\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3779,"post_author":"9","post_date":"2026-09-16 04:16:23","post_date_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content":"

Dinas Kesehatan Riau mencatat 11.370 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode 1-14 September 2026. Peningkatan kasus tersebut terjadi di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau.<\/p>

Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli mengatakan, kasus ISPA itu tersebar di 12 kabupaten dan kota. \u201cTanggal 1-14 September total ada 11.000 an kasus ISPA akibat Karhutla di Riau,\" ujar Zulkifli saat dikonfirmasi, dilansir detikSumut, Selasa (15\/9\/2026).<\/p>

Menurut Zulkifli, kenaikan paling tinggi tercatat pada 10 September dengan jumlah lebih dari 1.200 kasus baru.<\/p>

Meski jumlah kasus meningkat, Dinas Kesehatan Riau belum menerima laporan pasien ISPA yang harus dirujuk ke rumah sakit. Penanganan masih dilakukan di tingkat Puskesmas melalui konsultasi dan perawatan awal.<\/p>

\u201cIni sampai ke Puskesmas saja, tidak ada sampai dirujuk untuk penanganan medis lebih lanjut. Kita laporkan juga data ini ke Kemenkes,\" kata Zulkifli.<\/p>

Kasus ISPA mulai tercatat meningkat sejak 19 Agustus 2026. Pada saat itu, baru empat daerah terdampak karhutla yang melaporkan kasus, yakni Siak, Kampar, Pelalawan, dan Pekanbaru.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Kasus ISPA di Riau Capai 11.370 akibat Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-16 04:16:23","post_modified_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3779,"post_author":"9","post_date":"2026-09-16 04:16:23","post_date_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content":"

Dinas Kesehatan Riau mencatat 11.370 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode 1-14 September 2026. Peningkatan kasus tersebut terjadi di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau.<\/p>

Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli mengatakan, kasus ISPA itu tersebar di 12 kabupaten dan kota. \u201cTanggal 1-14 September total ada 11.000 an kasus ISPA akibat Karhutla di Riau,\" ujar Zulkifli saat dikonfirmasi, dilansir detikSumut, Selasa (15\/9\/2026).<\/p>

Menurut Zulkifli, kenaikan paling tinggi tercatat pada 10 September dengan jumlah lebih dari 1.200 kasus baru.<\/p>

Meski jumlah kasus meningkat, Dinas Kesehatan Riau belum menerima laporan pasien ISPA yang harus dirujuk ke rumah sakit. Penanganan masih dilakukan di tingkat Puskesmas melalui konsultasi dan perawatan awal.<\/p>

\u201cIni sampai ke Puskesmas saja, tidak ada sampai dirujuk untuk penanganan medis lebih lanjut. Kita laporkan juga data ini ke Kemenkes,\" kata Zulkifli.<\/p>

Kasus ISPA mulai tercatat meningkat sejak 19 Agustus 2026. Pada saat itu, baru empat daerah terdampak karhutla yang melaporkan kasus, yakni Siak, Kampar, Pelalawan, dan Pekanbaru.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Kasus ISPA di Riau Capai 11.370 akibat Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-16 04:16:23","post_modified_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3779,"post_author":"9","post_date":"2026-09-16 04:16:23","post_date_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content":"

Dinas Kesehatan Riau mencatat 11.370 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode 1-14 September 2026. Peningkatan kasus tersebut terjadi di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau.<\/p>

Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli mengatakan, kasus ISPA itu tersebar di 12 kabupaten dan kota. \u201cTanggal 1-14 September total ada 11.000 an kasus ISPA akibat Karhutla di Riau,\" ujar Zulkifli saat dikonfirmasi, dilansir detikSumut, Selasa (15\/9\/2026).<\/p>

Menurut Zulkifli, kenaikan paling tinggi tercatat pada 10 September dengan jumlah lebih dari 1.200 kasus baru.<\/p>

Meski jumlah kasus meningkat, Dinas Kesehatan Riau belum menerima laporan pasien ISPA yang harus dirujuk ke rumah sakit. Penanganan masih dilakukan di tingkat Puskesmas melalui konsultasi dan perawatan awal.<\/p>

\u201cIni sampai ke Puskesmas saja, tidak ada sampai dirujuk untuk penanganan medis lebih lanjut. Kita laporkan juga data ini ke Kemenkes,\" kata Zulkifli.<\/p>

Kasus ISPA mulai tercatat meningkat sejak 19 Agustus 2026. Pada saat itu, baru empat daerah terdampak karhutla yang melaporkan kasus, yakni Siak, Kampar, Pelalawan, dan Pekanbaru.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Kasus ISPA di Riau Capai 11.370 akibat Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-16 04:16:23","post_modified_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3779,"post_author":"9","post_date":"2026-09-16 04:16:23","post_date_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content":"

Dinas Kesehatan Riau mencatat 11.370 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode 1-14 September 2026. Peningkatan kasus tersebut terjadi di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau.<\/p>

Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli mengatakan, kasus ISPA itu tersebar di 12 kabupaten dan kota. \u201cTanggal 1-14 September total ada 11.000 an kasus ISPA akibat Karhutla di Riau,\" ujar Zulkifli saat dikonfirmasi, dilansir detikSumut, Selasa (15\/9\/2026).<\/p>

Menurut Zulkifli, kenaikan paling tinggi tercatat pada 10 September dengan jumlah lebih dari 1.200 kasus baru.<\/p>

Meski jumlah kasus meningkat, Dinas Kesehatan Riau belum menerima laporan pasien ISPA yang harus dirujuk ke rumah sakit. Penanganan masih dilakukan di tingkat Puskesmas melalui konsultasi dan perawatan awal.<\/p>

\u201cIni sampai ke Puskesmas saja, tidak ada sampai dirujuk untuk penanganan medis lebih lanjut. Kita laporkan juga data ini ke Kemenkes,\" kata Zulkifli.<\/p>

Kasus ISPA mulai tercatat meningkat sejak 19 Agustus 2026. Pada saat itu, baru empat daerah terdampak karhutla yang melaporkan kasus, yakni Siak, Kampar, Pelalawan, dan Pekanbaru.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Kasus ISPA di Riau Capai 11.370 akibat Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-16 04:16:23","post_modified_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3779,"post_author":"9","post_date":"2026-09-16 04:16:23","post_date_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content":"

Dinas Kesehatan Riau mencatat 11.370 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode 1-14 September 2026. Peningkatan kasus tersebut terjadi di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau.<\/p>

Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli mengatakan, kasus ISPA itu tersebar di 12 kabupaten dan kota. \u201cTanggal 1-14 September total ada 11.000 an kasus ISPA akibat Karhutla di Riau,\" ujar Zulkifli saat dikonfirmasi, dilansir detikSumut, Selasa (15\/9\/2026).<\/p>

Menurut Zulkifli, kenaikan paling tinggi tercatat pada 10 September dengan jumlah lebih dari 1.200 kasus baru.<\/p>

Meski jumlah kasus meningkat, Dinas Kesehatan Riau belum menerima laporan pasien ISPA yang harus dirujuk ke rumah sakit. Penanganan masih dilakukan di tingkat Puskesmas melalui konsultasi dan perawatan awal.<\/p>

\u201cIni sampai ke Puskesmas saja, tidak ada sampai dirujuk untuk penanganan medis lebih lanjut. Kita laporkan juga data ini ke Kemenkes,\" kata Zulkifli.<\/p>

Kasus ISPA mulai tercatat meningkat sejak 19 Agustus 2026. Pada saat itu, baru empat daerah terdampak karhutla yang melaporkan kasus, yakni Siak, Kampar, Pelalawan, dan Pekanbaru.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Kasus ISPA di Riau Capai 11.370 akibat Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-16 04:16:23","post_modified_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3779,"post_author":"9","post_date":"2026-09-16 04:16:23","post_date_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content":"

Dinas Kesehatan Riau mencatat 11.370 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode 1-14 September 2026. Peningkatan kasus tersebut terjadi di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau.<\/p>

Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli mengatakan, kasus ISPA itu tersebar di 12 kabupaten dan kota. \u201cTanggal 1-14 September total ada 11.000 an kasus ISPA akibat Karhutla di Riau,\" ujar Zulkifli saat dikonfirmasi, dilansir detikSumut, Selasa (15\/9\/2026).<\/p>

Menurut Zulkifli, kenaikan paling tinggi tercatat pada 10 September dengan jumlah lebih dari 1.200 kasus baru.<\/p>

Meski jumlah kasus meningkat, Dinas Kesehatan Riau belum menerima laporan pasien ISPA yang harus dirujuk ke rumah sakit. Penanganan masih dilakukan di tingkat Puskesmas melalui konsultasi dan perawatan awal.<\/p>

\u201cIni sampai ke Puskesmas saja, tidak ada sampai dirujuk untuk penanganan medis lebih lanjut. Kita laporkan juga data ini ke Kemenkes,\" kata Zulkifli.<\/p>

Kasus ISPA mulai tercatat meningkat sejak 19 Agustus 2026. Pada saat itu, baru empat daerah terdampak karhutla yang melaporkan kasus, yakni Siak, Kampar, Pelalawan, dan Pekanbaru.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Kasus ISPA di Riau Capai 11.370 akibat Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-16 04:16:23","post_modified_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3779,"post_author":"9","post_date":"2026-09-16 04:16:23","post_date_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content":"

Dinas Kesehatan Riau mencatat 11.370 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode 1-14 September 2026. Peningkatan kasus tersebut terjadi di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau.<\/p>

Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli mengatakan, kasus ISPA itu tersebar di 12 kabupaten dan kota. \u201cTanggal 1-14 September total ada 11.000 an kasus ISPA akibat Karhutla di Riau,\" ujar Zulkifli saat dikonfirmasi, dilansir detikSumut, Selasa (15\/9\/2026).<\/p>

Menurut Zulkifli, kenaikan paling tinggi tercatat pada 10 September dengan jumlah lebih dari 1.200 kasus baru.<\/p>

Meski jumlah kasus meningkat, Dinas Kesehatan Riau belum menerima laporan pasien ISPA yang harus dirujuk ke rumah sakit. Penanganan masih dilakukan di tingkat Puskesmas melalui konsultasi dan perawatan awal.<\/p>

\u201cIni sampai ke Puskesmas saja, tidak ada sampai dirujuk untuk penanganan medis lebih lanjut. Kita laporkan juga data ini ke Kemenkes,\" kata Zulkifli.<\/p>

Kasus ISPA mulai tercatat meningkat sejak 19 Agustus 2026. Pada saat itu, baru empat daerah terdampak karhutla yang melaporkan kasus, yakni Siak, Kampar, Pelalawan, dan Pekanbaru.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Kasus ISPA di Riau Capai 11.370 akibat Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-16 04:16:23","post_modified_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3779,"post_author":"9","post_date":"2026-09-16 04:16:23","post_date_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content":"

Dinas Kesehatan Riau mencatat 11.370 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode 1-14 September 2026. Peningkatan kasus tersebut terjadi di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau.<\/p>

Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli mengatakan, kasus ISPA itu tersebar di 12 kabupaten dan kota. \u201cTanggal 1-14 September total ada 11.000 an kasus ISPA akibat Karhutla di Riau,\" ujar Zulkifli saat dikonfirmasi, dilansir detikSumut, Selasa (15\/9\/2026).<\/p>

Menurut Zulkifli, kenaikan paling tinggi tercatat pada 10 September dengan jumlah lebih dari 1.200 kasus baru.<\/p>

Meski jumlah kasus meningkat, Dinas Kesehatan Riau belum menerima laporan pasien ISPA yang harus dirujuk ke rumah sakit. Penanganan masih dilakukan di tingkat Puskesmas melalui konsultasi dan perawatan awal.<\/p>

\u201cIni sampai ke Puskesmas saja, tidak ada sampai dirujuk untuk penanganan medis lebih lanjut. Kita laporkan juga data ini ke Kemenkes,\" kata Zulkifli.<\/p>

Kasus ISPA mulai tercatat meningkat sejak 19 Agustus 2026. Pada saat itu, baru empat daerah terdampak karhutla yang melaporkan kasus, yakni Siak, Kampar, Pelalawan, dan Pekanbaru.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Kasus ISPA di Riau Capai 11.370 akibat Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-16 04:16:23","post_modified_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3779,"post_author":"9","post_date":"2026-09-16 04:16:23","post_date_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content":"

Dinas Kesehatan Riau mencatat 11.370 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode 1-14 September 2026. Peningkatan kasus tersebut terjadi di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau.<\/p>

Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli mengatakan, kasus ISPA itu tersebar di 12 kabupaten dan kota. \u201cTanggal 1-14 September total ada 11.000 an kasus ISPA akibat Karhutla di Riau,\" ujar Zulkifli saat dikonfirmasi, dilansir detikSumut, Selasa (15\/9\/2026).<\/p>

Menurut Zulkifli, kenaikan paling tinggi tercatat pada 10 September dengan jumlah lebih dari 1.200 kasus baru.<\/p>

Meski jumlah kasus meningkat, Dinas Kesehatan Riau belum menerima laporan pasien ISPA yang harus dirujuk ke rumah sakit. Penanganan masih dilakukan di tingkat Puskesmas melalui konsultasi dan perawatan awal.<\/p>

\u201cIni sampai ke Puskesmas saja, tidak ada sampai dirujuk untuk penanganan medis lebih lanjut. Kita laporkan juga data ini ke Kemenkes,\" kata Zulkifli.<\/p>

Kasus ISPA mulai tercatat meningkat sejak 19 Agustus 2026. Pada saat itu, baru empat daerah terdampak karhutla yang melaporkan kasus, yakni Siak, Kampar, Pelalawan, dan Pekanbaru.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Kasus ISPA di Riau Capai 11.370 akibat Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-16 04:16:23","post_modified_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3779,"post_author":"9","post_date":"2026-09-16 04:16:23","post_date_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content":"

Dinas Kesehatan Riau mencatat 11.370 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode 1-14 September 2026. Peningkatan kasus tersebut terjadi di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau.<\/p>

Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli mengatakan, kasus ISPA itu tersebar di 12 kabupaten dan kota. \u201cTanggal 1-14 September total ada 11.000 an kasus ISPA akibat Karhutla di Riau,\" ujar Zulkifli saat dikonfirmasi, dilansir detikSumut, Selasa (15\/9\/2026).<\/p>

Menurut Zulkifli, kenaikan paling tinggi tercatat pada 10 September dengan jumlah lebih dari 1.200 kasus baru.<\/p>

Meski jumlah kasus meningkat, Dinas Kesehatan Riau belum menerima laporan pasien ISPA yang harus dirujuk ke rumah sakit. Penanganan masih dilakukan di tingkat Puskesmas melalui konsultasi dan perawatan awal.<\/p>

\u201cIni sampai ke Puskesmas saja, tidak ada sampai dirujuk untuk penanganan medis lebih lanjut. Kita laporkan juga data ini ke Kemenkes,\" kata Zulkifli.<\/p>

Kasus ISPA mulai tercatat meningkat sejak 19 Agustus 2026. Pada saat itu, baru empat daerah terdampak karhutla yang melaporkan kasus, yakni Siak, Kampar, Pelalawan, dan Pekanbaru.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Kasus ISPA di Riau Capai 11.370 akibat Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-16 04:16:23","post_modified_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

15 Kabupaten dan Kota Terdampak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3779,"post_author":"9","post_date":"2026-09-16 04:16:23","post_date_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content":"

Dinas Kesehatan Riau mencatat 11.370 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode 1-14 September 2026. Peningkatan kasus tersebut terjadi di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau.<\/p>

Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli mengatakan, kasus ISPA itu tersebar di 12 kabupaten dan kota. \u201cTanggal 1-14 September total ada 11.000 an kasus ISPA akibat Karhutla di Riau,\" ujar Zulkifli saat dikonfirmasi, dilansir detikSumut, Selasa (15\/9\/2026).<\/p>

Menurut Zulkifli, kenaikan paling tinggi tercatat pada 10 September dengan jumlah lebih dari 1.200 kasus baru.<\/p>

Meski jumlah kasus meningkat, Dinas Kesehatan Riau belum menerima laporan pasien ISPA yang harus dirujuk ke rumah sakit. Penanganan masih dilakukan di tingkat Puskesmas melalui konsultasi dan perawatan awal.<\/p>

\u201cIni sampai ke Puskesmas saja, tidak ada sampai dirujuk untuk penanganan medis lebih lanjut. Kita laporkan juga data ini ke Kemenkes,\" kata Zulkifli.<\/p>

Kasus ISPA mulai tercatat meningkat sejak 19 Agustus 2026. Pada saat itu, baru empat daerah terdampak karhutla yang melaporkan kasus, yakni Siak, Kampar, Pelalawan, dan Pekanbaru.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Kasus ISPA di Riau Capai 11.370 akibat Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-16 04:16:23","post_modified_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cBMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026,\u201d kata Dhira di Manado, Kamis (15\/10\/2026), seperti dilansir Antara.<\/p>\n\n\n\n

15 Kabupaten dan Kota Terdampak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3779,"post_author":"9","post_date":"2026-09-16 04:16:23","post_date_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content":"

Dinas Kesehatan Riau mencatat 11.370 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode 1-14 September 2026. Peningkatan kasus tersebut terjadi di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau.<\/p>

Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli mengatakan, kasus ISPA itu tersebar di 12 kabupaten dan kota. \u201cTanggal 1-14 September total ada 11.000 an kasus ISPA akibat Karhutla di Riau,\" ujar Zulkifli saat dikonfirmasi, dilansir detikSumut, Selasa (15\/9\/2026).<\/p>

Menurut Zulkifli, kenaikan paling tinggi tercatat pada 10 September dengan jumlah lebih dari 1.200 kasus baru.<\/p>

Meski jumlah kasus meningkat, Dinas Kesehatan Riau belum menerima laporan pasien ISPA yang harus dirujuk ke rumah sakit. Penanganan masih dilakukan di tingkat Puskesmas melalui konsultasi dan perawatan awal.<\/p>

\u201cIni sampai ke Puskesmas saja, tidak ada sampai dirujuk untuk penanganan medis lebih lanjut. Kita laporkan juga data ini ke Kemenkes,\" kata Zulkifli.<\/p>

Kasus ISPA mulai tercatat meningkat sejak 19 Agustus 2026. Pada saat itu, baru empat daerah terdampak karhutla yang melaporkan kasus, yakni Siak, Kampar, Pelalawan, dan Pekanbaru.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Kasus ISPA di Riau Capai 11.370 akibat Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-16 04:16:23","post_modified_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, mengatakan BMKG telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap sebaran asap tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026,\u201d kata Dhira di Manado, Kamis (15\/10\/2026), seperti dilansir Antara.<\/p>\n\n\n\n

15 Kabupaten dan Kota Terdampak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3779,"post_author":"9","post_date":"2026-09-16 04:16:23","post_date_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content":"

Dinas Kesehatan Riau mencatat 11.370 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode 1-14 September 2026. Peningkatan kasus tersebut terjadi di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau.<\/p>

Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli mengatakan, kasus ISPA itu tersebar di 12 kabupaten dan kota. \u201cTanggal 1-14 September total ada 11.000 an kasus ISPA akibat Karhutla di Riau,\" ujar Zulkifli saat dikonfirmasi, dilansir detikSumut, Selasa (15\/9\/2026).<\/p>

Menurut Zulkifli, kenaikan paling tinggi tercatat pada 10 September dengan jumlah lebih dari 1.200 kasus baru.<\/p>

Meski jumlah kasus meningkat, Dinas Kesehatan Riau belum menerima laporan pasien ISPA yang harus dirujuk ke rumah sakit. Penanganan masih dilakukan di tingkat Puskesmas melalui konsultasi dan perawatan awal.<\/p>

\u201cIni sampai ke Puskesmas saja, tidak ada sampai dirujuk untuk penanganan medis lebih lanjut. Kita laporkan juga data ini ke Kemenkes,\" kata Zulkifli.<\/p>

Kasus ISPA mulai tercatat meningkat sejak 19 Agustus 2026. Pada saat itu, baru empat daerah terdampak karhutla yang melaporkan kasus, yakni Siak, Kampar, Pelalawan, dan Pekanbaru.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Kasus ISPA di Riau Capai 11.370 akibat Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-16 04:16:23","post_modified_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9, sebaran asap terbawa pergerakan angin dari arah tenggara hingga menyelimuti wilayah udara Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, mengatakan BMKG telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap sebaran asap tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026,\u201d kata Dhira di Manado, Kamis (15\/10\/2026), seperti dilansir Antara.<\/p>\n\n\n\n

15 Kabupaten dan Kota Terdampak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3779,"post_author":"9","post_date":"2026-09-16 04:16:23","post_date_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content":"

Dinas Kesehatan Riau mencatat 11.370 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode 1-14 September 2026. Peningkatan kasus tersebut terjadi di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau.<\/p>

Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli mengatakan, kasus ISPA itu tersebar di 12 kabupaten dan kota. \u201cTanggal 1-14 September total ada 11.000 an kasus ISPA akibat Karhutla di Riau,\" ujar Zulkifli saat dikonfirmasi, dilansir detikSumut, Selasa (15\/9\/2026).<\/p>

Menurut Zulkifli, kenaikan paling tinggi tercatat pada 10 September dengan jumlah lebih dari 1.200 kasus baru.<\/p>

Meski jumlah kasus meningkat, Dinas Kesehatan Riau belum menerima laporan pasien ISPA yang harus dirujuk ke rumah sakit. Penanganan masih dilakukan di tingkat Puskesmas melalui konsultasi dan perawatan awal.<\/p>

\u201cIni sampai ke Puskesmas saja, tidak ada sampai dirujuk untuk penanganan medis lebih lanjut. Kita laporkan juga data ini ke Kemenkes,\" kata Zulkifli.<\/p>

Kasus ISPA mulai tercatat meningkat sejak 19 Agustus 2026. Pada saat itu, baru empat daerah terdampak karhutla yang melaporkan kasus, yakni Siak, Kampar, Pelalawan, dan Pekanbaru.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Kasus ISPA di Riau Capai 11.370 akibat Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-16 04:16:23","post_modified_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di Sulawesi Utara (Sulut) untuk mewaspadai sebaran kabut asap yang telah berdampak pada seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut hingga 16 Oktober 2026.<\/p>\n\n\n\n

Berdasarkan pemantauan citra satelit Himawari-9, sebaran asap terbawa pergerakan angin dari arah tenggara hingga menyelimuti wilayah udara Sulawesi Utara.<\/p>\n\n\n\n

Kepala Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado, Dhira Utama, mengatakan BMKG telah mengeluarkan imbauan kewaspadaan terhadap sebaran asap tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengeluarkan imbauan kewaspadaan sebaran asap di Sulut hingga 16 Oktober 2026,\u201d kata Dhira di Manado, Kamis (15\/10\/2026), seperti dilansir Antara.<\/p>\n\n\n\n

15 Kabupaten dan Kota Terdampak<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Dhira menyebutkan, terdapat 15 wilayah di Sulawesi Utara yang terpapar kabut asap. Wilayah tersebut mencakup empat kota, yakni Manado, Bitung, Tomohon, dan Kotamobagu.<\/p>\n\n\n\n

Sementara itu, kabupaten yang terdampak meliputi Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, Minahasa Tenggara, Bolaang Mongondow, Bolaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow Selatan, Bolaang Mongondow Timur, Kepulauan Sitaro, Kepulauan Sangihe, dan Kepulauan Talaud.<\/p>\n\n\n\n

BMKG meminta masyarakat, pemerintah kabupaten dan kota, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, serta para pemangku kepentingan di sektor penerbangan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.<\/p>\n\n\n\n

\u201cBMKG mengimbau masyarakat, pemerintah kabupaten\/kota dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara serta stakeholder penerbangan dapat meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan,\u201d ujar Dhira.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat Diimbau Mengurangi Aktivitas di Luar Ruangan<\/strong><\/h3>\n\n\n\n

Selain meningkatkan kewaspadaan, koordinasi lintas instansi dinilai diperlukan untuk mengantisipasi potensi gangguan jarak pandang akibat kabut asap. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat membahayakan aktivitas penerbangan maupun mobilitas masyarakat.<\/p>\n\n\n\n

BMKG juga mengingatkan warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap menyelimuti wilayah setempat. Masyarakat disarankan menggunakan masker, menutup jendela ketika asap terasa pekat, serta menjaga kecukupan cairan tubuh dengan minum air yang cukup.<\/p>\n\n\n\n

Warga juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan guna mencegah kondisi yang dapat memperburuk sebaran asap.<\/p>\n\n\n\n

Dhira mengingatkan masyarakat agar tetap mengikuti perkembangan informasi cuaca karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cMengingat cuaca bersifat dinamis, dihimbau terus monitor informasi perkembangan cuaca dan peringatan dini cuaca dari Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado,\u201d pesannya.<\/p>\n\n\n\n

Masyarakat di Sulawesi Utara diharapkan terus memantau informasi dan peringatan dini yang disampaikan BMKG sebagai langkah antisipasi terhadap perkembangan kondisi cuaca dan sebaran kabut asap.<\/p>\n","post_title":"BMKG: Seluruh Wilayah Sulut Terdampak Kabut Asap hingga 16 Oktober","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bmkg-seluruh-wilayah-sulut-terdampak-kabut-asap-hingga-16-oktober","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-10-16 07:47:19","post_modified_gmt":"2026-10-15 23:47:19","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=6219","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":3779,"post_author":"9","post_date":"2026-09-16 04:16:23","post_date_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content":"

Dinas Kesehatan Riau mencatat 11.370 kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) selama periode 1-14 September 2026. Peningkatan kasus tersebut terjadi di tengah meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Riau.<\/p>

Kepala Dinas Kesehatan Riau Zulkifli mengatakan, kasus ISPA itu tersebar di 12 kabupaten dan kota. \u201cTanggal 1-14 September total ada 11.000 an kasus ISPA akibat Karhutla di Riau,\" ujar Zulkifli saat dikonfirmasi, dilansir detikSumut, Selasa (15\/9\/2026).<\/p>

Menurut Zulkifli, kenaikan paling tinggi tercatat pada 10 September dengan jumlah lebih dari 1.200 kasus baru.<\/p>

Meski jumlah kasus meningkat, Dinas Kesehatan Riau belum menerima laporan pasien ISPA yang harus dirujuk ke rumah sakit. Penanganan masih dilakukan di tingkat Puskesmas melalui konsultasi dan perawatan awal.<\/p>

\u201cIni sampai ke Puskesmas saja, tidak ada sampai dirujuk untuk penanganan medis lebih lanjut. Kita laporkan juga data ini ke Kemenkes,\" kata Zulkifli.<\/p>

Kasus ISPA mulai tercatat meningkat sejak 19 Agustus 2026. Pada saat itu, baru empat daerah terdampak karhutla yang melaporkan kasus, yakni Siak, Kampar, Pelalawan, dan Pekanbaru.<\/p>***\nDISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer\n

Diolah dari sumber Detik.com<\/a><\/em><\/p>","post_title":"Kasus ISPA di Riau Capai 11.370 akibat Karhutla","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-09-16 04:16:23","post_modified_gmt":"2026-09-15 20:16:23","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/uncategorized\/kasus-ispa-di-riau-capai-11-370-akibat-karhutla\/","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Tag: kabut asap