\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102

BERITA TERBARU

\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102
\n

PUKUL <\/strong>09.00 Wita, Selasa 15 September 2026 telepon berdering. Di ujung sana suara Fauzi Permata, sahabat sekaligus Humas PT J Resources Bolaang Mongondow (JBRM).<\/p>\n\n\n\n

\u201cSo di mana. Acara so mulai. Kamari jo?,\u201d<\/p>\n\n\n\n

\u201ciyo\u2026iyo\u2026\u201d hanya dua kata itu yang keluar dari mulutku.<\/p>\n\n\n\n

Sekira enam hari sebelumnya, dia mengabari kalau saya dalam daftar peserta pelatihan jurnalis dari Tempo Institute.  <\/p>\n\n\n\n

Dalam hati saya sudah berkata, ini kesempatan emas belajar lagi.<\/p>\n\n\n\n

Masalahnya, saya salah mengingat jadwal. Entah karena pengaruh musim kemarau memasuki bulan ke kelima, agenda itu saya kira hari Kamis lusa. <\/p>\n\n\n\n

Saya bergegas, semua agenda empat hari kedepan ditunda. Termasuk menengok putriku di Manado.<\/p>\n\n\n\n

Di Ruang Paloko Kinalang, Hotel Sutan Raja, disinilah kami belajar dari Selasa hingga Kamis (15\u201317 September 2026) di kelas Tempo Institute yang diinisiasi PT JBRM.<\/p>\n\n\n\n

Judul utamanya: Menggali Cerita, Mengangkat Makna, Teknik Storytelling  untuk menulis kisah ESG yang kuat dan berdampak.<\/p>\n\n\n\n

Setelah...<\/h2>\n\n\n\n
\"dari
dari kiri: Purwani Dyah Prabandari, Philipu Parera, Gunawan Wicaksono dan Yudono Januar adalah mentor Tempo Institute <\/em><\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Setelah registrasi, mataku mencari kursi kosong, tertuju di meja bulat bagian kanan. Di kelompok ini Fauzi juga penghuninya, meski mantan Pemred Radar Bolmong tak banyak duduk tenang. Sebagai tuan rumah, ia lebih sering mondar-mandor memastikan kegiatan berjalan.<\/p>\n\n\n\n

Saya ketinggalan momen pembukaan oleh Presiden Direktur PT JRBM Anang Rizka Noor.<\/p>\n\n\n\n

Bukan saya paling terakhir masuk kelas. Menyusul Supardi Bado (Diding) yang sedang berjuang menyelamatkan kakaonya dari ganasnya musim kemarau.<\/p>\n\n\n\n

Saya menoleh kebelakang, rupanya sosok berseragam JRBM yang buka acara tadi duduk di deretan kursi di sudut belakang ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Secarik kertas ditangannya. Sesekali ia menulis, kemudian mengangkat wajah mengamati isi ruangan.  Pembawaannya tenang, wajah menyimpan guratan pengalaman.<\/p>\n\n\n\n

Belakang saya tahu, kelas ini memang punya arti khusus baginya. Mantan Vice President Corporate Communications PT Pertamina itu seperti sedang membawa sebuah potongan masa lalu ke dalam ruangan kelas.<\/p>\n\n\n\n

Dan kami belum tahu bahwa kami semua akan menjadi bagian dari cerita itu.<\/p>\n\n\n\n

Hanya empat dari enam meja terisi peserta. Dua meja kabarnya tidak jadi datang. Meja di tengah itu kemudian ditempati oleh para mentor Tempo Institute. Membuat tata letak interaksi mentor dan murid lebih aktraktif.<\/p>\n\n\n\n

Kami dibagi dalam empat kelompok dengan nama-nama dalam bahasa Mongondow. Ada Motampot, yang berarti bagus atau baik. Di sinilah saya bersama Diding, Yunita Datalamon, Agung Dondo, Randi Manangin, Sandy Bawoel dan Gery Rayesaputra Liangga.<\/p>\n\n\n\n

Di depan kami ada Bulawan, yang berarti emas. Di sisi kiri depan, Due\u2019, durian. Sementara di belakangnya, Bantong, anoa.<\/p>\n\n\n\n

Specialist...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
Presiden Direktur J Resources Bolaang Mongondow Anang Rizkani Noor diskusi dengan peserta kelas Tempo Institute di sela-sela makan malam (kiri). Salah satu karyawan J Resources dikerjaain membuat semua tertawa. (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Specialist Corporate Communications J Resources, Lita Regina Lubis, Asti Sekar dan satu rekannya mengambil tempat di sudut kanan belakang justru tak kalah antusiasnya. Meski ikut mengurusi kegiatan, Regina haus belajar ilmu jurnalis dari Tempo Institute.<\/p>\n\n\n\n

Di depan fasilitator kegiatan Boi Hariyadi \u2013Mas Boi, sapaanya\u2014minta peserta menulis harapan dan kendala kami ikut kegiatan. Kertas-kertas kecil ditempel di \u201cDinding Belajar\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Tapi dari sanalah kelas ini mulai terlihat. Semua momen diabadikan oleh Oktav Singal dan Theza Gobel.<\/p>\n\n\n\n

Boi dengan jam terbang tinggi selalu mencairkan suasana saat ngantuk menggantung di mata. Kala penentuan poin di kelompok, disinilah serunya. Aksi saling sindir antar kelompok, lemparan jokes bikin riuh.<\/p>\n\n\n\n

Permainan berhadiah bikin antusias. Saya dapat buku \u201cJejak Panjang Investigasi bersama Tempo\u201d dari tebakan: kata baku. Hadiah tumbler diborong dua penghuni Bulawan, Dori Djola dan Sintya Bojoh Ketua PWI Sulut sebagai peserta pertama hadir di kelas.<\/p>\n\n\n\n

Pemateri pertama dari eks Wartawan Senior Tempo  Yudono Januar: Kode Etik dan Prinsip Jurnalis. Mas Dodong mengingatkan para jurnalis tetap memegang teguh KEJ ditengah himpitan media sosial.  <\/p>\n\n\n\n

Karena paling banyak aduan di Dewan Pers adalah verifikasi, antaranya sumber merasa tidak pernah dikonfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Penguji komptensi jurnalis di LPDS Jakarta ini mengangkat contoh kasus: kepala desa yang enggan beri keterangan lewat telepon, ingin bertemu langsung dengan pewarta yang jaraknya cukup jauh.<\/p>\n\n\n\n

Bagaimana jika menghadapi situasi seperti itu? Apakah beritanya tetap tayang, ataukah harus menemui langsung ke sumber?. Kami diminta berpikir, berdebat dan menguji argumen.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBerhati-hati bukan berarti takut. Tetap berprinsip cover both side<\/em>, cek and ricek. Tidak berniat jahat,\u201d pesannya dengan latar belakang di layar dua cover Tempo \u201cPoles-Poles  Beras Busuk\u201d dan \u201cMain Serap Gabah Rusak\u201d.<\/p>\n\n\n\n

Saat...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Suara heboh saat Kelompok Bantong mendapat penilai tertinggi (kanan) mentor secara bergiliran mendiskusikan tugas diberikan kepada peserta kelas Tempo Institute (foto: JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Saat sesi ritual ishoma. Hampir semua peserta merangsek tak sabar ke \u201carea hisap\u201d di balkon belakang. Tempat ini jadi ajang guyon. Terkadang percakapan jauh lebih liar daripada diskusi di dalam kelas. Sesekali mentor datang gabung. Menghabiskan satu-dua batang dengan kopi secangkir. Batas guru dan murid menjadi semakin tipis.<\/p>\n\n\n\n

Sesi kedua  liputan dan menulis berita oleh Eks Manging Editor TEMPO English, Purwani Dyah Prabandari \u2013Mbak Ndari\u2014.<\/p>\n\n\n\n

Materinya sebenarnya bukan sesuatu yang asing bagi wartawan: 5W+1H, piramida terbalik, lead<\/em>, angle<\/em>, hingga memilih kutipan. Tetapi justru hal-hal dasar itulah yang sering perlu diingat kembali.<\/p>\n\n\n\n

 \u201cKami perlu merefresh, sebagai pengingat,\u201d kata Idham Malewa senior saya waktu kami di bawah payung Jawa Pos Grup.<\/p>\n\n\n\n

Mbak Ndari yang energik ini mengingatkan  straight atau hard news dan feature yang \u201cmemorable<\/em>\u201d karena reportingnya, kreativitas penulisnya, dan kaya dengan ekspresi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHard news bukan berarti tulisan yang kering \u2014 prioritasnya akurasi, kejelasan, dan relevansi.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Peserta langsung praktek menulis. Tulisan itu tidak sekadar dikumpulkan.  Dibedah satu per satu oleh ahlinya.<\/p>\n\n\n\n

Di situlah kami mulai merasa bahwa kami bukan sedang mengikuti pelatihan biasa. Kami sedang diajak masuk ke laut yang jauh lebih dalam.<\/p>\n\n\n\n

Di hari kedua, Rabu 16 September 2026. Kami diminta mengevaluasi materi hari pertama. Masing-masing kelompok menunjuk \u201cguru\u201d yang harus menjelaskan kembali materi kepada anggota kelompok lain.<\/p>\n\n\n\n

Suasana berubah kocak. Fahmi Ghazali Gobel pendiri Media Totabuan menjalankan peran sebagai guru dengan serius.<\/p>\n\n\n\n

Rahman...<\/h2>\n\n\n\n

Rahman Ismail yang punya Telegrafnews lebih ekspresif lagi sampai muncul celetukan:  \u201cGuru\u2026 angkat kami sebagai muridmu!\u201d tawa kembali memenuhi ruangan.<\/p>\n\n\n\n

Giliran Philipulus Parera membawa materi feature dengan teknik storytelling. Gaya dan karakter majalah Tempo melaporkan sebuah berita yang kuat, berdampak membuat pembaca masuk ke dalamnya.<\/p>\n\n\n\n

Menurut lulus Universitas Katolik Atmajaya, storytelling dengan plot yang membedakan dengan jurnalisme tradisional. Teknik bertutur memikat pembaca yang didalamnya jurnalisme naratif, bercerita karakter subjek, deskripsi dengan gaya penulisan fiksi.<\/p>\n\n\n\n

Storytelling yang dibungkus feature perlunya angel, sudut pandang untuk memulai. Jurnalis menjukan kisahnya bukan menjelaskan. Dan semua panca indra difungsikan saat wawancara dan pengumpulan informasi.<\/p>\n\n\n\n

\u201cHidupkan sifat manusia pada benda atau alam yang diliput,\u201d kata Bang Philip menunjuk tulisannya dilayar: \u201cBosnia-Herzegovina, Setelah 24 Tahun\u2026\u201d<\/p>\n\n\n\n

Kalimat itu kemudian seperti tinggal di kepala saya. Karena tiba-tiba saya sadar: sebuah berita bukan hanya tentang apa yang terjadi<\/em>.<\/p>\n\n\n\n

Tetapi tentang bagaimana pembaca bisa ikut merasakan apa yang terjadi.<\/p>\n\n\n\n

Seharian penuh materinya rada-rada hard<\/em>. Pembawaan Bang Philip yang telah menyelesaikan studi S2 International Communication di Leeds University, Inggris dengan gaya bertuturnya yang interaktif ini mampu kami dicerna mudah.<\/p>\n\n\n\n

Apalagi kisah-kisah liputan Redaktur eksekutif koran Tempo ini jadi inspirasi. Seperti membongkar kasus besar \u201cjejak licin saudagar kaya\u201d. Hingga memburu sumber ke luar negeri hanya untuk konfirmasi.<\/p>\n\n\n\n

Evaluasi materi Bang Philip dengan penugasan peserta mendeskripsikan objek di sekitar pelatihan dan menulis perencanaan peliputan konser artis. Para mentor mengulas semua hasil karya.<\/p>\n\n\n\n

Motampot...<\/h2>\n\n\n\n

Motampot mendesprsikan kukis pisang (nagasari) yang kami taruh di tengah meja. Diding mewakili kelompok mengambil gaya tulisan sastra. Poin tertinggi dibungkus.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, Regina tak mau ketinggalan mendeskripsikan kukis pisang dengan gaya puitis. Justru dijiwai saat mempersentasikannya. Diganjar poin tinggi juga.<\/p>\n\n\n\n

Sementara, Pak Anang \u2013sapaan kami\u2014 ikut mengamati sedari awal materi hingga merasakan atmosfir kelas yang riuh.  Sesekali mantan Wakil Presiden Komisaris Kiroyan Partners memberikan tanggapan.<\/p>\n\n\n\n

Hari ke tiga, Kamis 17 September 2026. Seharian kelas untuk Redaktur Foto Tempo, Gunawan Wicaksono. Pria dengan gaya khas rambut panjang, kumis dan janggut tumbuh lebat ini banyak menampilkan foto-foto dilayar, membuat kami menikmati saat diulas satu demi satu.<\/p>\n\n\n\n

Salah satunya, Faisal Amu (ProBMR) dari kelompok Due\u2019 yang berpengalaman di dunia fotografer begitu serius mengikuti sesi ini.<\/p>\n\n\n\n

Pengambilan gambar, kata Mas Gun,  adalah penempatan objek utama yang terdiri dari enam zona. Gambar harus bicara. Penulisan caption foto harus memenuhi unsur 5W+1H+1 S yaitu keamanan. Caption bukan hanya keterangan foto, tapi bagian penting utama sebuah karya cepretan.<\/p>\n\n\n\n

Sesi praktek lapangan. Setelah diberi waktu 40 menit, foto hasil kelompok dibedah dari berbagai aspek. Pak Anang ikut mengomentari. Persaingan ketat terjadi. Foto kelompok Motampot karya Randi Manangin mengambil objek aktifitas pengeringan padi poin tertinggi.  Randi yang menikahi wanita Poyowa Besar inilah menderek motorku yang mogok di hari ketiga pelatihan.<\/p>\n\n\n\n

Hal-hal kecil seperti itu ternyata juga menjadi bagian dari cerita pelatihan. Karena storytelling bukan hanya apa yang sengaja kita cari. Kadang ia justru muncul dari sesuatu yang tidak direncanakan.<\/p>\n\n\n\n

Tiap malam usai pelatihan, peserta dan mentor makan bersama di tempat berbeda-beda. Ngobrol bebas. Dan karokean. Semua digilir dipandu oleh Fauzi yang memiliki darah anak band.<\/p>\n\n\n\n

Tiga malam berturut-turut Pak Anang ikut nimbrung<\/em> dengan peserta. Diajak diskusi dan bercanda bersama, sesekali membuat kami tertawa lebar.<\/p>\n\n\n\n

Di ruang kelas, ia adalah penyelenggara presdir perusahaan tambang emas terbesar di Sulut. Di meja makan, ia menjadi bagian dari cerita.<\/p>\n\n\n\n

Agenda...<\/h2>\n\n\n\n
\"\"
(kiri) Philip Parera menyerahkan sertifikat kepada peserta. (kanan) Presdir JRBM Anang Rizkan Noor menyerahkan piagam penghargaan kepada enam peserta terbaik kelas Tempo Institute di Kotamobagu (foto\/JRBM)<\/figcaption><\/figure>\n\n\n\n

Agenda puncak dipimpin dan dipandu Pak Anang. Jumat, 17 September 2026 kelas TEMPO INSTITUTE eksplore budidaya kakao program pemberdayaan PT JRBM di desa lingkar tambang: Matali Baru dan Bakan, Kecamatan Lolayan, Bolmong.<\/p>\n\n\n\n

Mendengar, melihat dan merasakan kisah petani kakao serta pendamping program di tengah pohon kakao. Mbak Ndari dan Mas Dodong tak sabar mencicipi pulpa kakao yang manis.<\/p>\n\n\n\n

Mas Gun sibuk dengan \u201csenjatanya\u201d, mengambil angel menarik. Mas Boi kecantol untungnya jadi petani kakao. Bang Philip seperti tak asing dengan kebun dan pupuk fermentasi. \u201cTak begitu bau (pupuk fermentasi). Tak seperti biasa,\u201d katanya setengah berbisik. \u201cTernyata, dicampur dengan kulit buah,\u201d sambungnya.<\/p>\n\n\n\n

Di tempat itu, teori storytelling yang kami pelajari selama berhari-hari seperti menemukan panggungnya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ada manusia, tanah, masalah, ada perubahan dan  ada cerita yang menunggu untuk ditulis.<\/p>\n\n\n\n

Malam sebelumnya para mentor mengungkap kesan aneh saat hari pertama membaca \u201cDinding Belajar\u201d. Namun tiga hari berjalan,  \u2018kenakalan\u2019 para murid merubah anggapan aneh menjadi kesan mendalam.<\/p>\n\n\n\n

Regina dan Fauzi mengumumkan\u00a0 poin tertinggi diberikan kepada Kelompok Bantong.\u00a0 Tim terdiri Konni Balamba Ketua PWI Kotamobagu (totabuan.news), \u00a0Sujarpin Dondo (Tribun Manado), Yogi Mokoagow (info.kini), Iswahyudi Masloman, \u2060Reza Pahlevi Mooduto dan Abdul Marham Koikit.<\/p>\n\n\n\n

Kelompok ini memang harus diakui kekompakannya. Kompaknya sampai di \u201cBabungkus\u201d. Peserta terbaik diberikan kepada enam orang.<\/p>\n\n\n\n

Namun, malam itu bukan soal siapa yang menang. Karena sesungguhnya ada sesuatu yang jauh lebih besar yang baru kami pahami.<\/p>\n\n\n\n

Menutup malam ramah tamah, Pak Anang mengungkap tabir dibalik digandengnya Tempo Institute berbagi ilmu dengan jurnalis di BMR Sulut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSebenarnya kalian ini adalah korban\u2026,\u201d kata Pak Anang mulai pembicaraan bikin penasaran.<\/p>\n\n\n\n

\u201cDendam saya akhirnya terbalaskan,\u201d sambil tertawa meledek.<\/p>\n\n\n\n

Rupanya, jebolan Univesitas Gaja Mada (UGM) itu punya cita-cita menjadi wartawan Majalah Tempo. Keinginannya itu tak kesampaian. Takdir Tuhan berkata lain, karena bakatnya itu kemudian membawanya jadi pakar komunikasi korporat.<\/p>\n\n\n\n

Memiliki pengalaman ekstensif di berbagai perusahaan multinasional dan BUMN seperti Chevron, Rio Tinto Group, Petrosea, dan Pertamina dengan memimpin tim manajemen krisis Pertamina pada insiden periode 2008\u20132010, termasuk penanganan kebakaran Depo Pertamina Plumpang, Jakarta Utara (2009).<\/p>\n\n\n\n

Impian...<\/h2>\n\n\n\n

Impian akhirnya terwujud dengan memboyong Tempo Institute ke tanah Totabuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPuas rasanya mendatangkan Tempo sampai ke Bolmong,\u201d ungkap Pak Anang disambut tawa mentor.<\/p>\n\n\n\n

Malam itu saya akhirnya mengerti arti kalimat yang ia ucapkan di awal. Kami memang \u201ckorban\u201d. Tetapi bukan korban dari sebuah jebakan.<\/p>\n\n\n\n

Kami adalah korban dari sebuah \u201cdendam\u201d yang baik\u2014dendam seorang anak muda yang dahulu ingin menjadi wartawan Tempo, tetapi gagal mewujudkannya untuk dirinya sendiri.<\/p>\n\n\n\n

Ia kemudian memilih jalan lain. Dan kini, bertahun-tahun kemudian, ia membayar kegagalan masa lalu itu dengan cara yang indah: menghadirkan kesempatan belajar bagi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Mungkin begitulah sebuah cerita bekerja. Satu mimpi bisa gagal menemukan jalan untuk dirinya sendiri, tetapi justru menemukan jalan untuk menghidupkan mimpi orang lain.<\/p>\n\n\n\n

Dan tiga hari bersama Tempo Institute akhirnya mengajarkan sesuatu yang lebih besar dari sekadar eknik menulis:<\/p>\n\n\n\n

\u201cCerita yang baik bukan hanya membuat pembaca tahu apa yang terjadi. Cerita yang baik membuat pembaca merasa pernah berada di sana\u2014melihat, mendengar, mencium, menyentuh, dan ikut merasakan. Dan mungkin, hari itu, kami semua bukan sekadar korban sebuah dendam lama; kami adalah orang-orang yang dipilih untuk meneruskan cerita yang belum selesai.\u201d<\/p>\n\n\n\n

Penulis: Guesman Laeta<\/strong>, peserta training Tempo Institute di Kotamobagu<\/p>\n","post_title":"Balas Dendam Epik Presdir JRBM di Balik Tempo Institute di Totabuan","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"balas-dendam-epik-presdir-jrbm-di-balik-tempo-institute-di-totabuan","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-09 12:40:13","post_modified_gmt":"2026-10-09 04:40:13","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=5577","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5679,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 10:26:52","post_date_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content":"

PROBACA.COM - Kapal kargo Khatulistiwa 8 yang mengangkut muatan semen bertabrakan dengan kapal tongkang di perairan Tuban tadi malam. Kapal tersebut sempat mengalami blackout sebelum tenggelam. Satu perwira kapal dilaporkan hilang.<\/p>

Kapospol Air Tuban Aipda Joko Nurcahyo mengatakan, 17 anak buah kapal (ABK) selamat dan berhasil dievakuasi. Satu orang lainnya masih dalam pencarian tim SAR.<\/p>

\"Sebanyak 17 ABK selamat dan berhasil dievakuasi, dan satu orang masih hilang, dan saat ini dalam proses pencarian tim SAR,\" kata Joko, dilansir detikJatim, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Menurut Joko, tabrakan terjadi sekitar pukul 22.00 WIB di koordinat 06 derajat 33 menit 460 detik S\/112 derajat 59 menit 219 detik E. Lokasi itu berada sekitar 9 mil dari Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban.<\/p>

Para ABK yang selamat dievakuasi menggunakan kapal tunda TB Amazon Harbour dan perahu nelayan setempat. Mereka kemudian dibawa kembali dan merapat di Pelabuhan Khusus PT Semen Indonesia Tuban sekitar pukul 01.30 WIB.<\/p>

Perwira pertama atau mualim I kapal, Mayan Petter Saba (29), dilaporkan hilang. Hingga kini, tim SAR gabungan masih melakukan pencarian.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Kapal Kargo Tenggelam di Tuban, Satu Kru Hilang","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 10:26:52","post_modified_gmt":"2026-10-08 02:26:52","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kapal-kargo-tenggelam-di-tuban-satu-kru-hilang\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5666,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 08:38:33","post_date_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content":"

PROBACA.COM - Dinas Pendidikan DKI Jakarta membentuk tim gabungan untuk mengusut dugaan pelecehan siswa SMKN 27 Jakarta Pusat oleh seorang guru seni. Tim tersebut akan menelusuri motif dan modus pelaku.<\/p>

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan tim gabungan itu melibatkan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.<\/p>

\"Untuk motif, kami sudah membentuk tim gabungan untuk menelusuri motifnya. Jadi tim gabungan itu bukan hanya Disdik, tapi OPD terkait,\" ujar Nahdiana saat dihubungi, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Nahdiana mengatakan penyelidikan tidak hanya berfokus pada motif pelaku. Tim juga akan mencari tahu modus yang digunakan.<\/p>

\"Jadi kami membentuk tim salah satunya adalah untuk mendalami itu, apa modusnya, supaya tidak terulang kembali di kemudian hari untuk hal yang lain sehingga kami bisa segera antisipasi,\" jelas Nahdiana.<\/p>

Saat ditanya apakah pelaku memiliki penyimpangan seksual, Nahdiana tidak menjawab secara gamblang. Ia mengatakan tim gabungan akan menelusuri ada atau tidaknya penyimpangan seksual.<\/p>

\"Itu yang mau kita telusuri sehingga ada pembuktian,\" kata Nahdiana.<\/p>

Jumlah orang yang menjadi korban pelaku belum diketahui. Nahdiana menegaskan timnya akan segera mengusut hal tersebut.<\/p>***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Disdik DKI Bentuk Tim Usut Pelecehan Siswa SMKN 27 Jakarta","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 08:38:33","post_modified_gmt":"2026-10-08 00:38:33","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/disdik-dki-bentuk-tim-usut-pelecehan-siswa-smkn-27-jakarta\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5664,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 06:26:24","post_date_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content":"

PROBACA.COM - Tim Satresnarkoba Polres Serang menangkap BA (33), tersangka kasus peredaran narkoba jenis sabu di wilayah Serang yang telah menjadi daftar pencarian orang (DPO) selama tiga tahun. Polisi menyita total lima paket sabu dari tersangka dan rumahnya.<\/p>

Kapolres Serang AKBP Andri Kurniawan mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat. Informasi itu kemudian ditindaklanjuti dengan penyelidikan terhadap BA yang telah masuk target operasi.<\/p>

\"Berbekal informasi masyarakat, tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan dan pengejaran terhadap tersangka yang merupakan DPO kasus narkoba. Setelah keberadaannya diketahui, anggota langsung bergerak untuk melakukan penangkapan,\" kata Andri, Kamis (8\/10\/2026).<\/p>

Kasatresnarkoba Polres Serang AKP Bondan Rahadiansyah mengatakan BA ditangkap saat berada di pinggir jalan Kampung Bolang, Lebakwangi, Kabupaten Serang, pada Kamis (1\/10) sekitar pukul 23.00 WIB.<\/p>

Saat petugas datang, BA sempat berusaha melarikan diri. Namun, upaya itu digagalkan karena petugas telah mengepung lokasi.<\/p>

\"Saat akan diamankan, tersangka sempat mencoba melarikan diri. Namun karena anggota sudah melakukan pengepungan, tersangka berhasil diringkus. Dari hasil penggeledahan badan ditemukan empat paket sabu yang disimpan di dalam kantong celananya,\" ujar Bondan.<\/p>

Polisi kemudian menggeledah rumah BA. Dalam penggeledahan itu, petugas menemukan satu paket besar sabu seberat 92,59 gram yang disembunyikan di dalam boks sepeda motor Honda Vario bernomor polisi A 6788 IW milik tersangka.<\/p>

\"Setelah dilakukan pengembangan dan penggeledahan di rumah tersangka, anggota kembali menemukan satu paket besar sabu. Barang bukti tersebut disembunyikan di dalam boks motor milik tersangka,\" ungkap AKP Bondan.<\/p>

Kepada polisi, BA mengaku telah menjalankan bisnis sabu sejak 2015 dengan alasan kebutuhan ekonomi. BA juga mengaku mendapatkan sabu dari YA, yang kini masuk DPO dan diketahui merupakan warga Jakarta Barat.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Polres Serang Tangkap Pengedar Sabu yang Buron Tiga Tahun","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 06:26:24","post_modified_gmt":"2026-10-07 22:26:24","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/polres-serang-tangkap-pengedar-sabu-yang-buron-tiga-tahun\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":5658,"post_author":"9","post_date":"2026-10-08 04:29:07","post_date_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content":"

PROBACA.COM - Warga Ngrangsang, Selomartani, Kalasan, Sleman, menemukan bayi perempuan berusia tujuh hari yang ditinggalkan di atas kursi depan rumah pada Minggu (27\/9\/2026) sekitar pukul 13.30 WIB. Bayi tersebut ditemukan bersama sebuah tas berisi perlengkapan bayi.<\/p>

Pemilik rumah curiga setelah mendengar tangisan bayi. Saat mencari sumber suara, ia menemukan bayi itu terbaring di kursi di depan rumah.<\/p>

Polisi kemudian mengamankan pasangan kekasih yang masih berstatus mahasiswa salah satu universitas di Jogja. Keduanya adalah mahasiswi berinisial VN (22) dan mahasiswa berinisial FI (24). Mereka ditangkap di sebuah tempat kos pada 30 September 2026.<\/p>

Kepada polisi, keduanya mengaku bingung karena tidak mendapat tempat penitipan anak. Kanit PPA Satreskrim Polresta Sleman, Iptu Cahya Fitriana, mengatakan pasangan tersebut sebelumnya telah mencari tempat penitipan anak, tetapi ditolak karena kapasitasnya sudah penuh.<\/p>

\"Sebetulnya niat awal itu tidak ingin menelantarkan anak, mereka sudah mencari tempat penitipan anak tapi waktu itu ditolak karena sudah penuh,\" kata Iptu Cahya dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Rabu (7\/10\/2026) siang.<\/p>

Menurut Cahya, pasangan itu kemudian kebingungan menentukan tempat untuk bayi tersebut. Mereka akhirnya meninggalkan bayi di kursi yang berada dekat tempat penitipan anak tersebut.<\/p>

\"Akhirnya dalam perjalanan mereka bingung mau ditempatkan di mana, akhirnya timbul lah ide untuk meninggalkan bayi tersebut di kursi yang dekat dengan tempat penitipan anak tersebut. Idenya dari laki-laki,\" sambungnya.<\/p>

***<\/p>

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer<\/i><\/p>\n

Disadur dari laporan Detikcom<\/em><\/p>","post_title":"Pasangan Mahasiswa Ditangkap Usai Buang Bayi di Sleman","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-08 04:29:07","post_modified_gmt":"2026-10-07 20:29:07","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/pasangan-mahasiswa-ditangkap-usai-buang-bayi-di-sleman\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":true,"total_page":11},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102

News

Menyajikan kabar terbaru dan informasi penting dari berbagai peristiwa yang sedang terjadi.

Laman 11 of 102 1 … 10 11 12 … 102