PROBACA.ID – Pesawat tempur MiG yang dioperasikan Vietnam Utara pernah menjadi ancaman serius bagi militer Amerika Serikat dan mendorong perubahan taktik dalam operasi udara. Armada tersebut digunakan oleh Vietnamese People’s Air Force (VPAF), atau Angkatan Udara Rakyat Vietnam.
Dikutip dari Majalah Air & Space Forces, VPAF dibentuk pada 1959. Namun, organisasi itu belum memiliki pesawat jet tempur hingga Uni Soviet mendonasikan 36 unit MiG-15 dan MiG-17 pada Februari 1964.
Pada tahap awal, pesawat-pesawat MiG tersebut ditempatkan di wilayah China Selatan. Armada itu kemudian dipindahkan ke Pangkalan Udara Phuc Yen, dekat Hanoi, pada Agustus 1964.
VPAF menerima armada MiG-21 pertamanya pada November 1965. Dalam penggunaannya, MiG-15 lebih banyak dimanfaatkan untuk pelatihan. Sementara itu, MiG-19 buatan Tiongkok baru muncul pada tahap akhir perang.
Dibandingkan MiG-17, MiG-19 memiliki tingkat kelincahan yang lebih rendah. Pesawat tersebut juga memiliki kecepatan yang lebih lambat dibandingkan MiG-21.
Meski jumlahnya sempat menyusut, pasokan pesawat jet tempur dari Uni Soviet dan Tiongkok terus berlanjut. Armada MiG Vietnam Utara kemudian mencapai jumlah terbesar, yakni 206 pesawat pada 1972.
Peran utama jet tempur MiG bukan untuk memenangi serangan secara terbuka, melainkan mengganggu penerbangan pihak lawan. Kehadiran armada itu menjadi salah satu faktor yang membuat Amerika Serikat menyesuaikan strategi udara.
Artikel ini bersumber dari laporan Detik.com yang mengutip Majalah Air & Space Forces.
***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer
Diolah dari sumber Detik.com















































