Syarikat Islam Perkuat Kerja Sama Ekonomi dengan Muhammadiyah

Sumber Detikcom
Sumber Detikcom
Sumber Detikcom
Sumber Detikcom

PROBACA.COM – Syarikat Islam (SI) ingin memperkuat kerja sama dengan Muhammadiyah dalam dakwah ekonomi. Menteri Koperasi sekaligus Sekretaris Jenderal SI Ferry Juliantono menilai pemerintah kini membuka peluang bagi organisasi Islam untuk terlibat dalam pembangunan ekonomi kerakyatan.

Hal itu disampaikan Ferry dalam Dialog Kebangsaan pada rangkaian Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 Syarikat Islam di Surabaya, Minggu (18/10/2026).

“Ini kesempatan hibrida antara pendekatan yang dilakukan secara masif oleh organisasi Islam seperti Muhammadiyah dan pembukaan akses oleh pemerintah,” kata Ferry dalam keterangan tertulis, Minggu (18/10/2026).

Menurut Ferry, kolaborasi SI dan Muhammadiyah dapat mengubah praktik serta sistem ekonomi nasional yang liberal-kapitalistik agar lebih sesuai dengan ekonomi konstitusi.

Baca Juga

Konten Tidak Tersedia

Ferry mengatakan pemerintah kini memiliki infrastruktur Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Ia mengajak Muhammadiyah dan pengusaha SI membentuk hub bersama untuk menyalurkan barang ke gerai-gerai koperasi.

Anak muda juga didorong memproduksi kebutuhan sehari-hari, seperti kecap, sambal, sampo, dan sabun, untuk dijual di gerai tersebut.

“Kami butuh hub atau offtaker yang ukurannya lebih besar,” ujar Ferry.

Ferry mencontohkan kerja sama yang sudah berjalan melalui nota kesepahaman dengan Majelis Tabligh PP Muhammadiyah untuk mendirikan koperasi masjid. Dari hampir 12.000 masjid Muhammadiyah, proyek percontohan akan dimulai di 700 titik.

Kerja sama serupa juga dijalin dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI). Ferry berharap SI turut terlibat dalam kerja sama tersebut.

Ferry turut mengingatkan akar sejarah koperasi yang tidak terlepas dari Syarikat Islam. Ia menyebut Koperasi Setia Usaha yang didirikan H.O.S. Tjokroaminoto di Surabaya pada 1913.

Dalam forum yang sama, Haedar Nashir menekankan bahwa dakwah harus kembali pada makna aslinya, yakni mengajak dan menyeru, bukan menghakimi atau memusuhi. Ia berharap umat Islam beralih dari mayoritas kuantitas menjadi mayoritas kualitas.

Terkait ukhuwah, Haedar menilai persaudaraan umat mudah diwujudkan dalam ibadah dan kegiatan sosial. Namun, menurut dia, persaudaraan memerlukan mujahadah ketika menyangkut politik dan ekonomi.

***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer

Disadur dari laporan Detikcom

Facebook
WhatsApp
Print

PILIHAN EDITOR

ARTIKEL TERKAIT

TRENDING

BERITA TERKINI

PILIHAN EDITOR

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Advertisement
Advertisement