\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13

BERITA TERBARU

\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13

BERITA TERBARU

\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13

BERITA TERBARU

\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13

BERITA TERBARU

\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13

BERITA TERBARU

\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13

BERITA TERBARU

\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13

BERITA TERBARU

\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13

BERITA TERBARU

\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13

BERITA TERBARU

\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13

BERITA TERBARU

\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13

BERITA TERBARU

\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13

BERITA TERBARU

\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13

BERITA TERBARU

\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13

BERITA TERBARU

\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13

BERITA TERBARU

\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13

BERITA TERBARU

\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13

BERITA TERBARU

\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13

BERITA TERBARU

\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13

BERITA TERBARU

\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Dengan skema ini, eksportir tetap dapat melakukan ekspor SDA secara langsung, namun dokumen administrasinya tercatat atas nama \u201cPerusahaan QQ BUMN Ekspor\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Pemerintah akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama implementasi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan tahapan berikutnya, termasuk kesiapan penerapan skema QQ (Qualitate Qua) PT DSI selaku BUMN ekspor.<\/p>\n\n\n\n

Dengan skema ini, eksportir tetap dapat melakukan ekspor SDA secara langsung, namun dokumen administrasinya tercatat atas nama \u201cPerusahaan QQ BUMN Ekspor\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Selain itu, kewajiban perizinan dan pembayaran ekspor seperti bea keluar, PNBP SDA, dan pungutan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama implementasi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan tahapan berikutnya, termasuk kesiapan penerapan skema QQ (Qualitate Qua) PT DSI selaku BUMN ekspor.<\/p>\n\n\n\n

Dengan skema ini, eksportir tetap dapat melakukan ekspor SDA secara langsung, namun dokumen administrasinya tercatat atas nama \u201cPerusahaan QQ BUMN Ekspor\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Dokumen ekspor seperti Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dokumen pelengkap pabean, hingga dokumen transaksi masih menggunakan nama perusahaan eksportir. Pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA serta pelaporan devisa hasil ekspor SDA (DHE SDA) melalui sistem SIMODIS juga tetap dilakukan oleh perusahaan dan dilaporkan kepada PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kewajiban perizinan dan pembayaran ekspor seperti bea keluar, PNBP SDA, dan pungutan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama implementasi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan tahapan berikutnya, termasuk kesiapan penerapan skema QQ (Qualitate Qua) PT DSI selaku BUMN ekspor.<\/p>\n\n\n\n

Dengan skema ini, eksportir tetap dapat melakukan ekspor SDA secara langsung, namun dokumen administrasinya tercatat atas nama \u201cPerusahaan QQ BUMN Ekspor\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Tahap pertama merupakan masa transisi yang berlangsung mulai 1 Juni 2026 hingga paling lambat 31 Desember 2026. Dalam tahap ini, perusahaan eksportir tetap dapat melakukan kegiatan ekspor seperti biasa. Namun, eksportir wajib menyampaikan laporan kepada PT DSI secara elektronik melalui sistem layanan ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.<\/p>\n\n\n\n

Dokumen ekspor seperti Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dokumen pelengkap pabean, hingga dokumen transaksi masih menggunakan nama perusahaan eksportir. Pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA serta pelaporan devisa hasil ekspor SDA (DHE SDA) melalui sistem SIMODIS juga tetap dilakukan oleh perusahaan dan dilaporkan kepada PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kewajiban perizinan dan pembayaran ekspor seperti bea keluar, PNBP SDA, dan pungutan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama implementasi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan tahapan berikutnya, termasuk kesiapan penerapan skema QQ (Qualitate Qua) PT DSI selaku BUMN ekspor.<\/p>\n\n\n\n

Dengan skema ini, eksportir tetap dapat melakukan ekspor SDA secara langsung, namun dokumen administrasinya tercatat atas nama \u201cPerusahaan QQ BUMN Ekspor\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Implementasi kebijakan dibagi dalam dua tahap. Airlangga mengatakan pemerintah memberikan masa transisi agar para pelaku usaha memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian terhadap sistem baru tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Tahap pertama merupakan masa transisi yang berlangsung mulai 1 Juni 2026 hingga paling lambat 31 Desember 2026. Dalam tahap ini, perusahaan eksportir tetap dapat melakukan kegiatan ekspor seperti biasa. Namun, eksportir wajib menyampaikan laporan kepada PT DSI secara elektronik melalui sistem layanan ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.<\/p>\n\n\n\n

Dokumen ekspor seperti Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dokumen pelengkap pabean, hingga dokumen transaksi masih menggunakan nama perusahaan eksportir. Pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA serta pelaporan devisa hasil ekspor SDA (DHE SDA) melalui sistem SIMODIS juga tetap dilakukan oleh perusahaan dan dilaporkan kepada PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kewajiban perizinan dan pembayaran ekspor seperti bea keluar, PNBP SDA, dan pungutan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama implementasi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan tahapan berikutnya, termasuk kesiapan penerapan skema QQ (Qualitate Qua) PT DSI selaku BUMN ekspor.<\/p>\n\n\n\n

Dengan skema ini, eksportir tetap dapat melakukan ekspor SDA secara langsung, namun dokumen administrasinya tercatat atas nama \u201cPerusahaan QQ BUMN Ekspor\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Ia menegaskan kebijakan ekspor satu pintu diterapkan untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor nasional, termasuk memastikan kualitas dan validitas data ekspor berjalan lebih baik. \u201cPengaturan ini memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Implementasi kebijakan dibagi dalam dua tahap. Airlangga mengatakan pemerintah memberikan masa transisi agar para pelaku usaha memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian terhadap sistem baru tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Tahap pertama merupakan masa transisi yang berlangsung mulai 1 Juni 2026 hingga paling lambat 31 Desember 2026. Dalam tahap ini, perusahaan eksportir tetap dapat melakukan kegiatan ekspor seperti biasa. Namun, eksportir wajib menyampaikan laporan kepada PT DSI secara elektronik melalui sistem layanan ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.<\/p>\n\n\n\n

Dokumen ekspor seperti Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dokumen pelengkap pabean, hingga dokumen transaksi masih menggunakan nama perusahaan eksportir. Pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA serta pelaporan devisa hasil ekspor SDA (DHE SDA) melalui sistem SIMODIS juga tetap dilakukan oleh perusahaan dan dilaporkan kepada PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kewajiban perizinan dan pembayaran ekspor seperti bea keluar, PNBP SDA, dan pungutan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama implementasi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan tahapan berikutnya, termasuk kesiapan penerapan skema QQ (Qualitate Qua) PT DSI selaku BUMN ekspor.<\/p>\n\n\n\n

Dengan skema ini, eksportir tetap dapat melakukan ekspor SDA secara langsung, namun dokumen administrasinya tercatat atas nama \u201cPerusahaan QQ BUMN Ekspor\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

\u201cPelaksanaan ini pada tahap awal akan dimulai dengan tiga komoditas strategis yang juga merupakan tiga ekspor terbesar kita, yaitu batu bara, kelapa sawit, dan feroalloy,\u201d ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31\/5).<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan kebijakan ekspor satu pintu diterapkan untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor nasional, termasuk memastikan kualitas dan validitas data ekspor berjalan lebih baik. \u201cPengaturan ini memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Implementasi kebijakan dibagi dalam dua tahap. Airlangga mengatakan pemerintah memberikan masa transisi agar para pelaku usaha memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian terhadap sistem baru tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Tahap pertama merupakan masa transisi yang berlangsung mulai 1 Juni 2026 hingga paling lambat 31 Desember 2026. Dalam tahap ini, perusahaan eksportir tetap dapat melakukan kegiatan ekspor seperti biasa. Namun, eksportir wajib menyampaikan laporan kepada PT DSI secara elektronik melalui sistem layanan ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.<\/p>\n\n\n\n

Dokumen ekspor seperti Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dokumen pelengkap pabean, hingga dokumen transaksi masih menggunakan nama perusahaan eksportir. Pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA serta pelaporan devisa hasil ekspor SDA (DHE SDA) melalui sistem SIMODIS juga tetap dilakukan oleh perusahaan dan dilaporkan kepada PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kewajiban perizinan dan pembayaran ekspor seperti bea keluar, PNBP SDA, dan pungutan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama implementasi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan tahapan berikutnya, termasuk kesiapan penerapan skema QQ (Qualitate Qua) PT DSI selaku BUMN ekspor.<\/p>\n\n\n\n

Dengan skema ini, eksportir tetap dapat melakukan ekspor SDA secara langsung, namun dokumen administrasinya tercatat atas nama \u201cPerusahaan QQ BUMN Ekspor\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ekspor ketiga komoditas tersebut akan dilakukan melalui BUMN khusus ekspor bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPelaksanaan ini pada tahap awal akan dimulai dengan tiga komoditas strategis yang juga merupakan tiga ekspor terbesar kita, yaitu batu bara, kelapa sawit, dan feroalloy,\u201d ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31\/5).<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan kebijakan ekspor satu pintu diterapkan untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor nasional, termasuk memastikan kualitas dan validitas data ekspor berjalan lebih baik. \u201cPengaturan ini memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Implementasi kebijakan dibagi dalam dua tahap. Airlangga mengatakan pemerintah memberikan masa transisi agar para pelaku usaha memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian terhadap sistem baru tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Tahap pertama merupakan masa transisi yang berlangsung mulai 1 Juni 2026 hingga paling lambat 31 Desember 2026. Dalam tahap ini, perusahaan eksportir tetap dapat melakukan kegiatan ekspor seperti biasa. Namun, eksportir wajib menyampaikan laporan kepada PT DSI secara elektronik melalui sistem layanan ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.<\/p>\n\n\n\n

Dokumen ekspor seperti Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dokumen pelengkap pabean, hingga dokumen transaksi masih menggunakan nama perusahaan eksportir. Pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA serta pelaporan devisa hasil ekspor SDA (DHE SDA) melalui sistem SIMODIS juga tetap dilakukan oleh perusahaan dan dilaporkan kepada PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kewajiban perizinan dan pembayaran ekspor seperti bea keluar, PNBP SDA, dan pungutan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama implementasi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan tahapan berikutnya, termasuk kesiapan penerapan skema QQ (Qualitate Qua) PT DSI selaku BUMN ekspor.<\/p>\n\n\n\n

Dengan skema ini, eksportir tetap dapat melakukan ekspor SDA secara langsung, namun dokumen administrasinya tercatat atas nama \u201cPerusahaan QQ BUMN Ekspor\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

PROBACA.COM \u2014 Pemerintah mulai mengimplementasikan mekanisme ekspor satu pintu untuk komoditas sumber daya alam (SDA) strategis melalui badan usaha milik negara (BUMN) pada 1 Juni 2026. Pada tahap awal, kebijakan ini mencakup tiga komoditas ekspor utama Indonesia, yakni batu bara, kelapa sawit, dan fero alloy (paduan besi).<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ekspor ketiga komoditas tersebut akan dilakukan melalui BUMN khusus ekspor bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPelaksanaan ini pada tahap awal akan dimulai dengan tiga komoditas strategis yang juga merupakan tiga ekspor terbesar kita, yaitu batu bara, kelapa sawit, dan feroalloy,\u201d ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31\/5).<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan kebijakan ekspor satu pintu diterapkan untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor nasional, termasuk memastikan kualitas dan validitas data ekspor berjalan lebih baik. \u201cPengaturan ini memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Implementasi kebijakan dibagi dalam dua tahap. Airlangga mengatakan pemerintah memberikan masa transisi agar para pelaku usaha memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian terhadap sistem baru tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Tahap pertama merupakan masa transisi yang berlangsung mulai 1 Juni 2026 hingga paling lambat 31 Desember 2026. Dalam tahap ini, perusahaan eksportir tetap dapat melakukan kegiatan ekspor seperti biasa. Namun, eksportir wajib menyampaikan laporan kepada PT DSI secara elektronik melalui sistem layanan ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.<\/p>\n\n\n\n

Dokumen ekspor seperti Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dokumen pelengkap pabean, hingga dokumen transaksi masih menggunakan nama perusahaan eksportir. Pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA serta pelaporan devisa hasil ekspor SDA (DHE SDA) melalui sistem SIMODIS juga tetap dilakukan oleh perusahaan dan dilaporkan kepada PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kewajiban perizinan dan pembayaran ekspor seperti bea keluar, PNBP SDA, dan pungutan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama implementasi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan tahapan berikutnya, termasuk kesiapan penerapan skema QQ (Qualitate Qua) PT DSI selaku BUMN ekspor.<\/p>\n\n\n\n

Dengan skema ini, eksportir tetap dapat melakukan ekspor SDA secara langsung, namun dokumen administrasinya tercatat atas nama \u201cPerusahaan QQ BUMN Ekspor\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Langkah ini juga sejalan dengan budaya kerja RAMAH (Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis) yang diusung Kemendikdasmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif. Transformasi menuju Pemerintah Digital (PemDI) menuntut sinergi antara pusat dan daerah dalam memperkuat literasi data di tingkat satuan pendidikan guna mewujudkan visi \"Pendidikan Bermutu untuk Semua\". ***<\/p>\n","post_title":"Daftar Daerah Penerima Penghargaan Validasi Terbaik dari Kemendikdasmen","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"daftar-daerah-penerima-penghargaan-validasi-terbaik-dari-kemendikdasmen","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 14:08:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 06:08:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=476","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":463,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 00:51:21","post_date_gmt":"2026-05-31 16:51:21","post_content":"\n

PROBACA.COM \u2014 Pemerintah mulai mengimplementasikan mekanisme ekspor satu pintu untuk komoditas sumber daya alam (SDA) strategis melalui badan usaha milik negara (BUMN) pada 1 Juni 2026. Pada tahap awal, kebijakan ini mencakup tiga komoditas ekspor utama Indonesia, yakni batu bara, kelapa sawit, dan fero alloy (paduan besi).<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ekspor ketiga komoditas tersebut akan dilakukan melalui BUMN khusus ekspor bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPelaksanaan ini pada tahap awal akan dimulai dengan tiga komoditas strategis yang juga merupakan tiga ekspor terbesar kita, yaitu batu bara, kelapa sawit, dan feroalloy,\u201d ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31\/5).<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan kebijakan ekspor satu pintu diterapkan untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor nasional, termasuk memastikan kualitas dan validitas data ekspor berjalan lebih baik. \u201cPengaturan ini memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Implementasi kebijakan dibagi dalam dua tahap. Airlangga mengatakan pemerintah memberikan masa transisi agar para pelaku usaha memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian terhadap sistem baru tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Tahap pertama merupakan masa transisi yang berlangsung mulai 1 Juni 2026 hingga paling lambat 31 Desember 2026. Dalam tahap ini, perusahaan eksportir tetap dapat melakukan kegiatan ekspor seperti biasa. Namun, eksportir wajib menyampaikan laporan kepada PT DSI secara elektronik melalui sistem layanan ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.<\/p>\n\n\n\n

Dokumen ekspor seperti Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dokumen pelengkap pabean, hingga dokumen transaksi masih menggunakan nama perusahaan eksportir. Pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA serta pelaporan devisa hasil ekspor SDA (DHE SDA) melalui sistem SIMODIS juga tetap dilakukan oleh perusahaan dan dilaporkan kepada PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kewajiban perizinan dan pembayaran ekspor seperti bea keluar, PNBP SDA, dan pungutan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama implementasi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan tahapan berikutnya, termasuk kesiapan penerapan skema QQ (Qualitate Qua) PT DSI selaku BUMN ekspor.<\/p>\n\n\n\n

Dengan skema ini, eksportir tetap dapat melakukan ekspor SDA secara langsung, namun dokumen administrasinya tercatat atas nama \u201cPerusahaan QQ BUMN Ekspor\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

\u201cDengan data yang presisi, kita dapat meminimalkan inefisiensi akses dan memastikan bantuan pemerintah, seperti Dana BOS melalui ARKAS, tersalurkan secara transparan dan akuntabel,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini juga sejalan dengan budaya kerja RAMAH (Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis) yang diusung Kemendikdasmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif. Transformasi menuju Pemerintah Digital (PemDI) menuntut sinergi antara pusat dan daerah dalam memperkuat literasi data di tingkat satuan pendidikan guna mewujudkan visi \"Pendidikan Bermutu untuk Semua\". ***<\/p>\n","post_title":"Daftar Daerah Penerima Penghargaan Validasi Terbaik dari Kemendikdasmen","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"daftar-daerah-penerima-penghargaan-validasi-terbaik-dari-kemendikdasmen","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 14:08:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 06:08:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=476","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":463,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 00:51:21","post_date_gmt":"2026-05-31 16:51:21","post_content":"\n

PROBACA.COM \u2014 Pemerintah mulai mengimplementasikan mekanisme ekspor satu pintu untuk komoditas sumber daya alam (SDA) strategis melalui badan usaha milik negara (BUMN) pada 1 Juni 2026. Pada tahap awal, kebijakan ini mencakup tiga komoditas ekspor utama Indonesia, yakni batu bara, kelapa sawit, dan fero alloy (paduan besi).<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ekspor ketiga komoditas tersebut akan dilakukan melalui BUMN khusus ekspor bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPelaksanaan ini pada tahap awal akan dimulai dengan tiga komoditas strategis yang juga merupakan tiga ekspor terbesar kita, yaitu batu bara, kelapa sawit, dan feroalloy,\u201d ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31\/5).<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan kebijakan ekspor satu pintu diterapkan untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor nasional, termasuk memastikan kualitas dan validitas data ekspor berjalan lebih baik. \u201cPengaturan ini memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Implementasi kebijakan dibagi dalam dua tahap. Airlangga mengatakan pemerintah memberikan masa transisi agar para pelaku usaha memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian terhadap sistem baru tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Tahap pertama merupakan masa transisi yang berlangsung mulai 1 Juni 2026 hingga paling lambat 31 Desember 2026. Dalam tahap ini, perusahaan eksportir tetap dapat melakukan kegiatan ekspor seperti biasa. Namun, eksportir wajib menyampaikan laporan kepada PT DSI secara elektronik melalui sistem layanan ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.<\/p>\n\n\n\n

Dokumen ekspor seperti Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dokumen pelengkap pabean, hingga dokumen transaksi masih menggunakan nama perusahaan eksportir. Pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA serta pelaporan devisa hasil ekspor SDA (DHE SDA) melalui sistem SIMODIS juga tetap dilakukan oleh perusahaan dan dilaporkan kepada PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kewajiban perizinan dan pembayaran ekspor seperti bea keluar, PNBP SDA, dan pungutan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama implementasi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan tahapan berikutnya, termasuk kesiapan penerapan skema QQ (Qualitate Qua) PT DSI selaku BUMN ekspor.<\/p>\n\n\n\n

Dengan skema ini, eksportir tetap dapat melakukan ekspor SDA secara langsung, namun dokumen administrasinya tercatat atas nama \u201cPerusahaan QQ BUMN Ekspor\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Wibowo juga menambahkan bahwa pencapaian daerah-daerah ini diharapkan dapat memicu partisipasi semesta dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas data Dapodik secara konsisten.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan data yang presisi, kita dapat meminimalkan inefisiensi akses dan memastikan bantuan pemerintah, seperti Dana BOS melalui ARKAS, tersalurkan secara transparan dan akuntabel,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini juga sejalan dengan budaya kerja RAMAH (Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis) yang diusung Kemendikdasmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif. Transformasi menuju Pemerintah Digital (PemDI) menuntut sinergi antara pusat dan daerah dalam memperkuat literasi data di tingkat satuan pendidikan guna mewujudkan visi \"Pendidikan Bermutu untuk Semua\". ***<\/p>\n","post_title":"Daftar Daerah Penerima Penghargaan Validasi Terbaik dari Kemendikdasmen","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"daftar-daerah-penerima-penghargaan-validasi-terbaik-dari-kemendikdasmen","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 14:08:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 06:08:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=476","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":463,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 00:51:21","post_date_gmt":"2026-05-31 16:51:21","post_content":"\n

PROBACA.COM \u2014 Pemerintah mulai mengimplementasikan mekanisme ekspor satu pintu untuk komoditas sumber daya alam (SDA) strategis melalui badan usaha milik negara (BUMN) pada 1 Juni 2026. Pada tahap awal, kebijakan ini mencakup tiga komoditas ekspor utama Indonesia, yakni batu bara, kelapa sawit, dan fero alloy (paduan besi).<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ekspor ketiga komoditas tersebut akan dilakukan melalui BUMN khusus ekspor bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPelaksanaan ini pada tahap awal akan dimulai dengan tiga komoditas strategis yang juga merupakan tiga ekspor terbesar kita, yaitu batu bara, kelapa sawit, dan feroalloy,\u201d ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31\/5).<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan kebijakan ekspor satu pintu diterapkan untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor nasional, termasuk memastikan kualitas dan validitas data ekspor berjalan lebih baik. \u201cPengaturan ini memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Implementasi kebijakan dibagi dalam dua tahap. Airlangga mengatakan pemerintah memberikan masa transisi agar para pelaku usaha memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian terhadap sistem baru tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Tahap pertama merupakan masa transisi yang berlangsung mulai 1 Juni 2026 hingga paling lambat 31 Desember 2026. Dalam tahap ini, perusahaan eksportir tetap dapat melakukan kegiatan ekspor seperti biasa. Namun, eksportir wajib menyampaikan laporan kepada PT DSI secara elektronik melalui sistem layanan ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.<\/p>\n\n\n\n

Dokumen ekspor seperti Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dokumen pelengkap pabean, hingga dokumen transaksi masih menggunakan nama perusahaan eksportir. Pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA serta pelaporan devisa hasil ekspor SDA (DHE SDA) melalui sistem SIMODIS juga tetap dilakukan oleh perusahaan dan dilaporkan kepada PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kewajiban perizinan dan pembayaran ekspor seperti bea keluar, PNBP SDA, dan pungutan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama implementasi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan tahapan berikutnya, termasuk kesiapan penerapan skema QQ (Qualitate Qua) PT DSI selaku BUMN ekspor.<\/p>\n\n\n\n

Dengan skema ini, eksportir tetap dapat melakukan ekspor SDA secara langsung, namun dokumen administrasinya tercatat atas nama \u201cPerusahaan QQ BUMN Ekspor\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

\u201cRendahnya residu data mencerminkan integritas Satu Data Pendidikan di tingkat daerah. Data yang valid bukan sekadar angka administratif, melainkan prasyarat utama agar seluruh layanan digital, termasuk fitur-fitur dalam Super Aplikasi Rumah Pendidikan dapat berjalan andal dan responsif dalam melayani masyarakat,\u201d ujar Wibowo di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

Wibowo juga menambahkan bahwa pencapaian daerah-daerah ini diharapkan dapat memicu partisipasi semesta dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas data Dapodik secara konsisten.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan data yang presisi, kita dapat meminimalkan inefisiensi akses dan memastikan bantuan pemerintah, seperti Dana BOS melalui ARKAS, tersalurkan secara transparan dan akuntabel,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini juga sejalan dengan budaya kerja RAMAH (Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis) yang diusung Kemendikdasmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif. Transformasi menuju Pemerintah Digital (PemDI) menuntut sinergi antara pusat dan daerah dalam memperkuat literasi data di tingkat satuan pendidikan guna mewujudkan visi \"Pendidikan Bermutu untuk Semua\". ***<\/p>\n","post_title":"Daftar Daerah Penerima Penghargaan Validasi Terbaik dari Kemendikdasmen","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"daftar-daerah-penerima-penghargaan-validasi-terbaik-dari-kemendikdasmen","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 14:08:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 06:08:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=476","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":463,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 00:51:21","post_date_gmt":"2026-05-31 16:51:21","post_content":"\n

PROBACA.COM \u2014 Pemerintah mulai mengimplementasikan mekanisme ekspor satu pintu untuk komoditas sumber daya alam (SDA) strategis melalui badan usaha milik negara (BUMN) pada 1 Juni 2026. Pada tahap awal, kebijakan ini mencakup tiga komoditas ekspor utama Indonesia, yakni batu bara, kelapa sawit, dan fero alloy (paduan besi).<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ekspor ketiga komoditas tersebut akan dilakukan melalui BUMN khusus ekspor bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPelaksanaan ini pada tahap awal akan dimulai dengan tiga komoditas strategis yang juga merupakan tiga ekspor terbesar kita, yaitu batu bara, kelapa sawit, dan feroalloy,\u201d ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31\/5).<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan kebijakan ekspor satu pintu diterapkan untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor nasional, termasuk memastikan kualitas dan validitas data ekspor berjalan lebih baik. \u201cPengaturan ini memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Implementasi kebijakan dibagi dalam dua tahap. Airlangga mengatakan pemerintah memberikan masa transisi agar para pelaku usaha memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian terhadap sistem baru tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Tahap pertama merupakan masa transisi yang berlangsung mulai 1 Juni 2026 hingga paling lambat 31 Desember 2026. Dalam tahap ini, perusahaan eksportir tetap dapat melakukan kegiatan ekspor seperti biasa. Namun, eksportir wajib menyampaikan laporan kepada PT DSI secara elektronik melalui sistem layanan ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.<\/p>\n\n\n\n

Dokumen ekspor seperti Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dokumen pelengkap pabean, hingga dokumen transaksi masih menggunakan nama perusahaan eksportir. Pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA serta pelaporan devisa hasil ekspor SDA (DHE SDA) melalui sistem SIMODIS juga tetap dilakukan oleh perusahaan dan dilaporkan kepada PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kewajiban perizinan dan pembayaran ekspor seperti bea keluar, PNBP SDA, dan pungutan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama implementasi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan tahapan berikutnya, termasuk kesiapan penerapan skema QQ (Qualitate Qua) PT DSI selaku BUMN ekspor.<\/p>\n\n\n\n

Dengan skema ini, eksportir tetap dapat melakukan ekspor SDA secara langsung, namun dokumen administrasinya tercatat atas nama \u201cPerusahaan QQ BUMN Ekspor\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menegaskan bahwa validitas data adalah kunci utama dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran, adaptif, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cRendahnya residu data mencerminkan integritas Satu Data Pendidikan di tingkat daerah. Data yang valid bukan sekadar angka administratif, melainkan prasyarat utama agar seluruh layanan digital, termasuk fitur-fitur dalam Super Aplikasi Rumah Pendidikan dapat berjalan andal dan responsif dalam melayani masyarakat,\u201d ujar Wibowo di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

Wibowo juga menambahkan bahwa pencapaian daerah-daerah ini diharapkan dapat memicu partisipasi semesta dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas data Dapodik secara konsisten.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan data yang presisi, kita dapat meminimalkan inefisiensi akses dan memastikan bantuan pemerintah, seperti Dana BOS melalui ARKAS, tersalurkan secara transparan dan akuntabel,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini juga sejalan dengan budaya kerja RAMAH (Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis) yang diusung Kemendikdasmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif. Transformasi menuju Pemerintah Digital (PemDI) menuntut sinergi antara pusat dan daerah dalam memperkuat literasi data di tingkat satuan pendidikan guna mewujudkan visi \"Pendidikan Bermutu untuk Semua\". ***<\/p>\n","post_title":"Daftar Daerah Penerima Penghargaan Validasi Terbaik dari Kemendikdasmen","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"daftar-daerah-penerima-penghargaan-validasi-terbaik-dari-kemendikdasmen","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 14:08:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 06:08:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=476","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":463,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 00:51:21","post_date_gmt":"2026-05-31 16:51:21","post_content":"\n

PROBACA.COM \u2014 Pemerintah mulai mengimplementasikan mekanisme ekspor satu pintu untuk komoditas sumber daya alam (SDA) strategis melalui badan usaha milik negara (BUMN) pada 1 Juni 2026. Pada tahap awal, kebijakan ini mencakup tiga komoditas ekspor utama Indonesia, yakni batu bara, kelapa sawit, dan fero alloy (paduan besi).<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ekspor ketiga komoditas tersebut akan dilakukan melalui BUMN khusus ekspor bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPelaksanaan ini pada tahap awal akan dimulai dengan tiga komoditas strategis yang juga merupakan tiga ekspor terbesar kita, yaitu batu bara, kelapa sawit, dan feroalloy,\u201d ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31\/5).<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan kebijakan ekspor satu pintu diterapkan untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor nasional, termasuk memastikan kualitas dan validitas data ekspor berjalan lebih baik. \u201cPengaturan ini memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Implementasi kebijakan dibagi dalam dua tahap. Airlangga mengatakan pemerintah memberikan masa transisi agar para pelaku usaha memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian terhadap sistem baru tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Tahap pertama merupakan masa transisi yang berlangsung mulai 1 Juni 2026 hingga paling lambat 31 Desember 2026. Dalam tahap ini, perusahaan eksportir tetap dapat melakukan kegiatan ekspor seperti biasa. Namun, eksportir wajib menyampaikan laporan kepada PT DSI secara elektronik melalui sistem layanan ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.<\/p>\n\n\n\n

Dokumen ekspor seperti Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dokumen pelengkap pabean, hingga dokumen transaksi masih menggunakan nama perusahaan eksportir. Pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA serta pelaporan devisa hasil ekspor SDA (DHE SDA) melalui sistem SIMODIS juga tetap dilakukan oleh perusahaan dan dilaporkan kepada PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kewajiban perizinan dan pembayaran ekspor seperti bea keluar, PNBP SDA, dan pungutan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama implementasi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan tahapan berikutnya, termasuk kesiapan penerapan skema QQ (Qualitate Qua) PT DSI selaku BUMN ekspor.<\/p>\n\n\n\n

Dengan skema ini, eksportir tetap dapat melakukan ekspor SDA secara langsung, namun dokumen administrasinya tercatat atas nama \u201cPerusahaan QQ BUMN Ekspor\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Penghargaan itu diberikan pada rangkaian perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 yang diserahkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, bertempat di Gedung A Plaza Insan Berprestasi Kemendikdasmen, Jakarta, Senin malam (25\/05\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menegaskan bahwa validitas data adalah kunci utama dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran, adaptif, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cRendahnya residu data mencerminkan integritas Satu Data Pendidikan di tingkat daerah. Data yang valid bukan sekadar angka administratif, melainkan prasyarat utama agar seluruh layanan digital, termasuk fitur-fitur dalam Super Aplikasi Rumah Pendidikan dapat berjalan andal dan responsif dalam melayani masyarakat,\u201d ujar Wibowo di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

Wibowo juga menambahkan bahwa pencapaian daerah-daerah ini diharapkan dapat memicu partisipasi semesta dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas data Dapodik secara konsisten.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan data yang presisi, kita dapat meminimalkan inefisiensi akses dan memastikan bantuan pemerintah, seperti Dana BOS melalui ARKAS, tersalurkan secara transparan dan akuntabel,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini juga sejalan dengan budaya kerja RAMAH (Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis) yang diusung Kemendikdasmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif. Transformasi menuju Pemerintah Digital (PemDI) menuntut sinergi antara pusat dan daerah dalam memperkuat literasi data di tingkat satuan pendidikan guna mewujudkan visi \"Pendidikan Bermutu untuk Semua\". ***<\/p>\n","post_title":"Daftar Daerah Penerima Penghargaan Validasi Terbaik dari Kemendikdasmen","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"daftar-daerah-penerima-penghargaan-validasi-terbaik-dari-kemendikdasmen","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 14:08:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 06:08:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=476","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":463,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 00:51:21","post_date_gmt":"2026-05-31 16:51:21","post_content":"\n

PROBACA.COM \u2014 Pemerintah mulai mengimplementasikan mekanisme ekspor satu pintu untuk komoditas sumber daya alam (SDA) strategis melalui badan usaha milik negara (BUMN) pada 1 Juni 2026. Pada tahap awal, kebijakan ini mencakup tiga komoditas ekspor utama Indonesia, yakni batu bara, kelapa sawit, dan fero alloy (paduan besi).<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ekspor ketiga komoditas tersebut akan dilakukan melalui BUMN khusus ekspor bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPelaksanaan ini pada tahap awal akan dimulai dengan tiga komoditas strategis yang juga merupakan tiga ekspor terbesar kita, yaitu batu bara, kelapa sawit, dan feroalloy,\u201d ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31\/5).<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan kebijakan ekspor satu pintu diterapkan untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor nasional, termasuk memastikan kualitas dan validitas data ekspor berjalan lebih baik. \u201cPengaturan ini memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Implementasi kebijakan dibagi dalam dua tahap. Airlangga mengatakan pemerintah memberikan masa transisi agar para pelaku usaha memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian terhadap sistem baru tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Tahap pertama merupakan masa transisi yang berlangsung mulai 1 Juni 2026 hingga paling lambat 31 Desember 2026. Dalam tahap ini, perusahaan eksportir tetap dapat melakukan kegiatan ekspor seperti biasa. Namun, eksportir wajib menyampaikan laporan kepada PT DSI secara elektronik melalui sistem layanan ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.<\/p>\n\n\n\n

Dokumen ekspor seperti Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dokumen pelengkap pabean, hingga dokumen transaksi masih menggunakan nama perusahaan eksportir. Pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA serta pelaporan devisa hasil ekspor SDA (DHE SDA) melalui sistem SIMODIS juga tetap dilakukan oleh perusahaan dan dilaporkan kepada PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kewajiban perizinan dan pembayaran ekspor seperti bea keluar, PNBP SDA, dan pungutan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama implementasi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan tahapan berikutnya, termasuk kesiapan penerapan skema QQ (Qualitate Qua) PT DSI selaku BUMN ekspor.<\/p>\n\n\n\n

Dengan skema ini, eksportir tetap dapat melakukan ekspor SDA secara langsung, namun dokumen administrasinya tercatat atas nama \u201cPerusahaan QQ BUMN Ekspor\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Kemudian kategori pemerintah kota diraih oleh, terbaik satu  Kota Ternate;  terbaik kedua Kota Padang dan Terbaik ketiga Kota Mojokerto.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan itu diberikan pada rangkaian perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 yang diserahkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, bertempat di Gedung A Plaza Insan Berprestasi Kemendikdasmen, Jakarta, Senin malam (25\/05\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menegaskan bahwa validitas data adalah kunci utama dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran, adaptif, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cRendahnya residu data mencerminkan integritas Satu Data Pendidikan di tingkat daerah. Data yang valid bukan sekadar angka administratif, melainkan prasyarat utama agar seluruh layanan digital, termasuk fitur-fitur dalam Super Aplikasi Rumah Pendidikan dapat berjalan andal dan responsif dalam melayani masyarakat,\u201d ujar Wibowo di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

Wibowo juga menambahkan bahwa pencapaian daerah-daerah ini diharapkan dapat memicu partisipasi semesta dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas data Dapodik secara konsisten.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan data yang presisi, kita dapat meminimalkan inefisiensi akses dan memastikan bantuan pemerintah, seperti Dana BOS melalui ARKAS, tersalurkan secara transparan dan akuntabel,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini juga sejalan dengan budaya kerja RAMAH (Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis) yang diusung Kemendikdasmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif. Transformasi menuju Pemerintah Digital (PemDI) menuntut sinergi antara pusat dan daerah dalam memperkuat literasi data di tingkat satuan pendidikan guna mewujudkan visi \"Pendidikan Bermutu untuk Semua\". ***<\/p>\n","post_title":"Daftar Daerah Penerima Penghargaan Validasi Terbaik dari Kemendikdasmen","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"daftar-daerah-penerima-penghargaan-validasi-terbaik-dari-kemendikdasmen","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 14:08:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 06:08:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=476","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":463,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 00:51:21","post_date_gmt":"2026-05-31 16:51:21","post_content":"\n

PROBACA.COM \u2014 Pemerintah mulai mengimplementasikan mekanisme ekspor satu pintu untuk komoditas sumber daya alam (SDA) strategis melalui badan usaha milik negara (BUMN) pada 1 Juni 2026. Pada tahap awal, kebijakan ini mencakup tiga komoditas ekspor utama Indonesia, yakni batu bara, kelapa sawit, dan fero alloy (paduan besi).<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ekspor ketiga komoditas tersebut akan dilakukan melalui BUMN khusus ekspor bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPelaksanaan ini pada tahap awal akan dimulai dengan tiga komoditas strategis yang juga merupakan tiga ekspor terbesar kita, yaitu batu bara, kelapa sawit, dan feroalloy,\u201d ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31\/5).<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan kebijakan ekspor satu pintu diterapkan untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor nasional, termasuk memastikan kualitas dan validitas data ekspor berjalan lebih baik. \u201cPengaturan ini memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Implementasi kebijakan dibagi dalam dua tahap. Airlangga mengatakan pemerintah memberikan masa transisi agar para pelaku usaha memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian terhadap sistem baru tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Tahap pertama merupakan masa transisi yang berlangsung mulai 1 Juni 2026 hingga paling lambat 31 Desember 2026. Dalam tahap ini, perusahaan eksportir tetap dapat melakukan kegiatan ekspor seperti biasa. Namun, eksportir wajib menyampaikan laporan kepada PT DSI secara elektronik melalui sistem layanan ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.<\/p>\n\n\n\n

Dokumen ekspor seperti Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dokumen pelengkap pabean, hingga dokumen transaksi masih menggunakan nama perusahaan eksportir. Pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA serta pelaporan devisa hasil ekspor SDA (DHE SDA) melalui sistem SIMODIS juga tetap dilakukan oleh perusahaan dan dilaporkan kepada PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kewajiban perizinan dan pembayaran ekspor seperti bea keluar, PNBP SDA, dan pungutan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama implementasi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan tahapan berikutnya, termasuk kesiapan penerapan skema QQ (Qualitate Qua) PT DSI selaku BUMN ekspor.<\/p>\n\n\n\n

Dengan skema ini, eksportir tetap dapat melakukan ekspor SDA secara langsung, namun dokumen administrasinya tercatat atas nama \u201cPerusahaan QQ BUMN Ekspor\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Adapun pemerintah kabupaten antaranya, terbaik pertama:  1 Kabupaten Tapanuli Selatan,  terbaik kedua Kabupaten Lampung Tengah dan terbaik ketiga Kabupaten Banyuwangi.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian kategori pemerintah kota diraih oleh, terbaik satu  Kota Ternate;  terbaik kedua Kota Padang dan Terbaik ketiga Kota Mojokerto.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan itu diberikan pada rangkaian perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 yang diserahkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, bertempat di Gedung A Plaza Insan Berprestasi Kemendikdasmen, Jakarta, Senin malam (25\/05\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menegaskan bahwa validitas data adalah kunci utama dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran, adaptif, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cRendahnya residu data mencerminkan integritas Satu Data Pendidikan di tingkat daerah. Data yang valid bukan sekadar angka administratif, melainkan prasyarat utama agar seluruh layanan digital, termasuk fitur-fitur dalam Super Aplikasi Rumah Pendidikan dapat berjalan andal dan responsif dalam melayani masyarakat,\u201d ujar Wibowo di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

Wibowo juga menambahkan bahwa pencapaian daerah-daerah ini diharapkan dapat memicu partisipasi semesta dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas data Dapodik secara konsisten.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan data yang presisi, kita dapat meminimalkan inefisiensi akses dan memastikan bantuan pemerintah, seperti Dana BOS melalui ARKAS, tersalurkan secara transparan dan akuntabel,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini juga sejalan dengan budaya kerja RAMAH (Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis) yang diusung Kemendikdasmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif. Transformasi menuju Pemerintah Digital (PemDI) menuntut sinergi antara pusat dan daerah dalam memperkuat literasi data di tingkat satuan pendidikan guna mewujudkan visi \"Pendidikan Bermutu untuk Semua\". ***<\/p>\n","post_title":"Daftar Daerah Penerima Penghargaan Validasi Terbaik dari Kemendikdasmen","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"daftar-daerah-penerima-penghargaan-validasi-terbaik-dari-kemendikdasmen","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 14:08:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 06:08:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=476","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":463,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 00:51:21","post_date_gmt":"2026-05-31 16:51:21","post_content":"\n

PROBACA.COM \u2014 Pemerintah mulai mengimplementasikan mekanisme ekspor satu pintu untuk komoditas sumber daya alam (SDA) strategis melalui badan usaha milik negara (BUMN) pada 1 Juni 2026. Pada tahap awal, kebijakan ini mencakup tiga komoditas ekspor utama Indonesia, yakni batu bara, kelapa sawit, dan fero alloy (paduan besi).<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ekspor ketiga komoditas tersebut akan dilakukan melalui BUMN khusus ekspor bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPelaksanaan ini pada tahap awal akan dimulai dengan tiga komoditas strategis yang juga merupakan tiga ekspor terbesar kita, yaitu batu bara, kelapa sawit, dan feroalloy,\u201d ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31\/5).<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan kebijakan ekspor satu pintu diterapkan untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor nasional, termasuk memastikan kualitas dan validitas data ekspor berjalan lebih baik. \u201cPengaturan ini memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Implementasi kebijakan dibagi dalam dua tahap. Airlangga mengatakan pemerintah memberikan masa transisi agar para pelaku usaha memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian terhadap sistem baru tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Tahap pertama merupakan masa transisi yang berlangsung mulai 1 Juni 2026 hingga paling lambat 31 Desember 2026. Dalam tahap ini, perusahaan eksportir tetap dapat melakukan kegiatan ekspor seperti biasa. Namun, eksportir wajib menyampaikan laporan kepada PT DSI secara elektronik melalui sistem layanan ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.<\/p>\n\n\n\n

Dokumen ekspor seperti Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dokumen pelengkap pabean, hingga dokumen transaksi masih menggunakan nama perusahaan eksportir. Pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA serta pelaporan devisa hasil ekspor SDA (DHE SDA) melalui sistem SIMODIS juga tetap dilakukan oleh perusahaan dan dilaporkan kepada PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kewajiban perizinan dan pembayaran ekspor seperti bea keluar, PNBP SDA, dan pungutan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama implementasi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan tahapan berikutnya, termasuk kesiapan penerapan skema QQ (Qualitate Qua) PT DSI selaku BUMN ekspor.<\/p>\n\n\n\n

Dengan skema ini, eksportir tetap dapat melakukan ekspor SDA secara langsung, namun dokumen administrasinya tercatat atas nama \u201cPerusahaan QQ BUMN Ekspor\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Adapun daftar penerima penghargaan Validitas Terbaik tahun 2025 untuk Kategori Pemerintah Provinsi: Terbaik pertama diraih Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terbaiki kedua: Provinsi Kalimantan Selatan (Kaslel) dan Terbaik ketiga: Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).<\/p>\n\n\n\n

Adapun pemerintah kabupaten antaranya, terbaik pertama:  1 Kabupaten Tapanuli Selatan,  terbaik kedua Kabupaten Lampung Tengah dan terbaik ketiga Kabupaten Banyuwangi.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian kategori pemerintah kota diraih oleh, terbaik satu  Kota Ternate;  terbaik kedua Kota Padang dan Terbaik ketiga Kota Mojokerto.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan itu diberikan pada rangkaian perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 yang diserahkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, bertempat di Gedung A Plaza Insan Berprestasi Kemendikdasmen, Jakarta, Senin malam (25\/05\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menegaskan bahwa validitas data adalah kunci utama dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran, adaptif, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cRendahnya residu data mencerminkan integritas Satu Data Pendidikan di tingkat daerah. Data yang valid bukan sekadar angka administratif, melainkan prasyarat utama agar seluruh layanan digital, termasuk fitur-fitur dalam Super Aplikasi Rumah Pendidikan dapat berjalan andal dan responsif dalam melayani masyarakat,\u201d ujar Wibowo di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

Wibowo juga menambahkan bahwa pencapaian daerah-daerah ini diharapkan dapat memicu partisipasi semesta dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas data Dapodik secara konsisten.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan data yang presisi, kita dapat meminimalkan inefisiensi akses dan memastikan bantuan pemerintah, seperti Dana BOS melalui ARKAS, tersalurkan secara transparan dan akuntabel,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini juga sejalan dengan budaya kerja RAMAH (Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis) yang diusung Kemendikdasmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif. Transformasi menuju Pemerintah Digital (PemDI) menuntut sinergi antara pusat dan daerah dalam memperkuat literasi data di tingkat satuan pendidikan guna mewujudkan visi \"Pendidikan Bermutu untuk Semua\". ***<\/p>\n","post_title":"Daftar Daerah Penerima Penghargaan Validasi Terbaik dari Kemendikdasmen","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"daftar-daerah-penerima-penghargaan-validasi-terbaik-dari-kemendikdasmen","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 14:08:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 06:08:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=476","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":463,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 00:51:21","post_date_gmt":"2026-05-31 16:51:21","post_content":"\n

PROBACA.COM \u2014 Pemerintah mulai mengimplementasikan mekanisme ekspor satu pintu untuk komoditas sumber daya alam (SDA) strategis melalui badan usaha milik negara (BUMN) pada 1 Juni 2026. Pada tahap awal, kebijakan ini mencakup tiga komoditas ekspor utama Indonesia, yakni batu bara, kelapa sawit, dan fero alloy (paduan besi).<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ekspor ketiga komoditas tersebut akan dilakukan melalui BUMN khusus ekspor bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPelaksanaan ini pada tahap awal akan dimulai dengan tiga komoditas strategis yang juga merupakan tiga ekspor terbesar kita, yaitu batu bara, kelapa sawit, dan feroalloy,\u201d ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31\/5).<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan kebijakan ekspor satu pintu diterapkan untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor nasional, termasuk memastikan kualitas dan validitas data ekspor berjalan lebih baik. \u201cPengaturan ini memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Implementasi kebijakan dibagi dalam dua tahap. Airlangga mengatakan pemerintah memberikan masa transisi agar para pelaku usaha memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian terhadap sistem baru tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Tahap pertama merupakan masa transisi yang berlangsung mulai 1 Juni 2026 hingga paling lambat 31 Desember 2026. Dalam tahap ini, perusahaan eksportir tetap dapat melakukan kegiatan ekspor seperti biasa. Namun, eksportir wajib menyampaikan laporan kepada PT DSI secara elektronik melalui sistem layanan ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.<\/p>\n\n\n\n

Dokumen ekspor seperti Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dokumen pelengkap pabean, hingga dokumen transaksi masih menggunakan nama perusahaan eksportir. Pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA serta pelaporan devisa hasil ekspor SDA (DHE SDA) melalui sistem SIMODIS juga tetap dilakukan oleh perusahaan dan dilaporkan kepada PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kewajiban perizinan dan pembayaran ekspor seperti bea keluar, PNBP SDA, dan pungutan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama implementasi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan tahapan berikutnya, termasuk kesiapan penerapan skema QQ (Qualitate Qua) PT DSI selaku BUMN ekspor.<\/p>\n\n\n\n

Dengan skema ini, eksportir tetap dapat melakukan ekspor SDA secara langsung, namun dokumen administrasinya tercatat atas nama \u201cPerusahaan QQ BUMN Ekspor\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Penghargaan ini diberikan Kemendikdasmen sebagai bentuk apresiasi daerah  mewujudkan kedaulatan data sebagai fondasi transformasi digital pendidikan nasional.<\/p>\n\n\n\n

Adapun daftar penerima penghargaan Validitas Terbaik tahun 2025 untuk Kategori Pemerintah Provinsi: Terbaik pertama diraih Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terbaiki kedua: Provinsi Kalimantan Selatan (Kaslel) dan Terbaik ketiga: Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).<\/p>\n\n\n\n

Adapun pemerintah kabupaten antaranya, terbaik pertama:  1 Kabupaten Tapanuli Selatan,  terbaik kedua Kabupaten Lampung Tengah dan terbaik ketiga Kabupaten Banyuwangi.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian kategori pemerintah kota diraih oleh, terbaik satu  Kota Ternate;  terbaik kedua Kota Padang dan Terbaik ketiga Kota Mojokerto.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan itu diberikan pada rangkaian perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 yang diserahkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, bertempat di Gedung A Plaza Insan Berprestasi Kemendikdasmen, Jakarta, Senin malam (25\/05\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menegaskan bahwa validitas data adalah kunci utama dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran, adaptif, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cRendahnya residu data mencerminkan integritas Satu Data Pendidikan di tingkat daerah. Data yang valid bukan sekadar angka administratif, melainkan prasyarat utama agar seluruh layanan digital, termasuk fitur-fitur dalam Super Aplikasi Rumah Pendidikan dapat berjalan andal dan responsif dalam melayani masyarakat,\u201d ujar Wibowo di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

Wibowo juga menambahkan bahwa pencapaian daerah-daerah ini diharapkan dapat memicu partisipasi semesta dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas data Dapodik secara konsisten.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan data yang presisi, kita dapat meminimalkan inefisiensi akses dan memastikan bantuan pemerintah, seperti Dana BOS melalui ARKAS, tersalurkan secara transparan dan akuntabel,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini juga sejalan dengan budaya kerja RAMAH (Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis) yang diusung Kemendikdasmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif. Transformasi menuju Pemerintah Digital (PemDI) menuntut sinergi antara pusat dan daerah dalam memperkuat literasi data di tingkat satuan pendidikan guna mewujudkan visi \"Pendidikan Bermutu untuk Semua\". ***<\/p>\n","post_title":"Daftar Daerah Penerima Penghargaan Validasi Terbaik dari Kemendikdasmen","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"daftar-daerah-penerima-penghargaan-validasi-terbaik-dari-kemendikdasmen","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 14:08:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 06:08:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=476","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":463,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 00:51:21","post_date_gmt":"2026-05-31 16:51:21","post_content":"\n

PROBACA.COM \u2014 Pemerintah mulai mengimplementasikan mekanisme ekspor satu pintu untuk komoditas sumber daya alam (SDA) strategis melalui badan usaha milik negara (BUMN) pada 1 Juni 2026. Pada tahap awal, kebijakan ini mencakup tiga komoditas ekspor utama Indonesia, yakni batu bara, kelapa sawit, dan fero alloy (paduan besi).<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ekspor ketiga komoditas tersebut akan dilakukan melalui BUMN khusus ekspor bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPelaksanaan ini pada tahap awal akan dimulai dengan tiga komoditas strategis yang juga merupakan tiga ekspor terbesar kita, yaitu batu bara, kelapa sawit, dan feroalloy,\u201d ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31\/5).<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan kebijakan ekspor satu pintu diterapkan untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor nasional, termasuk memastikan kualitas dan validitas data ekspor berjalan lebih baik. \u201cPengaturan ini memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Implementasi kebijakan dibagi dalam dua tahap. Airlangga mengatakan pemerintah memberikan masa transisi agar para pelaku usaha memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian terhadap sistem baru tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Tahap pertama merupakan masa transisi yang berlangsung mulai 1 Juni 2026 hingga paling lambat 31 Desember 2026. Dalam tahap ini, perusahaan eksportir tetap dapat melakukan kegiatan ekspor seperti biasa. Namun, eksportir wajib menyampaikan laporan kepada PT DSI secara elektronik melalui sistem layanan ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.<\/p>\n\n\n\n

Dokumen ekspor seperti Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dokumen pelengkap pabean, hingga dokumen transaksi masih menggunakan nama perusahaan eksportir. Pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA serta pelaporan devisa hasil ekspor SDA (DHE SDA) melalui sistem SIMODIS juga tetap dilakukan oleh perusahaan dan dilaporkan kepada PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kewajiban perizinan dan pembayaran ekspor seperti bea keluar, PNBP SDA, dan pungutan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama implementasi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan tahapan berikutnya, termasuk kesiapan penerapan skema QQ (Qualitate Qua) PT DSI selaku BUMN ekspor.<\/p>\n\n\n\n

Dengan skema ini, eksportir tetap dapat melakukan ekspor SDA secara langsung, namun dokumen administrasinya tercatat atas nama \u201cPerusahaan QQ BUMN Ekspor\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

PROBACA.CO.ID <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah dengan Residu Data Pendidikan Terendah (Validasi Terbaik) Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan ini diberikan Kemendikdasmen sebagai bentuk apresiasi daerah  mewujudkan kedaulatan data sebagai fondasi transformasi digital pendidikan nasional.<\/p>\n\n\n\n

Adapun daftar penerima penghargaan Validitas Terbaik tahun 2025 untuk Kategori Pemerintah Provinsi: Terbaik pertama diraih Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terbaiki kedua: Provinsi Kalimantan Selatan (Kaslel) dan Terbaik ketiga: Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).<\/p>\n\n\n\n

Adapun pemerintah kabupaten antaranya, terbaik pertama:  1 Kabupaten Tapanuli Selatan,  terbaik kedua Kabupaten Lampung Tengah dan terbaik ketiga Kabupaten Banyuwangi.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian kategori pemerintah kota diraih oleh, terbaik satu  Kota Ternate;  terbaik kedua Kota Padang dan Terbaik ketiga Kota Mojokerto.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan itu diberikan pada rangkaian perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 yang diserahkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, bertempat di Gedung A Plaza Insan Berprestasi Kemendikdasmen, Jakarta, Senin malam (25\/05\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menegaskan bahwa validitas data adalah kunci utama dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran, adaptif, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cRendahnya residu data mencerminkan integritas Satu Data Pendidikan di tingkat daerah. Data yang valid bukan sekadar angka administratif, melainkan prasyarat utama agar seluruh layanan digital, termasuk fitur-fitur dalam Super Aplikasi Rumah Pendidikan dapat berjalan andal dan responsif dalam melayani masyarakat,\u201d ujar Wibowo di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

Wibowo juga menambahkan bahwa pencapaian daerah-daerah ini diharapkan dapat memicu partisipasi semesta dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas data Dapodik secara konsisten.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan data yang presisi, kita dapat meminimalkan inefisiensi akses dan memastikan bantuan pemerintah, seperti Dana BOS melalui ARKAS, tersalurkan secara transparan dan akuntabel,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini juga sejalan dengan budaya kerja RAMAH (Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis) yang diusung Kemendikdasmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif. Transformasi menuju Pemerintah Digital (PemDI) menuntut sinergi antara pusat dan daerah dalam memperkuat literasi data di tingkat satuan pendidikan guna mewujudkan visi \"Pendidikan Bermutu untuk Semua\". ***<\/p>\n","post_title":"Daftar Daerah Penerima Penghargaan Validasi Terbaik dari Kemendikdasmen","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"daftar-daerah-penerima-penghargaan-validasi-terbaik-dari-kemendikdasmen","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 14:08:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 06:08:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=476","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":463,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 00:51:21","post_date_gmt":"2026-05-31 16:51:21","post_content":"\n

PROBACA.COM \u2014 Pemerintah mulai mengimplementasikan mekanisme ekspor satu pintu untuk komoditas sumber daya alam (SDA) strategis melalui badan usaha milik negara (BUMN) pada 1 Juni 2026. Pada tahap awal, kebijakan ini mencakup tiga komoditas ekspor utama Indonesia, yakni batu bara, kelapa sawit, dan fero alloy (paduan besi).<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ekspor ketiga komoditas tersebut akan dilakukan melalui BUMN khusus ekspor bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPelaksanaan ini pada tahap awal akan dimulai dengan tiga komoditas strategis yang juga merupakan tiga ekspor terbesar kita, yaitu batu bara, kelapa sawit, dan feroalloy,\u201d ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31\/5).<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan kebijakan ekspor satu pintu diterapkan untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor nasional, termasuk memastikan kualitas dan validitas data ekspor berjalan lebih baik. \u201cPengaturan ini memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Implementasi kebijakan dibagi dalam dua tahap. Airlangga mengatakan pemerintah memberikan masa transisi agar para pelaku usaha memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian terhadap sistem baru tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Tahap pertama merupakan masa transisi yang berlangsung mulai 1 Juni 2026 hingga paling lambat 31 Desember 2026. Dalam tahap ini, perusahaan eksportir tetap dapat melakukan kegiatan ekspor seperti biasa. Namun, eksportir wajib menyampaikan laporan kepada PT DSI secara elektronik melalui sistem layanan ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.<\/p>\n\n\n\n

Dokumen ekspor seperti Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dokumen pelengkap pabean, hingga dokumen transaksi masih menggunakan nama perusahaan eksportir. Pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA serta pelaporan devisa hasil ekspor SDA (DHE SDA) melalui sistem SIMODIS juga tetap dilakukan oleh perusahaan dan dilaporkan kepada PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kewajiban perizinan dan pembayaran ekspor seperti bea keluar, PNBP SDA, dan pungutan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama implementasi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan tahapan berikutnya, termasuk kesiapan penerapan skema QQ (Qualitate Qua) PT DSI selaku BUMN ekspor.<\/p>\n\n\n\n

Dengan skema ini, eksportir tetap dapat melakukan ekspor SDA secara langsung, namun dokumen administrasinya tercatat atas nama \u201cPerusahaan QQ BUMN Ekspor\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":476,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 14:08:40","post_date_gmt":"2026-06-01 06:08:40","post_content":"\n

PROBACA.CO.ID <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah dengan Residu Data Pendidikan Terendah (Validasi Terbaik) Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan ini diberikan Kemendikdasmen sebagai bentuk apresiasi daerah  mewujudkan kedaulatan data sebagai fondasi transformasi digital pendidikan nasional.<\/p>\n\n\n\n

Adapun daftar penerima penghargaan Validitas Terbaik tahun 2025 untuk Kategori Pemerintah Provinsi: Terbaik pertama diraih Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terbaiki kedua: Provinsi Kalimantan Selatan (Kaslel) dan Terbaik ketiga: Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).<\/p>\n\n\n\n

Adapun pemerintah kabupaten antaranya, terbaik pertama:  1 Kabupaten Tapanuli Selatan,  terbaik kedua Kabupaten Lampung Tengah dan terbaik ketiga Kabupaten Banyuwangi.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian kategori pemerintah kota diraih oleh, terbaik satu  Kota Ternate;  terbaik kedua Kota Padang dan Terbaik ketiga Kota Mojokerto.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan itu diberikan pada rangkaian perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 yang diserahkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, bertempat di Gedung A Plaza Insan Berprestasi Kemendikdasmen, Jakarta, Senin malam (25\/05\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menegaskan bahwa validitas data adalah kunci utama dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran, adaptif, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cRendahnya residu data mencerminkan integritas Satu Data Pendidikan di tingkat daerah. Data yang valid bukan sekadar angka administratif, melainkan prasyarat utama agar seluruh layanan digital, termasuk fitur-fitur dalam Super Aplikasi Rumah Pendidikan dapat berjalan andal dan responsif dalam melayani masyarakat,\u201d ujar Wibowo di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

Wibowo juga menambahkan bahwa pencapaian daerah-daerah ini diharapkan dapat memicu partisipasi semesta dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas data Dapodik secara konsisten.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan data yang presisi, kita dapat meminimalkan inefisiensi akses dan memastikan bantuan pemerintah, seperti Dana BOS melalui ARKAS, tersalurkan secara transparan dan akuntabel,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini juga sejalan dengan budaya kerja RAMAH (Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis) yang diusung Kemendikdasmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif. Transformasi menuju Pemerintah Digital (PemDI) menuntut sinergi antara pusat dan daerah dalam memperkuat literasi data di tingkat satuan pendidikan guna mewujudkan visi \"Pendidikan Bermutu untuk Semua\". ***<\/p>\n","post_title":"Daftar Daerah Penerima Penghargaan Validasi Terbaik dari Kemendikdasmen","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"daftar-daerah-penerima-penghargaan-validasi-terbaik-dari-kemendikdasmen","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 14:08:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 06:08:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=476","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":463,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 00:51:21","post_date_gmt":"2026-05-31 16:51:21","post_content":"\n

PROBACA.COM \u2014 Pemerintah mulai mengimplementasikan mekanisme ekspor satu pintu untuk komoditas sumber daya alam (SDA) strategis melalui badan usaha milik negara (BUMN) pada 1 Juni 2026. Pada tahap awal, kebijakan ini mencakup tiga komoditas ekspor utama Indonesia, yakni batu bara, kelapa sawit, dan fero alloy (paduan besi).<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ekspor ketiga komoditas tersebut akan dilakukan melalui BUMN khusus ekspor bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPelaksanaan ini pada tahap awal akan dimulai dengan tiga komoditas strategis yang juga merupakan tiga ekspor terbesar kita, yaitu batu bara, kelapa sawit, dan feroalloy,\u201d ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31\/5).<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan kebijakan ekspor satu pintu diterapkan untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor nasional, termasuk memastikan kualitas dan validitas data ekspor berjalan lebih baik. \u201cPengaturan ini memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Implementasi kebijakan dibagi dalam dua tahap. Airlangga mengatakan pemerintah memberikan masa transisi agar para pelaku usaha memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian terhadap sistem baru tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Tahap pertama merupakan masa transisi yang berlangsung mulai 1 Juni 2026 hingga paling lambat 31 Desember 2026. Dalam tahap ini, perusahaan eksportir tetap dapat melakukan kegiatan ekspor seperti biasa. Namun, eksportir wajib menyampaikan laporan kepada PT DSI secara elektronik melalui sistem layanan ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.<\/p>\n\n\n\n

Dokumen ekspor seperti Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dokumen pelengkap pabean, hingga dokumen transaksi masih menggunakan nama perusahaan eksportir. Pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA serta pelaporan devisa hasil ekspor SDA (DHE SDA) melalui sistem SIMODIS juga tetap dilakukan oleh perusahaan dan dilaporkan kepada PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kewajiban perizinan dan pembayaran ekspor seperti bea keluar, PNBP SDA, dan pungutan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama implementasi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan tahapan berikutnya, termasuk kesiapan penerapan skema QQ (Qualitate Qua) PT DSI selaku BUMN ekspor.<\/p>\n\n\n\n

Dengan skema ini, eksportir tetap dapat melakukan ekspor SDA secara langsung, namun dokumen administrasinya tercatat atas nama \u201cPerusahaan QQ BUMN Ekspor\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":476,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 14:08:40","post_date_gmt":"2026-06-01 06:08:40","post_content":"\n

PROBACA.CO.ID <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah dengan Residu Data Pendidikan Terendah (Validasi Terbaik) Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan ini diberikan Kemendikdasmen sebagai bentuk apresiasi daerah  mewujudkan kedaulatan data sebagai fondasi transformasi digital pendidikan nasional.<\/p>\n\n\n\n

Adapun daftar penerima penghargaan Validitas Terbaik tahun 2025 untuk Kategori Pemerintah Provinsi: Terbaik pertama diraih Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terbaiki kedua: Provinsi Kalimantan Selatan (Kaslel) dan Terbaik ketiga: Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).<\/p>\n\n\n\n

Adapun pemerintah kabupaten antaranya, terbaik pertama:  1 Kabupaten Tapanuli Selatan,  terbaik kedua Kabupaten Lampung Tengah dan terbaik ketiga Kabupaten Banyuwangi.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian kategori pemerintah kota diraih oleh, terbaik satu  Kota Ternate;  terbaik kedua Kota Padang dan Terbaik ketiga Kota Mojokerto.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan itu diberikan pada rangkaian perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 yang diserahkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, bertempat di Gedung A Plaza Insan Berprestasi Kemendikdasmen, Jakarta, Senin malam (25\/05\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menegaskan bahwa validitas data adalah kunci utama dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran, adaptif, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cRendahnya residu data mencerminkan integritas Satu Data Pendidikan di tingkat daerah. Data yang valid bukan sekadar angka administratif, melainkan prasyarat utama agar seluruh layanan digital, termasuk fitur-fitur dalam Super Aplikasi Rumah Pendidikan dapat berjalan andal dan responsif dalam melayani masyarakat,\u201d ujar Wibowo di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

Wibowo juga menambahkan bahwa pencapaian daerah-daerah ini diharapkan dapat memicu partisipasi semesta dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas data Dapodik secara konsisten.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan data yang presisi, kita dapat meminimalkan inefisiensi akses dan memastikan bantuan pemerintah, seperti Dana BOS melalui ARKAS, tersalurkan secara transparan dan akuntabel,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini juga sejalan dengan budaya kerja RAMAH (Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis) yang diusung Kemendikdasmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif. Transformasi menuju Pemerintah Digital (PemDI) menuntut sinergi antara pusat dan daerah dalam memperkuat literasi data di tingkat satuan pendidikan guna mewujudkan visi \"Pendidikan Bermutu untuk Semua\". ***<\/p>\n","post_title":"Daftar Daerah Penerima Penghargaan Validasi Terbaik dari Kemendikdasmen","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"daftar-daerah-penerima-penghargaan-validasi-terbaik-dari-kemendikdasmen","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 14:08:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 06:08:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=476","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":463,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 00:51:21","post_date_gmt":"2026-05-31 16:51:21","post_content":"\n

PROBACA.COM \u2014 Pemerintah mulai mengimplementasikan mekanisme ekspor satu pintu untuk komoditas sumber daya alam (SDA) strategis melalui badan usaha milik negara (BUMN) pada 1 Juni 2026. Pada tahap awal, kebijakan ini mencakup tiga komoditas ekspor utama Indonesia, yakni batu bara, kelapa sawit, dan fero alloy (paduan besi).<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ekspor ketiga komoditas tersebut akan dilakukan melalui BUMN khusus ekspor bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPelaksanaan ini pada tahap awal akan dimulai dengan tiga komoditas strategis yang juga merupakan tiga ekspor terbesar kita, yaitu batu bara, kelapa sawit, dan feroalloy,\u201d ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31\/5).<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan kebijakan ekspor satu pintu diterapkan untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor nasional, termasuk memastikan kualitas dan validitas data ekspor berjalan lebih baik. \u201cPengaturan ini memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Implementasi kebijakan dibagi dalam dua tahap. Airlangga mengatakan pemerintah memberikan masa transisi agar para pelaku usaha memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian terhadap sistem baru tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Tahap pertama merupakan masa transisi yang berlangsung mulai 1 Juni 2026 hingga paling lambat 31 Desember 2026. Dalam tahap ini, perusahaan eksportir tetap dapat melakukan kegiatan ekspor seperti biasa. Namun, eksportir wajib menyampaikan laporan kepada PT DSI secara elektronik melalui sistem layanan ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.<\/p>\n\n\n\n

Dokumen ekspor seperti Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dokumen pelengkap pabean, hingga dokumen transaksi masih menggunakan nama perusahaan eksportir. Pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA serta pelaporan devisa hasil ekspor SDA (DHE SDA) melalui sistem SIMODIS juga tetap dilakukan oleh perusahaan dan dilaporkan kepada PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kewajiban perizinan dan pembayaran ekspor seperti bea keluar, PNBP SDA, dan pungutan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama implementasi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan tahapan berikutnya, termasuk kesiapan penerapan skema QQ (Qualitate Qua) PT DSI selaku BUMN ekspor.<\/p>\n\n\n\n

Dengan skema ini, eksportir tetap dapat melakukan ekspor SDA secara langsung, namun dokumen administrasinya tercatat atas nama \u201cPerusahaan QQ BUMN Ekspor\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":476,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 14:08:40","post_date_gmt":"2026-06-01 06:08:40","post_content":"\n

PROBACA.CO.ID <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah dengan Residu Data Pendidikan Terendah (Validasi Terbaik) Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan ini diberikan Kemendikdasmen sebagai bentuk apresiasi daerah  mewujudkan kedaulatan data sebagai fondasi transformasi digital pendidikan nasional.<\/p>\n\n\n\n

Adapun daftar penerima penghargaan Validitas Terbaik tahun 2025 untuk Kategori Pemerintah Provinsi: Terbaik pertama diraih Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terbaiki kedua: Provinsi Kalimantan Selatan (Kaslel) dan Terbaik ketiga: Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).<\/p>\n\n\n\n

Adapun pemerintah kabupaten antaranya, terbaik pertama:  1 Kabupaten Tapanuli Selatan,  terbaik kedua Kabupaten Lampung Tengah dan terbaik ketiga Kabupaten Banyuwangi.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian kategori pemerintah kota diraih oleh, terbaik satu  Kota Ternate;  terbaik kedua Kota Padang dan Terbaik ketiga Kota Mojokerto.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan itu diberikan pada rangkaian perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 yang diserahkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, bertempat di Gedung A Plaza Insan Berprestasi Kemendikdasmen, Jakarta, Senin malam (25\/05\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menegaskan bahwa validitas data adalah kunci utama dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran, adaptif, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cRendahnya residu data mencerminkan integritas Satu Data Pendidikan di tingkat daerah. Data yang valid bukan sekadar angka administratif, melainkan prasyarat utama agar seluruh layanan digital, termasuk fitur-fitur dalam Super Aplikasi Rumah Pendidikan dapat berjalan andal dan responsif dalam melayani masyarakat,\u201d ujar Wibowo di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

Wibowo juga menambahkan bahwa pencapaian daerah-daerah ini diharapkan dapat memicu partisipasi semesta dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas data Dapodik secara konsisten.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan data yang presisi, kita dapat meminimalkan inefisiensi akses dan memastikan bantuan pemerintah, seperti Dana BOS melalui ARKAS, tersalurkan secara transparan dan akuntabel,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini juga sejalan dengan budaya kerja RAMAH (Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis) yang diusung Kemendikdasmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif. Transformasi menuju Pemerintah Digital (PemDI) menuntut sinergi antara pusat dan daerah dalam memperkuat literasi data di tingkat satuan pendidikan guna mewujudkan visi \"Pendidikan Bermutu untuk Semua\". ***<\/p>\n","post_title":"Daftar Daerah Penerima Penghargaan Validasi Terbaik dari Kemendikdasmen","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"daftar-daerah-penerima-penghargaan-validasi-terbaik-dari-kemendikdasmen","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 14:08:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 06:08:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=476","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":463,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 00:51:21","post_date_gmt":"2026-05-31 16:51:21","post_content":"\n

PROBACA.COM \u2014 Pemerintah mulai mengimplementasikan mekanisme ekspor satu pintu untuk komoditas sumber daya alam (SDA) strategis melalui badan usaha milik negara (BUMN) pada 1 Juni 2026. Pada tahap awal, kebijakan ini mencakup tiga komoditas ekspor utama Indonesia, yakni batu bara, kelapa sawit, dan fero alloy (paduan besi).<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ekspor ketiga komoditas tersebut akan dilakukan melalui BUMN khusus ekspor bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPelaksanaan ini pada tahap awal akan dimulai dengan tiga komoditas strategis yang juga merupakan tiga ekspor terbesar kita, yaitu batu bara, kelapa sawit, dan feroalloy,\u201d ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31\/5).<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan kebijakan ekspor satu pintu diterapkan untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor nasional, termasuk memastikan kualitas dan validitas data ekspor berjalan lebih baik. \u201cPengaturan ini memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Implementasi kebijakan dibagi dalam dua tahap. Airlangga mengatakan pemerintah memberikan masa transisi agar para pelaku usaha memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian terhadap sistem baru tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Tahap pertama merupakan masa transisi yang berlangsung mulai 1 Juni 2026 hingga paling lambat 31 Desember 2026. Dalam tahap ini, perusahaan eksportir tetap dapat melakukan kegiatan ekspor seperti biasa. Namun, eksportir wajib menyampaikan laporan kepada PT DSI secara elektronik melalui sistem layanan ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.<\/p>\n\n\n\n

Dokumen ekspor seperti Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dokumen pelengkap pabean, hingga dokumen transaksi masih menggunakan nama perusahaan eksportir. Pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA serta pelaporan devisa hasil ekspor SDA (DHE SDA) melalui sistem SIMODIS juga tetap dilakukan oleh perusahaan dan dilaporkan kepada PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kewajiban perizinan dan pembayaran ekspor seperti bea keluar, PNBP SDA, dan pungutan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama implementasi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan tahapan berikutnya, termasuk kesiapan penerapan skema QQ (Qualitate Qua) PT DSI selaku BUMN ekspor.<\/p>\n\n\n\n

Dengan skema ini, eksportir tetap dapat melakukan ekspor SDA secara langsung, namun dokumen administrasinya tercatat atas nama \u201cPerusahaan QQ BUMN Ekspor\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":476,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 14:08:40","post_date_gmt":"2026-06-01 06:08:40","post_content":"\n

PROBACA.CO.ID <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah dengan Residu Data Pendidikan Terendah (Validasi Terbaik) Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan ini diberikan Kemendikdasmen sebagai bentuk apresiasi daerah  mewujudkan kedaulatan data sebagai fondasi transformasi digital pendidikan nasional.<\/p>\n\n\n\n

Adapun daftar penerima penghargaan Validitas Terbaik tahun 2025 untuk Kategori Pemerintah Provinsi: Terbaik pertama diraih Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terbaiki kedua: Provinsi Kalimantan Selatan (Kaslel) dan Terbaik ketiga: Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).<\/p>\n\n\n\n

Adapun pemerintah kabupaten antaranya, terbaik pertama:  1 Kabupaten Tapanuli Selatan,  terbaik kedua Kabupaten Lampung Tengah dan terbaik ketiga Kabupaten Banyuwangi.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian kategori pemerintah kota diraih oleh, terbaik satu  Kota Ternate;  terbaik kedua Kota Padang dan Terbaik ketiga Kota Mojokerto.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan itu diberikan pada rangkaian perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 yang diserahkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, bertempat di Gedung A Plaza Insan Berprestasi Kemendikdasmen, Jakarta, Senin malam (25\/05\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menegaskan bahwa validitas data adalah kunci utama dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran, adaptif, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cRendahnya residu data mencerminkan integritas Satu Data Pendidikan di tingkat daerah. Data yang valid bukan sekadar angka administratif, melainkan prasyarat utama agar seluruh layanan digital, termasuk fitur-fitur dalam Super Aplikasi Rumah Pendidikan dapat berjalan andal dan responsif dalam melayani masyarakat,\u201d ujar Wibowo di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

Wibowo juga menambahkan bahwa pencapaian daerah-daerah ini diharapkan dapat memicu partisipasi semesta dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas data Dapodik secara konsisten.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan data yang presisi, kita dapat meminimalkan inefisiensi akses dan memastikan bantuan pemerintah, seperti Dana BOS melalui ARKAS, tersalurkan secara transparan dan akuntabel,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini juga sejalan dengan budaya kerja RAMAH (Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis) yang diusung Kemendikdasmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif. Transformasi menuju Pemerintah Digital (PemDI) menuntut sinergi antara pusat dan daerah dalam memperkuat literasi data di tingkat satuan pendidikan guna mewujudkan visi \"Pendidikan Bermutu untuk Semua\". ***<\/p>\n","post_title":"Daftar Daerah Penerima Penghargaan Validasi Terbaik dari Kemendikdasmen","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"daftar-daerah-penerima-penghargaan-validasi-terbaik-dari-kemendikdasmen","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 14:08:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 06:08:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=476","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":463,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 00:51:21","post_date_gmt":"2026-05-31 16:51:21","post_content":"\n

PROBACA.COM \u2014 Pemerintah mulai mengimplementasikan mekanisme ekspor satu pintu untuk komoditas sumber daya alam (SDA) strategis melalui badan usaha milik negara (BUMN) pada 1 Juni 2026. Pada tahap awal, kebijakan ini mencakup tiga komoditas ekspor utama Indonesia, yakni batu bara, kelapa sawit, dan fero alloy (paduan besi).<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ekspor ketiga komoditas tersebut akan dilakukan melalui BUMN khusus ekspor bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPelaksanaan ini pada tahap awal akan dimulai dengan tiga komoditas strategis yang juga merupakan tiga ekspor terbesar kita, yaitu batu bara, kelapa sawit, dan feroalloy,\u201d ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31\/5).<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan kebijakan ekspor satu pintu diterapkan untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor nasional, termasuk memastikan kualitas dan validitas data ekspor berjalan lebih baik. \u201cPengaturan ini memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Implementasi kebijakan dibagi dalam dua tahap. Airlangga mengatakan pemerintah memberikan masa transisi agar para pelaku usaha memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian terhadap sistem baru tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Tahap pertama merupakan masa transisi yang berlangsung mulai 1 Juni 2026 hingga paling lambat 31 Desember 2026. Dalam tahap ini, perusahaan eksportir tetap dapat melakukan kegiatan ekspor seperti biasa. Namun, eksportir wajib menyampaikan laporan kepada PT DSI secara elektronik melalui sistem layanan ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.<\/p>\n\n\n\n

Dokumen ekspor seperti Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dokumen pelengkap pabean, hingga dokumen transaksi masih menggunakan nama perusahaan eksportir. Pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA serta pelaporan devisa hasil ekspor SDA (DHE SDA) melalui sistem SIMODIS juga tetap dilakukan oleh perusahaan dan dilaporkan kepada PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kewajiban perizinan dan pembayaran ekspor seperti bea keluar, PNBP SDA, dan pungutan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama implementasi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan tahapan berikutnya, termasuk kesiapan penerapan skema QQ (Qualitate Qua) PT DSI selaku BUMN ekspor.<\/p>\n\n\n\n

Dengan skema ini, eksportir tetap dapat melakukan ekspor SDA secara langsung, namun dokumen administrasinya tercatat atas nama \u201cPerusahaan QQ BUMN Ekspor\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":476,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 14:08:40","post_date_gmt":"2026-06-01 06:08:40","post_content":"\n

PROBACA.CO.ID <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah dengan Residu Data Pendidikan Terendah (Validasi Terbaik) Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan ini diberikan Kemendikdasmen sebagai bentuk apresiasi daerah  mewujudkan kedaulatan data sebagai fondasi transformasi digital pendidikan nasional.<\/p>\n\n\n\n

Adapun daftar penerima penghargaan Validitas Terbaik tahun 2025 untuk Kategori Pemerintah Provinsi: Terbaik pertama diraih Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terbaiki kedua: Provinsi Kalimantan Selatan (Kaslel) dan Terbaik ketiga: Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).<\/p>\n\n\n\n

Adapun pemerintah kabupaten antaranya, terbaik pertama:  1 Kabupaten Tapanuli Selatan,  terbaik kedua Kabupaten Lampung Tengah dan terbaik ketiga Kabupaten Banyuwangi.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian kategori pemerintah kota diraih oleh, terbaik satu  Kota Ternate;  terbaik kedua Kota Padang dan Terbaik ketiga Kota Mojokerto.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan itu diberikan pada rangkaian perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 yang diserahkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, bertempat di Gedung A Plaza Insan Berprestasi Kemendikdasmen, Jakarta, Senin malam (25\/05\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menegaskan bahwa validitas data adalah kunci utama dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran, adaptif, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cRendahnya residu data mencerminkan integritas Satu Data Pendidikan di tingkat daerah. Data yang valid bukan sekadar angka administratif, melainkan prasyarat utama agar seluruh layanan digital, termasuk fitur-fitur dalam Super Aplikasi Rumah Pendidikan dapat berjalan andal dan responsif dalam melayani masyarakat,\u201d ujar Wibowo di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

Wibowo juga menambahkan bahwa pencapaian daerah-daerah ini diharapkan dapat memicu partisipasi semesta dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas data Dapodik secara konsisten.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan data yang presisi, kita dapat meminimalkan inefisiensi akses dan memastikan bantuan pemerintah, seperti Dana BOS melalui ARKAS, tersalurkan secara transparan dan akuntabel,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini juga sejalan dengan budaya kerja RAMAH (Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis) yang diusung Kemendikdasmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif. Transformasi menuju Pemerintah Digital (PemDI) menuntut sinergi antara pusat dan daerah dalam memperkuat literasi data di tingkat satuan pendidikan guna mewujudkan visi \"Pendidikan Bermutu untuk Semua\". ***<\/p>\n","post_title":"Daftar Daerah Penerima Penghargaan Validasi Terbaik dari Kemendikdasmen","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"daftar-daerah-penerima-penghargaan-validasi-terbaik-dari-kemendikdasmen","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 14:08:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 06:08:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=476","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":463,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 00:51:21","post_date_gmt":"2026-05-31 16:51:21","post_content":"\n

PROBACA.COM \u2014 Pemerintah mulai mengimplementasikan mekanisme ekspor satu pintu untuk komoditas sumber daya alam (SDA) strategis melalui badan usaha milik negara (BUMN) pada 1 Juni 2026. Pada tahap awal, kebijakan ini mencakup tiga komoditas ekspor utama Indonesia, yakni batu bara, kelapa sawit, dan fero alloy (paduan besi).<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ekspor ketiga komoditas tersebut akan dilakukan melalui BUMN khusus ekspor bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPelaksanaan ini pada tahap awal akan dimulai dengan tiga komoditas strategis yang juga merupakan tiga ekspor terbesar kita, yaitu batu bara, kelapa sawit, dan feroalloy,\u201d ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31\/5).<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan kebijakan ekspor satu pintu diterapkan untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor nasional, termasuk memastikan kualitas dan validitas data ekspor berjalan lebih baik. \u201cPengaturan ini memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Implementasi kebijakan dibagi dalam dua tahap. Airlangga mengatakan pemerintah memberikan masa transisi agar para pelaku usaha memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian terhadap sistem baru tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Tahap pertama merupakan masa transisi yang berlangsung mulai 1 Juni 2026 hingga paling lambat 31 Desember 2026. Dalam tahap ini, perusahaan eksportir tetap dapat melakukan kegiatan ekspor seperti biasa. Namun, eksportir wajib menyampaikan laporan kepada PT DSI secara elektronik melalui sistem layanan ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.<\/p>\n\n\n\n

Dokumen ekspor seperti Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dokumen pelengkap pabean, hingga dokumen transaksi masih menggunakan nama perusahaan eksportir. Pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA serta pelaporan devisa hasil ekspor SDA (DHE SDA) melalui sistem SIMODIS juga tetap dilakukan oleh perusahaan dan dilaporkan kepada PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kewajiban perizinan dan pembayaran ekspor seperti bea keluar, PNBP SDA, dan pungutan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama implementasi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan tahapan berikutnya, termasuk kesiapan penerapan skema QQ (Qualitate Qua) PT DSI selaku BUMN ekspor.<\/p>\n\n\n\n

Dengan skema ini, eksportir tetap dapat melakukan ekspor SDA secara langsung, namun dokumen administrasinya tercatat atas nama \u201cPerusahaan QQ BUMN Ekspor\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":476,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 14:08:40","post_date_gmt":"2026-06-01 06:08:40","post_content":"\n

PROBACA.CO.ID <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah dengan Residu Data Pendidikan Terendah (Validasi Terbaik) Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan ini diberikan Kemendikdasmen sebagai bentuk apresiasi daerah  mewujudkan kedaulatan data sebagai fondasi transformasi digital pendidikan nasional.<\/p>\n\n\n\n

Adapun daftar penerima penghargaan Validitas Terbaik tahun 2025 untuk Kategori Pemerintah Provinsi: Terbaik pertama diraih Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terbaiki kedua: Provinsi Kalimantan Selatan (Kaslel) dan Terbaik ketiga: Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).<\/p>\n\n\n\n

Adapun pemerintah kabupaten antaranya, terbaik pertama:  1 Kabupaten Tapanuli Selatan,  terbaik kedua Kabupaten Lampung Tengah dan terbaik ketiga Kabupaten Banyuwangi.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian kategori pemerintah kota diraih oleh, terbaik satu  Kota Ternate;  terbaik kedua Kota Padang dan Terbaik ketiga Kota Mojokerto.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan itu diberikan pada rangkaian perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 yang diserahkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, bertempat di Gedung A Plaza Insan Berprestasi Kemendikdasmen, Jakarta, Senin malam (25\/05\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menegaskan bahwa validitas data adalah kunci utama dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran, adaptif, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cRendahnya residu data mencerminkan integritas Satu Data Pendidikan di tingkat daerah. Data yang valid bukan sekadar angka administratif, melainkan prasyarat utama agar seluruh layanan digital, termasuk fitur-fitur dalam Super Aplikasi Rumah Pendidikan dapat berjalan andal dan responsif dalam melayani masyarakat,\u201d ujar Wibowo di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

Wibowo juga menambahkan bahwa pencapaian daerah-daerah ini diharapkan dapat memicu partisipasi semesta dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas data Dapodik secara konsisten.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan data yang presisi, kita dapat meminimalkan inefisiensi akses dan memastikan bantuan pemerintah, seperti Dana BOS melalui ARKAS, tersalurkan secara transparan dan akuntabel,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini juga sejalan dengan budaya kerja RAMAH (Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis) yang diusung Kemendikdasmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif. Transformasi menuju Pemerintah Digital (PemDI) menuntut sinergi antara pusat dan daerah dalam memperkuat literasi data di tingkat satuan pendidikan guna mewujudkan visi \"Pendidikan Bermutu untuk Semua\". ***<\/p>\n","post_title":"Daftar Daerah Penerima Penghargaan Validasi Terbaik dari Kemendikdasmen","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"daftar-daerah-penerima-penghargaan-validasi-terbaik-dari-kemendikdasmen","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 14:08:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 06:08:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=476","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":463,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 00:51:21","post_date_gmt":"2026-05-31 16:51:21","post_content":"\n

PROBACA.COM \u2014 Pemerintah mulai mengimplementasikan mekanisme ekspor satu pintu untuk komoditas sumber daya alam (SDA) strategis melalui badan usaha milik negara (BUMN) pada 1 Juni 2026. Pada tahap awal, kebijakan ini mencakup tiga komoditas ekspor utama Indonesia, yakni batu bara, kelapa sawit, dan fero alloy (paduan besi).<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ekspor ketiga komoditas tersebut akan dilakukan melalui BUMN khusus ekspor bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPelaksanaan ini pada tahap awal akan dimulai dengan tiga komoditas strategis yang juga merupakan tiga ekspor terbesar kita, yaitu batu bara, kelapa sawit, dan feroalloy,\u201d ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31\/5).<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan kebijakan ekspor satu pintu diterapkan untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor nasional, termasuk memastikan kualitas dan validitas data ekspor berjalan lebih baik. \u201cPengaturan ini memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Implementasi kebijakan dibagi dalam dua tahap. Airlangga mengatakan pemerintah memberikan masa transisi agar para pelaku usaha memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian terhadap sistem baru tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Tahap pertama merupakan masa transisi yang berlangsung mulai 1 Juni 2026 hingga paling lambat 31 Desember 2026. Dalam tahap ini, perusahaan eksportir tetap dapat melakukan kegiatan ekspor seperti biasa. Namun, eksportir wajib menyampaikan laporan kepada PT DSI secara elektronik melalui sistem layanan ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.<\/p>\n\n\n\n

Dokumen ekspor seperti Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dokumen pelengkap pabean, hingga dokumen transaksi masih menggunakan nama perusahaan eksportir. Pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA serta pelaporan devisa hasil ekspor SDA (DHE SDA) melalui sistem SIMODIS juga tetap dilakukan oleh perusahaan dan dilaporkan kepada PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kewajiban perizinan dan pembayaran ekspor seperti bea keluar, PNBP SDA, dan pungutan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama implementasi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan tahapan berikutnya, termasuk kesiapan penerapan skema QQ (Qualitate Qua) PT DSI selaku BUMN ekspor.<\/p>\n\n\n\n

Dengan skema ini, eksportir tetap dapat melakukan ekspor SDA secara langsung, namun dokumen administrasinya tercatat atas nama \u201cPerusahaan QQ BUMN Ekspor\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":476,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 14:08:40","post_date_gmt":"2026-06-01 06:08:40","post_content":"\n

PROBACA.CO.ID <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah dengan Residu Data Pendidikan Terendah (Validasi Terbaik) Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan ini diberikan Kemendikdasmen sebagai bentuk apresiasi daerah  mewujudkan kedaulatan data sebagai fondasi transformasi digital pendidikan nasional.<\/p>\n\n\n\n

Adapun daftar penerima penghargaan Validitas Terbaik tahun 2025 untuk Kategori Pemerintah Provinsi: Terbaik pertama diraih Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terbaiki kedua: Provinsi Kalimantan Selatan (Kaslel) dan Terbaik ketiga: Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).<\/p>\n\n\n\n

Adapun pemerintah kabupaten antaranya, terbaik pertama:  1 Kabupaten Tapanuli Selatan,  terbaik kedua Kabupaten Lampung Tengah dan terbaik ketiga Kabupaten Banyuwangi.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian kategori pemerintah kota diraih oleh, terbaik satu  Kota Ternate;  terbaik kedua Kota Padang dan Terbaik ketiga Kota Mojokerto.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan itu diberikan pada rangkaian perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 yang diserahkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, bertempat di Gedung A Plaza Insan Berprestasi Kemendikdasmen, Jakarta, Senin malam (25\/05\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menegaskan bahwa validitas data adalah kunci utama dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran, adaptif, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cRendahnya residu data mencerminkan integritas Satu Data Pendidikan di tingkat daerah. Data yang valid bukan sekadar angka administratif, melainkan prasyarat utama agar seluruh layanan digital, termasuk fitur-fitur dalam Super Aplikasi Rumah Pendidikan dapat berjalan andal dan responsif dalam melayani masyarakat,\u201d ujar Wibowo di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

Wibowo juga menambahkan bahwa pencapaian daerah-daerah ini diharapkan dapat memicu partisipasi semesta dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas data Dapodik secara konsisten.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan data yang presisi, kita dapat meminimalkan inefisiensi akses dan memastikan bantuan pemerintah, seperti Dana BOS melalui ARKAS, tersalurkan secara transparan dan akuntabel,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini juga sejalan dengan budaya kerja RAMAH (Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis) yang diusung Kemendikdasmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif. Transformasi menuju Pemerintah Digital (PemDI) menuntut sinergi antara pusat dan daerah dalam memperkuat literasi data di tingkat satuan pendidikan guna mewujudkan visi \"Pendidikan Bermutu untuk Semua\". ***<\/p>\n","post_title":"Daftar Daerah Penerima Penghargaan Validasi Terbaik dari Kemendikdasmen","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"daftar-daerah-penerima-penghargaan-validasi-terbaik-dari-kemendikdasmen","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 14:08:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 06:08:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=476","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":463,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 00:51:21","post_date_gmt":"2026-05-31 16:51:21","post_content":"\n

PROBACA.COM \u2014 Pemerintah mulai mengimplementasikan mekanisme ekspor satu pintu untuk komoditas sumber daya alam (SDA) strategis melalui badan usaha milik negara (BUMN) pada 1 Juni 2026. Pada tahap awal, kebijakan ini mencakup tiga komoditas ekspor utama Indonesia, yakni batu bara, kelapa sawit, dan fero alloy (paduan besi).<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ekspor ketiga komoditas tersebut akan dilakukan melalui BUMN khusus ekspor bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPelaksanaan ini pada tahap awal akan dimulai dengan tiga komoditas strategis yang juga merupakan tiga ekspor terbesar kita, yaitu batu bara, kelapa sawit, dan feroalloy,\u201d ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31\/5).<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan kebijakan ekspor satu pintu diterapkan untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor nasional, termasuk memastikan kualitas dan validitas data ekspor berjalan lebih baik. \u201cPengaturan ini memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Implementasi kebijakan dibagi dalam dua tahap. Airlangga mengatakan pemerintah memberikan masa transisi agar para pelaku usaha memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian terhadap sistem baru tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Tahap pertama merupakan masa transisi yang berlangsung mulai 1 Juni 2026 hingga paling lambat 31 Desember 2026. Dalam tahap ini, perusahaan eksportir tetap dapat melakukan kegiatan ekspor seperti biasa. Namun, eksportir wajib menyampaikan laporan kepada PT DSI secara elektronik melalui sistem layanan ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.<\/p>\n\n\n\n

Dokumen ekspor seperti Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dokumen pelengkap pabean, hingga dokumen transaksi masih menggunakan nama perusahaan eksportir. Pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA serta pelaporan devisa hasil ekspor SDA (DHE SDA) melalui sistem SIMODIS juga tetap dilakukan oleh perusahaan dan dilaporkan kepada PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kewajiban perizinan dan pembayaran ekspor seperti bea keluar, PNBP SDA, dan pungutan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama implementasi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan tahapan berikutnya, termasuk kesiapan penerapan skema QQ (Qualitate Qua) PT DSI selaku BUMN ekspor.<\/p>\n\n\n\n

Dengan skema ini, eksportir tetap dapat melakukan ekspor SDA secara langsung, namun dokumen administrasinya tercatat atas nama \u201cPerusahaan QQ BUMN Ekspor\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":476,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 14:08:40","post_date_gmt":"2026-06-01 06:08:40","post_content":"\n

PROBACA.CO.ID <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah dengan Residu Data Pendidikan Terendah (Validasi Terbaik) Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan ini diberikan Kemendikdasmen sebagai bentuk apresiasi daerah  mewujudkan kedaulatan data sebagai fondasi transformasi digital pendidikan nasional.<\/p>\n\n\n\n

Adapun daftar penerima penghargaan Validitas Terbaik tahun 2025 untuk Kategori Pemerintah Provinsi: Terbaik pertama diraih Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terbaiki kedua: Provinsi Kalimantan Selatan (Kaslel) dan Terbaik ketiga: Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).<\/p>\n\n\n\n

Adapun pemerintah kabupaten antaranya, terbaik pertama:  1 Kabupaten Tapanuli Selatan,  terbaik kedua Kabupaten Lampung Tengah dan terbaik ketiga Kabupaten Banyuwangi.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian kategori pemerintah kota diraih oleh, terbaik satu  Kota Ternate;  terbaik kedua Kota Padang dan Terbaik ketiga Kota Mojokerto.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan itu diberikan pada rangkaian perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 yang diserahkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, bertempat di Gedung A Plaza Insan Berprestasi Kemendikdasmen, Jakarta, Senin malam (25\/05\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menegaskan bahwa validitas data adalah kunci utama dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran, adaptif, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cRendahnya residu data mencerminkan integritas Satu Data Pendidikan di tingkat daerah. Data yang valid bukan sekadar angka administratif, melainkan prasyarat utama agar seluruh layanan digital, termasuk fitur-fitur dalam Super Aplikasi Rumah Pendidikan dapat berjalan andal dan responsif dalam melayani masyarakat,\u201d ujar Wibowo di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

Wibowo juga menambahkan bahwa pencapaian daerah-daerah ini diharapkan dapat memicu partisipasi semesta dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas data Dapodik secara konsisten.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan data yang presisi, kita dapat meminimalkan inefisiensi akses dan memastikan bantuan pemerintah, seperti Dana BOS melalui ARKAS, tersalurkan secara transparan dan akuntabel,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini juga sejalan dengan budaya kerja RAMAH (Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis) yang diusung Kemendikdasmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif. Transformasi menuju Pemerintah Digital (PemDI) menuntut sinergi antara pusat dan daerah dalam memperkuat literasi data di tingkat satuan pendidikan guna mewujudkan visi \"Pendidikan Bermutu untuk Semua\". ***<\/p>\n","post_title":"Daftar Daerah Penerima Penghargaan Validasi Terbaik dari Kemendikdasmen","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"daftar-daerah-penerima-penghargaan-validasi-terbaik-dari-kemendikdasmen","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 14:08:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 06:08:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=476","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":463,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 00:51:21","post_date_gmt":"2026-05-31 16:51:21","post_content":"\n

PROBACA.COM \u2014 Pemerintah mulai mengimplementasikan mekanisme ekspor satu pintu untuk komoditas sumber daya alam (SDA) strategis melalui badan usaha milik negara (BUMN) pada 1 Juni 2026. Pada tahap awal, kebijakan ini mencakup tiga komoditas ekspor utama Indonesia, yakni batu bara, kelapa sawit, dan fero alloy (paduan besi).<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ekspor ketiga komoditas tersebut akan dilakukan melalui BUMN khusus ekspor bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPelaksanaan ini pada tahap awal akan dimulai dengan tiga komoditas strategis yang juga merupakan tiga ekspor terbesar kita, yaitu batu bara, kelapa sawit, dan feroalloy,\u201d ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31\/5).<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan kebijakan ekspor satu pintu diterapkan untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor nasional, termasuk memastikan kualitas dan validitas data ekspor berjalan lebih baik. \u201cPengaturan ini memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Implementasi kebijakan dibagi dalam dua tahap. Airlangga mengatakan pemerintah memberikan masa transisi agar para pelaku usaha memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian terhadap sistem baru tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Tahap pertama merupakan masa transisi yang berlangsung mulai 1 Juni 2026 hingga paling lambat 31 Desember 2026. Dalam tahap ini, perusahaan eksportir tetap dapat melakukan kegiatan ekspor seperti biasa. Namun, eksportir wajib menyampaikan laporan kepada PT DSI secara elektronik melalui sistem layanan ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.<\/p>\n\n\n\n

Dokumen ekspor seperti Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dokumen pelengkap pabean, hingga dokumen transaksi masih menggunakan nama perusahaan eksportir. Pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA serta pelaporan devisa hasil ekspor SDA (DHE SDA) melalui sistem SIMODIS juga tetap dilakukan oleh perusahaan dan dilaporkan kepada PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kewajiban perizinan dan pembayaran ekspor seperti bea keluar, PNBP SDA, dan pungutan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama implementasi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan tahapan berikutnya, termasuk kesiapan penerapan skema QQ (Qualitate Qua) PT DSI selaku BUMN ekspor.<\/p>\n\n\n\n

Dengan skema ini, eksportir tetap dapat melakukan ekspor SDA secara langsung, namun dokumen administrasinya tercatat atas nama \u201cPerusahaan QQ BUMN Ekspor\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":476,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 14:08:40","post_date_gmt":"2026-06-01 06:08:40","post_content":"\n

PROBACA.CO.ID <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah dengan Residu Data Pendidikan Terendah (Validasi Terbaik) Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan ini diberikan Kemendikdasmen sebagai bentuk apresiasi daerah  mewujudkan kedaulatan data sebagai fondasi transformasi digital pendidikan nasional.<\/p>\n\n\n\n

Adapun daftar penerima penghargaan Validitas Terbaik tahun 2025 untuk Kategori Pemerintah Provinsi: Terbaik pertama diraih Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terbaiki kedua: Provinsi Kalimantan Selatan (Kaslel) dan Terbaik ketiga: Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).<\/p>\n\n\n\n

Adapun pemerintah kabupaten antaranya, terbaik pertama:  1 Kabupaten Tapanuli Selatan,  terbaik kedua Kabupaten Lampung Tengah dan terbaik ketiga Kabupaten Banyuwangi.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian kategori pemerintah kota diraih oleh, terbaik satu  Kota Ternate;  terbaik kedua Kota Padang dan Terbaik ketiga Kota Mojokerto.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan itu diberikan pada rangkaian perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 yang diserahkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, bertempat di Gedung A Plaza Insan Berprestasi Kemendikdasmen, Jakarta, Senin malam (25\/05\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menegaskan bahwa validitas data adalah kunci utama dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran, adaptif, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cRendahnya residu data mencerminkan integritas Satu Data Pendidikan di tingkat daerah. Data yang valid bukan sekadar angka administratif, melainkan prasyarat utama agar seluruh layanan digital, termasuk fitur-fitur dalam Super Aplikasi Rumah Pendidikan dapat berjalan andal dan responsif dalam melayani masyarakat,\u201d ujar Wibowo di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

Wibowo juga menambahkan bahwa pencapaian daerah-daerah ini diharapkan dapat memicu partisipasi semesta dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas data Dapodik secara konsisten.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan data yang presisi, kita dapat meminimalkan inefisiensi akses dan memastikan bantuan pemerintah, seperti Dana BOS melalui ARKAS, tersalurkan secara transparan dan akuntabel,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini juga sejalan dengan budaya kerja RAMAH (Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis) yang diusung Kemendikdasmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif. Transformasi menuju Pemerintah Digital (PemDI) menuntut sinergi antara pusat dan daerah dalam memperkuat literasi data di tingkat satuan pendidikan guna mewujudkan visi \"Pendidikan Bermutu untuk Semua\". ***<\/p>\n","post_title":"Daftar Daerah Penerima Penghargaan Validasi Terbaik dari Kemendikdasmen","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"daftar-daerah-penerima-penghargaan-validasi-terbaik-dari-kemendikdasmen","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 14:08:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 06:08:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=476","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":463,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 00:51:21","post_date_gmt":"2026-05-31 16:51:21","post_content":"\n

PROBACA.COM \u2014 Pemerintah mulai mengimplementasikan mekanisme ekspor satu pintu untuk komoditas sumber daya alam (SDA) strategis melalui badan usaha milik negara (BUMN) pada 1 Juni 2026. Pada tahap awal, kebijakan ini mencakup tiga komoditas ekspor utama Indonesia, yakni batu bara, kelapa sawit, dan fero alloy (paduan besi).<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ekspor ketiga komoditas tersebut akan dilakukan melalui BUMN khusus ekspor bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPelaksanaan ini pada tahap awal akan dimulai dengan tiga komoditas strategis yang juga merupakan tiga ekspor terbesar kita, yaitu batu bara, kelapa sawit, dan feroalloy,\u201d ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31\/5).<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan kebijakan ekspor satu pintu diterapkan untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor nasional, termasuk memastikan kualitas dan validitas data ekspor berjalan lebih baik. \u201cPengaturan ini memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Implementasi kebijakan dibagi dalam dua tahap. Airlangga mengatakan pemerintah memberikan masa transisi agar para pelaku usaha memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian terhadap sistem baru tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Tahap pertama merupakan masa transisi yang berlangsung mulai 1 Juni 2026 hingga paling lambat 31 Desember 2026. Dalam tahap ini, perusahaan eksportir tetap dapat melakukan kegiatan ekspor seperti biasa. Namun, eksportir wajib menyampaikan laporan kepada PT DSI secara elektronik melalui sistem layanan ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.<\/p>\n\n\n\n

Dokumen ekspor seperti Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dokumen pelengkap pabean, hingga dokumen transaksi masih menggunakan nama perusahaan eksportir. Pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA serta pelaporan devisa hasil ekspor SDA (DHE SDA) melalui sistem SIMODIS juga tetap dilakukan oleh perusahaan dan dilaporkan kepada PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kewajiban perizinan dan pembayaran ekspor seperti bea keluar, PNBP SDA, dan pungutan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama implementasi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan tahapan berikutnya, termasuk kesiapan penerapan skema QQ (Qualitate Qua) PT DSI selaku BUMN ekspor.<\/p>\n\n\n\n

Dengan skema ini, eksportir tetap dapat melakukan ekspor SDA secara langsung, namun dokumen administrasinya tercatat atas nama \u201cPerusahaan QQ BUMN Ekspor\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":476,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 14:08:40","post_date_gmt":"2026-06-01 06:08:40","post_content":"\n

PROBACA.CO.ID <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah dengan Residu Data Pendidikan Terendah (Validasi Terbaik) Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan ini diberikan Kemendikdasmen sebagai bentuk apresiasi daerah  mewujudkan kedaulatan data sebagai fondasi transformasi digital pendidikan nasional.<\/p>\n\n\n\n

Adapun daftar penerima penghargaan Validitas Terbaik tahun 2025 untuk Kategori Pemerintah Provinsi: Terbaik pertama diraih Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terbaiki kedua: Provinsi Kalimantan Selatan (Kaslel) dan Terbaik ketiga: Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).<\/p>\n\n\n\n

Adapun pemerintah kabupaten antaranya, terbaik pertama:  1 Kabupaten Tapanuli Selatan,  terbaik kedua Kabupaten Lampung Tengah dan terbaik ketiga Kabupaten Banyuwangi.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian kategori pemerintah kota diraih oleh, terbaik satu  Kota Ternate;  terbaik kedua Kota Padang dan Terbaik ketiga Kota Mojokerto.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan itu diberikan pada rangkaian perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 yang diserahkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, bertempat di Gedung A Plaza Insan Berprestasi Kemendikdasmen, Jakarta, Senin malam (25\/05\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menegaskan bahwa validitas data adalah kunci utama dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran, adaptif, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cRendahnya residu data mencerminkan integritas Satu Data Pendidikan di tingkat daerah. Data yang valid bukan sekadar angka administratif, melainkan prasyarat utama agar seluruh layanan digital, termasuk fitur-fitur dalam Super Aplikasi Rumah Pendidikan dapat berjalan andal dan responsif dalam melayani masyarakat,\u201d ujar Wibowo di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

Wibowo juga menambahkan bahwa pencapaian daerah-daerah ini diharapkan dapat memicu partisipasi semesta dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas data Dapodik secara konsisten.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan data yang presisi, kita dapat meminimalkan inefisiensi akses dan memastikan bantuan pemerintah, seperti Dana BOS melalui ARKAS, tersalurkan secara transparan dan akuntabel,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini juga sejalan dengan budaya kerja RAMAH (Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis) yang diusung Kemendikdasmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif. Transformasi menuju Pemerintah Digital (PemDI) menuntut sinergi antara pusat dan daerah dalam memperkuat literasi data di tingkat satuan pendidikan guna mewujudkan visi \"Pendidikan Bermutu untuk Semua\". ***<\/p>\n","post_title":"Daftar Daerah Penerima Penghargaan Validasi Terbaik dari Kemendikdasmen","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"daftar-daerah-penerima-penghargaan-validasi-terbaik-dari-kemendikdasmen","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 14:08:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 06:08:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=476","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":463,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 00:51:21","post_date_gmt":"2026-05-31 16:51:21","post_content":"\n

PROBACA.COM \u2014 Pemerintah mulai mengimplementasikan mekanisme ekspor satu pintu untuk komoditas sumber daya alam (SDA) strategis melalui badan usaha milik negara (BUMN) pada 1 Juni 2026. Pada tahap awal, kebijakan ini mencakup tiga komoditas ekspor utama Indonesia, yakni batu bara, kelapa sawit, dan fero alloy (paduan besi).<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ekspor ketiga komoditas tersebut akan dilakukan melalui BUMN khusus ekspor bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPelaksanaan ini pada tahap awal akan dimulai dengan tiga komoditas strategis yang juga merupakan tiga ekspor terbesar kita, yaitu batu bara, kelapa sawit, dan feroalloy,\u201d ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31\/5).<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan kebijakan ekspor satu pintu diterapkan untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor nasional, termasuk memastikan kualitas dan validitas data ekspor berjalan lebih baik. \u201cPengaturan ini memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Implementasi kebijakan dibagi dalam dua tahap. Airlangga mengatakan pemerintah memberikan masa transisi agar para pelaku usaha memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian terhadap sistem baru tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Tahap pertama merupakan masa transisi yang berlangsung mulai 1 Juni 2026 hingga paling lambat 31 Desember 2026. Dalam tahap ini, perusahaan eksportir tetap dapat melakukan kegiatan ekspor seperti biasa. Namun, eksportir wajib menyampaikan laporan kepada PT DSI secara elektronik melalui sistem layanan ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.<\/p>\n\n\n\n

Dokumen ekspor seperti Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dokumen pelengkap pabean, hingga dokumen transaksi masih menggunakan nama perusahaan eksportir. Pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA serta pelaporan devisa hasil ekspor SDA (DHE SDA) melalui sistem SIMODIS juga tetap dilakukan oleh perusahaan dan dilaporkan kepada PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kewajiban perizinan dan pembayaran ekspor seperti bea keluar, PNBP SDA, dan pungutan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama implementasi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan tahapan berikutnya, termasuk kesiapan penerapan skema QQ (Qualitate Qua) PT DSI selaku BUMN ekspor.<\/p>\n\n\n\n

Dengan skema ini, eksportir tetap dapat melakukan ekspor SDA secara langsung, namun dokumen administrasinya tercatat atas nama \u201cPerusahaan QQ BUMN Ekspor\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":476,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 14:08:40","post_date_gmt":"2026-06-01 06:08:40","post_content":"\n

PROBACA.CO.ID <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah dengan Residu Data Pendidikan Terendah (Validasi Terbaik) Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan ini diberikan Kemendikdasmen sebagai bentuk apresiasi daerah  mewujudkan kedaulatan data sebagai fondasi transformasi digital pendidikan nasional.<\/p>\n\n\n\n

Adapun daftar penerima penghargaan Validitas Terbaik tahun 2025 untuk Kategori Pemerintah Provinsi: Terbaik pertama diraih Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terbaiki kedua: Provinsi Kalimantan Selatan (Kaslel) dan Terbaik ketiga: Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).<\/p>\n\n\n\n

Adapun pemerintah kabupaten antaranya, terbaik pertama:  1 Kabupaten Tapanuli Selatan,  terbaik kedua Kabupaten Lampung Tengah dan terbaik ketiga Kabupaten Banyuwangi.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian kategori pemerintah kota diraih oleh, terbaik satu  Kota Ternate;  terbaik kedua Kota Padang dan Terbaik ketiga Kota Mojokerto.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan itu diberikan pada rangkaian perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 yang diserahkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, bertempat di Gedung A Plaza Insan Berprestasi Kemendikdasmen, Jakarta, Senin malam (25\/05\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menegaskan bahwa validitas data adalah kunci utama dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran, adaptif, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cRendahnya residu data mencerminkan integritas Satu Data Pendidikan di tingkat daerah. Data yang valid bukan sekadar angka administratif, melainkan prasyarat utama agar seluruh layanan digital, termasuk fitur-fitur dalam Super Aplikasi Rumah Pendidikan dapat berjalan andal dan responsif dalam melayani masyarakat,\u201d ujar Wibowo di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

Wibowo juga menambahkan bahwa pencapaian daerah-daerah ini diharapkan dapat memicu partisipasi semesta dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas data Dapodik secara konsisten.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan data yang presisi, kita dapat meminimalkan inefisiensi akses dan memastikan bantuan pemerintah, seperti Dana BOS melalui ARKAS, tersalurkan secara transparan dan akuntabel,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini juga sejalan dengan budaya kerja RAMAH (Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis) yang diusung Kemendikdasmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif. Transformasi menuju Pemerintah Digital (PemDI) menuntut sinergi antara pusat dan daerah dalam memperkuat literasi data di tingkat satuan pendidikan guna mewujudkan visi \"Pendidikan Bermutu untuk Semua\". ***<\/p>\n","post_title":"Daftar Daerah Penerima Penghargaan Validasi Terbaik dari Kemendikdasmen","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"daftar-daerah-penerima-penghargaan-validasi-terbaik-dari-kemendikdasmen","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 14:08:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 06:08:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=476","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":463,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 00:51:21","post_date_gmt":"2026-05-31 16:51:21","post_content":"\n

PROBACA.COM \u2014 Pemerintah mulai mengimplementasikan mekanisme ekspor satu pintu untuk komoditas sumber daya alam (SDA) strategis melalui badan usaha milik negara (BUMN) pada 1 Juni 2026. Pada tahap awal, kebijakan ini mencakup tiga komoditas ekspor utama Indonesia, yakni batu bara, kelapa sawit, dan fero alloy (paduan besi).<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ekspor ketiga komoditas tersebut akan dilakukan melalui BUMN khusus ekspor bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPelaksanaan ini pada tahap awal akan dimulai dengan tiga komoditas strategis yang juga merupakan tiga ekspor terbesar kita, yaitu batu bara, kelapa sawit, dan feroalloy,\u201d ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31\/5).<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan kebijakan ekspor satu pintu diterapkan untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor nasional, termasuk memastikan kualitas dan validitas data ekspor berjalan lebih baik. \u201cPengaturan ini memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Implementasi kebijakan dibagi dalam dua tahap. Airlangga mengatakan pemerintah memberikan masa transisi agar para pelaku usaha memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian terhadap sistem baru tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Tahap pertama merupakan masa transisi yang berlangsung mulai 1 Juni 2026 hingga paling lambat 31 Desember 2026. Dalam tahap ini, perusahaan eksportir tetap dapat melakukan kegiatan ekspor seperti biasa. Namun, eksportir wajib menyampaikan laporan kepada PT DSI secara elektronik melalui sistem layanan ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.<\/p>\n\n\n\n

Dokumen ekspor seperti Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dokumen pelengkap pabean, hingga dokumen transaksi masih menggunakan nama perusahaan eksportir. Pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA serta pelaporan devisa hasil ekspor SDA (DHE SDA) melalui sistem SIMODIS juga tetap dilakukan oleh perusahaan dan dilaporkan kepada PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kewajiban perizinan dan pembayaran ekspor seperti bea keluar, PNBP SDA, dan pungutan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama implementasi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan tahapan berikutnya, termasuk kesiapan penerapan skema QQ (Qualitate Qua) PT DSI selaku BUMN ekspor.<\/p>\n\n\n\n

Dengan skema ini, eksportir tetap dapat melakukan ekspor SDA secara langsung, namun dokumen administrasinya tercatat atas nama \u201cPerusahaan QQ BUMN Ekspor\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":476,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 14:08:40","post_date_gmt":"2026-06-01 06:08:40","post_content":"\n

PROBACA.CO.ID <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah dengan Residu Data Pendidikan Terendah (Validasi Terbaik) Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan ini diberikan Kemendikdasmen sebagai bentuk apresiasi daerah  mewujudkan kedaulatan data sebagai fondasi transformasi digital pendidikan nasional.<\/p>\n\n\n\n

Adapun daftar penerima penghargaan Validitas Terbaik tahun 2025 untuk Kategori Pemerintah Provinsi: Terbaik pertama diraih Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terbaiki kedua: Provinsi Kalimantan Selatan (Kaslel) dan Terbaik ketiga: Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).<\/p>\n\n\n\n

Adapun pemerintah kabupaten antaranya, terbaik pertama:  1 Kabupaten Tapanuli Selatan,  terbaik kedua Kabupaten Lampung Tengah dan terbaik ketiga Kabupaten Banyuwangi.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian kategori pemerintah kota diraih oleh, terbaik satu  Kota Ternate;  terbaik kedua Kota Padang dan Terbaik ketiga Kota Mojokerto.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan itu diberikan pada rangkaian perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 yang diserahkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, bertempat di Gedung A Plaza Insan Berprestasi Kemendikdasmen, Jakarta, Senin malam (25\/05\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menegaskan bahwa validitas data adalah kunci utama dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran, adaptif, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cRendahnya residu data mencerminkan integritas Satu Data Pendidikan di tingkat daerah. Data yang valid bukan sekadar angka administratif, melainkan prasyarat utama agar seluruh layanan digital, termasuk fitur-fitur dalam Super Aplikasi Rumah Pendidikan dapat berjalan andal dan responsif dalam melayani masyarakat,\u201d ujar Wibowo di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

Wibowo juga menambahkan bahwa pencapaian daerah-daerah ini diharapkan dapat memicu partisipasi semesta dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas data Dapodik secara konsisten.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan data yang presisi, kita dapat meminimalkan inefisiensi akses dan memastikan bantuan pemerintah, seperti Dana BOS melalui ARKAS, tersalurkan secara transparan dan akuntabel,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini juga sejalan dengan budaya kerja RAMAH (Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis) yang diusung Kemendikdasmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif. Transformasi menuju Pemerintah Digital (PemDI) menuntut sinergi antara pusat dan daerah dalam memperkuat literasi data di tingkat satuan pendidikan guna mewujudkan visi \"Pendidikan Bermutu untuk Semua\". ***<\/p>\n","post_title":"Daftar Daerah Penerima Penghargaan Validasi Terbaik dari Kemendikdasmen","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"daftar-daerah-penerima-penghargaan-validasi-terbaik-dari-kemendikdasmen","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 14:08:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 06:08:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=476","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":463,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 00:51:21","post_date_gmt":"2026-05-31 16:51:21","post_content":"\n

PROBACA.COM \u2014 Pemerintah mulai mengimplementasikan mekanisme ekspor satu pintu untuk komoditas sumber daya alam (SDA) strategis melalui badan usaha milik negara (BUMN) pada 1 Juni 2026. Pada tahap awal, kebijakan ini mencakup tiga komoditas ekspor utama Indonesia, yakni batu bara, kelapa sawit, dan fero alloy (paduan besi).<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ekspor ketiga komoditas tersebut akan dilakukan melalui BUMN khusus ekspor bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPelaksanaan ini pada tahap awal akan dimulai dengan tiga komoditas strategis yang juga merupakan tiga ekspor terbesar kita, yaitu batu bara, kelapa sawit, dan feroalloy,\u201d ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31\/5).<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan kebijakan ekspor satu pintu diterapkan untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor nasional, termasuk memastikan kualitas dan validitas data ekspor berjalan lebih baik. \u201cPengaturan ini memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Implementasi kebijakan dibagi dalam dua tahap. Airlangga mengatakan pemerintah memberikan masa transisi agar para pelaku usaha memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian terhadap sistem baru tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Tahap pertama merupakan masa transisi yang berlangsung mulai 1 Juni 2026 hingga paling lambat 31 Desember 2026. Dalam tahap ini, perusahaan eksportir tetap dapat melakukan kegiatan ekspor seperti biasa. Namun, eksportir wajib menyampaikan laporan kepada PT DSI secara elektronik melalui sistem layanan ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.<\/p>\n\n\n\n

Dokumen ekspor seperti Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dokumen pelengkap pabean, hingga dokumen transaksi masih menggunakan nama perusahaan eksportir. Pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA serta pelaporan devisa hasil ekspor SDA (DHE SDA) melalui sistem SIMODIS juga tetap dilakukan oleh perusahaan dan dilaporkan kepada PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kewajiban perizinan dan pembayaran ekspor seperti bea keluar, PNBP SDA, dan pungutan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama implementasi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan tahapan berikutnya, termasuk kesiapan penerapan skema QQ (Qualitate Qua) PT DSI selaku BUMN ekspor.<\/p>\n\n\n\n

Dengan skema ini, eksportir tetap dapat melakukan ekspor SDA secara langsung, namun dokumen administrasinya tercatat atas nama \u201cPerusahaan QQ BUMN Ekspor\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13
\n

PROBACARA.COM<\/strong> \u2013 Kerinduan guru dan murid SMA Negeri 4 Manokwari di Provinsi Papua Barat untuk memiliki Gedung sekolah sendiri segera terwujud. Hal ini ditandai Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu\u2019ti, lakukan peletakan batu pertama pembangunan Unit Sekolah Baru (USB) SMA Negeri 4 Manokwari, Papua Barat, pada Kamis (28\/5\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Wajah kebahagian tak bisa disembunyikan dari para murid dan guru. Pasalnya, sejak Juni 2026 sekolah tersebut berdiri, 60 murid yang menjadi Angkatan pertama harus belajar di fasilitas SMP Negeri 27 Manokwari. Para siswa harus mulai belajar disiang hari.<\/p>\n\n\n\n

\"Anak-anak sangat gembira mendengar kabar ini,\" ungkap Kepala SMA Negeri 4 Manokwari, Iriandi Eendyasmoko.<\/p>\n\n\n\n

Kebahagiaan serupa turut dirasakan langsung oleh para murid SMA Negeri 4 Manokwari. Maria Aura Angeli Tampani, murid kelas 10, mengungkapkan kelegaannya karena tidak lama lagi mereka akan memiliki gedung dan fasilitas belajar sendiri. Selama ini, ia mengaku kerap merasa segan karena harus terus menggunakan fasilitas milik sekolah lain. \"Otomatis senang, karena sudah punya gedung sendiri. Karena kan kita menumpang, jadi otomatis ada rasa-rasa malu,\" tutur Maria menceritakan pengalamannya.<\/p>\n\n\n\n

Teman satu angkatannya, Filki Israel Kuai, juga menyambut antusias pembangunan fasilitas baru ini. Bagi Filki, gedung baru ini tidak hanya memberikan kenyamanan fisik, tetapi juga membawa harapan besar bagi masa depan pendidikan mereka.<\/p>\n\n\n\n

\"Harapannya semoga SMA 4 ini bisa dikenal banyak orang, terus bisa maju juga kayak SMA-SMA yang lain, bisa bersaing,\" ujarnya penuh semangat.<\/p>\n\n\n\n

Kehadiran USB ini merupakan buah dari sinergi proaktif antara dinas pendidikan, pemerintah kabupaten, dan Kemendikdasmen. Melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS) Revitalisasi Satuan Pendidikan tahun 2026, dialokasikan anggaran sebesar Rp8,1 miliar untuk pembangunan yang ditargetkan rampung dalam enam bulan.<\/p>\n\n\n\n

Lebih menggembirakan lagi, rancangan fasilitas ini dibuat secara komprehensif melalui diskusi yang mendalam.<\/p>\n\n\n\n

\"Kami tidak menyangka mendapat fasilitas seluas ini, bahkan lengkap dengan pagar yang sangat penting untuk keamanan sekolah. Kami sangat terharu atas kepedulian dinas dan kementerian,\" tambah Iriandi, mengapresiasi terwujudnya satu-satunya USB tingkat SMA di Papua Barat untuk tahun ini.<\/p>\n\n\n\n

Di sisi lain, pembangunan USB SMAN 4 Manokwari ini membawa misi yang lebih besar dari sekadar pemerataan infrastruktur pendidikan. Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan bahwa seluruh proyek revitalisasi dan pembangunan ini mengusung sistem swakelola sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto.<\/p>\n\n\n\n

\"Dengan sistem ini diharapkan dapat melibatkan masyarakat setempat, sehingga dapat menyerap lapangan kerja, juga dapat menggerakkan ekonomi lokal karena belanja materialnya dari toko-toko bangunan setempat,\" tegas Menteri Mu'ti.<\/p>\n\n\n\n

Ia memproyeksikan, dengan target 71.744 satuan pendidikan yang direvitalisasi pada tahun 2026 dan asumsi serapan minimal 10 orang per sekolah, Kemendikdasmen akan membuka lapangan kerja bagi sekurang-kurangnya 710.000 pekerja di seluruh Indonesia.<\/p>\n\n\n\n

Menutup arahannya, Menteri Mu'ti menitipkan pesan agar seluruh pemangku kepentingan mengawal pembangunan ini dengan memegang teguh prinsip good government dan clean government. Hal ini selaras dengan komitmen pihak sekolah yang akan terus berkoordinasi erat dengan Kemendikdasmen untuk memastikan pembangunan berjalan mulus dan mewujudkan sekolah yang ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) bagi para murid di Manokwari.***<\/p>\n","post_title":"SMA Negeri 4 Manokwari Segera Miliki Gedung, Mendikdasmen Peletakan Batu Pertama","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"sma-negeri-4-monokwari-segera-miliki-gedung-mendikdasmen-peletakan-batu-pertama","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 23:05:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 15:05:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=482","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":476,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 14:08:40","post_date_gmt":"2026-06-01 06:08:40","post_content":"\n

PROBACA.CO.ID <\/strong>\u2013 Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) telah memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah dengan Residu Data Pendidikan Terendah (Validasi Terbaik) Tahun 2025.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan ini diberikan Kemendikdasmen sebagai bentuk apresiasi daerah  mewujudkan kedaulatan data sebagai fondasi transformasi digital pendidikan nasional.<\/p>\n\n\n\n

Adapun daftar penerima penghargaan Validitas Terbaik tahun 2025 untuk Kategori Pemerintah Provinsi: Terbaik pertama diraih Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, terbaiki kedua: Provinsi Kalimantan Selatan (Kaslel) dan Terbaik ketiga: Provinsi Sumatera Barat (Sumbar).<\/p>\n\n\n\n

Adapun pemerintah kabupaten antaranya, terbaik pertama:  1 Kabupaten Tapanuli Selatan,  terbaik kedua Kabupaten Lampung Tengah dan terbaik ketiga Kabupaten Banyuwangi.<\/p>\n\n\n\n

Kemudian kategori pemerintah kota diraih oleh, terbaik satu  Kota Ternate;  terbaik kedua Kota Padang dan Terbaik ketiga Kota Mojokerto.<\/p>\n\n\n\n

Penghargaan itu diberikan pada rangkaian perayaan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2026 yang diserahkan oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti, bertempat di Gedung A Plaza Insan Berprestasi Kemendikdasmen, Jakarta, Senin malam (25\/05\/2026) lalu.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi (Kapusdatin) Kemendikdasmen, Wibowo Mukti, menegaskan bahwa validitas data adalah kunci utama dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran, adaptif, dan berkelanjutan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cRendahnya residu data mencerminkan integritas Satu Data Pendidikan di tingkat daerah. Data yang valid bukan sekadar angka administratif, melainkan prasyarat utama agar seluruh layanan digital, termasuk fitur-fitur dalam Super Aplikasi Rumah Pendidikan dapat berjalan andal dan responsif dalam melayani masyarakat,\u201d ujar Wibowo di Jakarta.<\/p>\n\n\n\n

Wibowo juga menambahkan bahwa pencapaian daerah-daerah ini diharapkan dapat memicu partisipasi semesta dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kualitas data Dapodik secara konsisten.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDengan data yang presisi, kita dapat meminimalkan inefisiensi akses dan memastikan bantuan pemerintah, seperti Dana BOS melalui ARKAS, tersalurkan secara transparan dan akuntabel,\u201d tambahnya.<\/p>\n\n\n\n

Langkah ini juga sejalan dengan budaya kerja RAMAH (Responsif, Akuntabel, Melayani, Adaptif, dan Harmonis) yang diusung Kemendikdasmen untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang inklusif. Transformasi menuju Pemerintah Digital (PemDI) menuntut sinergi antara pusat dan daerah dalam memperkuat literasi data di tingkat satuan pendidikan guna mewujudkan visi \"Pendidikan Bermutu untuk Semua\". ***<\/p>\n","post_title":"Daftar Daerah Penerima Penghargaan Validasi Terbaik dari Kemendikdasmen","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"daftar-daerah-penerima-penghargaan-validasi-terbaik-dari-kemendikdasmen","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 14:08:41","post_modified_gmt":"2026-06-01 06:08:41","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=476","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":463,"post_author":"3","post_date":"2026-06-01 00:51:21","post_date_gmt":"2026-05-31 16:51:21","post_content":"\n

PROBACA.COM \u2014 Pemerintah mulai mengimplementasikan mekanisme ekspor satu pintu untuk komoditas sumber daya alam (SDA) strategis melalui badan usaha milik negara (BUMN) pada 1 Juni 2026. Pada tahap awal, kebijakan ini mencakup tiga komoditas ekspor utama Indonesia, yakni batu bara, kelapa sawit, dan fero alloy (paduan besi).<\/p>\n\n\n\n

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, ekspor ketiga komoditas tersebut akan dilakukan melalui BUMN khusus ekspor bernama PT Danantara Sumberdaya Indonesia (Persero) atau DSI.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPelaksanaan ini pada tahap awal akan dimulai dengan tiga komoditas strategis yang juga merupakan tiga ekspor terbesar kita, yaitu batu bara, kelapa sawit, dan feroalloy,\u201d ujar Airlangga dalam konferensi pers di Jakarta, Minggu (31\/5).<\/p>\n\n\n\n

Ia menegaskan kebijakan ekspor satu pintu diterapkan untuk memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor nasional, termasuk memastikan kualitas dan validitas data ekspor berjalan lebih baik. \u201cPengaturan ini memperkuat pengawasan dan tata kelola ekspor,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Implementasi kebijakan dibagi dalam dua tahap. Airlangga mengatakan pemerintah memberikan masa transisi agar para pelaku usaha memiliki waktu yang cukup untuk melakukan penyesuaian terhadap sistem baru tersebut.<\/p>\n\n\n\n

Tahap pertama merupakan masa transisi yang berlangsung mulai 1 Juni 2026 hingga paling lambat 31 Desember 2026. Dalam tahap ini, perusahaan eksportir tetap dapat melakukan kegiatan ekspor seperti biasa. Namun, eksportir wajib menyampaikan laporan kepada PT DSI secara elektronik melalui sistem layanan ekspor Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.<\/p>\n\n\n\n

Dokumen ekspor seperti Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB), dokumen pelengkap pabean, hingga dokumen transaksi masih menggunakan nama perusahaan eksportir. Pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA serta pelaporan devisa hasil ekspor SDA (DHE SDA) melalui sistem SIMODIS juga tetap dilakukan oleh perusahaan dan dilaporkan kepada PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Selain itu, kewajiban perizinan dan pembayaran ekspor seperti bea keluar, PNBP SDA, dan pungutan ekspor tetap dilakukan oleh perusahaan.<\/p>\n\n\n\n

Pemerintah akan melakukan evaluasi dalam tiga bulan pertama implementasi. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penentuan tahapan berikutnya, termasuk kesiapan penerapan skema QQ (Qualitate Qua) PT DSI selaku BUMN ekspor.<\/p>\n\n\n\n

Dengan skema ini, eksportir tetap dapat melakukan ekspor SDA secara langsung, namun dokumen administrasinya tercatat atas nama \u201cPerusahaan QQ BUMN Ekspor\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tahap kedua atau masa implementasi penuh ditargetkan berlaku paling lambat 1 Januari 2027. Seluruh proses ekspor hanya dapat dilakukan oleh PT DSI.<\/p>\n\n\n\n

Dalam skema penuh tersebut, PT DSI akan bertindak sebagai eksportir dan bertanggung jawab atas seluruh proses ekspor, mulai dari transaksi, kontrak, customs clearance, pengangkutan, hingga pembayaran.<\/p>\n\n\n\n

Seluruh dokumen ekspor, pengoperasian sistem layanan ekspor melalui portal CEISA 4.0, pelaporan DHE SDA melalui sistem SIMODIS, hingga pemenuhan kewajiban perizinan akan dilakukan oleh PT DSI. ***<\/p>\n","post_title":"Berikut Tahapan Masa\u00a0 Transisi Ekspor Batu Bara hingga Sawit \u00a0","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"berikut-tahan-masa-transisi-ekspor-batu-bara-hingga-sawit","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-06-01 07:58:34","post_modified_gmt":"2026-05-31 23:58:34","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=463","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":450,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 06:37:00","post_date_gmt":"2026-05-28 22:37:00","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":438,"post_author":"3","post_date":"2026-05-28 18:57:54","post_date_gmt":"2026-05-28 10:57:54","post_content":"\n

JABAR, PROBACA.COM \u2013 Kepala Sekolah (kepsek) di Sekolah Manusia Unggul (Maung) jejang SMA\/SMK di Jawa Barat siap-siap dicopot dari jabatannya jika terbukti melegalkan praktek titipan dalam seleksi penerimaan siswa baru Maung.<\/p>\n\n\n\n

Hal ini ditegaskan Gubernur Jabar Dedi Muliyadi menyikapi pendaftaran SPMB Jabar 2026 yang dimulai Senin (25\/5\/2026) khusus untuk calon siswa Sekolah Maung.<\/p>\n\n\n\n

Dedi menegaskan kepada seluruh kepala sekolah dan panitia penerimaan siswa agar tidak melanggar dan melakukan praktek yang cenderai prinsip sekolah unggulan.<\/p>\n\n\n\n

KDM julukannya bahkan mengingatkan, tidak segan-segan mencopot kepala sekolah dan panitia yang tidak mengindahkan imbauannya tersebut. Bahkan akan memproses hukum pihak-pihak terbukti melakukan kecurangan dalam penerimaan siswa baru.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSaya tidak segan-segan untuk memberhentikan kepala sekolah, memberhentikan panitia, memberhentikan siapa pun yang terlibat dari proses yang tidak terpuji dari sekolah unggul,\u201d kata Dedi dalam rilis Pemprov Jabar.<\/p>\n\n\n\n

Ia tidak ingin praktek budaya titip-menitip justru merusak esensi dibentuknya sekolah unggulan yang akan mencetak generasi berkualitas.<\/p>\n\n\n\n

\u201cTidak boleh ada budaya titip-menitip dan kami tidak akan segan-segan untuk memproses hukum bagi siapa pun yang nanti terbukti terlibat melakukan penyimpangan,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Bukan hanya kelapa sekolah yang diancam, tapi juga orang tua yang mencoba titip-menitip anaknya melalui jalur melanggar prinsip transparasi akan diumumkan dipublik.<\/p>\n\n\n\n

\u201cKami juga akan mengumumkan kepada publik siapa-siapa yang menitipkan anaknya di sekolah unggul yang melanggar prinsip-prinsip transparansi dan prinsip-prinsip keunggulan sekolah itu sendiri,\u201d ucapnya.<\/p>\n\n\n\n

Dedi berharap seluruh proses penerimaan siswa baru dapat berjalan objektif sehingga siswa berprestasi dapat diterima tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk orang tua.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMari kita wujudkan anak-anak kita menjadi anak-anak berprestasi tanpa intervensi orang tuanya,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Awas Titipan di Sekolah Maung, Gubernur Jabar Ancam Copot Kepala Sekolah dan Publikasi Orang Tua","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"awas-titipan-di-sekolah-maung-gubernur-jabar-ancam-copot-kepala-sekolah-dan-publikasi-orang-tua","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-28 19:27:43","post_modified_gmt":"2026-05-28 11:27:43","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=438","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":305,"post_author":"1","post_date":"2026-01-11 21:55:29","post_date_gmt":"2026-01-11 13:55:29","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Protokol kesehatan astronot NASA kembali diuji setelah masalah medis yang dinilai \u201cserius\u201d memaksa pembatalan rencana perjalanan luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) pada 2026. Kondisi ini juga sempat memunculkan opsi pemulangan kru lebih awal ke Bumi.<\/p>\n\n\n\n

NASA menjelaskan, tidak ada dokter yang bertugas langsung di ISS. Sebagai gantinya, para astronot dibekali pelatihan penanganan darurat dan didukung layanan telemedisin untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis di Bumi. Setiap kru juga diawasi oleh seorang dokter penerbangan yang memantau kesehatan mereka sebelum, selama, dan setelah misi.<\/p>\n\n\n\n

Peralatan Medis dan Opsi Evakuasi<\/strong><\/p>\n\n\n\n

ISS dilengkapi apotek dan peralatan medis yang cukup lengkap, dengan kru yang sudah terlatih menggunakannya. Dalam kasus tertentu, seperti pembekuan darah pada salah satu astronot, penggunaan obat diatur ketat agar kondisi tetap stabil hingga perjalanan aman dilakukan.<\/p>\n\n\n\n

Jika situasi darurat tak bisa ditangani di orbit, evakuasi menjadi pilihan. Kapsul Soyuz atau Crew Dragon yang sedang berkunjung dapat difungsikan sebagai \u201csekoci penyelamat\u201d untuk membawa kru kembali ke Bumi. Setibanya di darat, tim dokter dan petugas medis sudah siap menangani mereka.<\/p>\n\n\n\n

Pelatihan dan Telemedisin Jadi Andalan<\/strong><\/p>\n\n\n\n

Setiap astronot ISS dilatih sebagai penolong medis dan dibekali perlengkapan trauma serta perangkat USG portabel untuk kondisi darurat. Melalui koneksi telemedisin yang aman, kru dapat berkonsultasi langsung dengan dokter penerbangan kapan pun dibutuhkan.<\/p>\n\n\n\n

Astronot NASA, Tom Marshburn, menegaskan kesiapan tersebut. \u201cKami memiliki alat untuk melakukannya,\u201d ujarnya, merujuk pada sistem medis dan dukungan yang tersedia di luar angkasa.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Tidak Ada Dokter di Luar Angkasa, Bagaimana NASA Tangani Darurat Medis di ISS","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"tidak-ada-dokter-di-luar-angkasa-bagaimana-nasa-tangani-darurat-medis-di-iss","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-11 21:55:30","post_modified_gmt":"2026-01-11 13:55:30","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=305","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":177,"post_author":"1","post_date":"2026-01-10 22:31:27","post_date_gmt":"2026-01-10 14:31:27","post_content":"\n

PROBACA.COM <\/strong>- Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah, sekaligus memperkaya pemahaman ilmuwan tentang sejarah geologis dan iklim purba Mars. <\/p>\n\n\n\n

Melalui kombinasi pencahayaan pagi dan siang hari Mars, Curiosity berhasil menampilkan perbedaan cahaya hangat dan dingin yang menyingkap detail permukaan secara lebih halus dan dramatis.<\/p>\n\n\n\n

Panorama ini bukan sekadar pemandangan indah. Di balik visualnya yang menyerupai kartu pos antariksa, tersimpan data ilmiah penting tentang air kuno, erosi angin, dan proses geologi yang membentuk Mars selama jutaan tahun. Dengan ketekunan luar biasa, Curiosity terus mendaki Gunung Sharp sambil menyusun potongan demi potongan kisah masa lalu Mars.<\/p>\n\n\n\n

NASA menciptakan panorama tersebut dari serangkaian foto hitam-putih yang diambil selama dua hari Mars, atau dikenal sebagai sol. Tim ilmuwan kemudian mewarnai gambar-gambar itu secara digital untuk merepresentasikan kondisi pencahayaan yang berbeda sepanjang satu hari di Mars. Pendekatan ini membantu peneliti membedakan tekstur, lapisan batuan, dan struktur permukaan dengan lebih jelas.<\/p>\n\n\n\n

Curiosity memotret lanskap dari posisi strategis di punggung bukit, memberikan sudut pandang luas ke arah dasar kawah Gale. Di kejauhan, tepian kawah tampak samar di cakrawala, menegaskan skala luar biasa dari lingkungan yang sedang diteliti rover ini. Teknik pencitraan berwarna ini tidak hanya meningkatkan nilai visual, tetapi juga memudahkan analisis ilmiah terhadap fitur-fitur kecil yang mungkin terlewat dalam citra monokrom.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu fokus utama panorama ini adalah area yang dikenal sebagai formasi boxwork. Wilayah ini menampilkan pola retakan batuan yang kaya mineral, terbentuk dari aliran air tanah yang mengisi celah-celah batu jutaan tahun lalu. Ketika air menguap atau menghilang, mineral tertinggal dan mengeras, menciptakan struktur yang bertahan hingga kini.<\/p>\n\n\n\n

Erosi angin yang berlangsung selama waktu sangat lama kemudian mengikis batuan di sekitarnya, sehingga urat-urat mineral tersebut muncul ke permukaan. Proses alami ini bertindak seperti arsip geologi, melestarikan petunjuk berharga tentang keberadaan air di Mars pada masa lalu. Bagi ilmuwan planet, formasi boxwork menjadi salah satu bukti paling kuat bahwa Mars pernah memiliki sistem air yang aktif di bawah permukaannya.<\/p>\n\n\n\n

Dalam panorama tersebut, terlihat jelas jejak roda Curiosity yang menandai jalur pendakiannya di Gunung Sharp. Jejak ini bukan hanya bukti perjalanan fisik rover, tetapi juga simbol eksplorasi ilmiah jangka panjang yang penuh kesabaran. Setiap meter yang ditempuh Curiosity membawa data baru tentang komposisi batuan, struktur sedimen, dan perubahan lingkungan Mars dari masa ke masa.<\/p>\n\n\n\n

Gunung Sharp sendiri merupakan lapisan batuan berusia miliaran tahun yang tersusun seperti arsip alami. Dengan mempelajari lapisan-lapisan ini, para ilmuwan dapat melacak transisi Mars dari planet yang relatif hangat dan basah menjadi dunia yang dingin dan kering seperti sekarang.<\/p>\n\n\n\n

Selain memotret panorama, Curiosity juga aktif mengebor batuan di wilayah sekitar, termasuk lokasi yang dinamai Nevado Sajama dan Valle de la Luna. Pengeboran ini memungkinkan rover mengambil sampel dari bagian dalam batuan, yang sering kali menyimpan informasi kimia lebih utuh dibandingkan permukaan yang terpapar radiasi dan angin.<\/p>\n\n\n\n

Analisis sampel tersebut membantu ilmuwan memahami mineral apa saja yang terbentuk di hadapan air, suhu, dan kondisi kimia tertentu. Temuan ini memperkuat hipotesis bahwa Mars pernah memiliki lingkungan yang berpotensi mendukung kehidupan mikroba, setidaknya dalam bentuk sederhana.<\/p>\n\n\n\n

Panorama Curiosity menghadap ke arah utara, memperlihatkan bentang alam luas menuju dasar kawah Gale. Pemandangan ini memberikan konteks geografis yang penting untuk memahami hubungan antara Gunung Sharp dan area sekitarnya. Dari sudut pandang ini, ilmuwan dapat memetakan jalur aliran air purba, pola erosi, dan distribusi sedimen di seluruh kawah.<\/p>\n\n\n\n

Kombinasi antara data visual dan pengukuran ilmiah menjadikan panorama ini sebagai alat penelitian yang sangat berharga. Setiap detail, mulai dari bayangan kecil hingga variasi warna, membantu mengungkap proses alam yang membentuk Mars selama miliaran tahun.<\/p>\n\n\n\n

Lebih dari 13 tahun sejak mendarat di Mars, Curiosity terus menunjukkan kinerja luar biasa. Rover ini beroperasi dengan tingkat otonomi tinggi, mampu mengambil keputusan ilmiah dasar dan menjalankan beberapa tugas sekaligus. Kemampuan multitasking ini memungkinkan Curiosity tetap produktif meskipun berada di lingkungan ekstrem yang jauh dari Bumi.<\/p>\n\n\n\n

Selama lebih dari satu dekade, Curiosity telah mengubah pemahaman manusia tentang Mars. Dari penemuan mineral yang terbentuk di air hingga pengamatan perubahan iklim jangka panjang, rover ini menjadi salah satu misi paling sukses dalam sejarah eksplorasi planet.<\/p>\n\n\n\n

Salah satu tujuan utama misi Curiosity adalah memahami bagaimana dan mengapa Mars berubah secara drastis. Panorama terbaru dari Gunung Sharp memberikan potongan penting dari teka-teki ini. Bukti air tanah, lapisan sedimen, dan erosi angin menunjukkan bahwa Mars mengalami evolusi lingkungan yang kompleks.<\/p>\n\n\n\n

Dengan mempelajari transisi ini, ilmuwan tidak hanya memahami Mars, tetapi juga memperoleh wawasan tentang evolusi planet secara umum, termasuk Bumi. Pengetahuan ini dapat membantu menjawab pertanyaan besar tentang keberadaan air, iklim, dan potensi kehidupan di planet lain di luar tata surya.<\/p>\n\n\n\n

Panorama berwarna dari Curiosity bukan sekadar karya visual yang memukau. Gambar ini berfungsi sebagai jendela ke masa lalu Mars, membuka peluang penelitian baru dan memperkaya narasi eksplorasi antariksa. Setiap warna, tekstur, dan bayangan membawa cerita tentang air kuno, perubahan iklim, dan kekuatan alam yang membentuk Planet Merah.<\/p>\n\n\n\n

Dengan dedikasi tanpa henti, Curiosity terus menelusuri Gunung Sharp, memperluas cakrawala pengetahuan manusia. Panorama ini menegaskan bahwa meskipun Mars kini tampak sunyi dan kering, planet tersebut menyimpan sejarah yang dinamis dan penuh misteri, menunggu untuk terus diungkap oleh sains dan teknologi.<\/p>\n\n\n\n

***<\/p>\n","post_title":"Panorama Spektakuler Rover Curiosity NASA Ungkap Jejak Air Kuno di Mars","post_excerpt":" Wahana penjelajah Curiosity milik NASA kembali memukau dunia dengan panorama terbaru dari puncak lereng Gunung Sharp di Mars. Gambar panorama yang dihasilkan menghadirkan sudut pandang baru atas lanskap Planet Merah","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"panorama-spektakuler-rover-curiosity-nasa-di-gunung-sharp-ungkap-jejak-air-kuno-di-mars","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-01-10 23:28:35","post_modified_gmt":"2026-01-10 15:28:35","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=177","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":13},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 13 of 13 1 … 12 13

Edukasi

Berisi informasi, tips, dan wawasan edukatif yang dikemas ringan untuk menambah pengetahuan sehari-hari.

Laman 13 of 13 1 … 12 13