Mengapa Angka Gravitasi Masih Membingungkan Para Fisikawan?

Sumber ScienceDaily
Sumber ScienceDaily
Sumber ScienceDaily
Sumber ScienceDaily

PROBACA.ID – Bayangkan kamu menyimpan hasil ujian di dalam amplop, lalu baru membukanya 10 tahun kemudian. Bedanya, isi amplop ini bukan nilai ujian, melainkan kunci untuk menjawab salah satu teka-teki terbesar dalam fisika: seberapa kuat sebenarnya gravitasi?

Fisikawan Schlamminger dari National Institute of Standards and Technology (NIST) hampir tidak yakin ingin membuka amplop itu. Selama sekitar satu dekade, ia dan timnya berusaha mengukur angka yang dikenal sebagai big G—konstanta gravitasi universal. Angka ini menggambarkan kekuatan tarik-menarik gravitasi di seluruh alam semesta.

Kita memang akrab dengan gravitasi. Gaya inilah yang membuat kaki tetap menapak di Bumi, menjaga planet mengitari Matahari, dan membantu bintang-bintang berkumpul menjadi galaksi. Namun, dibandingkan gaya fundamental lain, kekuatan gravitasi masih diketahui dengan tingkat ketelitian yang mengecewakan.

Masalahnya, gravitasi sangat lemah. Magnet kecil seukuran kepala peniti saja bisa mengangkat klip kertas, meski seluruh massa Bumi sedang menarik klip itu ke bawah. Di laboratorium, para ilmuwan tidak mungkin menggeser planet untuk membuat percobaan. Mereka harus mengukur tarikan gravitasi di antara benda-benda kecil—massanya sekitar 500 miliar triliun kali lebih kecil daripada Bumi.

Baca Juga

Akibatnya, hasil pengukuran big G dari berbagai eksperimen terus sedikit berbeda. Selisihnya hanya sekitar satu bagian dari 10.000, tetapi masih terlalu besar untuk dianggap sekadar kesalahan pengukuran biasa. Mungkin ada detail eksperimen yang terlewat. Atau, lebih menarik lagi, mungkin ada sesuatu tentang gravitasi yang belum kita pahami.

Untuk menguji persoalan itu, tim NIST meniru eksperimen yang dilakukan International Bureau of Weights and Measures (BIPM) di Sèvres, Prancis, pada 2007. Schlamminger juga ingin menghindari bias. Ia meminta Patrick Abbott mengurangi angka rahasia dari sebagian data massa. Hanya Abbott yang tahu angka tersebut, sementara Schlamminger menganalisis hasilnya tanpa mengetahui nilai sebenarnya.

Koreksi itu disimpan dalam amplop. Schlamminger hampir membukanya pada 2022, tetapi tim menyadari masih ada pengaruh tekanan udara yang belum diperhitungkan. Barulah pada 11 Juli 2024, dalam konferensi pengukuran presisi di Aurora, Colorado, amplop itu dibuka.

Hasilnya ternyata tidak menyelesaikan masalah. Tim NIST memperoleh nilai G sebesar 6,67387 × 10−11 meter3/kilogram/detik2—sekitar 0,0235 persen lebih rendah daripada hasil eksperimen Prancis. Dalam kehidupan sehari-hari, selisih ini nyaris tak terasa. Namun dalam fisika fundamental, perbedaan sekecil itu sangat berarti.

Jadi, amplop tersebut memang membuka jawaban—tetapi bukan jawaban akhir. Ia justru menegaskan bahwa angka gravitasi, gaya yang terasa begitu akrab setiap hari, masih menyimpan misteri yang belum selesai.

***

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer

Diolah dari sumber ScienceDaily

Facebook
WhatsApp
Print

PILIHAN EDITOR

ARTIKEL TERKAIT

TRENDING

BERITA TERKINI

PILIHAN EDITOR

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Advertisement
Advertisement