diduga cagar budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  \"Proses ini menegaskan kedaulatan budaya yang sedang dibangun oleh Indonesia, karena sebuah bangsa yang besar tidak akan membiarkan hak milik hilang tanpa diketahui,\" tegas Fadli Zon.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Seluruh benda budaya yang berhasil direpatriasi ini akan menjadi koleksi negara dan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia, sehingga generasi penerus bangsa dapat memiliki akses langsung terhadap bukti sejarah leluhur mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  \"Dan setiap yang kembali adalah warisan yang dijaga oleh negara untuk kepentingan generasi yang akan datang,\" pungkasnya. ***<\/p>\n","post_title":"Jaga Kedaulatan Budaya Lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jaga-kedaulatan-budaya-lewat-pemulangan-benda-leluhur-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-10 22:48:19","post_modified_gmt":"2026-08-10 14:48:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1250","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1245,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 23:04:26","post_date_gmt":"2026-08-07 15:04:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA<\/strong>, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat riset dan inovasi di bidang teknologi strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Pengembangan teknologi maju dari skala nuklir hingga kecerdasan artifisial (artificial intelligence<\/em>\/AI) diproyeksikan untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade mendatang.
                                                                                                                                                                                                                  Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa langkah ini didasari oleh pola pembangunan di berbagai negara maju. Kapasitas inovasi suatu negara, sebagaimana diukur melalui Global Innovation Index<\/em> (GII), memiliki korelasi positif yang kuat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. Hal tersebut terlihat pada 2025, di mana peringkat sepuluh besar GII didominasi oleh negara-negara berpendapatan tinggi seperti Swiss, Swedia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
                                                                                                                                                                                                                  \u201cRiset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan,\u201d ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6\/8\/2026).
                                                                                                                                                                                                                  Untuk mencapai target jangka panjang tersebut, BRIN telah memetakan enam fokus utama pengembangan teknologi nasional. Langkah pertama difokuskan pada penguasaan teknologi semikonduktor demi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan cip asing. Selanjutnya, BRIN menempatkan pengembangan AI sebagai prioritas riset untuk memacu produktivitas nasional.
                                                                                                                                                                                                                  Dalam implementasinya, teknologi AI telah diterapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu bentuk konkret inovasinya adalah Food Guard<\/em>, sebuah perangkat pintar yang dipasang pada wadah makanan (ompreng<\/em>) untuk memantau kualitas makanan selama proses distribusi. Inovasi ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem MBG secara menyeluruh.
                                                                                                                                                                                                                  \u201cBRIN membangun inovasi di seluruh rantai ekosistem MBG, mulai dari bahan pangan, mesin pengolahan, pengemasan, deteksi halal, distribusi, hingga sistem monitoring berbasis AI,\u201d ungkap Arif.
                                                                                                                                                                                                                  Selain semikonduktor dan AI, BRIN juga memprioritaskan pengembangan teknologi genomik guna mendukung kemandirian nasional dalam memproduksi benih, obat-obatan, dan produk bioindustri. Di saat yang sama, pengembangan teknologi kuantum terus dipacu untuk memperkuat sistem keamanan digital dan komputasi masa depan.
                                                                                                                                                                                                                  Adapun dua fokus teknologi lainnya mencakup bidang nuklir dan antariksa. Kedua sektor ini dinilai menjadi pengungkit vital bagi kedaulatan negara di bidang energi, kesehatan, pangan, hingga pengawasan wilayah.
                                                                                                                                                                                                                  Secara khusus pada sektor nuklir, BRIN berkomitmen membangun ekosistem nasional secara holistik. Hal ini penting agar Indonesia memiliki fondasi yang kokoh saat siap mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Penguasaan teknologi akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup proses penambangan dan pemurnian uranium serta torium, fabrikasi bahan bakar, teknologi reaktor, keselamatan, metrologi radiasi, hingga pengolahan limbah.
                                                                                                                                                                                                                  \u201cBRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir sejak sekarang agar ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulai sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,\u201d tutur Arif.<\/p>\n","post_title":"Siapkan Kemandirian Energi hingga AI, BRIN Perkuat Riset Teknologi Masa Depan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"siapkan-kemandirian-energi-hingga-ai-brin-perkuat-riset-teknologi-masa-depan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 23:04:27","post_modified_gmt":"2026-08-07 15:04:27","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1245","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1241,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 19:06:53","post_date_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus membangun paradigma baru pemasyarakatan di Indonesia. Dari yang semula sekadar tempat penghukuman, kini bertransformasi menjadi tempat pembinaan dan pemulihan bagi warga binaan secara utuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Kemenimipas, Rika Aprianti, menyampaikan bahwa melalui perpaduan pembinaan kepribadian warga binaan dipersiapkan agar mampu bangkit, hidup mandiri, dan kembali menjadi bagian yang produktif di tengah keluarga maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  \u201cPembinaan kepribadian diarahkan untuk membentuk karakter dan integritas warga binaan melalui pembinaan keagamaan, akhlak dan moral, kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, kemampuan intelektual, kesadaran hukum, kemampuan beradaptasi dengan masyarakat, serta program deradikalisasi bagi yang membutuhkan,\" ujar Rika Aprianti dalam rilisnya, Jumat (7\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan bernilai ekonomi melalui pelatihan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Seperti yang saat ini terus digalakkan yaitu pemberdayaan warga binaan dalam sektor ketahanan pangan dan UMKM.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                  TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                  Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                      Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> - Pemerintah Indonesia berupaya merepatriasi benda-benda budaya yang telah secara ilegal (illegitimate) dibawa keluar negeri, baik akibat penjarahan pada masa kolonial maupun perdagangan ilegal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Dalam upaya ini, Indonesia telah menjalin kerja sama dengan berbagai negara termasuk dengan Belanda dan juga dengan Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat bertujuan mengembalikan benda-benda budaya asal Indonesia yang dibawa secara ilegal ke wilayah hukum Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Amerika Serikat yang menegaskan komitmen memerangi perdagangan ilegal benda budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Beberapa institusi keamanan di Amerika Serikat seperti District Attorney of New York, Homeland Security, dan Federal Bureau of Investigation (FBI) telah berhasil mengembalikan artefak asal Indonesia yang masuk secara ilegal, baik kepada perwakilan diplomatik Indonesia di Amerika Serikat maupun langsung kepada pemerintah pusat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Penyerahan lima artefak Papua yang merupakan warisan Suku Dani, Suku Asmat, dan masyarakat di Danau Sentani oleh Direktur FBI beberapa waktu lalu kepada Presiden Republik Indonesia merupakan salah satu wujud komitmen kedua negara dalam proses repatriasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyampaikan bahwa hal ini menunjukkan Indonesia dipandang sebagai mitra penting dan setara yang dapat membantu Pemerintah Amerika Serikat dan juga kepentingan nasional dalam memerangi perdagangan ilegal benda-benda budaya, yang termasuk di dalamnya adalah juga benda cagar budaya ataupun objek yang diduga cagar budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      \"Proses ini menegaskan kedaulatan budaya yang sedang dibangun oleh Indonesia, karena sebuah bangsa yang besar tidak akan membiarkan hak milik hilang tanpa diketahui,\" tegas Fadli Zon.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Seluruh benda budaya yang berhasil direpatriasi ini akan menjadi koleksi negara dan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia, sehingga generasi penerus bangsa dapat memiliki akses langsung terhadap bukti sejarah leluhur mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      \"Dan setiap yang kembali adalah warisan yang dijaga oleh negara untuk kepentingan generasi yang akan datang,\" pungkasnya. ***<\/p>\n","post_title":"Jaga Kedaulatan Budaya Lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jaga-kedaulatan-budaya-lewat-pemulangan-benda-leluhur-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-10 22:48:19","post_modified_gmt":"2026-08-10 14:48:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1250","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1245,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 23:04:26","post_date_gmt":"2026-08-07 15:04:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA<\/strong>, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat riset dan inovasi di bidang teknologi strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Pengembangan teknologi maju dari skala nuklir hingga kecerdasan artifisial (artificial intelligence<\/em>\/AI) diproyeksikan untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade mendatang.
                                                                                                                                                                                                                      Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa langkah ini didasari oleh pola pembangunan di berbagai negara maju. Kapasitas inovasi suatu negara, sebagaimana diukur melalui Global Innovation Index<\/em> (GII), memiliki korelasi positif yang kuat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. Hal tersebut terlihat pada 2025, di mana peringkat sepuluh besar GII didominasi oleh negara-negara berpendapatan tinggi seperti Swiss, Swedia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
                                                                                                                                                                                                                      \u201cRiset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan,\u201d ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6\/8\/2026).
                                                                                                                                                                                                                      Untuk mencapai target jangka panjang tersebut, BRIN telah memetakan enam fokus utama pengembangan teknologi nasional. Langkah pertama difokuskan pada penguasaan teknologi semikonduktor demi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan cip asing. Selanjutnya, BRIN menempatkan pengembangan AI sebagai prioritas riset untuk memacu produktivitas nasional.
                                                                                                                                                                                                                      Dalam implementasinya, teknologi AI telah diterapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu bentuk konkret inovasinya adalah Food Guard<\/em>, sebuah perangkat pintar yang dipasang pada wadah makanan (ompreng<\/em>) untuk memantau kualitas makanan selama proses distribusi. Inovasi ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem MBG secara menyeluruh.
                                                                                                                                                                                                                      \u201cBRIN membangun inovasi di seluruh rantai ekosistem MBG, mulai dari bahan pangan, mesin pengolahan, pengemasan, deteksi halal, distribusi, hingga sistem monitoring berbasis AI,\u201d ungkap Arif.
                                                                                                                                                                                                                      Selain semikonduktor dan AI, BRIN juga memprioritaskan pengembangan teknologi genomik guna mendukung kemandirian nasional dalam memproduksi benih, obat-obatan, dan produk bioindustri. Di saat yang sama, pengembangan teknologi kuantum terus dipacu untuk memperkuat sistem keamanan digital dan komputasi masa depan.
                                                                                                                                                                                                                      Adapun dua fokus teknologi lainnya mencakup bidang nuklir dan antariksa. Kedua sektor ini dinilai menjadi pengungkit vital bagi kedaulatan negara di bidang energi, kesehatan, pangan, hingga pengawasan wilayah.
                                                                                                                                                                                                                      Secara khusus pada sektor nuklir, BRIN berkomitmen membangun ekosistem nasional secara holistik. Hal ini penting agar Indonesia memiliki fondasi yang kokoh saat siap mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Penguasaan teknologi akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup proses penambangan dan pemurnian uranium serta torium, fabrikasi bahan bakar, teknologi reaktor, keselamatan, metrologi radiasi, hingga pengolahan limbah.
                                                                                                                                                                                                                      \u201cBRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir sejak sekarang agar ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulai sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,\u201d tutur Arif.<\/p>\n","post_title":"Siapkan Kemandirian Energi hingga AI, BRIN Perkuat Riset Teknologi Masa Depan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"siapkan-kemandirian-energi-hingga-ai-brin-perkuat-riset-teknologi-masa-depan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 23:04:27","post_modified_gmt":"2026-08-07 15:04:27","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1245","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1241,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 19:06:53","post_date_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus membangun paradigma baru pemasyarakatan di Indonesia. Dari yang semula sekadar tempat penghukuman, kini bertransformasi menjadi tempat pembinaan dan pemulihan bagi warga binaan secara utuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Kemenimipas, Rika Aprianti, menyampaikan bahwa melalui perpaduan pembinaan kepribadian warga binaan dipersiapkan agar mampu bangkit, hidup mandiri, dan kembali menjadi bagian yang produktif di tengah keluarga maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      \u201cPembinaan kepribadian diarahkan untuk membentuk karakter dan integritas warga binaan melalui pembinaan keagamaan, akhlak dan moral, kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, kemampuan intelektual, kesadaran hukum, kemampuan beradaptasi dengan masyarakat, serta program deradikalisasi bagi yang membutuhkan,\" ujar Rika Aprianti dalam rilisnya, Jumat (7\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan bernilai ekonomi melalui pelatihan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Seperti yang saat ini terus digalakkan yaitu pemberdayaan warga binaan dalam sektor ketahanan pangan dan UMKM.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                      TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                      Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                          Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                                                                                                          \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1250,"post_author":"3","post_date":"2026-08-10 22:48:18","post_date_gmt":"2026-08-10 14:48:18","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> - Pemerintah Indonesia berupaya merepatriasi benda-benda budaya yang telah secara ilegal (illegitimate) dibawa keluar negeri, baik akibat penjarahan pada masa kolonial maupun perdagangan ilegal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Dalam upaya ini, Indonesia telah menjalin kerja sama dengan berbagai negara termasuk dengan Belanda dan juga dengan Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat bertujuan mengembalikan benda-benda budaya asal Indonesia yang dibawa secara ilegal ke wilayah hukum Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Amerika Serikat yang menegaskan komitmen memerangi perdagangan ilegal benda budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Beberapa institusi keamanan di Amerika Serikat seperti District Attorney of New York, Homeland Security, dan Federal Bureau of Investigation (FBI) telah berhasil mengembalikan artefak asal Indonesia yang masuk secara ilegal, baik kepada perwakilan diplomatik Indonesia di Amerika Serikat maupun langsung kepada pemerintah pusat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Penyerahan lima artefak Papua yang merupakan warisan Suku Dani, Suku Asmat, dan masyarakat di Danau Sentani oleh Direktur FBI beberapa waktu lalu kepada Presiden Republik Indonesia merupakan salah satu wujud komitmen kedua negara dalam proses repatriasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyampaikan bahwa hal ini menunjukkan Indonesia dipandang sebagai mitra penting dan setara yang dapat membantu Pemerintah Amerika Serikat dan juga kepentingan nasional dalam memerangi perdagangan ilegal benda-benda budaya, yang termasuk di dalamnya adalah juga benda cagar budaya ataupun objek yang diduga cagar budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          \"Proses ini menegaskan kedaulatan budaya yang sedang dibangun oleh Indonesia, karena sebuah bangsa yang besar tidak akan membiarkan hak milik hilang tanpa diketahui,\" tegas Fadli Zon.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Seluruh benda budaya yang berhasil direpatriasi ini akan menjadi koleksi negara dan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia, sehingga generasi penerus bangsa dapat memiliki akses langsung terhadap bukti sejarah leluhur mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          \"Dan setiap yang kembali adalah warisan yang dijaga oleh negara untuk kepentingan generasi yang akan datang,\" pungkasnya. ***<\/p>\n","post_title":"Jaga Kedaulatan Budaya Lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jaga-kedaulatan-budaya-lewat-pemulangan-benda-leluhur-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-10 22:48:19","post_modified_gmt":"2026-08-10 14:48:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1250","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1245,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 23:04:26","post_date_gmt":"2026-08-07 15:04:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA<\/strong>, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat riset dan inovasi di bidang teknologi strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Pengembangan teknologi maju dari skala nuklir hingga kecerdasan artifisial (artificial intelligence<\/em>\/AI) diproyeksikan untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade mendatang.
                                                                                                                                                                                                                          Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa langkah ini didasari oleh pola pembangunan di berbagai negara maju. Kapasitas inovasi suatu negara, sebagaimana diukur melalui Global Innovation Index<\/em> (GII), memiliki korelasi positif yang kuat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. Hal tersebut terlihat pada 2025, di mana peringkat sepuluh besar GII didominasi oleh negara-negara berpendapatan tinggi seperti Swiss, Swedia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
                                                                                                                                                                                                                          \u201cRiset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan,\u201d ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6\/8\/2026).
                                                                                                                                                                                                                          Untuk mencapai target jangka panjang tersebut, BRIN telah memetakan enam fokus utama pengembangan teknologi nasional. Langkah pertama difokuskan pada penguasaan teknologi semikonduktor demi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan cip asing. Selanjutnya, BRIN menempatkan pengembangan AI sebagai prioritas riset untuk memacu produktivitas nasional.
                                                                                                                                                                                                                          Dalam implementasinya, teknologi AI telah diterapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu bentuk konkret inovasinya adalah Food Guard<\/em>, sebuah perangkat pintar yang dipasang pada wadah makanan (ompreng<\/em>) untuk memantau kualitas makanan selama proses distribusi. Inovasi ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem MBG secara menyeluruh.
                                                                                                                                                                                                                          \u201cBRIN membangun inovasi di seluruh rantai ekosistem MBG, mulai dari bahan pangan, mesin pengolahan, pengemasan, deteksi halal, distribusi, hingga sistem monitoring berbasis AI,\u201d ungkap Arif.
                                                                                                                                                                                                                          Selain semikonduktor dan AI, BRIN juga memprioritaskan pengembangan teknologi genomik guna mendukung kemandirian nasional dalam memproduksi benih, obat-obatan, dan produk bioindustri. Di saat yang sama, pengembangan teknologi kuantum terus dipacu untuk memperkuat sistem keamanan digital dan komputasi masa depan.
                                                                                                                                                                                                                          Adapun dua fokus teknologi lainnya mencakup bidang nuklir dan antariksa. Kedua sektor ini dinilai menjadi pengungkit vital bagi kedaulatan negara di bidang energi, kesehatan, pangan, hingga pengawasan wilayah.
                                                                                                                                                                                                                          Secara khusus pada sektor nuklir, BRIN berkomitmen membangun ekosistem nasional secara holistik. Hal ini penting agar Indonesia memiliki fondasi yang kokoh saat siap mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Penguasaan teknologi akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup proses penambangan dan pemurnian uranium serta torium, fabrikasi bahan bakar, teknologi reaktor, keselamatan, metrologi radiasi, hingga pengolahan limbah.
                                                                                                                                                                                                                          \u201cBRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir sejak sekarang agar ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulai sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,\u201d tutur Arif.<\/p>\n","post_title":"Siapkan Kemandirian Energi hingga AI, BRIN Perkuat Riset Teknologi Masa Depan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"siapkan-kemandirian-energi-hingga-ai-brin-perkuat-riset-teknologi-masa-depan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 23:04:27","post_modified_gmt":"2026-08-07 15:04:27","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1245","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1241,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 19:06:53","post_date_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus membangun paradigma baru pemasyarakatan di Indonesia. Dari yang semula sekadar tempat penghukuman, kini bertransformasi menjadi tempat pembinaan dan pemulihan bagi warga binaan secara utuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Kemenimipas, Rika Aprianti, menyampaikan bahwa melalui perpaduan pembinaan kepribadian warga binaan dipersiapkan agar mampu bangkit, hidup mandiri, dan kembali menjadi bagian yang produktif di tengah keluarga maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          \u201cPembinaan kepribadian diarahkan untuk membentuk karakter dan integritas warga binaan melalui pembinaan keagamaan, akhlak dan moral, kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, kemampuan intelektual, kesadaran hukum, kemampuan beradaptasi dengan masyarakat, serta program deradikalisasi bagi yang membutuhkan,\" ujar Rika Aprianti dalam rilisnya, Jumat (7\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan bernilai ekonomi melalui pelatihan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Seperti yang saat ini terus digalakkan yaitu pemberdayaan warga binaan dalam sektor ketahanan pangan dan UMKM.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                          TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                          Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                              Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                                                                                                              Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1250,"post_author":"3","post_date":"2026-08-10 22:48:18","post_date_gmt":"2026-08-10 14:48:18","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> - Pemerintah Indonesia berupaya merepatriasi benda-benda budaya yang telah secara ilegal (illegitimate) dibawa keluar negeri, baik akibat penjarahan pada masa kolonial maupun perdagangan ilegal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Dalam upaya ini, Indonesia telah menjalin kerja sama dengan berbagai negara termasuk dengan Belanda dan juga dengan Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat bertujuan mengembalikan benda-benda budaya asal Indonesia yang dibawa secara ilegal ke wilayah hukum Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Amerika Serikat yang menegaskan komitmen memerangi perdagangan ilegal benda budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Beberapa institusi keamanan di Amerika Serikat seperti District Attorney of New York, Homeland Security, dan Federal Bureau of Investigation (FBI) telah berhasil mengembalikan artefak asal Indonesia yang masuk secara ilegal, baik kepada perwakilan diplomatik Indonesia di Amerika Serikat maupun langsung kepada pemerintah pusat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Penyerahan lima artefak Papua yang merupakan warisan Suku Dani, Suku Asmat, dan masyarakat di Danau Sentani oleh Direktur FBI beberapa waktu lalu kepada Presiden Republik Indonesia merupakan salah satu wujud komitmen kedua negara dalam proses repatriasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyampaikan bahwa hal ini menunjukkan Indonesia dipandang sebagai mitra penting dan setara yang dapat membantu Pemerintah Amerika Serikat dan juga kepentingan nasional dalam memerangi perdagangan ilegal benda-benda budaya, yang termasuk di dalamnya adalah juga benda cagar budaya ataupun objek yang diduga cagar budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              \"Proses ini menegaskan kedaulatan budaya yang sedang dibangun oleh Indonesia, karena sebuah bangsa yang besar tidak akan membiarkan hak milik hilang tanpa diketahui,\" tegas Fadli Zon.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Seluruh benda budaya yang berhasil direpatriasi ini akan menjadi koleksi negara dan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia, sehingga generasi penerus bangsa dapat memiliki akses langsung terhadap bukti sejarah leluhur mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              \"Dan setiap yang kembali adalah warisan yang dijaga oleh negara untuk kepentingan generasi yang akan datang,\" pungkasnya. ***<\/p>\n","post_title":"Jaga Kedaulatan Budaya Lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jaga-kedaulatan-budaya-lewat-pemulangan-benda-leluhur-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-10 22:48:19","post_modified_gmt":"2026-08-10 14:48:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1250","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1245,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 23:04:26","post_date_gmt":"2026-08-07 15:04:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA<\/strong>, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat riset dan inovasi di bidang teknologi strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Pengembangan teknologi maju dari skala nuklir hingga kecerdasan artifisial (artificial intelligence<\/em>\/AI) diproyeksikan untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade mendatang.
                                                                                                                                                                                                                              Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa langkah ini didasari oleh pola pembangunan di berbagai negara maju. Kapasitas inovasi suatu negara, sebagaimana diukur melalui Global Innovation Index<\/em> (GII), memiliki korelasi positif yang kuat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. Hal tersebut terlihat pada 2025, di mana peringkat sepuluh besar GII didominasi oleh negara-negara berpendapatan tinggi seperti Swiss, Swedia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
                                                                                                                                                                                                                              \u201cRiset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan,\u201d ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6\/8\/2026).
                                                                                                                                                                                                                              Untuk mencapai target jangka panjang tersebut, BRIN telah memetakan enam fokus utama pengembangan teknologi nasional. Langkah pertama difokuskan pada penguasaan teknologi semikonduktor demi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan cip asing. Selanjutnya, BRIN menempatkan pengembangan AI sebagai prioritas riset untuk memacu produktivitas nasional.
                                                                                                                                                                                                                              Dalam implementasinya, teknologi AI telah diterapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu bentuk konkret inovasinya adalah Food Guard<\/em>, sebuah perangkat pintar yang dipasang pada wadah makanan (ompreng<\/em>) untuk memantau kualitas makanan selama proses distribusi. Inovasi ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem MBG secara menyeluruh.
                                                                                                                                                                                                                              \u201cBRIN membangun inovasi di seluruh rantai ekosistem MBG, mulai dari bahan pangan, mesin pengolahan, pengemasan, deteksi halal, distribusi, hingga sistem monitoring berbasis AI,\u201d ungkap Arif.
                                                                                                                                                                                                                              Selain semikonduktor dan AI, BRIN juga memprioritaskan pengembangan teknologi genomik guna mendukung kemandirian nasional dalam memproduksi benih, obat-obatan, dan produk bioindustri. Di saat yang sama, pengembangan teknologi kuantum terus dipacu untuk memperkuat sistem keamanan digital dan komputasi masa depan.
                                                                                                                                                                                                                              Adapun dua fokus teknologi lainnya mencakup bidang nuklir dan antariksa. Kedua sektor ini dinilai menjadi pengungkit vital bagi kedaulatan negara di bidang energi, kesehatan, pangan, hingga pengawasan wilayah.
                                                                                                                                                                                                                              Secara khusus pada sektor nuklir, BRIN berkomitmen membangun ekosistem nasional secara holistik. Hal ini penting agar Indonesia memiliki fondasi yang kokoh saat siap mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Penguasaan teknologi akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup proses penambangan dan pemurnian uranium serta torium, fabrikasi bahan bakar, teknologi reaktor, keselamatan, metrologi radiasi, hingga pengolahan limbah.
                                                                                                                                                                                                                              \u201cBRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir sejak sekarang agar ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulai sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,\u201d tutur Arif.<\/p>\n","post_title":"Siapkan Kemandirian Energi hingga AI, BRIN Perkuat Riset Teknologi Masa Depan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"siapkan-kemandirian-energi-hingga-ai-brin-perkuat-riset-teknologi-masa-depan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 23:04:27","post_modified_gmt":"2026-08-07 15:04:27","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1245","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1241,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 19:06:53","post_date_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus membangun paradigma baru pemasyarakatan di Indonesia. Dari yang semula sekadar tempat penghukuman, kini bertransformasi menjadi tempat pembinaan dan pemulihan bagi warga binaan secara utuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Kemenimipas, Rika Aprianti, menyampaikan bahwa melalui perpaduan pembinaan kepribadian warga binaan dipersiapkan agar mampu bangkit, hidup mandiri, dan kembali menjadi bagian yang produktif di tengah keluarga maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              \u201cPembinaan kepribadian diarahkan untuk membentuk karakter dan integritas warga binaan melalui pembinaan keagamaan, akhlak dan moral, kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, kemampuan intelektual, kesadaran hukum, kemampuan beradaptasi dengan masyarakat, serta program deradikalisasi bagi yang membutuhkan,\" ujar Rika Aprianti dalam rilisnya, Jumat (7\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan bernilai ekonomi melalui pelatihan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Seperti yang saat ini terus digalakkan yaitu pemberdayaan warga binaan dalam sektor ketahanan pangan dan UMKM.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                              TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                              Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                  Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                                                                                                  \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1250,"post_author":"3","post_date":"2026-08-10 22:48:18","post_date_gmt":"2026-08-10 14:48:18","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> - Pemerintah Indonesia berupaya merepatriasi benda-benda budaya yang telah secara ilegal (illegitimate) dibawa keluar negeri, baik akibat penjarahan pada masa kolonial maupun perdagangan ilegal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Dalam upaya ini, Indonesia telah menjalin kerja sama dengan berbagai negara termasuk dengan Belanda dan juga dengan Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat bertujuan mengembalikan benda-benda budaya asal Indonesia yang dibawa secara ilegal ke wilayah hukum Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Amerika Serikat yang menegaskan komitmen memerangi perdagangan ilegal benda budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Beberapa institusi keamanan di Amerika Serikat seperti District Attorney of New York, Homeland Security, dan Federal Bureau of Investigation (FBI) telah berhasil mengembalikan artefak asal Indonesia yang masuk secara ilegal, baik kepada perwakilan diplomatik Indonesia di Amerika Serikat maupun langsung kepada pemerintah pusat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Penyerahan lima artefak Papua yang merupakan warisan Suku Dani, Suku Asmat, dan masyarakat di Danau Sentani oleh Direktur FBI beberapa waktu lalu kepada Presiden Republik Indonesia merupakan salah satu wujud komitmen kedua negara dalam proses repatriasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyampaikan bahwa hal ini menunjukkan Indonesia dipandang sebagai mitra penting dan setara yang dapat membantu Pemerintah Amerika Serikat dan juga kepentingan nasional dalam memerangi perdagangan ilegal benda-benda budaya, yang termasuk di dalamnya adalah juga benda cagar budaya ataupun objek yang diduga cagar budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  \"Proses ini menegaskan kedaulatan budaya yang sedang dibangun oleh Indonesia, karena sebuah bangsa yang besar tidak akan membiarkan hak milik hilang tanpa diketahui,\" tegas Fadli Zon.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Seluruh benda budaya yang berhasil direpatriasi ini akan menjadi koleksi negara dan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia, sehingga generasi penerus bangsa dapat memiliki akses langsung terhadap bukti sejarah leluhur mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  \"Dan setiap yang kembali adalah warisan yang dijaga oleh negara untuk kepentingan generasi yang akan datang,\" pungkasnya. ***<\/p>\n","post_title":"Jaga Kedaulatan Budaya Lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jaga-kedaulatan-budaya-lewat-pemulangan-benda-leluhur-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-10 22:48:19","post_modified_gmt":"2026-08-10 14:48:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1250","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1245,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 23:04:26","post_date_gmt":"2026-08-07 15:04:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA<\/strong>, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat riset dan inovasi di bidang teknologi strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Pengembangan teknologi maju dari skala nuklir hingga kecerdasan artifisial (artificial intelligence<\/em>\/AI) diproyeksikan untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade mendatang.
                                                                                                                                                                                                                                  Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa langkah ini didasari oleh pola pembangunan di berbagai negara maju. Kapasitas inovasi suatu negara, sebagaimana diukur melalui Global Innovation Index<\/em> (GII), memiliki korelasi positif yang kuat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. Hal tersebut terlihat pada 2025, di mana peringkat sepuluh besar GII didominasi oleh negara-negara berpendapatan tinggi seperti Swiss, Swedia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
                                                                                                                                                                                                                                  \u201cRiset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan,\u201d ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6\/8\/2026).
                                                                                                                                                                                                                                  Untuk mencapai target jangka panjang tersebut, BRIN telah memetakan enam fokus utama pengembangan teknologi nasional. Langkah pertama difokuskan pada penguasaan teknologi semikonduktor demi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan cip asing. Selanjutnya, BRIN menempatkan pengembangan AI sebagai prioritas riset untuk memacu produktivitas nasional.
                                                                                                                                                                                                                                  Dalam implementasinya, teknologi AI telah diterapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu bentuk konkret inovasinya adalah Food Guard<\/em>, sebuah perangkat pintar yang dipasang pada wadah makanan (ompreng<\/em>) untuk memantau kualitas makanan selama proses distribusi. Inovasi ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem MBG secara menyeluruh.
                                                                                                                                                                                                                                  \u201cBRIN membangun inovasi di seluruh rantai ekosistem MBG, mulai dari bahan pangan, mesin pengolahan, pengemasan, deteksi halal, distribusi, hingga sistem monitoring berbasis AI,\u201d ungkap Arif.
                                                                                                                                                                                                                                  Selain semikonduktor dan AI, BRIN juga memprioritaskan pengembangan teknologi genomik guna mendukung kemandirian nasional dalam memproduksi benih, obat-obatan, dan produk bioindustri. Di saat yang sama, pengembangan teknologi kuantum terus dipacu untuk memperkuat sistem keamanan digital dan komputasi masa depan.
                                                                                                                                                                                                                                  Adapun dua fokus teknologi lainnya mencakup bidang nuklir dan antariksa. Kedua sektor ini dinilai menjadi pengungkit vital bagi kedaulatan negara di bidang energi, kesehatan, pangan, hingga pengawasan wilayah.
                                                                                                                                                                                                                                  Secara khusus pada sektor nuklir, BRIN berkomitmen membangun ekosistem nasional secara holistik. Hal ini penting agar Indonesia memiliki fondasi yang kokoh saat siap mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Penguasaan teknologi akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup proses penambangan dan pemurnian uranium serta torium, fabrikasi bahan bakar, teknologi reaktor, keselamatan, metrologi radiasi, hingga pengolahan limbah.
                                                                                                                                                                                                                                  \u201cBRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir sejak sekarang agar ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulai sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,\u201d tutur Arif.<\/p>\n","post_title":"Siapkan Kemandirian Energi hingga AI, BRIN Perkuat Riset Teknologi Masa Depan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"siapkan-kemandirian-energi-hingga-ai-brin-perkuat-riset-teknologi-masa-depan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 23:04:27","post_modified_gmt":"2026-08-07 15:04:27","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1245","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1241,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 19:06:53","post_date_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus membangun paradigma baru pemasyarakatan di Indonesia. Dari yang semula sekadar tempat penghukuman, kini bertransformasi menjadi tempat pembinaan dan pemulihan bagi warga binaan secara utuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Kemenimipas, Rika Aprianti, menyampaikan bahwa melalui perpaduan pembinaan kepribadian warga binaan dipersiapkan agar mampu bangkit, hidup mandiri, dan kembali menjadi bagian yang produktif di tengah keluarga maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPembinaan kepribadian diarahkan untuk membentuk karakter dan integritas warga binaan melalui pembinaan keagamaan, akhlak dan moral, kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, kemampuan intelektual, kesadaran hukum, kemampuan beradaptasi dengan masyarakat, serta program deradikalisasi bagi yang membutuhkan,\" ujar Rika Aprianti dalam rilisnya, Jumat (7\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan bernilai ekonomi melalui pelatihan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Seperti yang saat ini terus digalakkan yaitu pemberdayaan warga binaan dalam sektor ketahanan pangan dan UMKM.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                  TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                  Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                      Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                                                                                                      Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1250,"post_author":"3","post_date":"2026-08-10 22:48:18","post_date_gmt":"2026-08-10 14:48:18","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> - Pemerintah Indonesia berupaya merepatriasi benda-benda budaya yang telah secara ilegal (illegitimate) dibawa keluar negeri, baik akibat penjarahan pada masa kolonial maupun perdagangan ilegal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Dalam upaya ini, Indonesia telah menjalin kerja sama dengan berbagai negara termasuk dengan Belanda dan juga dengan Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat bertujuan mengembalikan benda-benda budaya asal Indonesia yang dibawa secara ilegal ke wilayah hukum Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Amerika Serikat yang menegaskan komitmen memerangi perdagangan ilegal benda budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Beberapa institusi keamanan di Amerika Serikat seperti District Attorney of New York, Homeland Security, dan Federal Bureau of Investigation (FBI) telah berhasil mengembalikan artefak asal Indonesia yang masuk secara ilegal, baik kepada perwakilan diplomatik Indonesia di Amerika Serikat maupun langsung kepada pemerintah pusat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Penyerahan lima artefak Papua yang merupakan warisan Suku Dani, Suku Asmat, dan masyarakat di Danau Sentani oleh Direktur FBI beberapa waktu lalu kepada Presiden Republik Indonesia merupakan salah satu wujud komitmen kedua negara dalam proses repatriasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyampaikan bahwa hal ini menunjukkan Indonesia dipandang sebagai mitra penting dan setara yang dapat membantu Pemerintah Amerika Serikat dan juga kepentingan nasional dalam memerangi perdagangan ilegal benda-benda budaya, yang termasuk di dalamnya adalah juga benda cagar budaya ataupun objek yang diduga cagar budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      \"Proses ini menegaskan kedaulatan budaya yang sedang dibangun oleh Indonesia, karena sebuah bangsa yang besar tidak akan membiarkan hak milik hilang tanpa diketahui,\" tegas Fadli Zon.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Seluruh benda budaya yang berhasil direpatriasi ini akan menjadi koleksi negara dan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia, sehingga generasi penerus bangsa dapat memiliki akses langsung terhadap bukti sejarah leluhur mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      \"Dan setiap yang kembali adalah warisan yang dijaga oleh negara untuk kepentingan generasi yang akan datang,\" pungkasnya. ***<\/p>\n","post_title":"Jaga Kedaulatan Budaya Lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jaga-kedaulatan-budaya-lewat-pemulangan-benda-leluhur-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-10 22:48:19","post_modified_gmt":"2026-08-10 14:48:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1250","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1245,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 23:04:26","post_date_gmt":"2026-08-07 15:04:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA<\/strong>, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat riset dan inovasi di bidang teknologi strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Pengembangan teknologi maju dari skala nuklir hingga kecerdasan artifisial (artificial intelligence<\/em>\/AI) diproyeksikan untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade mendatang.
                                                                                                                                                                                                                                      Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa langkah ini didasari oleh pola pembangunan di berbagai negara maju. Kapasitas inovasi suatu negara, sebagaimana diukur melalui Global Innovation Index<\/em> (GII), memiliki korelasi positif yang kuat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. Hal tersebut terlihat pada 2025, di mana peringkat sepuluh besar GII didominasi oleh negara-negara berpendapatan tinggi seperti Swiss, Swedia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
                                                                                                                                                                                                                                      \u201cRiset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan,\u201d ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6\/8\/2026).
                                                                                                                                                                                                                                      Untuk mencapai target jangka panjang tersebut, BRIN telah memetakan enam fokus utama pengembangan teknologi nasional. Langkah pertama difokuskan pada penguasaan teknologi semikonduktor demi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan cip asing. Selanjutnya, BRIN menempatkan pengembangan AI sebagai prioritas riset untuk memacu produktivitas nasional.
                                                                                                                                                                                                                                      Dalam implementasinya, teknologi AI telah diterapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu bentuk konkret inovasinya adalah Food Guard<\/em>, sebuah perangkat pintar yang dipasang pada wadah makanan (ompreng<\/em>) untuk memantau kualitas makanan selama proses distribusi. Inovasi ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem MBG secara menyeluruh.
                                                                                                                                                                                                                                      \u201cBRIN membangun inovasi di seluruh rantai ekosistem MBG, mulai dari bahan pangan, mesin pengolahan, pengemasan, deteksi halal, distribusi, hingga sistem monitoring berbasis AI,\u201d ungkap Arif.
                                                                                                                                                                                                                                      Selain semikonduktor dan AI, BRIN juga memprioritaskan pengembangan teknologi genomik guna mendukung kemandirian nasional dalam memproduksi benih, obat-obatan, dan produk bioindustri. Di saat yang sama, pengembangan teknologi kuantum terus dipacu untuk memperkuat sistem keamanan digital dan komputasi masa depan.
                                                                                                                                                                                                                                      Adapun dua fokus teknologi lainnya mencakup bidang nuklir dan antariksa. Kedua sektor ini dinilai menjadi pengungkit vital bagi kedaulatan negara di bidang energi, kesehatan, pangan, hingga pengawasan wilayah.
                                                                                                                                                                                                                                      Secara khusus pada sektor nuklir, BRIN berkomitmen membangun ekosistem nasional secara holistik. Hal ini penting agar Indonesia memiliki fondasi yang kokoh saat siap mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Penguasaan teknologi akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup proses penambangan dan pemurnian uranium serta torium, fabrikasi bahan bakar, teknologi reaktor, keselamatan, metrologi radiasi, hingga pengolahan limbah.
                                                                                                                                                                                                                                      \u201cBRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir sejak sekarang agar ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulai sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,\u201d tutur Arif.<\/p>\n","post_title":"Siapkan Kemandirian Energi hingga AI, BRIN Perkuat Riset Teknologi Masa Depan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"siapkan-kemandirian-energi-hingga-ai-brin-perkuat-riset-teknologi-masa-depan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 23:04:27","post_modified_gmt":"2026-08-07 15:04:27","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1245","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1241,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 19:06:53","post_date_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus membangun paradigma baru pemasyarakatan di Indonesia. Dari yang semula sekadar tempat penghukuman, kini bertransformasi menjadi tempat pembinaan dan pemulihan bagi warga binaan secara utuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Kemenimipas, Rika Aprianti, menyampaikan bahwa melalui perpaduan pembinaan kepribadian warga binaan dipersiapkan agar mampu bangkit, hidup mandiri, dan kembali menjadi bagian yang produktif di tengah keluarga maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      \u201cPembinaan kepribadian diarahkan untuk membentuk karakter dan integritas warga binaan melalui pembinaan keagamaan, akhlak dan moral, kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, kemampuan intelektual, kesadaran hukum, kemampuan beradaptasi dengan masyarakat, serta program deradikalisasi bagi yang membutuhkan,\" ujar Rika Aprianti dalam rilisnya, Jumat (7\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan bernilai ekonomi melalui pelatihan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Seperti yang saat ini terus digalakkan yaitu pemberdayaan warga binaan dalam sektor ketahanan pangan dan UMKM.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                      TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                      Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                          Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                                                                                                                          \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1250,"post_author":"3","post_date":"2026-08-10 22:48:18","post_date_gmt":"2026-08-10 14:48:18","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> - Pemerintah Indonesia berupaya merepatriasi benda-benda budaya yang telah secara ilegal (illegitimate) dibawa keluar negeri, baik akibat penjarahan pada masa kolonial maupun perdagangan ilegal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Dalam upaya ini, Indonesia telah menjalin kerja sama dengan berbagai negara termasuk dengan Belanda dan juga dengan Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat bertujuan mengembalikan benda-benda budaya asal Indonesia yang dibawa secara ilegal ke wilayah hukum Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Amerika Serikat yang menegaskan komitmen memerangi perdagangan ilegal benda budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Beberapa institusi keamanan di Amerika Serikat seperti District Attorney of New York, Homeland Security, dan Federal Bureau of Investigation (FBI) telah berhasil mengembalikan artefak asal Indonesia yang masuk secara ilegal, baik kepada perwakilan diplomatik Indonesia di Amerika Serikat maupun langsung kepada pemerintah pusat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Penyerahan lima artefak Papua yang merupakan warisan Suku Dani, Suku Asmat, dan masyarakat di Danau Sentani oleh Direktur FBI beberapa waktu lalu kepada Presiden Republik Indonesia merupakan salah satu wujud komitmen kedua negara dalam proses repatriasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyampaikan bahwa hal ini menunjukkan Indonesia dipandang sebagai mitra penting dan setara yang dapat membantu Pemerintah Amerika Serikat dan juga kepentingan nasional dalam memerangi perdagangan ilegal benda-benda budaya, yang termasuk di dalamnya adalah juga benda cagar budaya ataupun objek yang diduga cagar budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          \"Proses ini menegaskan kedaulatan budaya yang sedang dibangun oleh Indonesia, karena sebuah bangsa yang besar tidak akan membiarkan hak milik hilang tanpa diketahui,\" tegas Fadli Zon.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Seluruh benda budaya yang berhasil direpatriasi ini akan menjadi koleksi negara dan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia, sehingga generasi penerus bangsa dapat memiliki akses langsung terhadap bukti sejarah leluhur mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          \"Dan setiap yang kembali adalah warisan yang dijaga oleh negara untuk kepentingan generasi yang akan datang,\" pungkasnya. ***<\/p>\n","post_title":"Jaga Kedaulatan Budaya Lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jaga-kedaulatan-budaya-lewat-pemulangan-benda-leluhur-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-10 22:48:19","post_modified_gmt":"2026-08-10 14:48:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1250","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1245,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 23:04:26","post_date_gmt":"2026-08-07 15:04:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA<\/strong>, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat riset dan inovasi di bidang teknologi strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Pengembangan teknologi maju dari skala nuklir hingga kecerdasan artifisial (artificial intelligence<\/em>\/AI) diproyeksikan untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade mendatang.
                                                                                                                                                                                                                                          Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa langkah ini didasari oleh pola pembangunan di berbagai negara maju. Kapasitas inovasi suatu negara, sebagaimana diukur melalui Global Innovation Index<\/em> (GII), memiliki korelasi positif yang kuat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. Hal tersebut terlihat pada 2025, di mana peringkat sepuluh besar GII didominasi oleh negara-negara berpendapatan tinggi seperti Swiss, Swedia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
                                                                                                                                                                                                                                          \u201cRiset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan,\u201d ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6\/8\/2026).
                                                                                                                                                                                                                                          Untuk mencapai target jangka panjang tersebut, BRIN telah memetakan enam fokus utama pengembangan teknologi nasional. Langkah pertama difokuskan pada penguasaan teknologi semikonduktor demi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan cip asing. Selanjutnya, BRIN menempatkan pengembangan AI sebagai prioritas riset untuk memacu produktivitas nasional.
                                                                                                                                                                                                                                          Dalam implementasinya, teknologi AI telah diterapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu bentuk konkret inovasinya adalah Food Guard<\/em>, sebuah perangkat pintar yang dipasang pada wadah makanan (ompreng<\/em>) untuk memantau kualitas makanan selama proses distribusi. Inovasi ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem MBG secara menyeluruh.
                                                                                                                                                                                                                                          \u201cBRIN membangun inovasi di seluruh rantai ekosistem MBG, mulai dari bahan pangan, mesin pengolahan, pengemasan, deteksi halal, distribusi, hingga sistem monitoring berbasis AI,\u201d ungkap Arif.
                                                                                                                                                                                                                                          Selain semikonduktor dan AI, BRIN juga memprioritaskan pengembangan teknologi genomik guna mendukung kemandirian nasional dalam memproduksi benih, obat-obatan, dan produk bioindustri. Di saat yang sama, pengembangan teknologi kuantum terus dipacu untuk memperkuat sistem keamanan digital dan komputasi masa depan.
                                                                                                                                                                                                                                          Adapun dua fokus teknologi lainnya mencakup bidang nuklir dan antariksa. Kedua sektor ini dinilai menjadi pengungkit vital bagi kedaulatan negara di bidang energi, kesehatan, pangan, hingga pengawasan wilayah.
                                                                                                                                                                                                                                          Secara khusus pada sektor nuklir, BRIN berkomitmen membangun ekosistem nasional secara holistik. Hal ini penting agar Indonesia memiliki fondasi yang kokoh saat siap mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Penguasaan teknologi akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup proses penambangan dan pemurnian uranium serta torium, fabrikasi bahan bakar, teknologi reaktor, keselamatan, metrologi radiasi, hingga pengolahan limbah.
                                                                                                                                                                                                                                          \u201cBRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir sejak sekarang agar ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulai sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,\u201d tutur Arif.<\/p>\n","post_title":"Siapkan Kemandirian Energi hingga AI, BRIN Perkuat Riset Teknologi Masa Depan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"siapkan-kemandirian-energi-hingga-ai-brin-perkuat-riset-teknologi-masa-depan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 23:04:27","post_modified_gmt":"2026-08-07 15:04:27","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1245","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1241,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 19:06:53","post_date_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus membangun paradigma baru pemasyarakatan di Indonesia. Dari yang semula sekadar tempat penghukuman, kini bertransformasi menjadi tempat pembinaan dan pemulihan bagi warga binaan secara utuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Kemenimipas, Rika Aprianti, menyampaikan bahwa melalui perpaduan pembinaan kepribadian warga binaan dipersiapkan agar mampu bangkit, hidup mandiri, dan kembali menjadi bagian yang produktif di tengah keluarga maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          \u201cPembinaan kepribadian diarahkan untuk membentuk karakter dan integritas warga binaan melalui pembinaan keagamaan, akhlak dan moral, kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, kemampuan intelektual, kesadaran hukum, kemampuan beradaptasi dengan masyarakat, serta program deradikalisasi bagi yang membutuhkan,\" ujar Rika Aprianti dalam rilisnya, Jumat (7\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan bernilai ekonomi melalui pelatihan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Seperti yang saat ini terus digalakkan yaitu pemberdayaan warga binaan dalam sektor ketahanan pangan dan UMKM.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                          TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                          Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                              Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                                                                                                                              Kepada para peserta kursus, Dubes Abdul mengungkapkan kebanggaan karena telah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1250,"post_author":"3","post_date":"2026-08-10 22:48:18","post_date_gmt":"2026-08-10 14:48:18","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> - Pemerintah Indonesia berupaya merepatriasi benda-benda budaya yang telah secara ilegal (illegitimate) dibawa keluar negeri, baik akibat penjarahan pada masa kolonial maupun perdagangan ilegal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Dalam upaya ini, Indonesia telah menjalin kerja sama dengan berbagai negara termasuk dengan Belanda dan juga dengan Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat bertujuan mengembalikan benda-benda budaya asal Indonesia yang dibawa secara ilegal ke wilayah hukum Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Amerika Serikat yang menegaskan komitmen memerangi perdagangan ilegal benda budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Beberapa institusi keamanan di Amerika Serikat seperti District Attorney of New York, Homeland Security, dan Federal Bureau of Investigation (FBI) telah berhasil mengembalikan artefak asal Indonesia yang masuk secara ilegal, baik kepada perwakilan diplomatik Indonesia di Amerika Serikat maupun langsung kepada pemerintah pusat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Penyerahan lima artefak Papua yang merupakan warisan Suku Dani, Suku Asmat, dan masyarakat di Danau Sentani oleh Direktur FBI beberapa waktu lalu kepada Presiden Republik Indonesia merupakan salah satu wujud komitmen kedua negara dalam proses repatriasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyampaikan bahwa hal ini menunjukkan Indonesia dipandang sebagai mitra penting dan setara yang dapat membantu Pemerintah Amerika Serikat dan juga kepentingan nasional dalam memerangi perdagangan ilegal benda-benda budaya, yang termasuk di dalamnya adalah juga benda cagar budaya ataupun objek yang diduga cagar budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              \"Proses ini menegaskan kedaulatan budaya yang sedang dibangun oleh Indonesia, karena sebuah bangsa yang besar tidak akan membiarkan hak milik hilang tanpa diketahui,\" tegas Fadli Zon.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Seluruh benda budaya yang berhasil direpatriasi ini akan menjadi koleksi negara dan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia, sehingga generasi penerus bangsa dapat memiliki akses langsung terhadap bukti sejarah leluhur mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              \"Dan setiap yang kembali adalah warisan yang dijaga oleh negara untuk kepentingan generasi yang akan datang,\" pungkasnya. ***<\/p>\n","post_title":"Jaga Kedaulatan Budaya Lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jaga-kedaulatan-budaya-lewat-pemulangan-benda-leluhur-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-10 22:48:19","post_modified_gmt":"2026-08-10 14:48:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1250","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1245,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 23:04:26","post_date_gmt":"2026-08-07 15:04:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA<\/strong>, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat riset dan inovasi di bidang teknologi strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Pengembangan teknologi maju dari skala nuklir hingga kecerdasan artifisial (artificial intelligence<\/em>\/AI) diproyeksikan untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade mendatang.
                                                                                                                                                                                                                                              Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa langkah ini didasari oleh pola pembangunan di berbagai negara maju. Kapasitas inovasi suatu negara, sebagaimana diukur melalui Global Innovation Index<\/em> (GII), memiliki korelasi positif yang kuat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. Hal tersebut terlihat pada 2025, di mana peringkat sepuluh besar GII didominasi oleh negara-negara berpendapatan tinggi seperti Swiss, Swedia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
                                                                                                                                                                                                                                              \u201cRiset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan,\u201d ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6\/8\/2026).
                                                                                                                                                                                                                                              Untuk mencapai target jangka panjang tersebut, BRIN telah memetakan enam fokus utama pengembangan teknologi nasional. Langkah pertama difokuskan pada penguasaan teknologi semikonduktor demi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan cip asing. Selanjutnya, BRIN menempatkan pengembangan AI sebagai prioritas riset untuk memacu produktivitas nasional.
                                                                                                                                                                                                                                              Dalam implementasinya, teknologi AI telah diterapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu bentuk konkret inovasinya adalah Food Guard<\/em>, sebuah perangkat pintar yang dipasang pada wadah makanan (ompreng<\/em>) untuk memantau kualitas makanan selama proses distribusi. Inovasi ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem MBG secara menyeluruh.
                                                                                                                                                                                                                                              \u201cBRIN membangun inovasi di seluruh rantai ekosistem MBG, mulai dari bahan pangan, mesin pengolahan, pengemasan, deteksi halal, distribusi, hingga sistem monitoring berbasis AI,\u201d ungkap Arif.
                                                                                                                                                                                                                                              Selain semikonduktor dan AI, BRIN juga memprioritaskan pengembangan teknologi genomik guna mendukung kemandirian nasional dalam memproduksi benih, obat-obatan, dan produk bioindustri. Di saat yang sama, pengembangan teknologi kuantum terus dipacu untuk memperkuat sistem keamanan digital dan komputasi masa depan.
                                                                                                                                                                                                                                              Adapun dua fokus teknologi lainnya mencakup bidang nuklir dan antariksa. Kedua sektor ini dinilai menjadi pengungkit vital bagi kedaulatan negara di bidang energi, kesehatan, pangan, hingga pengawasan wilayah.
                                                                                                                                                                                                                                              Secara khusus pada sektor nuklir, BRIN berkomitmen membangun ekosistem nasional secara holistik. Hal ini penting agar Indonesia memiliki fondasi yang kokoh saat siap mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Penguasaan teknologi akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup proses penambangan dan pemurnian uranium serta torium, fabrikasi bahan bakar, teknologi reaktor, keselamatan, metrologi radiasi, hingga pengolahan limbah.
                                                                                                                                                                                                                                              \u201cBRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir sejak sekarang agar ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulai sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,\u201d tutur Arif.<\/p>\n","post_title":"Siapkan Kemandirian Energi hingga AI, BRIN Perkuat Riset Teknologi Masa Depan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"siapkan-kemandirian-energi-hingga-ai-brin-perkuat-riset-teknologi-masa-depan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 23:04:27","post_modified_gmt":"2026-08-07 15:04:27","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1245","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1241,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 19:06:53","post_date_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus membangun paradigma baru pemasyarakatan di Indonesia. Dari yang semula sekadar tempat penghukuman, kini bertransformasi menjadi tempat pembinaan dan pemulihan bagi warga binaan secara utuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Kemenimipas, Rika Aprianti, menyampaikan bahwa melalui perpaduan pembinaan kepribadian warga binaan dipersiapkan agar mampu bangkit, hidup mandiri, dan kembali menjadi bagian yang produktif di tengah keluarga maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              \u201cPembinaan kepribadian diarahkan untuk membentuk karakter dan integritas warga binaan melalui pembinaan keagamaan, akhlak dan moral, kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, kemampuan intelektual, kesadaran hukum, kemampuan beradaptasi dengan masyarakat, serta program deradikalisasi bagi yang membutuhkan,\" ujar Rika Aprianti dalam rilisnya, Jumat (7\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan bernilai ekonomi melalui pelatihan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Seperti yang saat ini terus digalakkan yaitu pemberdayaan warga binaan dalam sektor ketahanan pangan dan UMKM.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                              TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                              Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                  Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cKami melihat betapa baiknya pengelolaan program, betapa hangatnya keramahan yang diberikan, serta besarnya perhatian kepada seluruh peserta. Semua itu menjadikan pengalaman kami dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia sebagai pengalaman yang indah dan istimewa,\u201d tekan Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Kepada para peserta kursus, Dubes Abdul mengungkapkan kebanggaan karena telah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1250,"post_author":"3","post_date":"2026-08-10 22:48:18","post_date_gmt":"2026-08-10 14:48:18","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> - Pemerintah Indonesia berupaya merepatriasi benda-benda budaya yang telah secara ilegal (illegitimate) dibawa keluar negeri, baik akibat penjarahan pada masa kolonial maupun perdagangan ilegal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam upaya ini, Indonesia telah menjalin kerja sama dengan berbagai negara termasuk dengan Belanda dan juga dengan Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat bertujuan mengembalikan benda-benda budaya asal Indonesia yang dibawa secara ilegal ke wilayah hukum Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Amerika Serikat yang menegaskan komitmen memerangi perdagangan ilegal benda budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Beberapa institusi keamanan di Amerika Serikat seperti District Attorney of New York, Homeland Security, dan Federal Bureau of Investigation (FBI) telah berhasil mengembalikan artefak asal Indonesia yang masuk secara ilegal, baik kepada perwakilan diplomatik Indonesia di Amerika Serikat maupun langsung kepada pemerintah pusat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Penyerahan lima artefak Papua yang merupakan warisan Suku Dani, Suku Asmat, dan masyarakat di Danau Sentani oleh Direktur FBI beberapa waktu lalu kepada Presiden Republik Indonesia merupakan salah satu wujud komitmen kedua negara dalam proses repatriasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyampaikan bahwa hal ini menunjukkan Indonesia dipandang sebagai mitra penting dan setara yang dapat membantu Pemerintah Amerika Serikat dan juga kepentingan nasional dalam memerangi perdagangan ilegal benda-benda budaya, yang termasuk di dalamnya adalah juga benda cagar budaya ataupun objek yang diduga cagar budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  \"Proses ini menegaskan kedaulatan budaya yang sedang dibangun oleh Indonesia, karena sebuah bangsa yang besar tidak akan membiarkan hak milik hilang tanpa diketahui,\" tegas Fadli Zon.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Seluruh benda budaya yang berhasil direpatriasi ini akan menjadi koleksi negara dan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia, sehingga generasi penerus bangsa dapat memiliki akses langsung terhadap bukti sejarah leluhur mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  \"Dan setiap yang kembali adalah warisan yang dijaga oleh negara untuk kepentingan generasi yang akan datang,\" pungkasnya. ***<\/p>\n","post_title":"Jaga Kedaulatan Budaya Lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jaga-kedaulatan-budaya-lewat-pemulangan-benda-leluhur-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-10 22:48:19","post_modified_gmt":"2026-08-10 14:48:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1250","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1245,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 23:04:26","post_date_gmt":"2026-08-07 15:04:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA<\/strong>, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat riset dan inovasi di bidang teknologi strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Pengembangan teknologi maju dari skala nuklir hingga kecerdasan artifisial (artificial intelligence<\/em>\/AI) diproyeksikan untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade mendatang.
                                                                                                                                                                                                                                                  Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa langkah ini didasari oleh pola pembangunan di berbagai negara maju. Kapasitas inovasi suatu negara, sebagaimana diukur melalui Global Innovation Index<\/em> (GII), memiliki korelasi positif yang kuat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. Hal tersebut terlihat pada 2025, di mana peringkat sepuluh besar GII didominasi oleh negara-negara berpendapatan tinggi seperti Swiss, Swedia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cRiset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan,\u201d ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6\/8\/2026).
                                                                                                                                                                                                                                                  Untuk mencapai target jangka panjang tersebut, BRIN telah memetakan enam fokus utama pengembangan teknologi nasional. Langkah pertama difokuskan pada penguasaan teknologi semikonduktor demi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan cip asing. Selanjutnya, BRIN menempatkan pengembangan AI sebagai prioritas riset untuk memacu produktivitas nasional.
                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam implementasinya, teknologi AI telah diterapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu bentuk konkret inovasinya adalah Food Guard<\/em>, sebuah perangkat pintar yang dipasang pada wadah makanan (ompreng<\/em>) untuk memantau kualitas makanan selama proses distribusi. Inovasi ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem MBG secara menyeluruh.
                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cBRIN membangun inovasi di seluruh rantai ekosistem MBG, mulai dari bahan pangan, mesin pengolahan, pengemasan, deteksi halal, distribusi, hingga sistem monitoring berbasis AI,\u201d ungkap Arif.
                                                                                                                                                                                                                                                  Selain semikonduktor dan AI, BRIN juga memprioritaskan pengembangan teknologi genomik guna mendukung kemandirian nasional dalam memproduksi benih, obat-obatan, dan produk bioindustri. Di saat yang sama, pengembangan teknologi kuantum terus dipacu untuk memperkuat sistem keamanan digital dan komputasi masa depan.
                                                                                                                                                                                                                                                  Adapun dua fokus teknologi lainnya mencakup bidang nuklir dan antariksa. Kedua sektor ini dinilai menjadi pengungkit vital bagi kedaulatan negara di bidang energi, kesehatan, pangan, hingga pengawasan wilayah.
                                                                                                                                                                                                                                                  Secara khusus pada sektor nuklir, BRIN berkomitmen membangun ekosistem nasional secara holistik. Hal ini penting agar Indonesia memiliki fondasi yang kokoh saat siap mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Penguasaan teknologi akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup proses penambangan dan pemurnian uranium serta torium, fabrikasi bahan bakar, teknologi reaktor, keselamatan, metrologi radiasi, hingga pengolahan limbah.
                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cBRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir sejak sekarang agar ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulai sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,\u201d tutur Arif.<\/p>\n","post_title":"Siapkan Kemandirian Energi hingga AI, BRIN Perkuat Riset Teknologi Masa Depan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"siapkan-kemandirian-energi-hingga-ai-brin-perkuat-riset-teknologi-masa-depan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 23:04:27","post_modified_gmt":"2026-08-07 15:04:27","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1245","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1241,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 19:06:53","post_date_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus membangun paradigma baru pemasyarakatan di Indonesia. Dari yang semula sekadar tempat penghukuman, kini bertransformasi menjadi tempat pembinaan dan pemulihan bagi warga binaan secara utuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Kemenimipas, Rika Aprianti, menyampaikan bahwa melalui perpaduan pembinaan kepribadian warga binaan dipersiapkan agar mampu bangkit, hidup mandiri, dan kembali menjadi bagian yang produktif di tengah keluarga maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPembinaan kepribadian diarahkan untuk membentuk karakter dan integritas warga binaan melalui pembinaan keagamaan, akhlak dan moral, kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, kemampuan intelektual, kesadaran hukum, kemampuan beradaptasi dengan masyarakat, serta program deradikalisasi bagi yang membutuhkan,\" ujar Rika Aprianti dalam rilisnya, Jumat (7\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan bernilai ekonomi melalui pelatihan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Seperti yang saat ini terus digalakkan yaitu pemberdayaan warga binaan dalam sektor ketahanan pangan dan UMKM.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                  TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                                  Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                      Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                                                                                                                      Dubes Abdul menilai program yang telah berjalan ini sangat baik dan menjadi pengalaman pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya yang indah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cKami melihat betapa baiknya pengelolaan program, betapa hangatnya keramahan yang diberikan, serta besarnya perhatian kepada seluruh peserta. Semua itu menjadikan pengalaman kami dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia sebagai pengalaman yang indah dan istimewa,\u201d tekan Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Kepada para peserta kursus, Dubes Abdul mengungkapkan kebanggaan karena telah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1250,"post_author":"3","post_date":"2026-08-10 22:48:18","post_date_gmt":"2026-08-10 14:48:18","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> - Pemerintah Indonesia berupaya merepatriasi benda-benda budaya yang telah secara ilegal (illegitimate) dibawa keluar negeri, baik akibat penjarahan pada masa kolonial maupun perdagangan ilegal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam upaya ini, Indonesia telah menjalin kerja sama dengan berbagai negara termasuk dengan Belanda dan juga dengan Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat bertujuan mengembalikan benda-benda budaya asal Indonesia yang dibawa secara ilegal ke wilayah hukum Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Amerika Serikat yang menegaskan komitmen memerangi perdagangan ilegal benda budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Beberapa institusi keamanan di Amerika Serikat seperti District Attorney of New York, Homeland Security, dan Federal Bureau of Investigation (FBI) telah berhasil mengembalikan artefak asal Indonesia yang masuk secara ilegal, baik kepada perwakilan diplomatik Indonesia di Amerika Serikat maupun langsung kepada pemerintah pusat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Penyerahan lima artefak Papua yang merupakan warisan Suku Dani, Suku Asmat, dan masyarakat di Danau Sentani oleh Direktur FBI beberapa waktu lalu kepada Presiden Republik Indonesia merupakan salah satu wujud komitmen kedua negara dalam proses repatriasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyampaikan bahwa hal ini menunjukkan Indonesia dipandang sebagai mitra penting dan setara yang dapat membantu Pemerintah Amerika Serikat dan juga kepentingan nasional dalam memerangi perdagangan ilegal benda-benda budaya, yang termasuk di dalamnya adalah juga benda cagar budaya ataupun objek yang diduga cagar budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      \"Proses ini menegaskan kedaulatan budaya yang sedang dibangun oleh Indonesia, karena sebuah bangsa yang besar tidak akan membiarkan hak milik hilang tanpa diketahui,\" tegas Fadli Zon.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Seluruh benda budaya yang berhasil direpatriasi ini akan menjadi koleksi negara dan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia, sehingga generasi penerus bangsa dapat memiliki akses langsung terhadap bukti sejarah leluhur mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      \"Dan setiap yang kembali adalah warisan yang dijaga oleh negara untuk kepentingan generasi yang akan datang,\" pungkasnya. ***<\/p>\n","post_title":"Jaga Kedaulatan Budaya Lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jaga-kedaulatan-budaya-lewat-pemulangan-benda-leluhur-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-10 22:48:19","post_modified_gmt":"2026-08-10 14:48:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1250","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1245,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 23:04:26","post_date_gmt":"2026-08-07 15:04:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA<\/strong>, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat riset dan inovasi di bidang teknologi strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Pengembangan teknologi maju dari skala nuklir hingga kecerdasan artifisial (artificial intelligence<\/em>\/AI) diproyeksikan untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade mendatang.
                                                                                                                                                                                                                                                      Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa langkah ini didasari oleh pola pembangunan di berbagai negara maju. Kapasitas inovasi suatu negara, sebagaimana diukur melalui Global Innovation Index<\/em> (GII), memiliki korelasi positif yang kuat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. Hal tersebut terlihat pada 2025, di mana peringkat sepuluh besar GII didominasi oleh negara-negara berpendapatan tinggi seperti Swiss, Swedia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cRiset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan,\u201d ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6\/8\/2026).
                                                                                                                                                                                                                                                      Untuk mencapai target jangka panjang tersebut, BRIN telah memetakan enam fokus utama pengembangan teknologi nasional. Langkah pertama difokuskan pada penguasaan teknologi semikonduktor demi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan cip asing. Selanjutnya, BRIN menempatkan pengembangan AI sebagai prioritas riset untuk memacu produktivitas nasional.
                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam implementasinya, teknologi AI telah diterapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu bentuk konkret inovasinya adalah Food Guard<\/em>, sebuah perangkat pintar yang dipasang pada wadah makanan (ompreng<\/em>) untuk memantau kualitas makanan selama proses distribusi. Inovasi ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem MBG secara menyeluruh.
                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cBRIN membangun inovasi di seluruh rantai ekosistem MBG, mulai dari bahan pangan, mesin pengolahan, pengemasan, deteksi halal, distribusi, hingga sistem monitoring berbasis AI,\u201d ungkap Arif.
                                                                                                                                                                                                                                                      Selain semikonduktor dan AI, BRIN juga memprioritaskan pengembangan teknologi genomik guna mendukung kemandirian nasional dalam memproduksi benih, obat-obatan, dan produk bioindustri. Di saat yang sama, pengembangan teknologi kuantum terus dipacu untuk memperkuat sistem keamanan digital dan komputasi masa depan.
                                                                                                                                                                                                                                                      Adapun dua fokus teknologi lainnya mencakup bidang nuklir dan antariksa. Kedua sektor ini dinilai menjadi pengungkit vital bagi kedaulatan negara di bidang energi, kesehatan, pangan, hingga pengawasan wilayah.
                                                                                                                                                                                                                                                      Secara khusus pada sektor nuklir, BRIN berkomitmen membangun ekosistem nasional secara holistik. Hal ini penting agar Indonesia memiliki fondasi yang kokoh saat siap mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Penguasaan teknologi akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup proses penambangan dan pemurnian uranium serta torium, fabrikasi bahan bakar, teknologi reaktor, keselamatan, metrologi radiasi, hingga pengolahan limbah.
                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cBRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir sejak sekarang agar ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulai sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,\u201d tutur Arif.<\/p>\n","post_title":"Siapkan Kemandirian Energi hingga AI, BRIN Perkuat Riset Teknologi Masa Depan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"siapkan-kemandirian-energi-hingga-ai-brin-perkuat-riset-teknologi-masa-depan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 23:04:27","post_modified_gmt":"2026-08-07 15:04:27","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1245","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1241,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 19:06:53","post_date_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus membangun paradigma baru pemasyarakatan di Indonesia. Dari yang semula sekadar tempat penghukuman, kini bertransformasi menjadi tempat pembinaan dan pemulihan bagi warga binaan secara utuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Kemenimipas, Rika Aprianti, menyampaikan bahwa melalui perpaduan pembinaan kepribadian warga binaan dipersiapkan agar mampu bangkit, hidup mandiri, dan kembali menjadi bagian yang produktif di tengah keluarga maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cPembinaan kepribadian diarahkan untuk membentuk karakter dan integritas warga binaan melalui pembinaan keagamaan, akhlak dan moral, kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, kemampuan intelektual, kesadaran hukum, kemampuan beradaptasi dengan masyarakat, serta program deradikalisasi bagi yang membutuhkan,\" ujar Rika Aprianti dalam rilisnya, Jumat (7\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan bernilai ekonomi melalui pelatihan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Seperti yang saat ini terus digalakkan yaitu pemberdayaan warga binaan dalam sektor ketahanan pangan dan UMKM.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                      TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                                      Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                          Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                                                                                                                                          Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Rektor Universitas Majma\u2019ah, seluruh pimpinan, para direktur, dosen, dan seluruh staf Universitas Majma\u2019ah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Dubes Abdul menilai program yang telah berjalan ini sangat baik dan menjadi pengalaman pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya yang indah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cKami melihat betapa baiknya pengelolaan program, betapa hangatnya keramahan yang diberikan, serta besarnya perhatian kepada seluruh peserta. Semua itu menjadikan pengalaman kami dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia sebagai pengalaman yang indah dan istimewa,\u201d tekan Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Kepada para peserta kursus, Dubes Abdul mengungkapkan kebanggaan karena telah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1250,"post_author":"3","post_date":"2026-08-10 22:48:18","post_date_gmt":"2026-08-10 14:48:18","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> - Pemerintah Indonesia berupaya merepatriasi benda-benda budaya yang telah secara ilegal (illegitimate) dibawa keluar negeri, baik akibat penjarahan pada masa kolonial maupun perdagangan ilegal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam upaya ini, Indonesia telah menjalin kerja sama dengan berbagai negara termasuk dengan Belanda dan juga dengan Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat bertujuan mengembalikan benda-benda budaya asal Indonesia yang dibawa secara ilegal ke wilayah hukum Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Amerika Serikat yang menegaskan komitmen memerangi perdagangan ilegal benda budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Beberapa institusi keamanan di Amerika Serikat seperti District Attorney of New York, Homeland Security, dan Federal Bureau of Investigation (FBI) telah berhasil mengembalikan artefak asal Indonesia yang masuk secara ilegal, baik kepada perwakilan diplomatik Indonesia di Amerika Serikat maupun langsung kepada pemerintah pusat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Penyerahan lima artefak Papua yang merupakan warisan Suku Dani, Suku Asmat, dan masyarakat di Danau Sentani oleh Direktur FBI beberapa waktu lalu kepada Presiden Republik Indonesia merupakan salah satu wujud komitmen kedua negara dalam proses repatriasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyampaikan bahwa hal ini menunjukkan Indonesia dipandang sebagai mitra penting dan setara yang dapat membantu Pemerintah Amerika Serikat dan juga kepentingan nasional dalam memerangi perdagangan ilegal benda-benda budaya, yang termasuk di dalamnya adalah juga benda cagar budaya ataupun objek yang diduga cagar budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          \"Proses ini menegaskan kedaulatan budaya yang sedang dibangun oleh Indonesia, karena sebuah bangsa yang besar tidak akan membiarkan hak milik hilang tanpa diketahui,\" tegas Fadli Zon.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Seluruh benda budaya yang berhasil direpatriasi ini akan menjadi koleksi negara dan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia, sehingga generasi penerus bangsa dapat memiliki akses langsung terhadap bukti sejarah leluhur mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          \"Dan setiap yang kembali adalah warisan yang dijaga oleh negara untuk kepentingan generasi yang akan datang,\" pungkasnya. ***<\/p>\n","post_title":"Jaga Kedaulatan Budaya Lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jaga-kedaulatan-budaya-lewat-pemulangan-benda-leluhur-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-10 22:48:19","post_modified_gmt":"2026-08-10 14:48:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1250","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1245,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 23:04:26","post_date_gmt":"2026-08-07 15:04:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA<\/strong>, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat riset dan inovasi di bidang teknologi strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Pengembangan teknologi maju dari skala nuklir hingga kecerdasan artifisial (artificial intelligence<\/em>\/AI) diproyeksikan untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade mendatang.
                                                                                                                                                                                                                                                          Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa langkah ini didasari oleh pola pembangunan di berbagai negara maju. Kapasitas inovasi suatu negara, sebagaimana diukur melalui Global Innovation Index<\/em> (GII), memiliki korelasi positif yang kuat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. Hal tersebut terlihat pada 2025, di mana peringkat sepuluh besar GII didominasi oleh negara-negara berpendapatan tinggi seperti Swiss, Swedia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cRiset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan,\u201d ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6\/8\/2026).
                                                                                                                                                                                                                                                          Untuk mencapai target jangka panjang tersebut, BRIN telah memetakan enam fokus utama pengembangan teknologi nasional. Langkah pertama difokuskan pada penguasaan teknologi semikonduktor demi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan cip asing. Selanjutnya, BRIN menempatkan pengembangan AI sebagai prioritas riset untuk memacu produktivitas nasional.
                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam implementasinya, teknologi AI telah diterapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu bentuk konkret inovasinya adalah Food Guard<\/em>, sebuah perangkat pintar yang dipasang pada wadah makanan (ompreng<\/em>) untuk memantau kualitas makanan selama proses distribusi. Inovasi ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem MBG secara menyeluruh.
                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cBRIN membangun inovasi di seluruh rantai ekosistem MBG, mulai dari bahan pangan, mesin pengolahan, pengemasan, deteksi halal, distribusi, hingga sistem monitoring berbasis AI,\u201d ungkap Arif.
                                                                                                                                                                                                                                                          Selain semikonduktor dan AI, BRIN juga memprioritaskan pengembangan teknologi genomik guna mendukung kemandirian nasional dalam memproduksi benih, obat-obatan, dan produk bioindustri. Di saat yang sama, pengembangan teknologi kuantum terus dipacu untuk memperkuat sistem keamanan digital dan komputasi masa depan.
                                                                                                                                                                                                                                                          Adapun dua fokus teknologi lainnya mencakup bidang nuklir dan antariksa. Kedua sektor ini dinilai menjadi pengungkit vital bagi kedaulatan negara di bidang energi, kesehatan, pangan, hingga pengawasan wilayah.
                                                                                                                                                                                                                                                          Secara khusus pada sektor nuklir, BRIN berkomitmen membangun ekosistem nasional secara holistik. Hal ini penting agar Indonesia memiliki fondasi yang kokoh saat siap mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Penguasaan teknologi akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup proses penambangan dan pemurnian uranium serta torium, fabrikasi bahan bakar, teknologi reaktor, keselamatan, metrologi radiasi, hingga pengolahan limbah.
                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cBRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir sejak sekarang agar ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulai sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,\u201d tutur Arif.<\/p>\n","post_title":"Siapkan Kemandirian Energi hingga AI, BRIN Perkuat Riset Teknologi Masa Depan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"siapkan-kemandirian-energi-hingga-ai-brin-perkuat-riset-teknologi-masa-depan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 23:04:27","post_modified_gmt":"2026-08-07 15:04:27","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1245","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1241,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 19:06:53","post_date_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus membangun paradigma baru pemasyarakatan di Indonesia. Dari yang semula sekadar tempat penghukuman, kini bertransformasi menjadi tempat pembinaan dan pemulihan bagi warga binaan secara utuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Kemenimipas, Rika Aprianti, menyampaikan bahwa melalui perpaduan pembinaan kepribadian warga binaan dipersiapkan agar mampu bangkit, hidup mandiri, dan kembali menjadi bagian yang produktif di tengah keluarga maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cPembinaan kepribadian diarahkan untuk membentuk karakter dan integritas warga binaan melalui pembinaan keagamaan, akhlak dan moral, kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, kemampuan intelektual, kesadaran hukum, kemampuan beradaptasi dengan masyarakat, serta program deradikalisasi bagi yang membutuhkan,\" ujar Rika Aprianti dalam rilisnya, Jumat (7\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan bernilai ekonomi melalui pelatihan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Seperti yang saat ini terus digalakkan yaitu pemberdayaan warga binaan dalam sektor ketahanan pangan dan UMKM.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                          TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                                          Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                              Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSelain itu, hubungan antara Indonesia dengan Arab Saudi sudah berlangsung sejak lama, dengan adanya pembelajaran bahasa Indonesia ini, akan membawa nilai positif dan kemajuan bersama. Hubungan Indonesia dengan Arab Saudi sudah lama, semoga dengan adanya kursus bahasa Indonesia ini membawa kebaikan,\u201d sambung Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Rektor Universitas Majma\u2019ah, seluruh pimpinan, para direktur, dosen, dan seluruh staf Universitas Majma\u2019ah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Dubes Abdul menilai program yang telah berjalan ini sangat baik dan menjadi pengalaman pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya yang indah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cKami melihat betapa baiknya pengelolaan program, betapa hangatnya keramahan yang diberikan, serta besarnya perhatian kepada seluruh peserta. Semua itu menjadikan pengalaman kami dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia sebagai pengalaman yang indah dan istimewa,\u201d tekan Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Kepada para peserta kursus, Dubes Abdul mengungkapkan kebanggaan karena telah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1250,"post_author":"3","post_date":"2026-08-10 22:48:18","post_date_gmt":"2026-08-10 14:48:18","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> - Pemerintah Indonesia berupaya merepatriasi benda-benda budaya yang telah secara ilegal (illegitimate) dibawa keluar negeri, baik akibat penjarahan pada masa kolonial maupun perdagangan ilegal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam upaya ini, Indonesia telah menjalin kerja sama dengan berbagai negara termasuk dengan Belanda dan juga dengan Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat bertujuan mengembalikan benda-benda budaya asal Indonesia yang dibawa secara ilegal ke wilayah hukum Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Amerika Serikat yang menegaskan komitmen memerangi perdagangan ilegal benda budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Beberapa institusi keamanan di Amerika Serikat seperti District Attorney of New York, Homeland Security, dan Federal Bureau of Investigation (FBI) telah berhasil mengembalikan artefak asal Indonesia yang masuk secara ilegal, baik kepada perwakilan diplomatik Indonesia di Amerika Serikat maupun langsung kepada pemerintah pusat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Penyerahan lima artefak Papua yang merupakan warisan Suku Dani, Suku Asmat, dan masyarakat di Danau Sentani oleh Direktur FBI beberapa waktu lalu kepada Presiden Republik Indonesia merupakan salah satu wujud komitmen kedua negara dalam proses repatriasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyampaikan bahwa hal ini menunjukkan Indonesia dipandang sebagai mitra penting dan setara yang dapat membantu Pemerintah Amerika Serikat dan juga kepentingan nasional dalam memerangi perdagangan ilegal benda-benda budaya, yang termasuk di dalamnya adalah juga benda cagar budaya ataupun objek yang diduga cagar budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              \"Proses ini menegaskan kedaulatan budaya yang sedang dibangun oleh Indonesia, karena sebuah bangsa yang besar tidak akan membiarkan hak milik hilang tanpa diketahui,\" tegas Fadli Zon.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Seluruh benda budaya yang berhasil direpatriasi ini akan menjadi koleksi negara dan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia, sehingga generasi penerus bangsa dapat memiliki akses langsung terhadap bukti sejarah leluhur mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              \"Dan setiap yang kembali adalah warisan yang dijaga oleh negara untuk kepentingan generasi yang akan datang,\" pungkasnya. ***<\/p>\n","post_title":"Jaga Kedaulatan Budaya Lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jaga-kedaulatan-budaya-lewat-pemulangan-benda-leluhur-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-10 22:48:19","post_modified_gmt":"2026-08-10 14:48:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1250","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1245,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 23:04:26","post_date_gmt":"2026-08-07 15:04:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA<\/strong>, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat riset dan inovasi di bidang teknologi strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Pengembangan teknologi maju dari skala nuklir hingga kecerdasan artifisial (artificial intelligence<\/em>\/AI) diproyeksikan untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade mendatang.
                                                                                                                                                                                                                                                              Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa langkah ini didasari oleh pola pembangunan di berbagai negara maju. Kapasitas inovasi suatu negara, sebagaimana diukur melalui Global Innovation Index<\/em> (GII), memiliki korelasi positif yang kuat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. Hal tersebut terlihat pada 2025, di mana peringkat sepuluh besar GII didominasi oleh negara-negara berpendapatan tinggi seperti Swiss, Swedia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cRiset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan,\u201d ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6\/8\/2026).
                                                                                                                                                                                                                                                              Untuk mencapai target jangka panjang tersebut, BRIN telah memetakan enam fokus utama pengembangan teknologi nasional. Langkah pertama difokuskan pada penguasaan teknologi semikonduktor demi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan cip asing. Selanjutnya, BRIN menempatkan pengembangan AI sebagai prioritas riset untuk memacu produktivitas nasional.
                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam implementasinya, teknologi AI telah diterapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu bentuk konkret inovasinya adalah Food Guard<\/em>, sebuah perangkat pintar yang dipasang pada wadah makanan (ompreng<\/em>) untuk memantau kualitas makanan selama proses distribusi. Inovasi ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem MBG secara menyeluruh.
                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cBRIN membangun inovasi di seluruh rantai ekosistem MBG, mulai dari bahan pangan, mesin pengolahan, pengemasan, deteksi halal, distribusi, hingga sistem monitoring berbasis AI,\u201d ungkap Arif.
                                                                                                                                                                                                                                                              Selain semikonduktor dan AI, BRIN juga memprioritaskan pengembangan teknologi genomik guna mendukung kemandirian nasional dalam memproduksi benih, obat-obatan, dan produk bioindustri. Di saat yang sama, pengembangan teknologi kuantum terus dipacu untuk memperkuat sistem keamanan digital dan komputasi masa depan.
                                                                                                                                                                                                                                                              Adapun dua fokus teknologi lainnya mencakup bidang nuklir dan antariksa. Kedua sektor ini dinilai menjadi pengungkit vital bagi kedaulatan negara di bidang energi, kesehatan, pangan, hingga pengawasan wilayah.
                                                                                                                                                                                                                                                              Secara khusus pada sektor nuklir, BRIN berkomitmen membangun ekosistem nasional secara holistik. Hal ini penting agar Indonesia memiliki fondasi yang kokoh saat siap mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Penguasaan teknologi akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup proses penambangan dan pemurnian uranium serta torium, fabrikasi bahan bakar, teknologi reaktor, keselamatan, metrologi radiasi, hingga pengolahan limbah.
                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cBRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir sejak sekarang agar ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulai sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,\u201d tutur Arif.<\/p>\n","post_title":"Siapkan Kemandirian Energi hingga AI, BRIN Perkuat Riset Teknologi Masa Depan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"siapkan-kemandirian-energi-hingga-ai-brin-perkuat-riset-teknologi-masa-depan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 23:04:27","post_modified_gmt":"2026-08-07 15:04:27","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1245","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1241,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 19:06:53","post_date_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus membangun paradigma baru pemasyarakatan di Indonesia. Dari yang semula sekadar tempat penghukuman, kini bertransformasi menjadi tempat pembinaan dan pemulihan bagi warga binaan secara utuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Kemenimipas, Rika Aprianti, menyampaikan bahwa melalui perpaduan pembinaan kepribadian warga binaan dipersiapkan agar mampu bangkit, hidup mandiri, dan kembali menjadi bagian yang produktif di tengah keluarga maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cPembinaan kepribadian diarahkan untuk membentuk karakter dan integritas warga binaan melalui pembinaan keagamaan, akhlak dan moral, kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, kemampuan intelektual, kesadaran hukum, kemampuan beradaptasi dengan masyarakat, serta program deradikalisasi bagi yang membutuhkan,\" ujar Rika Aprianti dalam rilisnya, Jumat (7\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan bernilai ekonomi melalui pelatihan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Seperti yang saat ini terus digalakkan yaitu pemberdayaan warga binaan dalam sektor ketahanan pangan dan UMKM.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                              TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                                              Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                  Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cBersyukur program ini berjalan lancar. Harapannya akan menjadi jembatan budaya antara Indonesia dengan Arab Saudi,\u201d tutur Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSelain itu, hubungan antara Indonesia dengan Arab Saudi sudah berlangsung sejak lama, dengan adanya pembelajaran bahasa Indonesia ini, akan membawa nilai positif dan kemajuan bersama. Hubungan Indonesia dengan Arab Saudi sudah lama, semoga dengan adanya kursus bahasa Indonesia ini membawa kebaikan,\u201d sambung Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Rektor Universitas Majma\u2019ah, seluruh pimpinan, para direktur, dosen, dan seluruh staf Universitas Majma\u2019ah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Dubes Abdul menilai program yang telah berjalan ini sangat baik dan menjadi pengalaman pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya yang indah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cKami melihat betapa baiknya pengelolaan program, betapa hangatnya keramahan yang diberikan, serta besarnya perhatian kepada seluruh peserta. Semua itu menjadikan pengalaman kami dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia sebagai pengalaman yang indah dan istimewa,\u201d tekan Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Kepada para peserta kursus, Dubes Abdul mengungkapkan kebanggaan karena telah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1250,"post_author":"3","post_date":"2026-08-10 22:48:18","post_date_gmt":"2026-08-10 14:48:18","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> - Pemerintah Indonesia berupaya merepatriasi benda-benda budaya yang telah secara ilegal (illegitimate) dibawa keluar negeri, baik akibat penjarahan pada masa kolonial maupun perdagangan ilegal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam upaya ini, Indonesia telah menjalin kerja sama dengan berbagai negara termasuk dengan Belanda dan juga dengan Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat bertujuan mengembalikan benda-benda budaya asal Indonesia yang dibawa secara ilegal ke wilayah hukum Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Amerika Serikat yang menegaskan komitmen memerangi perdagangan ilegal benda budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Beberapa institusi keamanan di Amerika Serikat seperti District Attorney of New York, Homeland Security, dan Federal Bureau of Investigation (FBI) telah berhasil mengembalikan artefak asal Indonesia yang masuk secara ilegal, baik kepada perwakilan diplomatik Indonesia di Amerika Serikat maupun langsung kepada pemerintah pusat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Penyerahan lima artefak Papua yang merupakan warisan Suku Dani, Suku Asmat, dan masyarakat di Danau Sentani oleh Direktur FBI beberapa waktu lalu kepada Presiden Republik Indonesia merupakan salah satu wujud komitmen kedua negara dalam proses repatriasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyampaikan bahwa hal ini menunjukkan Indonesia dipandang sebagai mitra penting dan setara yang dapat membantu Pemerintah Amerika Serikat dan juga kepentingan nasional dalam memerangi perdagangan ilegal benda-benda budaya, yang termasuk di dalamnya adalah juga benda cagar budaya ataupun objek yang diduga cagar budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Proses ini menegaskan kedaulatan budaya yang sedang dibangun oleh Indonesia, karena sebuah bangsa yang besar tidak akan membiarkan hak milik hilang tanpa diketahui,\" tegas Fadli Zon.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Seluruh benda budaya yang berhasil direpatriasi ini akan menjadi koleksi negara dan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia, sehingga generasi penerus bangsa dapat memiliki akses langsung terhadap bukti sejarah leluhur mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Dan setiap yang kembali adalah warisan yang dijaga oleh negara untuk kepentingan generasi yang akan datang,\" pungkasnya. ***<\/p>\n","post_title":"Jaga Kedaulatan Budaya Lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jaga-kedaulatan-budaya-lewat-pemulangan-benda-leluhur-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-10 22:48:19","post_modified_gmt":"2026-08-10 14:48:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1250","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1245,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 23:04:26","post_date_gmt":"2026-08-07 15:04:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA<\/strong>, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat riset dan inovasi di bidang teknologi strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Pengembangan teknologi maju dari skala nuklir hingga kecerdasan artifisial (artificial intelligence<\/em>\/AI) diproyeksikan untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade mendatang.
                                                                                                                                                                                                                                                                  Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa langkah ini didasari oleh pola pembangunan di berbagai negara maju. Kapasitas inovasi suatu negara, sebagaimana diukur melalui Global Innovation Index<\/em> (GII), memiliki korelasi positif yang kuat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. Hal tersebut terlihat pada 2025, di mana peringkat sepuluh besar GII didominasi oleh negara-negara berpendapatan tinggi seperti Swiss, Swedia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cRiset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan,\u201d ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6\/8\/2026).
                                                                                                                                                                                                                                                                  Untuk mencapai target jangka panjang tersebut, BRIN telah memetakan enam fokus utama pengembangan teknologi nasional. Langkah pertama difokuskan pada penguasaan teknologi semikonduktor demi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan cip asing. Selanjutnya, BRIN menempatkan pengembangan AI sebagai prioritas riset untuk memacu produktivitas nasional.
                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam implementasinya, teknologi AI telah diterapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu bentuk konkret inovasinya adalah Food Guard<\/em>, sebuah perangkat pintar yang dipasang pada wadah makanan (ompreng<\/em>) untuk memantau kualitas makanan selama proses distribusi. Inovasi ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem MBG secara menyeluruh.
                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cBRIN membangun inovasi di seluruh rantai ekosistem MBG, mulai dari bahan pangan, mesin pengolahan, pengemasan, deteksi halal, distribusi, hingga sistem monitoring berbasis AI,\u201d ungkap Arif.
                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain semikonduktor dan AI, BRIN juga memprioritaskan pengembangan teknologi genomik guna mendukung kemandirian nasional dalam memproduksi benih, obat-obatan, dan produk bioindustri. Di saat yang sama, pengembangan teknologi kuantum terus dipacu untuk memperkuat sistem keamanan digital dan komputasi masa depan.
                                                                                                                                                                                                                                                                  Adapun dua fokus teknologi lainnya mencakup bidang nuklir dan antariksa. Kedua sektor ini dinilai menjadi pengungkit vital bagi kedaulatan negara di bidang energi, kesehatan, pangan, hingga pengawasan wilayah.
                                                                                                                                                                                                                                                                  Secara khusus pada sektor nuklir, BRIN berkomitmen membangun ekosistem nasional secara holistik. Hal ini penting agar Indonesia memiliki fondasi yang kokoh saat siap mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Penguasaan teknologi akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup proses penambangan dan pemurnian uranium serta torium, fabrikasi bahan bakar, teknologi reaktor, keselamatan, metrologi radiasi, hingga pengolahan limbah.
                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cBRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir sejak sekarang agar ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulai sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,\u201d tutur Arif.<\/p>\n","post_title":"Siapkan Kemandirian Energi hingga AI, BRIN Perkuat Riset Teknologi Masa Depan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"siapkan-kemandirian-energi-hingga-ai-brin-perkuat-riset-teknologi-masa-depan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 23:04:27","post_modified_gmt":"2026-08-07 15:04:27","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1245","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1241,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 19:06:53","post_date_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus membangun paradigma baru pemasyarakatan di Indonesia. Dari yang semula sekadar tempat penghukuman, kini bertransformasi menjadi tempat pembinaan dan pemulihan bagi warga binaan secara utuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Kemenimipas, Rika Aprianti, menyampaikan bahwa melalui perpaduan pembinaan kepribadian warga binaan dipersiapkan agar mampu bangkit, hidup mandiri, dan kembali menjadi bagian yang produktif di tengah keluarga maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPembinaan kepribadian diarahkan untuk membentuk karakter dan integritas warga binaan melalui pembinaan keagamaan, akhlak dan moral, kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, kemampuan intelektual, kesadaran hukum, kemampuan beradaptasi dengan masyarakat, serta program deradikalisasi bagi yang membutuhkan,\" ujar Rika Aprianti dalam rilisnya, Jumat (7\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan bernilai ekonomi melalui pelatihan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Seperti yang saat ini terus digalakkan yaitu pemberdayaan warga binaan dalam sektor ketahanan pangan dan UMKM.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                                                  Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                      Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                                                                                                                                                      \n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, Rektor Universitas Majma\u2019ah, Saleh bin Abdullah Al Mezel, mengatakan bahwa dirinya bersyukur atas terlaksananya program ini dengan baik dan bisa menjadi jembatan komunikasi dan budaya antar kedua negara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cBersyukur program ini berjalan lancar. Harapannya akan menjadi jembatan budaya antara Indonesia dengan Arab Saudi,\u201d tutur Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSelain itu, hubungan antara Indonesia dengan Arab Saudi sudah berlangsung sejak lama, dengan adanya pembelajaran bahasa Indonesia ini, akan membawa nilai positif dan kemajuan bersama. Hubungan Indonesia dengan Arab Saudi sudah lama, semoga dengan adanya kursus bahasa Indonesia ini membawa kebaikan,\u201d sambung Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Rektor Universitas Majma\u2019ah, seluruh pimpinan, para direktur, dosen, dan seluruh staf Universitas Majma\u2019ah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Dubes Abdul menilai program yang telah berjalan ini sangat baik dan menjadi pengalaman pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya yang indah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cKami melihat betapa baiknya pengelolaan program, betapa hangatnya keramahan yang diberikan, serta besarnya perhatian kepada seluruh peserta. Semua itu menjadikan pengalaman kami dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia sebagai pengalaman yang indah dan istimewa,\u201d tekan Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Kepada para peserta kursus, Dubes Abdul mengungkapkan kebanggaan karena telah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1250,"post_author":"3","post_date":"2026-08-10 22:48:18","post_date_gmt":"2026-08-10 14:48:18","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> - Pemerintah Indonesia berupaya merepatriasi benda-benda budaya yang telah secara ilegal (illegitimate) dibawa keluar negeri, baik akibat penjarahan pada masa kolonial maupun perdagangan ilegal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam upaya ini, Indonesia telah menjalin kerja sama dengan berbagai negara termasuk dengan Belanda dan juga dengan Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat bertujuan mengembalikan benda-benda budaya asal Indonesia yang dibawa secara ilegal ke wilayah hukum Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Amerika Serikat yang menegaskan komitmen memerangi perdagangan ilegal benda budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Beberapa institusi keamanan di Amerika Serikat seperti District Attorney of New York, Homeland Security, dan Federal Bureau of Investigation (FBI) telah berhasil mengembalikan artefak asal Indonesia yang masuk secara ilegal, baik kepada perwakilan diplomatik Indonesia di Amerika Serikat maupun langsung kepada pemerintah pusat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Penyerahan lima artefak Papua yang merupakan warisan Suku Dani, Suku Asmat, dan masyarakat di Danau Sentani oleh Direktur FBI beberapa waktu lalu kepada Presiden Republik Indonesia merupakan salah satu wujud komitmen kedua negara dalam proses repatriasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyampaikan bahwa hal ini menunjukkan Indonesia dipandang sebagai mitra penting dan setara yang dapat membantu Pemerintah Amerika Serikat dan juga kepentingan nasional dalam memerangi perdagangan ilegal benda-benda budaya, yang termasuk di dalamnya adalah juga benda cagar budaya ataupun objek yang diduga cagar budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Proses ini menegaskan kedaulatan budaya yang sedang dibangun oleh Indonesia, karena sebuah bangsa yang besar tidak akan membiarkan hak milik hilang tanpa diketahui,\" tegas Fadli Zon.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Seluruh benda budaya yang berhasil direpatriasi ini akan menjadi koleksi negara dan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia, sehingga generasi penerus bangsa dapat memiliki akses langsung terhadap bukti sejarah leluhur mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Dan setiap yang kembali adalah warisan yang dijaga oleh negara untuk kepentingan generasi yang akan datang,\" pungkasnya. ***<\/p>\n","post_title":"Jaga Kedaulatan Budaya Lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jaga-kedaulatan-budaya-lewat-pemulangan-benda-leluhur-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-10 22:48:19","post_modified_gmt":"2026-08-10 14:48:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1250","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1245,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 23:04:26","post_date_gmt":"2026-08-07 15:04:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA<\/strong>, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat riset dan inovasi di bidang teknologi strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Pengembangan teknologi maju dari skala nuklir hingga kecerdasan artifisial (artificial intelligence<\/em>\/AI) diproyeksikan untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade mendatang.
                                                                                                                                                                                                                                                                      Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa langkah ini didasari oleh pola pembangunan di berbagai negara maju. Kapasitas inovasi suatu negara, sebagaimana diukur melalui Global Innovation Index<\/em> (GII), memiliki korelasi positif yang kuat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. Hal tersebut terlihat pada 2025, di mana peringkat sepuluh besar GII didominasi oleh negara-negara berpendapatan tinggi seperti Swiss, Swedia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cRiset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan,\u201d ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6\/8\/2026).
                                                                                                                                                                                                                                                                      Untuk mencapai target jangka panjang tersebut, BRIN telah memetakan enam fokus utama pengembangan teknologi nasional. Langkah pertama difokuskan pada penguasaan teknologi semikonduktor demi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan cip asing. Selanjutnya, BRIN menempatkan pengembangan AI sebagai prioritas riset untuk memacu produktivitas nasional.
                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam implementasinya, teknologi AI telah diterapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu bentuk konkret inovasinya adalah Food Guard<\/em>, sebuah perangkat pintar yang dipasang pada wadah makanan (ompreng<\/em>) untuk memantau kualitas makanan selama proses distribusi. Inovasi ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem MBG secara menyeluruh.
                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cBRIN membangun inovasi di seluruh rantai ekosistem MBG, mulai dari bahan pangan, mesin pengolahan, pengemasan, deteksi halal, distribusi, hingga sistem monitoring berbasis AI,\u201d ungkap Arif.
                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain semikonduktor dan AI, BRIN juga memprioritaskan pengembangan teknologi genomik guna mendukung kemandirian nasional dalam memproduksi benih, obat-obatan, dan produk bioindustri. Di saat yang sama, pengembangan teknologi kuantum terus dipacu untuk memperkuat sistem keamanan digital dan komputasi masa depan.
                                                                                                                                                                                                                                                                      Adapun dua fokus teknologi lainnya mencakup bidang nuklir dan antariksa. Kedua sektor ini dinilai menjadi pengungkit vital bagi kedaulatan negara di bidang energi, kesehatan, pangan, hingga pengawasan wilayah.
                                                                                                                                                                                                                                                                      Secara khusus pada sektor nuklir, BRIN berkomitmen membangun ekosistem nasional secara holistik. Hal ini penting agar Indonesia memiliki fondasi yang kokoh saat siap mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Penguasaan teknologi akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup proses penambangan dan pemurnian uranium serta torium, fabrikasi bahan bakar, teknologi reaktor, keselamatan, metrologi radiasi, hingga pengolahan limbah.
                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cBRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir sejak sekarang agar ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulai sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,\u201d tutur Arif.<\/p>\n","post_title":"Siapkan Kemandirian Energi hingga AI, BRIN Perkuat Riset Teknologi Masa Depan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"siapkan-kemandirian-energi-hingga-ai-brin-perkuat-riset-teknologi-masa-depan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 23:04:27","post_modified_gmt":"2026-08-07 15:04:27","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1245","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1241,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 19:06:53","post_date_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus membangun paradigma baru pemasyarakatan di Indonesia. Dari yang semula sekadar tempat penghukuman, kini bertransformasi menjadi tempat pembinaan dan pemulihan bagi warga binaan secara utuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Kemenimipas, Rika Aprianti, menyampaikan bahwa melalui perpaduan pembinaan kepribadian warga binaan dipersiapkan agar mampu bangkit, hidup mandiri, dan kembali menjadi bagian yang produktif di tengah keluarga maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cPembinaan kepribadian diarahkan untuk membentuk karakter dan integritas warga binaan melalui pembinaan keagamaan, akhlak dan moral, kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, kemampuan intelektual, kesadaran hukum, kemampuan beradaptasi dengan masyarakat, serta program deradikalisasi bagi yang membutuhkan,\" ujar Rika Aprianti dalam rilisnya, Jumat (7\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan bernilai ekonomi melalui pelatihan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Seperti yang saat ini terus digalakkan yaitu pemberdayaan warga binaan dalam sektor ketahanan pangan dan UMKM.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                                                      Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                      Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                      • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                      • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                      • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                      • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                      • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                      • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                        Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                        \n
                                                                                                                                                                                                                                                                          \n
                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                        • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                          Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                                                                                                                                                          \n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Atdikbud KBRI Riyadh, Muhammad Irfan Helmy, mengatakan bahwa bahasa Indonesia mudah dipelajari. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga Arab Saudi yang berminat mengikuti kursus ini. \"Penghargaan peserta  yang lulus dalam program BIPA Universitas Majmaah  ini menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia diminati oleh warga Arab Saudi karena mudah dipelajari,\u201d ungkap Irfan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Sementara itu, Rektor Universitas Majma\u2019ah, Saleh bin Abdullah Al Mezel, mengatakan bahwa dirinya bersyukur atas terlaksananya program ini dengan baik dan bisa menjadi jembatan komunikasi dan budaya antar kedua negara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cBersyukur program ini berjalan lancar. Harapannya akan menjadi jembatan budaya antara Indonesia dengan Arab Saudi,\u201d tutur Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSelain itu, hubungan antara Indonesia dengan Arab Saudi sudah berlangsung sejak lama, dengan adanya pembelajaran bahasa Indonesia ini, akan membawa nilai positif dan kemajuan bersama. Hubungan Indonesia dengan Arab Saudi sudah lama, semoga dengan adanya kursus bahasa Indonesia ini membawa kebaikan,\u201d sambung Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Rektor Universitas Majma\u2019ah, seluruh pimpinan, para direktur, dosen, dan seluruh staf Universitas Majma\u2019ah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Dubes Abdul menilai program yang telah berjalan ini sangat baik dan menjadi pengalaman pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya yang indah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cKami melihat betapa baiknya pengelolaan program, betapa hangatnya keramahan yang diberikan, serta besarnya perhatian kepada seluruh peserta. Semua itu menjadikan pengalaman kami dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia sebagai pengalaman yang indah dan istimewa,\u201d tekan Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Kepada para peserta kursus, Dubes Abdul mengungkapkan kebanggaan karena telah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1250,"post_author":"3","post_date":"2026-08-10 22:48:18","post_date_gmt":"2026-08-10 14:48:18","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> - Pemerintah Indonesia berupaya merepatriasi benda-benda budaya yang telah secara ilegal (illegitimate) dibawa keluar negeri, baik akibat penjarahan pada masa kolonial maupun perdagangan ilegal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam upaya ini, Indonesia telah menjalin kerja sama dengan berbagai negara termasuk dengan Belanda dan juga dengan Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat bertujuan mengembalikan benda-benda budaya asal Indonesia yang dibawa secara ilegal ke wilayah hukum Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Amerika Serikat yang menegaskan komitmen memerangi perdagangan ilegal benda budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Beberapa institusi keamanan di Amerika Serikat seperti District Attorney of New York, Homeland Security, dan Federal Bureau of Investigation (FBI) telah berhasil mengembalikan artefak asal Indonesia yang masuk secara ilegal, baik kepada perwakilan diplomatik Indonesia di Amerika Serikat maupun langsung kepada pemerintah pusat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Penyerahan lima artefak Papua yang merupakan warisan Suku Dani, Suku Asmat, dan masyarakat di Danau Sentani oleh Direktur FBI beberapa waktu lalu kepada Presiden Republik Indonesia merupakan salah satu wujud komitmen kedua negara dalam proses repatriasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyampaikan bahwa hal ini menunjukkan Indonesia dipandang sebagai mitra penting dan setara yang dapat membantu Pemerintah Amerika Serikat dan juga kepentingan nasional dalam memerangi perdagangan ilegal benda-benda budaya, yang termasuk di dalamnya adalah juga benda cagar budaya ataupun objek yang diduga cagar budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Proses ini menegaskan kedaulatan budaya yang sedang dibangun oleh Indonesia, karena sebuah bangsa yang besar tidak akan membiarkan hak milik hilang tanpa diketahui,\" tegas Fadli Zon.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Seluruh benda budaya yang berhasil direpatriasi ini akan menjadi koleksi negara dan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia, sehingga generasi penerus bangsa dapat memiliki akses langsung terhadap bukti sejarah leluhur mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          \"Dan setiap yang kembali adalah warisan yang dijaga oleh negara untuk kepentingan generasi yang akan datang,\" pungkasnya. ***<\/p>\n","post_title":"Jaga Kedaulatan Budaya Lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jaga-kedaulatan-budaya-lewat-pemulangan-benda-leluhur-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-10 22:48:19","post_modified_gmt":"2026-08-10 14:48:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1250","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1245,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 23:04:26","post_date_gmt":"2026-08-07 15:04:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA<\/strong>, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat riset dan inovasi di bidang teknologi strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Pengembangan teknologi maju dari skala nuklir hingga kecerdasan artifisial (artificial intelligence<\/em>\/AI) diproyeksikan untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade mendatang.
                                                                                                                                                                                                                                                                          Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa langkah ini didasari oleh pola pembangunan di berbagai negara maju. Kapasitas inovasi suatu negara, sebagaimana diukur melalui Global Innovation Index<\/em> (GII), memiliki korelasi positif yang kuat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. Hal tersebut terlihat pada 2025, di mana peringkat sepuluh besar GII didominasi oleh negara-negara berpendapatan tinggi seperti Swiss, Swedia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cRiset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan,\u201d ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6\/8\/2026).
                                                                                                                                                                                                                                                                          Untuk mencapai target jangka panjang tersebut, BRIN telah memetakan enam fokus utama pengembangan teknologi nasional. Langkah pertama difokuskan pada penguasaan teknologi semikonduktor demi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan cip asing. Selanjutnya, BRIN menempatkan pengembangan AI sebagai prioritas riset untuk memacu produktivitas nasional.
                                                                                                                                                                                                                                                                          Dalam implementasinya, teknologi AI telah diterapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu bentuk konkret inovasinya adalah Food Guard<\/em>, sebuah perangkat pintar yang dipasang pada wadah makanan (ompreng<\/em>) untuk memantau kualitas makanan selama proses distribusi. Inovasi ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem MBG secara menyeluruh.
                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cBRIN membangun inovasi di seluruh rantai ekosistem MBG, mulai dari bahan pangan, mesin pengolahan, pengemasan, deteksi halal, distribusi, hingga sistem monitoring berbasis AI,\u201d ungkap Arif.
                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain semikonduktor dan AI, BRIN juga memprioritaskan pengembangan teknologi genomik guna mendukung kemandirian nasional dalam memproduksi benih, obat-obatan, dan produk bioindustri. Di saat yang sama, pengembangan teknologi kuantum terus dipacu untuk memperkuat sistem keamanan digital dan komputasi masa depan.
                                                                                                                                                                                                                                                                          Adapun dua fokus teknologi lainnya mencakup bidang nuklir dan antariksa. Kedua sektor ini dinilai menjadi pengungkit vital bagi kedaulatan negara di bidang energi, kesehatan, pangan, hingga pengawasan wilayah.
                                                                                                                                                                                                                                                                          Secara khusus pada sektor nuklir, BRIN berkomitmen membangun ekosistem nasional secara holistik. Hal ini penting agar Indonesia memiliki fondasi yang kokoh saat siap mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Penguasaan teknologi akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup proses penambangan dan pemurnian uranium serta torium, fabrikasi bahan bakar, teknologi reaktor, keselamatan, metrologi radiasi, hingga pengolahan limbah.
                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cBRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir sejak sekarang agar ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulai sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,\u201d tutur Arif.<\/p>\n","post_title":"Siapkan Kemandirian Energi hingga AI, BRIN Perkuat Riset Teknologi Masa Depan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"siapkan-kemandirian-energi-hingga-ai-brin-perkuat-riset-teknologi-masa-depan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 23:04:27","post_modified_gmt":"2026-08-07 15:04:27","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1245","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1241,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 19:06:53","post_date_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus membangun paradigma baru pemasyarakatan di Indonesia. Dari yang semula sekadar tempat penghukuman, kini bertransformasi menjadi tempat pembinaan dan pemulihan bagi warga binaan secara utuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Kemenimipas, Rika Aprianti, menyampaikan bahwa melalui perpaduan pembinaan kepribadian warga binaan dipersiapkan agar mampu bangkit, hidup mandiri, dan kembali menjadi bagian yang produktif di tengah keluarga maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cPembinaan kepribadian diarahkan untuk membentuk karakter dan integritas warga binaan melalui pembinaan keagamaan, akhlak dan moral, kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, kemampuan intelektual, kesadaran hukum, kemampuan beradaptasi dengan masyarakat, serta program deradikalisasi bagi yang membutuhkan,\" ujar Rika Aprianti dalam rilisnya, Jumat (7\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan bernilai ekonomi melalui pelatihan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Seperti yang saat ini terus digalakkan yaitu pemberdayaan warga binaan dalam sektor ketahanan pangan dan UMKM.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                                                          Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                                                          <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                          Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                          • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                          • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                          • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                          • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                          • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                          • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                            Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                            Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                            Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                            Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                            Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                            \n
                                                                                                                                                                                                                                                                              \n
                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                            • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                              Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                                                                                                                                                              \n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Hadir pada kegiatan ini Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, Rektor Universitas Majma\u2019ah Saleh bin Abdullah Al Mezel, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Riyadh Muhammad Irfan Helmy, pengajar BIPA, dosen Universitas Majma\u2019ah, peserta kursus BIPA, serta tamu undangan lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Atdikbud KBRI Riyadh, Muhammad Irfan Helmy, mengatakan bahwa bahasa Indonesia mudah dipelajari. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga Arab Saudi yang berminat mengikuti kursus ini. \"Penghargaan peserta  yang lulus dalam program BIPA Universitas Majmaah  ini menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia diminati oleh warga Arab Saudi karena mudah dipelajari,\u201d ungkap Irfan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Sementara itu, Rektor Universitas Majma\u2019ah, Saleh bin Abdullah Al Mezel, mengatakan bahwa dirinya bersyukur atas terlaksananya program ini dengan baik dan bisa menjadi jembatan komunikasi dan budaya antar kedua negara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cBersyukur program ini berjalan lancar. Harapannya akan menjadi jembatan budaya antara Indonesia dengan Arab Saudi,\u201d tutur Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSelain itu, hubungan antara Indonesia dengan Arab Saudi sudah berlangsung sejak lama, dengan adanya pembelajaran bahasa Indonesia ini, akan membawa nilai positif dan kemajuan bersama. Hubungan Indonesia dengan Arab Saudi sudah lama, semoga dengan adanya kursus bahasa Indonesia ini membawa kebaikan,\u201d sambung Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Rektor Universitas Majma\u2019ah, seluruh pimpinan, para direktur, dosen, dan seluruh staf Universitas Majma\u2019ah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Dubes Abdul menilai program yang telah berjalan ini sangat baik dan menjadi pengalaman pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya yang indah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cKami melihat betapa baiknya pengelolaan program, betapa hangatnya keramahan yang diberikan, serta besarnya perhatian kepada seluruh peserta. Semua itu menjadikan pengalaman kami dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia sebagai pengalaman yang indah dan istimewa,\u201d tekan Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Kepada para peserta kursus, Dubes Abdul mengungkapkan kebanggaan karena telah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1250,"post_author":"3","post_date":"2026-08-10 22:48:18","post_date_gmt":"2026-08-10 14:48:18","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> - Pemerintah Indonesia berupaya merepatriasi benda-benda budaya yang telah secara ilegal (illegitimate) dibawa keluar negeri, baik akibat penjarahan pada masa kolonial maupun perdagangan ilegal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam upaya ini, Indonesia telah menjalin kerja sama dengan berbagai negara termasuk dengan Belanda dan juga dengan Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat bertujuan mengembalikan benda-benda budaya asal Indonesia yang dibawa secara ilegal ke wilayah hukum Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Amerika Serikat yang menegaskan komitmen memerangi perdagangan ilegal benda budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Beberapa institusi keamanan di Amerika Serikat seperti District Attorney of New York, Homeland Security, dan Federal Bureau of Investigation (FBI) telah berhasil mengembalikan artefak asal Indonesia yang masuk secara ilegal, baik kepada perwakilan diplomatik Indonesia di Amerika Serikat maupun langsung kepada pemerintah pusat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Penyerahan lima artefak Papua yang merupakan warisan Suku Dani, Suku Asmat, dan masyarakat di Danau Sentani oleh Direktur FBI beberapa waktu lalu kepada Presiden Republik Indonesia merupakan salah satu wujud komitmen kedua negara dalam proses repatriasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyampaikan bahwa hal ini menunjukkan Indonesia dipandang sebagai mitra penting dan setara yang dapat membantu Pemerintah Amerika Serikat dan juga kepentingan nasional dalam memerangi perdagangan ilegal benda-benda budaya, yang termasuk di dalamnya adalah juga benda cagar budaya ataupun objek yang diduga cagar budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Proses ini menegaskan kedaulatan budaya yang sedang dibangun oleh Indonesia, karena sebuah bangsa yang besar tidak akan membiarkan hak milik hilang tanpa diketahui,\" tegas Fadli Zon.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Seluruh benda budaya yang berhasil direpatriasi ini akan menjadi koleksi negara dan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia, sehingga generasi penerus bangsa dapat memiliki akses langsung terhadap bukti sejarah leluhur mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              \"Dan setiap yang kembali adalah warisan yang dijaga oleh negara untuk kepentingan generasi yang akan datang,\" pungkasnya. ***<\/p>\n","post_title":"Jaga Kedaulatan Budaya Lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jaga-kedaulatan-budaya-lewat-pemulangan-benda-leluhur-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-10 22:48:19","post_modified_gmt":"2026-08-10 14:48:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1250","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1245,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 23:04:26","post_date_gmt":"2026-08-07 15:04:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA<\/strong>, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat riset dan inovasi di bidang teknologi strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Pengembangan teknologi maju dari skala nuklir hingga kecerdasan artifisial (artificial intelligence<\/em>\/AI) diproyeksikan untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade mendatang.
                                                                                                                                                                                                                                                                              Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa langkah ini didasari oleh pola pembangunan di berbagai negara maju. Kapasitas inovasi suatu negara, sebagaimana diukur melalui Global Innovation Index<\/em> (GII), memiliki korelasi positif yang kuat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. Hal tersebut terlihat pada 2025, di mana peringkat sepuluh besar GII didominasi oleh negara-negara berpendapatan tinggi seperti Swiss, Swedia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cRiset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan,\u201d ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6\/8\/2026).
                                                                                                                                                                                                                                                                              Untuk mencapai target jangka panjang tersebut, BRIN telah memetakan enam fokus utama pengembangan teknologi nasional. Langkah pertama difokuskan pada penguasaan teknologi semikonduktor demi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan cip asing. Selanjutnya, BRIN menempatkan pengembangan AI sebagai prioritas riset untuk memacu produktivitas nasional.
                                                                                                                                                                                                                                                                              Dalam implementasinya, teknologi AI telah diterapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu bentuk konkret inovasinya adalah Food Guard<\/em>, sebuah perangkat pintar yang dipasang pada wadah makanan (ompreng<\/em>) untuk memantau kualitas makanan selama proses distribusi. Inovasi ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem MBG secara menyeluruh.
                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cBRIN membangun inovasi di seluruh rantai ekosistem MBG, mulai dari bahan pangan, mesin pengolahan, pengemasan, deteksi halal, distribusi, hingga sistem monitoring berbasis AI,\u201d ungkap Arif.
                                                                                                                                                                                                                                                                              Selain semikonduktor dan AI, BRIN juga memprioritaskan pengembangan teknologi genomik guna mendukung kemandirian nasional dalam memproduksi benih, obat-obatan, dan produk bioindustri. Di saat yang sama, pengembangan teknologi kuantum terus dipacu untuk memperkuat sistem keamanan digital dan komputasi masa depan.
                                                                                                                                                                                                                                                                              Adapun dua fokus teknologi lainnya mencakup bidang nuklir dan antariksa. Kedua sektor ini dinilai menjadi pengungkit vital bagi kedaulatan negara di bidang energi, kesehatan, pangan, hingga pengawasan wilayah.
                                                                                                                                                                                                                                                                              Secara khusus pada sektor nuklir, BRIN berkomitmen membangun ekosistem nasional secara holistik. Hal ini penting agar Indonesia memiliki fondasi yang kokoh saat siap mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Penguasaan teknologi akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup proses penambangan dan pemurnian uranium serta torium, fabrikasi bahan bakar, teknologi reaktor, keselamatan, metrologi radiasi, hingga pengolahan limbah.
                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cBRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir sejak sekarang agar ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulai sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,\u201d tutur Arif.<\/p>\n","post_title":"Siapkan Kemandirian Energi hingga AI, BRIN Perkuat Riset Teknologi Masa Depan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"siapkan-kemandirian-energi-hingga-ai-brin-perkuat-riset-teknologi-masa-depan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 23:04:27","post_modified_gmt":"2026-08-07 15:04:27","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1245","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1241,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 19:06:53","post_date_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus membangun paradigma baru pemasyarakatan di Indonesia. Dari yang semula sekadar tempat penghukuman, kini bertransformasi menjadi tempat pembinaan dan pemulihan bagi warga binaan secara utuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Kemenimipas, Rika Aprianti, menyampaikan bahwa melalui perpaduan pembinaan kepribadian warga binaan dipersiapkan agar mampu bangkit, hidup mandiri, dan kembali menjadi bagian yang produktif di tengah keluarga maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cPembinaan kepribadian diarahkan untuk membentuk karakter dan integritas warga binaan melalui pembinaan keagamaan, akhlak dan moral, kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, kemampuan intelektual, kesadaran hukum, kemampuan beradaptasi dengan masyarakat, serta program deradikalisasi bagi yang membutuhkan,\" ujar Rika Aprianti dalam rilisnya, Jumat (7\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan bernilai ekonomi melalui pelatihan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Seperti yang saat ini terus digalakkan yaitu pemberdayaan warga binaan dalam sektor ketahanan pangan dan UMKM.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                                                              Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                                                              <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                              Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                              • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                              • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                              • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                              • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                              • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                              • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Laman 12 of 13 1 … 11 12 13
                                                                                                                                                                                                                                                                                  \n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  RIYAD, PROBACA.COM \u2013 Program pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Arab (BIPA) kerja sama antara KBRI Riyadh dengan Universitas Majma\u2019ah sukses dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2026. Acara wisuda 49 peserta angkatan pertama ini dilakukan di aula Universitas Majma\u2019ah pada tanggal 6 September 2026.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Hadir pada kegiatan ini Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, Rektor Universitas Majma\u2019ah Saleh bin Abdullah Al Mezel, Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) KBRI Riyadh Muhammad Irfan Helmy, pengajar BIPA, dosen Universitas Majma\u2019ah, peserta kursus BIPA, serta tamu undangan lainnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Atdikbud KBRI Riyadh, Muhammad Irfan Helmy, mengatakan bahwa bahasa Indonesia mudah dipelajari. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya warga Arab Saudi yang berminat mengikuti kursus ini. \"Penghargaan peserta  yang lulus dalam program BIPA Universitas Majmaah  ini menjadi bukti bahwa bahasa Indonesia diminati oleh warga Arab Saudi karena mudah dipelajari,\u201d ungkap Irfan.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, Rektor Universitas Majma\u2019ah, Saleh bin Abdullah Al Mezel, mengatakan bahwa dirinya bersyukur atas terlaksananya program ini dengan baik dan bisa menjadi jembatan komunikasi dan budaya antar kedua negara.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cBersyukur program ini berjalan lancar. Harapannya akan menjadi jembatan budaya antara Indonesia dengan Arab Saudi,\u201d tutur Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSelain itu, hubungan antara Indonesia dengan Arab Saudi sudah berlangsung sejak lama, dengan adanya pembelajaran bahasa Indonesia ini, akan membawa nilai positif dan kemajuan bersama. Hubungan Indonesia dengan Arab Saudi sudah lama, semoga dengan adanya kursus bahasa Indonesia ini membawa kebaikan,\u201d sambung Saleh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pada kesempatan yang sama, Duta Besar Republik Indonesia untuk Arab Saudi, Abdul Aziz, mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Rektor Universitas Majma\u2019ah, seluruh pimpinan, para direktur, dosen, dan seluruh staf Universitas Majma\u2019ah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dubes Abdul menilai program yang telah berjalan ini sangat baik dan menjadi pengalaman pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya yang indah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cKami melihat betapa baiknya pengelolaan program, betapa hangatnya keramahan yang diberikan, serta besarnya perhatian kepada seluruh peserta. Semua itu menjadikan pengalaman kami dalam pembelajaran bahasa Indonesia dan pengenalan budaya Indonesia sebagai pengalaman yang indah dan istimewa,\u201d tekan Abdul.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kepada para peserta kursus, Dubes Abdul mengungkapkan kebanggaan karena telah mempelajari bahasa dan budaya Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cAnda semua telah mempelajari kosakata, tata bahasa, percakapan, membaca, dan menulis dalam bahasa Indonesia. Yang lebih penting lagi, anda semua telah mengenal Indonesia melalui budaya, tradisi, serta kehidupan sehari-hari masyarakatnya. Bagi kami, kehadiran Anda dalam program ini merupakan sebuah kebanggaan sekaligus pengalaman yang sangat berharga dan istimewa,\u201d jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pesan terakhir disampaikan Dubes Abdul kepada para peserta kursus, agar terus belajar, mencoba, dan berlatih menggunakan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cGunakanlah bahasa Indonesia setiap kali ada kesempatan, dan ceritakan pengalaman anda sekalian dalam mempelajarinya kepada keluarga, teman-teman, dan masyarakat  sekitar,\u201d tegas Dubes.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Program BIPA merupakan program prioritas Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah lewat, yang secara berkelanjutan mendorong tumbuhnya penutur asing Bahasa Indonesia di kancah global. Progam BIPA turut difasilitasi salah satunya oleh Atase Pendidikan dan Kebudayaan (Atdikbud) kolaborasi dengan Perwakilan RI di negara akreditasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSelain itu, Wisuda BIPA Angkatan I di Universitas Majma'ah menjadi sinyal optimisme inisiasi kerja sama yang lebih maju dalam bidang bahasa dan budaya Indonesia antara Indonesia dan Arab Saudi,\u201d tutup Irfan. (*)<\/p>\n","post_title":"Jembatan Budaya Dua Negara: Universitas Majma\u2019ah Gelar Wisuda Perdana Kursus Bahasa Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jembatan-budaya-dua-negara-universitas-majmaah-gelar-wisuda-perdana-kursus-bahasa-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-10 09:46:05","post_modified_gmt":"2026-09-10 01:46:05","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=3271","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1250,"post_author":"3","post_date":"2026-08-10 22:48:18","post_date_gmt":"2026-08-10 14:48:18","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong> - Pemerintah Indonesia berupaya merepatriasi benda-benda budaya yang telah secara ilegal (illegitimate) dibawa keluar negeri, baik akibat penjarahan pada masa kolonial maupun perdagangan ilegal.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam upaya ini, Indonesia telah menjalin kerja sama dengan berbagai negara termasuk dengan Belanda dan juga dengan Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Amerika Serikat bertujuan mengembalikan benda-benda budaya asal Indonesia yang dibawa secara ilegal ke wilayah hukum Amerika Serikat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Inisiatif ini sejalan dengan kebijakan Pemerintah Amerika Serikat yang menegaskan komitmen memerangi perdagangan ilegal benda budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Beberapa institusi keamanan di Amerika Serikat seperti District Attorney of New York, Homeland Security, dan Federal Bureau of Investigation (FBI) telah berhasil mengembalikan artefak asal Indonesia yang masuk secara ilegal, baik kepada perwakilan diplomatik Indonesia di Amerika Serikat maupun langsung kepada pemerintah pusat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Penyerahan lima artefak Papua yang merupakan warisan Suku Dani, Suku Asmat, dan masyarakat di Danau Sentani oleh Direktur FBI beberapa waktu lalu kepada Presiden Republik Indonesia merupakan salah satu wujud komitmen kedua negara dalam proses repatriasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menyampaikan bahwa hal ini menunjukkan Indonesia dipandang sebagai mitra penting dan setara yang dapat membantu Pemerintah Amerika Serikat dan juga kepentingan nasional dalam memerangi perdagangan ilegal benda-benda budaya, yang termasuk di dalamnya adalah juga benda cagar budaya ataupun objek yang diduga cagar budaya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Proses ini menegaskan kedaulatan budaya yang sedang dibangun oleh Indonesia, karena sebuah bangsa yang besar tidak akan membiarkan hak milik hilang tanpa diketahui,\" tegas Fadli Zon.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Seluruh benda budaya yang berhasil direpatriasi ini akan menjadi koleksi negara dan dipamerkan di Museum Nasional Indonesia, sehingga generasi penerus bangsa dapat memiliki akses langsung terhadap bukti sejarah leluhur mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \"Dan setiap yang kembali adalah warisan yang dijaga oleh negara untuk kepentingan generasi yang akan datang,\" pungkasnya. ***<\/p>\n","post_title":"Jaga Kedaulatan Budaya Lewat Pemulangan Benda Leluhur Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"jaga-kedaulatan-budaya-lewat-pemulangan-benda-leluhur-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-10 22:48:19","post_modified_gmt":"2026-08-10 14:48:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1250","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1245,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 23:04:26","post_date_gmt":"2026-08-07 15:04:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA<\/strong>, PROBACA.COM<\/strong> \u2014 Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus memperkuat riset dan inovasi di bidang teknologi strategis guna mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Pengembangan teknologi maju dari skala nuklir hingga kecerdasan artifisial (artificial intelligence<\/em>\/AI) diproyeksikan untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia dalam dua hingga tiga dekade mendatang.
                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kepala BRIN Arif Satria menjelaskan bahwa langkah ini didasari oleh pola pembangunan di berbagai negara maju. Kapasitas inovasi suatu negara, sebagaimana diukur melalui Global Innovation Index<\/em> (GII), memiliki korelasi positif yang kuat terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita. Hal tersebut terlihat pada 2025, di mana peringkat sepuluh besar GII didominasi oleh negara-negara berpendapatan tinggi seperti Swiss, Swedia, Amerika Serikat, dan Korea Selatan.
                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cRiset dan inovasi merupakan lokomotif pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan sekaligus fondasi daya saing Indonesia di masa depan,\u201d ujar Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (6\/8\/2026).
                                                                                                                                                                                                                                                                                  Untuk mencapai target jangka panjang tersebut, BRIN telah memetakan enam fokus utama pengembangan teknologi nasional. Langkah pertama difokuskan pada penguasaan teknologi semikonduktor demi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan cip asing. Selanjutnya, BRIN menempatkan pengembangan AI sebagai prioritas riset untuk memacu produktivitas nasional.
                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dalam implementasinya, teknologi AI telah diterapkan untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu bentuk konkret inovasinya adalah Food Guard<\/em>, sebuah perangkat pintar yang dipasang pada wadah makanan (ompreng<\/em>) untuk memantau kualitas makanan selama proses distribusi. Inovasi ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem MBG secara menyeluruh.
                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cBRIN membangun inovasi di seluruh rantai ekosistem MBG, mulai dari bahan pangan, mesin pengolahan, pengemasan, deteksi halal, distribusi, hingga sistem monitoring berbasis AI,\u201d ungkap Arif.
                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain semikonduktor dan AI, BRIN juga memprioritaskan pengembangan teknologi genomik guna mendukung kemandirian nasional dalam memproduksi benih, obat-obatan, dan produk bioindustri. Di saat yang sama, pengembangan teknologi kuantum terus dipacu untuk memperkuat sistem keamanan digital dan komputasi masa depan.
                                                                                                                                                                                                                                                                                  Adapun dua fokus teknologi lainnya mencakup bidang nuklir dan antariksa. Kedua sektor ini dinilai menjadi pengungkit vital bagi kedaulatan negara di bidang energi, kesehatan, pangan, hingga pengawasan wilayah.
                                                                                                                                                                                                                                                                                  Secara khusus pada sektor nuklir, BRIN berkomitmen membangun ekosistem nasional secara holistik. Hal ini penting agar Indonesia memiliki fondasi yang kokoh saat siap mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN). Penguasaan teknologi akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup proses penambangan dan pemurnian uranium serta torium, fabrikasi bahan bakar, teknologi reaktor, keselamatan, metrologi radiasi, hingga pengolahan limbah.
                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cBRIN harus menyiapkan kemampuan teknologi nuklir sejak sekarang agar ketika Indonesia memutuskan memasuki era PLTN, kita tidak memulai sepenuhnya dari nol dan tidak hanya menjadi pembeli teknologi,\u201d tutur Arif.<\/p>\n","post_title":"Siapkan Kemandirian Energi hingga AI, BRIN Perkuat Riset Teknologi Masa Depan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"siapkan-kemandirian-energi-hingga-ai-brin-perkuat-riset-teknologi-masa-depan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 23:04:27","post_modified_gmt":"2026-08-07 15:04:27","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1245","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":1241,"post_author":"3","post_date":"2026-08-07 19:06:53","post_date_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong>- Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus membangun paradigma baru pemasyarakatan di Indonesia. Dari yang semula sekadar tempat penghukuman, kini bertransformasi menjadi tempat pembinaan dan pemulihan bagi warga binaan secara utuh.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kepala Subdirektorat Kerja Sama Pemasyarakatan Kemenimipas, Rika Aprianti, menyampaikan bahwa melalui perpaduan pembinaan kepribadian warga binaan dipersiapkan agar mampu bangkit, hidup mandiri, dan kembali menjadi bagian yang produktif di tengah keluarga maupun masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cPembinaan kepribadian diarahkan untuk membentuk karakter dan integritas warga binaan melalui pembinaan keagamaan, akhlak dan moral, kesadaran berbangsa dan bernegara, bela negara, kemampuan intelektual, kesadaran hukum, kemampuan beradaptasi dengan masyarakat, serta program deradikalisasi bagi yang membutuhkan,\" ujar Rika Aprianti dalam rilisnya, Jumat (7\/8\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sementara itu, pembinaan kemandirian difokuskan pada pengembangan kompetensi dan keterampilan bernilai ekonomi melalui pelatihan kerja, pengembangan minat dan bakat, serta kegiatan produksi yang menghasilkan barang dan jasa. Seperti yang saat ini terus digalakkan yaitu pemberdayaan warga binaan dalam sektor ketahanan pangan dan UMKM.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pembinaan ini membekali warga binaan dengan kemampuan untuk bekerja, berwirausaha, dan memperoleh penghasilan secara layak setelah bebas. Sehingga, mereka memiliki kesempatan yang lebih besar untuk hidup mandiri dan tidak kembali melakukan tindak pidana. Menurut Rika, saat ini sudah banyak mantan warga binaan yang sukses dan memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi dan sosial.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Melalui perpaduan pembinaan kepribadian dan kemandirian, pemasyarakatan menghadirkan proses pemulihan yang utuh: memulihkan cara berpikir, membangun karakter, mengembangkan keterampilan, dan menyiapkan masa depan. Dengan demikian, tujuan akhir pemasyarakatan bukan sekadar mengakhiri masa pidana, melainkan mengembalikan warga binaan sebagai pribadi yang lebih aktif, produktif, dan mampu berkontribusi bagi keluarga, masyarakat, serta pembangunan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sebagai bentuk apresiasi dan dorongan motivasi, negara juga memberikan hak-hak bersyarat kepada warga binaan yang telah menjalankan program pembinaan dengan baik. Hak-hak tersebut antara lain pemberian remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, cuti mengunjungi keluarga, dan asimilasi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Selain itu, Balai Pemasyarakatan (Bapas) dan Griya Abhipraya sebagai \"Rumah Harapan\" terus dioptimalkan sebagai wadah interaksi publik antara klien pemasyarakatan, petugas pemasyarakatan, dan masyarakat. Optimalisasi ini dilakukan melalui pembimbingan, pelatihan, pemberdayaan ekonomi, bursa kerja, pameran hasil karya, edukasi, serta kolaborasi lintas sektor.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Langkah ini diharapkan dapat memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan kemandirian klien pemasyarakatan, memperluas akses terhadap pekerjaan dan usaha, mengurangi stigma masyarakat, menekan angka residivisme, serta meningkatkan kepercayaan publik terhadap pemasyarakatan sebagai institusi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. ****<\/p>\n","post_title":"Cegah Kejahatan Berulang, Negara Siapkan Warga Binaan Mandiri dan Berdaya","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"cegah-kejahatan-berulang-negara-siapkan-warga-binaan-mandiri-dan-berdaya","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-08-07 19:06:53","post_modified_gmt":"2026-08-07 11:06:53","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=1241","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":729,"post_author":"3","post_date":"2026-07-13 22:13:26","post_date_gmt":"2026-07-13 14:13:26","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  TANGERANG SELATAN, PROBACA.CO.ID \u2014 <\/strong>Bagi Imran, deru motor penggerak dan jalinan kabel rumit bukanlah benda mati yang membosankan. Sejak masih duduk di bangku sekolah dasar, ketertarikannya pada dunia robotika telah tumbuh menjadi sebuah gairah besar. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ketekunan yang dipupuk selama bertahun-tahun itu kini berbuah manis, mengantarkannya terbang jauh menembus impian masa kecilnya. Siswa SMA Negeri 2 Kota Tangerang Selatan ini resmi dinyatakan lolos sebagai salah satu penerima Program Beasiswa Garuda Gelombang I Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Melalui program ini, Imran akan melanjutkan studi di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST), salah satu universitas sains dan teknologi terkemuka di Korea Selatan, dengan spesialisasi Electrical Engineering atau Teknik Elektro. Bagi anak muda seperti Imran, ruang kelas hanyalah sebagian kecil dari laboratorium belajarnya. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan bereksplorasi, melakukan riset mandiri, dan melakukan praktik langsung demi mengasah keahliannya. Dari proses kreatif itulah lahir sebuah empati; ia menyadari bahwa teknologi tidak boleh sekadar menjadi pajangan yang canggih, melainkan harus mampu menjadi solusi konkret atas berbagai persoalan nyata di masyarakat. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Salah satu fokus kemanusiaan yang menjadi perhatian utamanya adalah pengembangan teknologi robotik untuk penanganan dampak bencana alam di tanah air. Imran bermimpi teknologi yang ia ciptakan kelak dapat mempermudah proses evakuasi maupun pemulihan pasca-bencana. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cSaya ingin membuat startup robotik semacam industri. Saya ingin berkontribusi besar dalam menciptakan inovasi dan invensi yang membantu penanganan bencana alam, sektor kesehatan, dan mungkin juga sistem pendidikan,\u201d ujar Imran dengan mata berbinar seusai mengikuti tahapan pembekalan penerima Beasiswa Garuda Gelombang I di Jakarta. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Meski memiliki mimpi yang membubung tinggi, Imran tak menampik bahwa kekhawatiran finansial sempat membayangi langkahnya untuk kuliah di luar negeri. Biaya pendidikan internasional yang terbilang besar sering kali menjadi tembok tebal bagi anak-anak muda berbakat di Indonesia. Kehadiran beasiswa penuh dari pemerintah ini pun menjadi jawaban atas keraguannya selama ini. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  \u201cUntuk Beasiswa Garuda ini aku benar-benar apresiasi. Karena tanpa ini kemungkinan saya juga agak ragu untuk berkuliah di luar negeri, apalagi dengan biayanya yang cenderung lebih mahal daripada di Indonesia,\u201d ungkapnya jujur. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dukungan finansial menyeluruh yang diberikan program ini\u2014mulai dari persiapan pralokasi seperti biaya buku hingga biaya hidup selama masa studi di Korea Selatan\u2014memberikan ketenangan tersendiri bagi Imran. Rasa aman ini membuatnya bisa melepaskan beban pikiran dan fokus sepenuhnya mempersiapkan diri menghadapi tantangan akademik di KAIST. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Perjalanan Imran tidak hanya menjadi kisah sukses personal, tetapi juga menjadi pemantik semangat bagi generasi muda lainnya agar berani bersaing di panggung global. Dengan bekal ilmu dan pengalaman internasional, para penerima beasiswa ini diharapkan dapat kembali ke tanah air sebagai sumber daya manusia yang unggul dan siap membangun negeri sesuai keahlian masing-masing. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menutup ceritanya, Imran menyampaikan rasa syukur dan apresiasi mendalam kepada pihak-pihak yang telah membuka jalan bagi mimpinya. \u201cSaya berterima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto yang sudah menyelenggarakan program ini, juga kepada Bapak Brian selaku Mendiktisaintek beserta jajarannya yang telah memberikan saya kesempatan untuk berkuliah di luar negeri,\u201d pungkas Imran penuh harap. ***<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n","post_title":"Kisah Imran, Siswa SMAN 2 Tangsel yang Menembus Tembok Ragu Kuliah di Luar Negeri Lewat Beasiswa Garuda","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kisah-imran-siswa-sman-2-tangsel-yang-menembus-tembok-ragu-kuliah-di-luar-negeri-lewat-beasiswa-garuda","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:16:30","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:16:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=729","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":699,"post_author":"3","post_date":"2026-07-04 17:24:37","post_date_gmt":"2026-07-04 09:24:37","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM -- <\/strong>Hari pertama memasuki gerbang sekolah baru selalu menjadi momen krusial yang mengukir kesan mendalam di memori setiap anak. Pengalaman awal ini sangat menentukan rasa percaya diri, antusiasme belajar, hingga keluwesan mereka dalam beradaptasi dengan lingkungan baru. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menyadari signifikansi tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menghadirkan terobosan melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun 2026. Langkah ini dirancang khusus agar para siswa baru mendapatkan pengalaman yang penuh kesadaran, sarat makna, dan tentunya menyenangkan sejak menginjakkan kaki di hari pertama.
                                                                                                                                                                                                                                                                                  Upaya menciptakan atmosfer sekolah yang kondusif bagi tumbuh kembang anak ini diperkuat melalui regulasi terbaru, yaitu Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 12 Tahun 2026. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Melalui aturan ini, pemerintah gencar menyosialisasikan petunjuk teknis MPLS Ramah yang membawa sejumlah transformasi signifikan. Beberapa poin pembaruan di antaranya adalah durasi pelaksanaan yang kini diperpanjang menjadi lima hari, kewajiban bagi pihak sekolah untuk memaparkan program kepada orang tua sebelum kegiatan dimulai, serta penguatan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman sebagai fondasi utama penopang seluruh rangkaian aktivitas.
                                                                                                                                                                                                                                                                                  <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti, menegaskan komitmennya bahwa MPLS wajib bertransformasi menjadi momen pembuka yang menggembirakan. Tujuannya adalah agar sekolah benar-benar mampu memposisikan diri sebagai rumah kedua yang menjamin keamanan dan kenyamanan bagi anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sejalan dengan visi tersebut, Sekretaris Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Eko Susanto, menekankan bahwa fondasi kebudayaan yang aman dan nyaman ini akan memastikan setiap siswa mengenal lingkungan barunya dalam situasi yang sepenuhnya mendukung perkembangan mereka.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Pentingnya momentum awal ini juga disuarakan oleh Direktur SMA Kemendikdasmen, Yuli Haryanto, dalam sebuah webinar baru-baru ini. Ia menyatakan bahwa fungsi sekolah tidak sekadar mencetak prestasi akademik yang gemilang, tetapi juga harus menjadi ruang pelindung tempat anak merasa diterima, dihargai, dan tumbuh dengan bahagia. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Sesuai amanat Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026, seluruh proses pengenalan sekolah harus berjalan edukatif, inklusif, dan bersih dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun tindakan yang merendahkan martabat kemanusiaan. Keberhasilan agenda besar ini tentu menuntut kolaborasi erat antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat agar sekolah dapat memetakan potensi, bakat, serta kebutuhan emosional murid sejak dini.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Implementasi nyata dari konsep ini salah satunya telah berjalan di SMA Negeri 6 Yogyakarta. Kepala Sekolah Sri Moerni mengungkapkan bahwa MPLS Ramah menjadi gerbang awal untuk membangun ikatan kekeluargaan yang erat antara sekolah, siswa, dan orang tua dalam mengawal cita-cita anak. <\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Melengkapi hal tersebut, Kepala Pusat Penguatan Karakter, Rusprita Utami, menjelaskan bahwa gerakan ini bertumpu pada tiga pilar utama, yakni Ramah Anak, Ramah Lingkungan, dan Ramah Biaya. Dengan perpanjangan waktu menjadi lima hari, sekolah kini memiliki ruang yang lebih luas untuk beradaptasi sekaligus melakukan pemetaan awal terhadap kemampuan literasi, numerasi, dan kondisi sosial-emosional siswa, tanpa dibayangi oleh praktik perpeloncoan, pungutan liar, ataupun atribut yang memberatkan. ***<\/p>\n","post_title":"Era Baru MPLS 2026: Mengubah Hari Pertama Sekolah Menjadi Ruang Bahagia yang Bebas Perundungan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"era-baru-mpls-2026-mengubah-hari-pertama-sekolah-menjadi-ruang-bahagia-yang-bebas-perundungan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:42","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:42","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=699","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":679,"post_author":"3","post_date":"2026-07-02 22:19:07","post_date_gmt":"2026-07-02 14:19:07","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  JAKARTA, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), melalui Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Ditjen GTK), telah resmi membuka pendaftaran seleksi Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Tahun 2026. Masa pendaftaran berlangsung mulai 27 Juni hingga 25 Juli 2026 secara daring melalui situs resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Program ini dirancang bagi para lulusan perguruan tinggi yang berkomitmen menjadi pendidik profesional. Melalui program ini, peserta akan menempuh pendidikan profesi demi mendapatkan sertifikat pendidik, yang merupakan syarat wajib dalam rekrutmen guru formal sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Dirjen GTK, Nunuk Suryani, menyampaikan bahwa program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam melahirkan generasi guru yang profesional, berintegritas, serta mampu menghadapi tantangan dunia pendidikan modern abad ke-21.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Kriteria dan Persyaratan Pendaftaran<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                  Bagi masyarakat yang berminat, berikut adalah sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi:<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                  • Warga Negara Indonesia (WNI).<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                  • Belum terdata sebagai guru di sistem Dapodik maupun Simpatika.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                  • Berusia maksimal 32 tahun pada tanggal 31 Desember 2026.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                  • Memiliki ijazah S-1 atau D-IV yang terdaftar resmi di PD-Dikti.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                  • Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 3,00.<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                  • Wajib mengikuti seluruh rangkaian tahapan seleksi.<\/li>\n<\/ul>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                    Kuota Bidang Studi Berdasarkan Kebutuhan<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                    Seleksi tahun ini dibuka untuk 30 bidang studi\u2014mencakup 18 bidang studi umum (seperti PGSD, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Sains, Pendidikan Jasmani, dan Pendidikan Luar Biasa) serta 12 bidang studi kejuruan (seperti Teknik Otomotif, DKV, Kuliner, Perhotelan, PPLG, dan TJKT). Pemilihan bidang studi ini disesuaikan langsung dengan proyeksi kebutuhan riil guru di berbagai daerah untuk tahun 2027\u20132028.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                    Skema Pembiayaan dan Beasiswa Penuh<\/h3>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                    Perkuliahan akan diselenggarakan selama dua semester di Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang ditunjuk. Total biaya pendidikan sebesar Rp17 juta (Rp8,5 juta per semester) akan ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah melalui beasiswa bagi peserta yang dinyatakan lulus seleksi hingga tahap akhir. Peserta hanya perlu membayar biaya pendaftaran dan seleksi awal sebesar Rp200 ribu untuk keperluan administrasi dan tes substantif.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                    Jadwal Penting Seleksi PPG Calon Guru 2026<\/h3>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                    \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                      \n
                                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pendaftaran Online: 27 Juni \u2013 25 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi: 26 \u2013 28 Juli 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Substantif: 3 \u2013 7 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Hasil Tes Substantif: 26 Agustus 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pelaksanaan Tes Wawancara: 31 Agustus \u2013 16 September 2026<\/li>\n\n\n\n
                                                                                                                                                                                                                                                                                    • Pengumuman Kelulusan Akhir: 21 September 2026<\/li>\n<\/ul>\n<\/blockquote>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sistem kelulusan menggunakan sistem gugur bertahap, sehingga peserta yang tidak lolos di satu tahapan otomatis tidak bisa melanjutkan ke proses berikutnya. Informasi selengkapnya mengenai regulasi dan tata cara pendaftaran dapat diakses melalui portal resmi PPG Kemendikdasmen.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      <\/p>\n","post_title":"Pemerintah Resmi Buka Pendaftaran Seleksi PPG Calon Guru 2026","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pemerintah-resmi-buka-pendaftaran-seleksi-ppg-calon-guru-2026","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:51","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:51","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=679","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":671,"post_author":"3","post_date":"2026-06-30 21:03:34","post_date_gmt":"2026-06-30 13:03:34","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      YOGYAKARTA<\/strong> \u2013 Asosiasi Perguruan Tinggi Katolik (APTIK) menyampaikan Pernyataan Moral bertajuk \"Merawat Demokrasi, Meneguhkan Keadilan, Memelihara Harapan\"<\/strong> sebagai bentuk kepedulian terhadap dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pernyataan yang ditandatangani di Yogyakarta, 29 Juni 2026, oleh Ketua APTIK, Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para pimpinan 28 perguruan tinggi anggota APTIK itu menegaskan bahwa Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 merupakan fondasi utama dalam membangun Indonesia yang menjunjung tinggi martabat manusia, keadilan sosial, demokrasi, persatuan, dan penghormatan terhadap keberagaman.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK menilai Indonesia telah mencatat berbagai kemajuan, namun juga menghadapi tantangan baru akibat ketidakpastian ekonomi global, perubahan geopolitik, perkembangan teknologi digital, serta dinamika politik dan sosial yang semakin kompleks. Kondisi tersebut dinilai memerlukan kejernihan berpikir, kedewasaan dalam berdemokrasi, serta keberanian moral dari seluruh elemen bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai bagian dari komunitas akademik, APTIK menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab mengembangkan ilmu pengetahuan, tetapi juga menjadi penjaga nurani bangsa melalui refleksi moral, pembentukan karakter, pengembangan budaya dialog, serta perjuangan menegakkan kebenaran demi terwujudnya Indonesia yang lebih adil, demokratis, dan bermartabat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pernyataannya, APTIK menyoroti sejumlah tantangan yang dihadapi demokrasi Indonesia. Di antaranya pentingnya perlindungan terhadap kebebasan sipil, termasuk kebebasan berpendapat, kebebasan akademik, kebebasan pers, kebebasan berserikat, dan kebebasan berekspresi sebagai pilar utama demokrasi. Kritik dan perbedaan pandangan yang disampaikan secara bertanggung jawab dinilai harus dipandang sebagai bentuk partisipasi warga negara dalam membangun kehidupan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK juga mengingatkan agar penyelenggaraan negara selalu berorientasi pada kepentingan umum melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan adil. Pengisian jabatan publik, menurut APTIK, harus didasarkan pada kompetensi, integritas, meritokrasi, dan rekam jejak agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga serta negara tidak dikuasai kepentingan kelompok tertentu.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, APTIK menegaskan pentingnya menjaga kekuatan dan integritas lembaga-lembaga negara, independensi penegak hukum, kebebasan pers, masyarakat sipil, serta dunia akademik sebagai fondasi demokrasi yang sehat. Organisasi ini juga menekankan perlunya penghormatan terhadap supremasi sipil dengan memastikan keterlibatan institusi keamanan tetap berada dalam koridor konstitusi, profesionalisme, dan akuntabilitas publik.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Di bidang teknologi, APTIK menilai perkembangan digital dan kecerdasan artifisial membawa peluang besar sekaligus tantangan etis. Penyebaran disinformasi, manipulasi opini publik, eksploitasi data pribadi, dan polarisasi sosial perlu diantisipasi agar teknologi tetap digunakan untuk menghormati martabat manusia, melayani kebenaran, serta mendorong kemajuan ilmu pengetahuan dan kepentingan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK juga menekankan bahwa demokrasi membutuhkan kepemimpinan yang berintegritas, jujur, rendah hati, berani mendengarkan, serta mengutamakan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok. Di sisi lain, pembangunan ekonomi diharapkan mampu menghadirkan kesejahteraan yang lebih merata dengan memperhatikan kelompok rentan, mengurangi kesenjangan sosial, serta memperluas kesempatan bagi generasi muda.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Dalam pernyataan tersebut, APTIK kembali menegaskan peran strategis perguruan tinggi sebagai penjaga nurani bangsa. Selain menghasilkan lulusan yang kompeten, perguruan tinggi dipandang sebagai ruang pembentukan karakter, pengembangan kebijaksanaan, dan pencarian kebenaran. Karena itu, kebebasan akademik harus dijaga sebagai syarat berkembangnya ilmu pengetahuan sekaligus penopang kehidupan demokrasi yang sehat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK mendorong seluruh perguruan tinggi untuk memperkuat budaya berpikir kritis yang disertai tanggung jawab moral, mengembangkan dialog yang menghargai perbedaan, meningkatkan literasi digital, serta membentuk generasi muda yang berintegritas, peduli terhadap sesama, dan memiliki komitmen terhadap kebaikan bersama. Dunia akademik juga diharapkan tetap menjaga independensi dan terbebas dari berbagai bentuk tekanan yang dapat mengganggu integritas ilmiah.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai komitmen bersama bagi masa depan Indonesia, APTIK mengajak seluruh penyelenggara negara menerapkan tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, berbasis meritokrasi, dan berpihak kepada kepentingan rakyat. Organisasi ini juga mengajak lembaga negara dan aparat penegak hukum menjaga integritas, profesionalisme, serta independensi dalam menjalankan tugasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      APTIK turut mengajak masyarakat sipil, media, organisasi kemasyarakatan, komunitas keagamaan, dan dunia usaha untuk terus membangun budaya dialog, menghormati keberagaman, serta menolak segala bentuk kekerasan, ujaran kebencian, dan penyebaran informasi yang menyesatkan. Perguruan tinggi di seluruh Indonesia juga didorong memperkuat pendidikan demokrasi, etika publik, literasi digital, dan pembentukan karakter.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Secara khusus, APTIK mengajak generasi muda agar tidak kehilangan harapan dan terus mengambil bagian aktif dalam kehidupan demokrasi dengan menjunjung tinggi integritas, mengembangkan ilmu pengetahuan, merawat persaudaraan, serta mengedepankan semangat pelayanan dan tanggung jawab.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menutup pernyataannya, APTIK menegaskan bahwa harapan merupakan kekuatan yang menjaga bangsa tetap melangkah menghadapi berbagai tantangan. Indonesia, menurut APTIK, membutuhkan semakin banyak kepercayaan, dialog, dan kebijaksanaan dalam menggunakan kewenangan demi kesejahteraan seluruh rakyat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Sebagai komunitas perguruan tinggi Katolik, APTIK menyatakan komitmennya untuk terus menghadirkan pendidikan yang membebaskan, mengembangkan ilmu pengetahuan yang berpihak pada martabat manusia, serta memperkuat pengabdian kepada masyarakat demi terwujudnya keadilan, persaudaraan, dan kebaikan bersama.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Pernyataan moral tersebut ditandatangani Ketua APTIK Johanes Eka Priyatma, Ph.D., bersama para rektor dan pimpinan 28 perguruan tinggi Katolik yang tergabung dalam APTIK dari berbagai wilayah di Indonesia. ***<\/p>\n","post_title":"APTIK Serukan Penguatan Demokrasi, Keadilan, dan Harapan bagi Masa Depan Indonesia","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"aptik-serukan-penguatan-demokrasi-keadilan-dan-harapan-bagi-masa-depan-indonesia","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-07-19 21:14:59","post_modified_gmt":"2026-07-19 13:14:59","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=671","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":664,"post_author":"3","post_date":"2026-06-28 16:42:57","post_date_gmt":"2026-06-28 08:42:57","post_content":"\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      JAKARTA, PROBACA.COM<\/strong> \u2013 Presiden Prabowo Subianto mendorong perguruan tinggi di Indonesia menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan, inovasi, dan solusi untuk menghadapi tantangan global akibat pesatnya perkembangan sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Hal itu disampaikan Presiden saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, Minggu (28\/6\/2026).<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Menurut Presiden, kampus harus menjadi ruang yang bebas untuk mengembangkan gagasan, penelitian, dan inovasi demi kemajuan bangsa.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Universitas adalah tempat di mana gagasan, pandangan, filosofi, dan inovasi diadu. Di situlah ada kebebasan akademik,\" ujar Prabowo.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Presiden juga meminta perguruan tinggi menghasilkan riset dan teknologi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai lembaga pendidikan,\" tegasnya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Selain itu, Prabowo menilai kerja sama antara pemerintah dan kalangan akademisi perlu diperkuat agar kebijakan pembangunan didukung oleh kajian ilmiah. Bahkan, ia membuka peluang untuk menggelar pertemuan rutin dengan para akademisi.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      \"Kalau perlu tiap bulan kita bertemu. Saya butuh berdiskusi dengan orang-orang pintar,\" katanya.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Presiden juga mengingatkan bahwa perkembangan sains dan teknologi membuat dunia semakin saling terhubung. Menurutnya, peristiwa yang terjadi di belahan dunia lain kini dapat berdampak langsung terhadap Indonesia, sehingga penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi menjadi kunci menghadapi dinamika global.<\/p>\n\n\n\n

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Penutupan KSTI 2026 sekaligus menegaskan komitmen pemerintah memperkuat kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri untuk membangun ekosistem sains dan teknologi yang inovatif, berdaya saing, serta mendukung terwujudnya Indonesia maju.<\/p>\n","post_title":"Presiden Prabowo Dorong Kampus Jadi Pusat Inovasi dan Pengembangan Sains","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"presiden-prabowo-dorong-kampus-jadi-pusat-inovasi-dan-pengembangan-sains","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-28 16:42:58","post_modified_gmt":"2026-06-28 08:42:58","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=664","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":12},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Laman 12 of 13 1 … 11 12 13

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Edukasi

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Berisi informasi, tips, dan wawasan edukatif yang dikemas ringan untuk menambah pengetahuan sehari-hari.

                                                                                                                                                                                                                                                                                      Laman 12 of 13 1 … 11 12 13