Sekjen Kemendagri Minta Pemda Kendalikan Harga Pangan

Sumber Detikcom
Sumber Detikcom
Sumber Detikcom
Sumber Detikcom

PROBACA.COM – Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri Tomsi Tohir meminta pemerintah daerah memperkuat pengendalian harga pangan dengan menyesuaikan intervensi berdasarkan perkembangan harga komoditas di masing-masing wilayah.

Tomsi menyampaikan hal itu saat memimpin Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja, Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (5/10/2026). Menurut dia, pengendalian harga perlu mengacu pada angka dan kondisi komoditas terkini agar daerah tidak sekadar mengulang langkah yang sudah dilakukan.

Evaluasi terutama diperlukan terhadap komoditas yang masih menekan inflasi, seperti beras dan cabai. “Berkaitan dengan harga beras, kemudian harga cabai, sehingga untuk pertemuan kali ini kita tidak memulai kembali, tetapi kita melihat angka-angkanya untuk kita terus meningkatkan upayanya,” ujar Tomsi dalam keterangan tertulis, Senin (5/10/2026).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), inflasi September 2026 tercatat sebesar 0,30 persen secara month-to-month (mtm), 3,28 persen secara year-on-year (yoy), dan 2,17 persen secara year-to-date (ytd).

Baca Juga

Konten Tidak Tersedia

Sejumlah komoditas pangan yang menjadi penyumbang utama inflasi secara bulanan ialah cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, beras, telur ayam ras, dan ikan segar.

Tekanan harga tersebut masih terlihat hingga minggu pertama Oktober 2026. Data BPS mencatat 259 kabupaten/kota mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) cabai rawit. Kenaikan IPH cabai merah terjadi di 292 kabupaten/kota, sedangkan beras di 116 kabupaten/kota.

Tomsi meminta daerah segera merespons kondisi tersebut dengan memperkuat intervensi sesuai karakteristik wilayah. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian telah melakukan sejumlah langkah, termasuk penyediaan bibit dan pupuk serta pengembangan proyek percontohan di sejumlah kabupaten.

***

DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer

Disadur dari laporan Detikcom

Facebook
WhatsApp
Print

PILIHAN EDITOR

ARTIKEL TERKAIT

TRENDING

BERITA TERKINI

PILIHAN EDITOR

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Advertisement
Advertisement