FLASH NEWS

Empat ABK Korban Penganiayaan KM Maulana Dipulangkan

Sumber Detikcom
Sumber Detikcom
Sumber Detikcom
Sumber Detikcom

PROBACA.COM – Empat anak buah kapal (ABK) korban penganiayaan di KM Maulana 23 tiba di Polres Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis (8/10/2026) sekitar pukul 21.30 WIB. Mereka kemudian dipulangkan dan disambut keluarga.

Keempat ABK tersebut ialah Ilyas Shalahudin, Syawa Suswono, Johan Saputra, dan Oktavian Makhreza. Tiga korban dijemput langsung keluarga, sedangkan Syawal Suswono akan dibawa Dinas Sosial karena hidup sebatang kara.

Tangis keluarga pecah saat para korban tiba. Mereka memeluk korban sambil berulang kali mengucapkan syukur.

Setibanya di Mapolres, keempat ABK terlihat berjalan tertatih. Mereka mengalami luka di bagian lengan dan wajah. Lengan Ilyas tampak lebam hingga melepuh, sementara kakinya terlihat bengkak.

Baca Juga

Konten Tidak Tersedia

Wajah Johan juga tampak lebam di bagian pelipis. Dia terlihat kesulitan berjalan dan membuka mata.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri ikut menyambut para korban dan menanyakan kondisi masing-masing. Dia menjanjikan korban akan mendapat pengobatan untuk kondisi fisik dan mental.

Temuan dugaan perbudakan di kapal

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) turut menyelidiki kasus penganiayaan terhadap empat ABK KM Maulana 23 di Maluku. KKP telah mengamankan kapal tersebut bersama 28 awak kapal untuk menjalani pemeriksaan.

Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Pung Nugroho Saksono atau Ipunk mengatakan, pihaknya menemukan dugaan kekerasan yang berkaitan dengan target tangkapan cumi. Di kapal itu terdapat aturan bahwa awak kapal yang tidak memenuhi target tangkapan akan mendapat hukuman fisik.

Berdasarkan keterangan sejumlah awak kapal, mereka bekerja sejak sore hingga pagi hari dan hanya mendapat makan dua kali sehari. Ipunk menyebut praktik di KM Maulana 23 menyerupai perbudakan.

“Ini semacam perbudakan, bagaimana orang kerja disiksa, dipukuli. Ini zaman merdeka. KKP hadir di sana, n

***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer

Disadur dari laporan Detikcom

Facebook
WhatsApp
Print

PILIHAN EDITOR

ARTIKEL TERKAIT

TRENDING

BERITA TERKINI

PILIHAN EDITOR

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Advertisement
Advertisement