BNPP Matangkan Konsep Pelabuhan Internasional PLBN Sebatik

Sumber Detikcom
Sumber Detikcom
Sumber Detikcom
Sumber Detikcom

PROBACA.COM – Badan Nasional Pengelola Perbatasan RI (BNPP) mematangkan kebijakan tata kelola keimigrasian dan konsep operasional pelabuhan internasional pada Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.

Pembahasan tersebut diarahkan untuk mempercepat operasional PLBN Sebatik dengan sistem antar-pelabuhan atau port to port. Upaya itu dilakukan melalui penguatan koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Forum tersebut melibatkan Staf Khusus Bidang Politik dan Kemasyarakatan Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas), Kepala Badan Kebijakan Transportasi, serta jajaran BNPP RI.

Sekretaris BNPP RI Makhruzi Rahman mengatakan PLBN Sebatik memiliki karakteristik berbeda dibandingkan sebagian besar PLBN lainnya karena merupakan PLBN laut. Karakteristik serupa juga terdapat di PLBN Serasan. Karena itu, pola pengelolaannya perlu menyesuaikan kondisi geografis, mobilitas masyarakat, serta arus orang dan barang di masing-masing wilayah.

Baca Juga

Konten Tidak Tersedia

“PLBN Sebatik ini karakteristiknya berbeda karena merupakan PLBN laut. Karena itu, pengelolaannya perlu disesuaikan dengan karakteristik pergerakan orang dan barang melalui jalur laut,” kata Makhruzi dalam keterangan tertulis, Senin (28/9/2026).

Makhruzi menekankan pentingnya dukungan sektor transportasi melalui kepastian lokasi dan trayek pelayaran, serta ketersediaan transportasi lanjutan dari kawasan PLBN menuju pusat aktivitas masyarakat.

Sejumlah opsi yang dibahas mencakup kemungkinan menjadikan Sebatik sebagai titik singgah pada rute Tawau-Tarakan. Selain itu, dibahas pula layanan kapal perintis, Pelni, ASDP, dan Tol Laut.

“Kita perlu menyusun dan menetapkan lokasi serta trayek pelayaran agar konektivitas PLBN Sebatik dapat diperkuat,” ujar Makhruzi.

Pola pelayaran Nunukan-Sebatik-Tawau juga disebut sebagai salah satu alternatif yang dapat dikaji untuk memperkuat konektivitas dan mengoptimalkan infrastruktur PLBN.

Deputi Bidang Pengelolaan Batas Wilayah Negara BNPP RI Nurdin mengatakan PLBN Sebatik perlu diarahkan untuk beroperasi dengan sistem antar-pelabuhan (port to port) dan tidak hanya mengandalkan perlintasan dengan Malaysia. Menurut Nurdin, pendekatan tersebut disesuaikan dengan karakteristik Sebatik sebagai PLBN laut.

***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer

Sumber: Detikcom

Facebook
WhatsApp
Print

PILIHAN EDITOR

ARTIKEL TERKAIT

TRENDING

BERITA TERKINI

PILIHAN EDITOR

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Advertisement
Advertisement