\n

Fuad juga meluruskan bahwa keputusan peserta yang mewakili daerah ke tingkat nasional tidak ditentukan oleh satu orang maupun satu lembaga saja, melainkan hasil penilaian kolektif lintas unsur sesuai pedoman nasional BPIP. Menurut dia, pemerintah provinsi memfasilitasi pelaksanaan seleksi tingkat provinsi melalui panitia seleksi daerah. <\/p>\n\n\n\n

Namun, untuk penentuan peserta menuju tingkat nasional terdapat keterlibatan langsung unsur pusat, yakni BPIP dan DPPI Pusat serta Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres). \u201cKeputusan tidak ditentukan satu orang atau satu lembaga saja. Ini hasil penilaian lintas unsur sesuai pedoman nasional,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Terkait Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel, BPIP Angkat Bicara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"terkait-polemik-seleksi-paskibraka-sulsel-bpip-angkat-bicara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:13:04","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:13:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=444","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

\u201cMemang nanti ada perangkingan atau akumulasi nilai dari seluruh tahapan seleksi. Akumulasi nilai tertinggi itulah yang menjadi pertimbangan untuk diutus mengikuti seleksi tingkat pusat,\u201d jelasnya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad juga meluruskan bahwa keputusan peserta yang mewakili daerah ke tingkat nasional tidak ditentukan oleh satu orang maupun satu lembaga saja, melainkan hasil penilaian kolektif lintas unsur sesuai pedoman nasional BPIP. Menurut dia, pemerintah provinsi memfasilitasi pelaksanaan seleksi tingkat provinsi melalui panitia seleksi daerah. <\/p>\n\n\n\n

Namun, untuk penentuan peserta menuju tingkat nasional terdapat keterlibatan langsung unsur pusat, yakni BPIP dan DPPI Pusat serta Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres). \u201cKeputusan tidak ditentukan satu orang atau satu lembaga saja. Ini hasil penilaian lintas unsur sesuai pedoman nasional,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Terkait Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel, BPIP Angkat Bicara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"terkait-polemik-seleksi-paskibraka-sulsel-bpip-angkat-bicara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:13:04","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:13:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=444","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Fuad mengatakan terdapat banyak komponen yang menjadi dasar penilaian, mulai dari kesehatan, kesamaptaan, peraturan baris-berbaris (PBB), kepribadian, wawasan kebangsaan, hingga kesiapan mental dan disiplin peserta. Seleksi dilakukan berjenjang mulai tingkat kabupaten\/kota, provinsi, hingga verifikasi nasional. Dari setiap provinsi, kata dia, dipilih tiga pasang peserta yang selanjutnya mengikuti tahapan seleksi pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cMemang nanti ada perangkingan atau akumulasi nilai dari seluruh tahapan seleksi. Akumulasi nilai tertinggi itulah yang menjadi pertimbangan untuk diutus mengikuti seleksi tingkat pusat,\u201d jelasnya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad juga meluruskan bahwa keputusan peserta yang mewakili daerah ke tingkat nasional tidak ditentukan oleh satu orang maupun satu lembaga saja, melainkan hasil penilaian kolektif lintas unsur sesuai pedoman nasional BPIP. Menurut dia, pemerintah provinsi memfasilitasi pelaksanaan seleksi tingkat provinsi melalui panitia seleksi daerah. <\/p>\n\n\n\n

Namun, untuk penentuan peserta menuju tingkat nasional terdapat keterlibatan langsung unsur pusat, yakni BPIP dan DPPI Pusat serta Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres). \u201cKeputusan tidak ditentukan satu orang atau satu lembaga saja. Ini hasil penilaian lintas unsur sesuai pedoman nasional,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Terkait Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel, BPIP Angkat Bicara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"terkait-polemik-seleksi-paskibraka-sulsel-bpip-angkat-bicara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:13:04","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:13:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=444","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

\u201cPaskibraka bukan sekadar mencari peserta dengan nilai tertinggi pada satu tes saja, melainkan memilih figur paling siap secara keseluruhan untuk menjalankan tugas kenegaraan,\u201d katanya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad mengatakan terdapat banyak komponen yang menjadi dasar penilaian, mulai dari kesehatan, kesamaptaan, peraturan baris-berbaris (PBB), kepribadian, wawasan kebangsaan, hingga kesiapan mental dan disiplin peserta. Seleksi dilakukan berjenjang mulai tingkat kabupaten\/kota, provinsi, hingga verifikasi nasional. Dari setiap provinsi, kata dia, dipilih tiga pasang peserta yang selanjutnya mengikuti tahapan seleksi pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cMemang nanti ada perangkingan atau akumulasi nilai dari seluruh tahapan seleksi. Akumulasi nilai tertinggi itulah yang menjadi pertimbangan untuk diutus mengikuti seleksi tingkat pusat,\u201d jelasnya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad juga meluruskan bahwa keputusan peserta yang mewakili daerah ke tingkat nasional tidak ditentukan oleh satu orang maupun satu lembaga saja, melainkan hasil penilaian kolektif lintas unsur sesuai pedoman nasional BPIP. Menurut dia, pemerintah provinsi memfasilitasi pelaksanaan seleksi tingkat provinsi melalui panitia seleksi daerah. <\/p>\n\n\n\n

Namun, untuk penentuan peserta menuju tingkat nasional terdapat keterlibatan langsung unsur pusat, yakni BPIP dan DPPI Pusat serta Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres). \u201cKeputusan tidak ditentukan satu orang atau satu lembaga saja. Ini hasil penilaian lintas unsur sesuai pedoman nasional,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Terkait Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel, BPIP Angkat Bicara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"terkait-polemik-seleksi-paskibraka-sulsel-bpip-angkat-bicara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:13:04","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:13:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=444","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Seleksi Paskibraka dinilai banyak aspek seperti nilai akademik atau tes wawasan kebangsaan semata. Penilaian dilakukan secara menyeluruh\u00a0 untuk melihat kesiapan peserta sebagai calon pelaksana tugas kenegaraan. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPaskibraka bukan sekadar mencari peserta dengan nilai tertinggi pada satu tes saja, melainkan memilih figur paling siap secara keseluruhan untuk menjalankan tugas kenegaraan,\u201d katanya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad mengatakan terdapat banyak komponen yang menjadi dasar penilaian, mulai dari kesehatan, kesamaptaan, peraturan baris-berbaris (PBB), kepribadian, wawasan kebangsaan, hingga kesiapan mental dan disiplin peserta. Seleksi dilakukan berjenjang mulai tingkat kabupaten\/kota, provinsi, hingga verifikasi nasional. Dari setiap provinsi, kata dia, dipilih tiga pasang peserta yang selanjutnya mengikuti tahapan seleksi pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cMemang nanti ada perangkingan atau akumulasi nilai dari seluruh tahapan seleksi. Akumulasi nilai tertinggi itulah yang menjadi pertimbangan untuk diutus mengikuti seleksi tingkat pusat,\u201d jelasnya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad juga meluruskan bahwa keputusan peserta yang mewakili daerah ke tingkat nasional tidak ditentukan oleh satu orang maupun satu lembaga saja, melainkan hasil penilaian kolektif lintas unsur sesuai pedoman nasional BPIP. Menurut dia, pemerintah provinsi memfasilitasi pelaksanaan seleksi tingkat provinsi melalui panitia seleksi daerah. <\/p>\n\n\n\n

Namun, untuk penentuan peserta menuju tingkat nasional terdapat keterlibatan langsung unsur pusat, yakni BPIP dan DPPI Pusat serta Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres). \u201cKeputusan tidak ditentukan satu orang atau satu lembaga saja. Ini hasil penilaian lintas unsur sesuai pedoman nasional,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Terkait Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel, BPIP Angkat Bicara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"terkait-polemik-seleksi-paskibraka-sulsel-bpip-angkat-bicara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:13:04","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:13:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=444","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

\u201cPada prinsipnya seleksi Paskibraka di Sulawesi Selatan dilaksanakan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Itu melibatkan unsur pemerintah daerah dan tim seleksi pusat,\u201d kata Fuad dalam keterangannya, Kamis (28\/5\/2026). <\/p>\n\n\n\n

Seleksi Paskibraka dinilai banyak aspek seperti nilai akademik atau tes wawasan kebangsaan semata. Penilaian dilakukan secara menyeluruh\u00a0 untuk melihat kesiapan peserta sebagai calon pelaksana tugas kenegaraan. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPaskibraka bukan sekadar mencari peserta dengan nilai tertinggi pada satu tes saja, melainkan memilih figur paling siap secara keseluruhan untuk menjalankan tugas kenegaraan,\u201d katanya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad mengatakan terdapat banyak komponen yang menjadi dasar penilaian, mulai dari kesehatan, kesamaptaan, peraturan baris-berbaris (PBB), kepribadian, wawasan kebangsaan, hingga kesiapan mental dan disiplin peserta. Seleksi dilakukan berjenjang mulai tingkat kabupaten\/kota, provinsi, hingga verifikasi nasional. Dari setiap provinsi, kata dia, dipilih tiga pasang peserta yang selanjutnya mengikuti tahapan seleksi pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cMemang nanti ada perangkingan atau akumulasi nilai dari seluruh tahapan seleksi. Akumulasi nilai tertinggi itulah yang menjadi pertimbangan untuk diutus mengikuti seleksi tingkat pusat,\u201d jelasnya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad juga meluruskan bahwa keputusan peserta yang mewakili daerah ke tingkat nasional tidak ditentukan oleh satu orang maupun satu lembaga saja, melainkan hasil penilaian kolektif lintas unsur sesuai pedoman nasional BPIP. Menurut dia, pemerintah provinsi memfasilitasi pelaksanaan seleksi tingkat provinsi melalui panitia seleksi daerah. <\/p>\n\n\n\n

Namun, untuk penentuan peserta menuju tingkat nasional terdapat keterlibatan langsung unsur pusat, yakni BPIP dan DPPI Pusat serta Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres). \u201cKeputusan tidak ditentukan satu orang atau satu lembaga saja. Ini hasil penilaian lintas unsur sesuai pedoman nasional,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Terkait Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel, BPIP Angkat Bicara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"terkait-polemik-seleksi-paskibraka-sulsel-bpip-angkat-bicara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:13:04","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:13:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=444","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

BPIP menilai, proses seleksi Paskibraka tingkat nasional secara professional, objektif dan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Hal itu ditegaskan Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka BPIP Pusat, Fuad Lutfi bahwa proses seleksi di Sulsel telah dilaksanakan sesuai prosedur dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, panitia seleksi provinsi, serta tim monitoring dan evaluasi dari pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPada prinsipnya seleksi Paskibraka di Sulawesi Selatan dilaksanakan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Itu melibatkan unsur pemerintah daerah dan tim seleksi pusat,\u201d kata Fuad dalam keterangannya, Kamis (28\/5\/2026). <\/p>\n\n\n\n

Seleksi Paskibraka dinilai banyak aspek seperti nilai akademik atau tes wawasan kebangsaan semata. Penilaian dilakukan secara menyeluruh\u00a0 untuk melihat kesiapan peserta sebagai calon pelaksana tugas kenegaraan. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPaskibraka bukan sekadar mencari peserta dengan nilai tertinggi pada satu tes saja, melainkan memilih figur paling siap secara keseluruhan untuk menjalankan tugas kenegaraan,\u201d katanya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad mengatakan terdapat banyak komponen yang menjadi dasar penilaian, mulai dari kesehatan, kesamaptaan, peraturan baris-berbaris (PBB), kepribadian, wawasan kebangsaan, hingga kesiapan mental dan disiplin peserta. Seleksi dilakukan berjenjang mulai tingkat kabupaten\/kota, provinsi, hingga verifikasi nasional. Dari setiap provinsi, kata dia, dipilih tiga pasang peserta yang selanjutnya mengikuti tahapan seleksi pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cMemang nanti ada perangkingan atau akumulasi nilai dari seluruh tahapan seleksi. Akumulasi nilai tertinggi itulah yang menjadi pertimbangan untuk diutus mengikuti seleksi tingkat pusat,\u201d jelasnya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad juga meluruskan bahwa keputusan peserta yang mewakili daerah ke tingkat nasional tidak ditentukan oleh satu orang maupun satu lembaga saja, melainkan hasil penilaian kolektif lintas unsur sesuai pedoman nasional BPIP. Menurut dia, pemerintah provinsi memfasilitasi pelaksanaan seleksi tingkat provinsi melalui panitia seleksi daerah. <\/p>\n\n\n\n

Namun, untuk penentuan peserta menuju tingkat nasional terdapat keterlibatan langsung unsur pusat, yakni BPIP dan DPPI Pusat serta Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres). \u201cKeputusan tidak ditentukan satu orang atau satu lembaga saja. Ini hasil penilaian lintas unsur sesuai pedoman nasional,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Terkait Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel, BPIP Angkat Bicara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"terkait-polemik-seleksi-paskibraka-sulsel-bpip-angkat-bicara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:13:04","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:13:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=444","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat angkat bicara terkait polemik terjadi di media sosial terkait gagalnya CYL asal Kota Makassar perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk seleksi pusat.<\/p>\n\n\n\n

BPIP menilai, proses seleksi Paskibraka tingkat nasional secara professional, objektif dan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Hal itu ditegaskan Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka BPIP Pusat, Fuad Lutfi bahwa proses seleksi di Sulsel telah dilaksanakan sesuai prosedur dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, panitia seleksi provinsi, serta tim monitoring dan evaluasi dari pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPada prinsipnya seleksi Paskibraka di Sulawesi Selatan dilaksanakan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Itu melibatkan unsur pemerintah daerah dan tim seleksi pusat,\u201d kata Fuad dalam keterangannya, Kamis (28\/5\/2026). <\/p>\n\n\n\n

Seleksi Paskibraka dinilai banyak aspek seperti nilai akademik atau tes wawasan kebangsaan semata. Penilaian dilakukan secara menyeluruh\u00a0 untuk melihat kesiapan peserta sebagai calon pelaksana tugas kenegaraan. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPaskibraka bukan sekadar mencari peserta dengan nilai tertinggi pada satu tes saja, melainkan memilih figur paling siap secara keseluruhan untuk menjalankan tugas kenegaraan,\u201d katanya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad mengatakan terdapat banyak komponen yang menjadi dasar penilaian, mulai dari kesehatan, kesamaptaan, peraturan baris-berbaris (PBB), kepribadian, wawasan kebangsaan, hingga kesiapan mental dan disiplin peserta. Seleksi dilakukan berjenjang mulai tingkat kabupaten\/kota, provinsi, hingga verifikasi nasional. Dari setiap provinsi, kata dia, dipilih tiga pasang peserta yang selanjutnya mengikuti tahapan seleksi pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cMemang nanti ada perangkingan atau akumulasi nilai dari seluruh tahapan seleksi. Akumulasi nilai tertinggi itulah yang menjadi pertimbangan untuk diutus mengikuti seleksi tingkat pusat,\u201d jelasnya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad juga meluruskan bahwa keputusan peserta yang mewakili daerah ke tingkat nasional tidak ditentukan oleh satu orang maupun satu lembaga saja, melainkan hasil penilaian kolektif lintas unsur sesuai pedoman nasional BPIP. Menurut dia, pemerintah provinsi memfasilitasi pelaksanaan seleksi tingkat provinsi melalui panitia seleksi daerah. <\/p>\n\n\n\n

Namun, untuk penentuan peserta menuju tingkat nasional terdapat keterlibatan langsung unsur pusat, yakni BPIP dan DPPI Pusat serta Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres). \u201cKeputusan tidak ditentukan satu orang atau satu lembaga saja. Ini hasil penilaian lintas unsur sesuai pedoman nasional,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Terkait Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel, BPIP Angkat Bicara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"terkait-polemik-seleksi-paskibraka-sulsel-bpip-angkat-bicara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:13:04","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:13:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=444","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

BERITA TERBARU

\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":444,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 01:13:03","post_date_gmt":"2026-05-28 17:13:03","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat angkat bicara terkait polemik terjadi di media sosial terkait gagalnya CYL asal Kota Makassar perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk seleksi pusat.<\/p>\n\n\n\n

BPIP menilai, proses seleksi Paskibraka tingkat nasional secara professional, objektif dan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Hal itu ditegaskan Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka BPIP Pusat, Fuad Lutfi bahwa proses seleksi di Sulsel telah dilaksanakan sesuai prosedur dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, panitia seleksi provinsi, serta tim monitoring dan evaluasi dari pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPada prinsipnya seleksi Paskibraka di Sulawesi Selatan dilaksanakan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Itu melibatkan unsur pemerintah daerah dan tim seleksi pusat,\u201d kata Fuad dalam keterangannya, Kamis (28\/5\/2026). <\/p>\n\n\n\n

Seleksi Paskibraka dinilai banyak aspek seperti nilai akademik atau tes wawasan kebangsaan semata. Penilaian dilakukan secara menyeluruh\u00a0 untuk melihat kesiapan peserta sebagai calon pelaksana tugas kenegaraan. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPaskibraka bukan sekadar mencari peserta dengan nilai tertinggi pada satu tes saja, melainkan memilih figur paling siap secara keseluruhan untuk menjalankan tugas kenegaraan,\u201d katanya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad mengatakan terdapat banyak komponen yang menjadi dasar penilaian, mulai dari kesehatan, kesamaptaan, peraturan baris-berbaris (PBB), kepribadian, wawasan kebangsaan, hingga kesiapan mental dan disiplin peserta. Seleksi dilakukan berjenjang mulai tingkat kabupaten\/kota, provinsi, hingga verifikasi nasional. Dari setiap provinsi, kata dia, dipilih tiga pasang peserta yang selanjutnya mengikuti tahapan seleksi pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cMemang nanti ada perangkingan atau akumulasi nilai dari seluruh tahapan seleksi. Akumulasi nilai tertinggi itulah yang menjadi pertimbangan untuk diutus mengikuti seleksi tingkat pusat,\u201d jelasnya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad juga meluruskan bahwa keputusan peserta yang mewakili daerah ke tingkat nasional tidak ditentukan oleh satu orang maupun satu lembaga saja, melainkan hasil penilaian kolektif lintas unsur sesuai pedoman nasional BPIP. Menurut dia, pemerintah provinsi memfasilitasi pelaksanaan seleksi tingkat provinsi melalui panitia seleksi daerah. <\/p>\n\n\n\n

Namun, untuk penentuan peserta menuju tingkat nasional terdapat keterlibatan langsung unsur pusat, yakni BPIP dan DPPI Pusat serta Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres). \u201cKeputusan tidak ditentukan satu orang atau satu lembaga saja. Ini hasil penilaian lintas unsur sesuai pedoman nasional,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Terkait Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel, BPIP Angkat Bicara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"terkait-polemik-seleksi-paskibraka-sulsel-bpip-angkat-bicara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:13:04","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:13:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=444","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":444,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 01:13:03","post_date_gmt":"2026-05-28 17:13:03","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat angkat bicara terkait polemik terjadi di media sosial terkait gagalnya CYL asal Kota Makassar perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk seleksi pusat.<\/p>\n\n\n\n

BPIP menilai, proses seleksi Paskibraka tingkat nasional secara professional, objektif dan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Hal itu ditegaskan Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka BPIP Pusat, Fuad Lutfi bahwa proses seleksi di Sulsel telah dilaksanakan sesuai prosedur dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, panitia seleksi provinsi, serta tim monitoring dan evaluasi dari pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPada prinsipnya seleksi Paskibraka di Sulawesi Selatan dilaksanakan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Itu melibatkan unsur pemerintah daerah dan tim seleksi pusat,\u201d kata Fuad dalam keterangannya, Kamis (28\/5\/2026). <\/p>\n\n\n\n

Seleksi Paskibraka dinilai banyak aspek seperti nilai akademik atau tes wawasan kebangsaan semata. Penilaian dilakukan secara menyeluruh\u00a0 untuk melihat kesiapan peserta sebagai calon pelaksana tugas kenegaraan. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPaskibraka bukan sekadar mencari peserta dengan nilai tertinggi pada satu tes saja, melainkan memilih figur paling siap secara keseluruhan untuk menjalankan tugas kenegaraan,\u201d katanya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad mengatakan terdapat banyak komponen yang menjadi dasar penilaian, mulai dari kesehatan, kesamaptaan, peraturan baris-berbaris (PBB), kepribadian, wawasan kebangsaan, hingga kesiapan mental dan disiplin peserta. Seleksi dilakukan berjenjang mulai tingkat kabupaten\/kota, provinsi, hingga verifikasi nasional. Dari setiap provinsi, kata dia, dipilih tiga pasang peserta yang selanjutnya mengikuti tahapan seleksi pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cMemang nanti ada perangkingan atau akumulasi nilai dari seluruh tahapan seleksi. Akumulasi nilai tertinggi itulah yang menjadi pertimbangan untuk diutus mengikuti seleksi tingkat pusat,\u201d jelasnya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad juga meluruskan bahwa keputusan peserta yang mewakili daerah ke tingkat nasional tidak ditentukan oleh satu orang maupun satu lembaga saja, melainkan hasil penilaian kolektif lintas unsur sesuai pedoman nasional BPIP. Menurut dia, pemerintah provinsi memfasilitasi pelaksanaan seleksi tingkat provinsi melalui panitia seleksi daerah. <\/p>\n\n\n\n

Namun, untuk penentuan peserta menuju tingkat nasional terdapat keterlibatan langsung unsur pusat, yakni BPIP dan DPPI Pusat serta Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres). \u201cKeputusan tidak ditentukan satu orang atau satu lembaga saja. Ini hasil penilaian lintas unsur sesuai pedoman nasional,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Terkait Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel, BPIP Angkat Bicara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"terkait-polemik-seleksi-paskibraka-sulsel-bpip-angkat-bicara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:13:04","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:13:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=444","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":444,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 01:13:03","post_date_gmt":"2026-05-28 17:13:03","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat angkat bicara terkait polemik terjadi di media sosial terkait gagalnya CYL asal Kota Makassar perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk seleksi pusat.<\/p>\n\n\n\n

BPIP menilai, proses seleksi Paskibraka tingkat nasional secara professional, objektif dan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Hal itu ditegaskan Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka BPIP Pusat, Fuad Lutfi bahwa proses seleksi di Sulsel telah dilaksanakan sesuai prosedur dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, panitia seleksi provinsi, serta tim monitoring dan evaluasi dari pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPada prinsipnya seleksi Paskibraka di Sulawesi Selatan dilaksanakan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Itu melibatkan unsur pemerintah daerah dan tim seleksi pusat,\u201d kata Fuad dalam keterangannya, Kamis (28\/5\/2026). <\/p>\n\n\n\n

Seleksi Paskibraka dinilai banyak aspek seperti nilai akademik atau tes wawasan kebangsaan semata. Penilaian dilakukan secara menyeluruh\u00a0 untuk melihat kesiapan peserta sebagai calon pelaksana tugas kenegaraan. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPaskibraka bukan sekadar mencari peserta dengan nilai tertinggi pada satu tes saja, melainkan memilih figur paling siap secara keseluruhan untuk menjalankan tugas kenegaraan,\u201d katanya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad mengatakan terdapat banyak komponen yang menjadi dasar penilaian, mulai dari kesehatan, kesamaptaan, peraturan baris-berbaris (PBB), kepribadian, wawasan kebangsaan, hingga kesiapan mental dan disiplin peserta. Seleksi dilakukan berjenjang mulai tingkat kabupaten\/kota, provinsi, hingga verifikasi nasional. Dari setiap provinsi, kata dia, dipilih tiga pasang peserta yang selanjutnya mengikuti tahapan seleksi pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cMemang nanti ada perangkingan atau akumulasi nilai dari seluruh tahapan seleksi. Akumulasi nilai tertinggi itulah yang menjadi pertimbangan untuk diutus mengikuti seleksi tingkat pusat,\u201d jelasnya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad juga meluruskan bahwa keputusan peserta yang mewakili daerah ke tingkat nasional tidak ditentukan oleh satu orang maupun satu lembaga saja, melainkan hasil penilaian kolektif lintas unsur sesuai pedoman nasional BPIP. Menurut dia, pemerintah provinsi memfasilitasi pelaksanaan seleksi tingkat provinsi melalui panitia seleksi daerah. <\/p>\n\n\n\n

Namun, untuk penentuan peserta menuju tingkat nasional terdapat keterlibatan langsung unsur pusat, yakni BPIP dan DPPI Pusat serta Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres). \u201cKeputusan tidak ditentukan satu orang atau satu lembaga saja. Ini hasil penilaian lintas unsur sesuai pedoman nasional,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Terkait Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel, BPIP Angkat Bicara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"terkait-polemik-seleksi-paskibraka-sulsel-bpip-angkat-bicara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:13:04","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:13:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=444","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":444,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 01:13:03","post_date_gmt":"2026-05-28 17:13:03","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat angkat bicara terkait polemik terjadi di media sosial terkait gagalnya CYL asal Kota Makassar perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk seleksi pusat.<\/p>\n\n\n\n

BPIP menilai, proses seleksi Paskibraka tingkat nasional secara professional, objektif dan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Hal itu ditegaskan Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka BPIP Pusat, Fuad Lutfi bahwa proses seleksi di Sulsel telah dilaksanakan sesuai prosedur dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, panitia seleksi provinsi, serta tim monitoring dan evaluasi dari pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPada prinsipnya seleksi Paskibraka di Sulawesi Selatan dilaksanakan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Itu melibatkan unsur pemerintah daerah dan tim seleksi pusat,\u201d kata Fuad dalam keterangannya, Kamis (28\/5\/2026). <\/p>\n\n\n\n

Seleksi Paskibraka dinilai banyak aspek seperti nilai akademik atau tes wawasan kebangsaan semata. Penilaian dilakukan secara menyeluruh\u00a0 untuk melihat kesiapan peserta sebagai calon pelaksana tugas kenegaraan. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPaskibraka bukan sekadar mencari peserta dengan nilai tertinggi pada satu tes saja, melainkan memilih figur paling siap secara keseluruhan untuk menjalankan tugas kenegaraan,\u201d katanya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad mengatakan terdapat banyak komponen yang menjadi dasar penilaian, mulai dari kesehatan, kesamaptaan, peraturan baris-berbaris (PBB), kepribadian, wawasan kebangsaan, hingga kesiapan mental dan disiplin peserta. Seleksi dilakukan berjenjang mulai tingkat kabupaten\/kota, provinsi, hingga verifikasi nasional. Dari setiap provinsi, kata dia, dipilih tiga pasang peserta yang selanjutnya mengikuti tahapan seleksi pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cMemang nanti ada perangkingan atau akumulasi nilai dari seluruh tahapan seleksi. Akumulasi nilai tertinggi itulah yang menjadi pertimbangan untuk diutus mengikuti seleksi tingkat pusat,\u201d jelasnya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad juga meluruskan bahwa keputusan peserta yang mewakili daerah ke tingkat nasional tidak ditentukan oleh satu orang maupun satu lembaga saja, melainkan hasil penilaian kolektif lintas unsur sesuai pedoman nasional BPIP. Menurut dia, pemerintah provinsi memfasilitasi pelaksanaan seleksi tingkat provinsi melalui panitia seleksi daerah. <\/p>\n\n\n\n

Namun, untuk penentuan peserta menuju tingkat nasional terdapat keterlibatan langsung unsur pusat, yakni BPIP dan DPPI Pusat serta Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres). \u201cKeputusan tidak ditentukan satu orang atau satu lembaga saja. Ini hasil penilaian lintas unsur sesuai pedoman nasional,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Terkait Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel, BPIP Angkat Bicara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"terkait-polemik-seleksi-paskibraka-sulsel-bpip-angkat-bicara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:13:04","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:13:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=444","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":444,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 01:13:03","post_date_gmt":"2026-05-28 17:13:03","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat angkat bicara terkait polemik terjadi di media sosial terkait gagalnya CYL asal Kota Makassar perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk seleksi pusat.<\/p>\n\n\n\n

BPIP menilai, proses seleksi Paskibraka tingkat nasional secara professional, objektif dan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Hal itu ditegaskan Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka BPIP Pusat, Fuad Lutfi bahwa proses seleksi di Sulsel telah dilaksanakan sesuai prosedur dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, panitia seleksi provinsi, serta tim monitoring dan evaluasi dari pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPada prinsipnya seleksi Paskibraka di Sulawesi Selatan dilaksanakan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Itu melibatkan unsur pemerintah daerah dan tim seleksi pusat,\u201d kata Fuad dalam keterangannya, Kamis (28\/5\/2026). <\/p>\n\n\n\n

Seleksi Paskibraka dinilai banyak aspek seperti nilai akademik atau tes wawasan kebangsaan semata. Penilaian dilakukan secara menyeluruh\u00a0 untuk melihat kesiapan peserta sebagai calon pelaksana tugas kenegaraan. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPaskibraka bukan sekadar mencari peserta dengan nilai tertinggi pada satu tes saja, melainkan memilih figur paling siap secara keseluruhan untuk menjalankan tugas kenegaraan,\u201d katanya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad mengatakan terdapat banyak komponen yang menjadi dasar penilaian, mulai dari kesehatan, kesamaptaan, peraturan baris-berbaris (PBB), kepribadian, wawasan kebangsaan, hingga kesiapan mental dan disiplin peserta. Seleksi dilakukan berjenjang mulai tingkat kabupaten\/kota, provinsi, hingga verifikasi nasional. Dari setiap provinsi, kata dia, dipilih tiga pasang peserta yang selanjutnya mengikuti tahapan seleksi pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cMemang nanti ada perangkingan atau akumulasi nilai dari seluruh tahapan seleksi. Akumulasi nilai tertinggi itulah yang menjadi pertimbangan untuk diutus mengikuti seleksi tingkat pusat,\u201d jelasnya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad juga meluruskan bahwa keputusan peserta yang mewakili daerah ke tingkat nasional tidak ditentukan oleh satu orang maupun satu lembaga saja, melainkan hasil penilaian kolektif lintas unsur sesuai pedoman nasional BPIP. Menurut dia, pemerintah provinsi memfasilitasi pelaksanaan seleksi tingkat provinsi melalui panitia seleksi daerah. <\/p>\n\n\n\n

Namun, untuk penentuan peserta menuju tingkat nasional terdapat keterlibatan langsung unsur pusat, yakni BPIP dan DPPI Pusat serta Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres). \u201cKeputusan tidak ditentukan satu orang atau satu lembaga saja. Ini hasil penilaian lintas unsur sesuai pedoman nasional,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Terkait Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel, BPIP Angkat Bicara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"terkait-polemik-seleksi-paskibraka-sulsel-bpip-angkat-bicara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:13:04","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:13:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=444","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":444,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 01:13:03","post_date_gmt":"2026-05-28 17:13:03","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat angkat bicara terkait polemik terjadi di media sosial terkait gagalnya CYL asal Kota Makassar perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk seleksi pusat.<\/p>\n\n\n\n

BPIP menilai, proses seleksi Paskibraka tingkat nasional secara professional, objektif dan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Hal itu ditegaskan Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka BPIP Pusat, Fuad Lutfi bahwa proses seleksi di Sulsel telah dilaksanakan sesuai prosedur dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, panitia seleksi provinsi, serta tim monitoring dan evaluasi dari pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPada prinsipnya seleksi Paskibraka di Sulawesi Selatan dilaksanakan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Itu melibatkan unsur pemerintah daerah dan tim seleksi pusat,\u201d kata Fuad dalam keterangannya, Kamis (28\/5\/2026). <\/p>\n\n\n\n

Seleksi Paskibraka dinilai banyak aspek seperti nilai akademik atau tes wawasan kebangsaan semata. Penilaian dilakukan secara menyeluruh\u00a0 untuk melihat kesiapan peserta sebagai calon pelaksana tugas kenegaraan. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPaskibraka bukan sekadar mencari peserta dengan nilai tertinggi pada satu tes saja, melainkan memilih figur paling siap secara keseluruhan untuk menjalankan tugas kenegaraan,\u201d katanya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad mengatakan terdapat banyak komponen yang menjadi dasar penilaian, mulai dari kesehatan, kesamaptaan, peraturan baris-berbaris (PBB), kepribadian, wawasan kebangsaan, hingga kesiapan mental dan disiplin peserta. Seleksi dilakukan berjenjang mulai tingkat kabupaten\/kota, provinsi, hingga verifikasi nasional. Dari setiap provinsi, kata dia, dipilih tiga pasang peserta yang selanjutnya mengikuti tahapan seleksi pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cMemang nanti ada perangkingan atau akumulasi nilai dari seluruh tahapan seleksi. Akumulasi nilai tertinggi itulah yang menjadi pertimbangan untuk diutus mengikuti seleksi tingkat pusat,\u201d jelasnya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad juga meluruskan bahwa keputusan peserta yang mewakili daerah ke tingkat nasional tidak ditentukan oleh satu orang maupun satu lembaga saja, melainkan hasil penilaian kolektif lintas unsur sesuai pedoman nasional BPIP. Menurut dia, pemerintah provinsi memfasilitasi pelaksanaan seleksi tingkat provinsi melalui panitia seleksi daerah. <\/p>\n\n\n\n

Namun, untuk penentuan peserta menuju tingkat nasional terdapat keterlibatan langsung unsur pusat, yakni BPIP dan DPPI Pusat serta Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres). \u201cKeputusan tidak ditentukan satu orang atau satu lembaga saja. Ini hasil penilaian lintas unsur sesuai pedoman nasional,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Terkait Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel, BPIP Angkat Bicara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"terkait-polemik-seleksi-paskibraka-sulsel-bpip-angkat-bicara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:13:04","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:13:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=444","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":444,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 01:13:03","post_date_gmt":"2026-05-28 17:13:03","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat angkat bicara terkait polemik terjadi di media sosial terkait gagalnya CYL asal Kota Makassar perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk seleksi pusat.<\/p>\n\n\n\n

BPIP menilai, proses seleksi Paskibraka tingkat nasional secara professional, objektif dan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Hal itu ditegaskan Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka BPIP Pusat, Fuad Lutfi bahwa proses seleksi di Sulsel telah dilaksanakan sesuai prosedur dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, panitia seleksi provinsi, serta tim monitoring dan evaluasi dari pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPada prinsipnya seleksi Paskibraka di Sulawesi Selatan dilaksanakan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Itu melibatkan unsur pemerintah daerah dan tim seleksi pusat,\u201d kata Fuad dalam keterangannya, Kamis (28\/5\/2026). <\/p>\n\n\n\n

Seleksi Paskibraka dinilai banyak aspek seperti nilai akademik atau tes wawasan kebangsaan semata. Penilaian dilakukan secara menyeluruh\u00a0 untuk melihat kesiapan peserta sebagai calon pelaksana tugas kenegaraan. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPaskibraka bukan sekadar mencari peserta dengan nilai tertinggi pada satu tes saja, melainkan memilih figur paling siap secara keseluruhan untuk menjalankan tugas kenegaraan,\u201d katanya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad mengatakan terdapat banyak komponen yang menjadi dasar penilaian, mulai dari kesehatan, kesamaptaan, peraturan baris-berbaris (PBB), kepribadian, wawasan kebangsaan, hingga kesiapan mental dan disiplin peserta. Seleksi dilakukan berjenjang mulai tingkat kabupaten\/kota, provinsi, hingga verifikasi nasional. Dari setiap provinsi, kata dia, dipilih tiga pasang peserta yang selanjutnya mengikuti tahapan seleksi pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cMemang nanti ada perangkingan atau akumulasi nilai dari seluruh tahapan seleksi. Akumulasi nilai tertinggi itulah yang menjadi pertimbangan untuk diutus mengikuti seleksi tingkat pusat,\u201d jelasnya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad juga meluruskan bahwa keputusan peserta yang mewakili daerah ke tingkat nasional tidak ditentukan oleh satu orang maupun satu lembaga saja, melainkan hasil penilaian kolektif lintas unsur sesuai pedoman nasional BPIP. Menurut dia, pemerintah provinsi memfasilitasi pelaksanaan seleksi tingkat provinsi melalui panitia seleksi daerah. <\/p>\n\n\n\n

Namun, untuk penentuan peserta menuju tingkat nasional terdapat keterlibatan langsung unsur pusat, yakni BPIP dan DPPI Pusat serta Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres). \u201cKeputusan tidak ditentukan satu orang atau satu lembaga saja. Ini hasil penilaian lintas unsur sesuai pedoman nasional,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Terkait Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel, BPIP Angkat Bicara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"terkait-polemik-seleksi-paskibraka-sulsel-bpip-angkat-bicara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:13:04","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:13:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=444","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":444,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 01:13:03","post_date_gmt":"2026-05-28 17:13:03","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat angkat bicara terkait polemik terjadi di media sosial terkait gagalnya CYL asal Kota Makassar perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk seleksi pusat.<\/p>\n\n\n\n

BPIP menilai, proses seleksi Paskibraka tingkat nasional secara professional, objektif dan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Hal itu ditegaskan Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka BPIP Pusat, Fuad Lutfi bahwa proses seleksi di Sulsel telah dilaksanakan sesuai prosedur dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, panitia seleksi provinsi, serta tim monitoring dan evaluasi dari pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPada prinsipnya seleksi Paskibraka di Sulawesi Selatan dilaksanakan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Itu melibatkan unsur pemerintah daerah dan tim seleksi pusat,\u201d kata Fuad dalam keterangannya, Kamis (28\/5\/2026). <\/p>\n\n\n\n

Seleksi Paskibraka dinilai banyak aspek seperti nilai akademik atau tes wawasan kebangsaan semata. Penilaian dilakukan secara menyeluruh\u00a0 untuk melihat kesiapan peserta sebagai calon pelaksana tugas kenegaraan. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPaskibraka bukan sekadar mencari peserta dengan nilai tertinggi pada satu tes saja, melainkan memilih figur paling siap secara keseluruhan untuk menjalankan tugas kenegaraan,\u201d katanya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad mengatakan terdapat banyak komponen yang menjadi dasar penilaian, mulai dari kesehatan, kesamaptaan, peraturan baris-berbaris (PBB), kepribadian, wawasan kebangsaan, hingga kesiapan mental dan disiplin peserta. Seleksi dilakukan berjenjang mulai tingkat kabupaten\/kota, provinsi, hingga verifikasi nasional. Dari setiap provinsi, kata dia, dipilih tiga pasang peserta yang selanjutnya mengikuti tahapan seleksi pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cMemang nanti ada perangkingan atau akumulasi nilai dari seluruh tahapan seleksi. Akumulasi nilai tertinggi itulah yang menjadi pertimbangan untuk diutus mengikuti seleksi tingkat pusat,\u201d jelasnya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad juga meluruskan bahwa keputusan peserta yang mewakili daerah ke tingkat nasional tidak ditentukan oleh satu orang maupun satu lembaga saja, melainkan hasil penilaian kolektif lintas unsur sesuai pedoman nasional BPIP. Menurut dia, pemerintah provinsi memfasilitasi pelaksanaan seleksi tingkat provinsi melalui panitia seleksi daerah. <\/p>\n\n\n\n

Namun, untuk penentuan peserta menuju tingkat nasional terdapat keterlibatan langsung unsur pusat, yakni BPIP dan DPPI Pusat serta Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres). \u201cKeputusan tidak ditentukan satu orang atau satu lembaga saja. Ini hasil penilaian lintas unsur sesuai pedoman nasional,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Terkait Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel, BPIP Angkat Bicara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"terkait-polemik-seleksi-paskibraka-sulsel-bpip-angkat-bicara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:13:04","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:13:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=444","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":444,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 01:13:03","post_date_gmt":"2026-05-28 17:13:03","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat angkat bicara terkait polemik terjadi di media sosial terkait gagalnya CYL asal Kota Makassar perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk seleksi pusat.<\/p>\n\n\n\n

BPIP menilai, proses seleksi Paskibraka tingkat nasional secara professional, objektif dan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Hal itu ditegaskan Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka BPIP Pusat, Fuad Lutfi bahwa proses seleksi di Sulsel telah dilaksanakan sesuai prosedur dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, panitia seleksi provinsi, serta tim monitoring dan evaluasi dari pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPada prinsipnya seleksi Paskibraka di Sulawesi Selatan dilaksanakan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Itu melibatkan unsur pemerintah daerah dan tim seleksi pusat,\u201d kata Fuad dalam keterangannya, Kamis (28\/5\/2026). <\/p>\n\n\n\n

Seleksi Paskibraka dinilai banyak aspek seperti nilai akademik atau tes wawasan kebangsaan semata. Penilaian dilakukan secara menyeluruh\u00a0 untuk melihat kesiapan peserta sebagai calon pelaksana tugas kenegaraan. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPaskibraka bukan sekadar mencari peserta dengan nilai tertinggi pada satu tes saja, melainkan memilih figur paling siap secara keseluruhan untuk menjalankan tugas kenegaraan,\u201d katanya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad mengatakan terdapat banyak komponen yang menjadi dasar penilaian, mulai dari kesehatan, kesamaptaan, peraturan baris-berbaris (PBB), kepribadian, wawasan kebangsaan, hingga kesiapan mental dan disiplin peserta. Seleksi dilakukan berjenjang mulai tingkat kabupaten\/kota, provinsi, hingga verifikasi nasional. Dari setiap provinsi, kata dia, dipilih tiga pasang peserta yang selanjutnya mengikuti tahapan seleksi pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cMemang nanti ada perangkingan atau akumulasi nilai dari seluruh tahapan seleksi. Akumulasi nilai tertinggi itulah yang menjadi pertimbangan untuk diutus mengikuti seleksi tingkat pusat,\u201d jelasnya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad juga meluruskan bahwa keputusan peserta yang mewakili daerah ke tingkat nasional tidak ditentukan oleh satu orang maupun satu lembaga saja, melainkan hasil penilaian kolektif lintas unsur sesuai pedoman nasional BPIP. Menurut dia, pemerintah provinsi memfasilitasi pelaksanaan seleksi tingkat provinsi melalui panitia seleksi daerah. <\/p>\n\n\n\n

Namun, untuk penentuan peserta menuju tingkat nasional terdapat keterlibatan langsung unsur pusat, yakni BPIP dan DPPI Pusat serta Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres). \u201cKeputusan tidak ditentukan satu orang atau satu lembaga saja. Ini hasil penilaian lintas unsur sesuai pedoman nasional,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Terkait Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel, BPIP Angkat Bicara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"terkait-polemik-seleksi-paskibraka-sulsel-bpip-angkat-bicara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:13:04","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:13:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=444","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":444,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 01:13:03","post_date_gmt":"2026-05-28 17:13:03","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat angkat bicara terkait polemik terjadi di media sosial terkait gagalnya CYL asal Kota Makassar perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk seleksi pusat.<\/p>\n\n\n\n

BPIP menilai, proses seleksi Paskibraka tingkat nasional secara professional, objektif dan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Hal itu ditegaskan Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka BPIP Pusat, Fuad Lutfi bahwa proses seleksi di Sulsel telah dilaksanakan sesuai prosedur dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, panitia seleksi provinsi, serta tim monitoring dan evaluasi dari pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPada prinsipnya seleksi Paskibraka di Sulawesi Selatan dilaksanakan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Itu melibatkan unsur pemerintah daerah dan tim seleksi pusat,\u201d kata Fuad dalam keterangannya, Kamis (28\/5\/2026). <\/p>\n\n\n\n

Seleksi Paskibraka dinilai banyak aspek seperti nilai akademik atau tes wawasan kebangsaan semata. Penilaian dilakukan secara menyeluruh\u00a0 untuk melihat kesiapan peserta sebagai calon pelaksana tugas kenegaraan. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPaskibraka bukan sekadar mencari peserta dengan nilai tertinggi pada satu tes saja, melainkan memilih figur paling siap secara keseluruhan untuk menjalankan tugas kenegaraan,\u201d katanya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad mengatakan terdapat banyak komponen yang menjadi dasar penilaian, mulai dari kesehatan, kesamaptaan, peraturan baris-berbaris (PBB), kepribadian, wawasan kebangsaan, hingga kesiapan mental dan disiplin peserta. Seleksi dilakukan berjenjang mulai tingkat kabupaten\/kota, provinsi, hingga verifikasi nasional. Dari setiap provinsi, kata dia, dipilih tiga pasang peserta yang selanjutnya mengikuti tahapan seleksi pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cMemang nanti ada perangkingan atau akumulasi nilai dari seluruh tahapan seleksi. Akumulasi nilai tertinggi itulah yang menjadi pertimbangan untuk diutus mengikuti seleksi tingkat pusat,\u201d jelasnya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad juga meluruskan bahwa keputusan peserta yang mewakili daerah ke tingkat nasional tidak ditentukan oleh satu orang maupun satu lembaga saja, melainkan hasil penilaian kolektif lintas unsur sesuai pedoman nasional BPIP. Menurut dia, pemerintah provinsi memfasilitasi pelaksanaan seleksi tingkat provinsi melalui panitia seleksi daerah. <\/p>\n\n\n\n

Namun, untuk penentuan peserta menuju tingkat nasional terdapat keterlibatan langsung unsur pusat, yakni BPIP dan DPPI Pusat serta Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres). \u201cKeputusan tidak ditentukan satu orang atau satu lembaga saja. Ini hasil penilaian lintas unsur sesuai pedoman nasional,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Terkait Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel, BPIP Angkat Bicara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"terkait-polemik-seleksi-paskibraka-sulsel-bpip-angkat-bicara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:13:04","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:13:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=444","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":444,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 01:13:03","post_date_gmt":"2026-05-28 17:13:03","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat angkat bicara terkait polemik terjadi di media sosial terkait gagalnya CYL asal Kota Makassar perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk seleksi pusat.<\/p>\n\n\n\n

BPIP menilai, proses seleksi Paskibraka tingkat nasional secara professional, objektif dan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Hal itu ditegaskan Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka BPIP Pusat, Fuad Lutfi bahwa proses seleksi di Sulsel telah dilaksanakan sesuai prosedur dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, panitia seleksi provinsi, serta tim monitoring dan evaluasi dari pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPada prinsipnya seleksi Paskibraka di Sulawesi Selatan dilaksanakan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Itu melibatkan unsur pemerintah daerah dan tim seleksi pusat,\u201d kata Fuad dalam keterangannya, Kamis (28\/5\/2026). <\/p>\n\n\n\n

Seleksi Paskibraka dinilai banyak aspek seperti nilai akademik atau tes wawasan kebangsaan semata. Penilaian dilakukan secara menyeluruh\u00a0 untuk melihat kesiapan peserta sebagai calon pelaksana tugas kenegaraan. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPaskibraka bukan sekadar mencari peserta dengan nilai tertinggi pada satu tes saja, melainkan memilih figur paling siap secara keseluruhan untuk menjalankan tugas kenegaraan,\u201d katanya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad mengatakan terdapat banyak komponen yang menjadi dasar penilaian, mulai dari kesehatan, kesamaptaan, peraturan baris-berbaris (PBB), kepribadian, wawasan kebangsaan, hingga kesiapan mental dan disiplin peserta. Seleksi dilakukan berjenjang mulai tingkat kabupaten\/kota, provinsi, hingga verifikasi nasional. Dari setiap provinsi, kata dia, dipilih tiga pasang peserta yang selanjutnya mengikuti tahapan seleksi pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cMemang nanti ada perangkingan atau akumulasi nilai dari seluruh tahapan seleksi. Akumulasi nilai tertinggi itulah yang menjadi pertimbangan untuk diutus mengikuti seleksi tingkat pusat,\u201d jelasnya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad juga meluruskan bahwa keputusan peserta yang mewakili daerah ke tingkat nasional tidak ditentukan oleh satu orang maupun satu lembaga saja, melainkan hasil penilaian kolektif lintas unsur sesuai pedoman nasional BPIP. Menurut dia, pemerintah provinsi memfasilitasi pelaksanaan seleksi tingkat provinsi melalui panitia seleksi daerah. <\/p>\n\n\n\n

Namun, untuk penentuan peserta menuju tingkat nasional terdapat keterlibatan langsung unsur pusat, yakni BPIP dan DPPI Pusat serta Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres). \u201cKeputusan tidak ditentukan satu orang atau satu lembaga saja. Ini hasil penilaian lintas unsur sesuai pedoman nasional,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Terkait Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel, BPIP Angkat Bicara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"terkait-polemik-seleksi-paskibraka-sulsel-bpip-angkat-bicara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:13:04","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:13:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=444","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":444,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 01:13:03","post_date_gmt":"2026-05-28 17:13:03","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat angkat bicara terkait polemik terjadi di media sosial terkait gagalnya CYL asal Kota Makassar perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk seleksi pusat.<\/p>\n\n\n\n

BPIP menilai, proses seleksi Paskibraka tingkat nasional secara professional, objektif dan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Hal itu ditegaskan Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka BPIP Pusat, Fuad Lutfi bahwa proses seleksi di Sulsel telah dilaksanakan sesuai prosedur dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, panitia seleksi provinsi, serta tim monitoring dan evaluasi dari pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPada prinsipnya seleksi Paskibraka di Sulawesi Selatan dilaksanakan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Itu melibatkan unsur pemerintah daerah dan tim seleksi pusat,\u201d kata Fuad dalam keterangannya, Kamis (28\/5\/2026). <\/p>\n\n\n\n

Seleksi Paskibraka dinilai banyak aspek seperti nilai akademik atau tes wawasan kebangsaan semata. Penilaian dilakukan secara menyeluruh\u00a0 untuk melihat kesiapan peserta sebagai calon pelaksana tugas kenegaraan. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPaskibraka bukan sekadar mencari peserta dengan nilai tertinggi pada satu tes saja, melainkan memilih figur paling siap secara keseluruhan untuk menjalankan tugas kenegaraan,\u201d katanya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad mengatakan terdapat banyak komponen yang menjadi dasar penilaian, mulai dari kesehatan, kesamaptaan, peraturan baris-berbaris (PBB), kepribadian, wawasan kebangsaan, hingga kesiapan mental dan disiplin peserta. Seleksi dilakukan berjenjang mulai tingkat kabupaten\/kota, provinsi, hingga verifikasi nasional. Dari setiap provinsi, kata dia, dipilih tiga pasang peserta yang selanjutnya mengikuti tahapan seleksi pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cMemang nanti ada perangkingan atau akumulasi nilai dari seluruh tahapan seleksi. Akumulasi nilai tertinggi itulah yang menjadi pertimbangan untuk diutus mengikuti seleksi tingkat pusat,\u201d jelasnya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad juga meluruskan bahwa keputusan peserta yang mewakili daerah ke tingkat nasional tidak ditentukan oleh satu orang maupun satu lembaga saja, melainkan hasil penilaian kolektif lintas unsur sesuai pedoman nasional BPIP. Menurut dia, pemerintah provinsi memfasilitasi pelaksanaan seleksi tingkat provinsi melalui panitia seleksi daerah. <\/p>\n\n\n\n

Namun, untuk penentuan peserta menuju tingkat nasional terdapat keterlibatan langsung unsur pusat, yakni BPIP dan DPPI Pusat serta Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres). \u201cKeputusan tidak ditentukan satu orang atau satu lembaga saja. Ini hasil penilaian lintas unsur sesuai pedoman nasional,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Terkait Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel, BPIP Angkat Bicara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"terkait-polemik-seleksi-paskibraka-sulsel-bpip-angkat-bicara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:13:04","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:13:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=444","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":444,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 01:13:03","post_date_gmt":"2026-05-28 17:13:03","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat angkat bicara terkait polemik terjadi di media sosial terkait gagalnya CYL asal Kota Makassar perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk seleksi pusat.<\/p>\n\n\n\n

BPIP menilai, proses seleksi Paskibraka tingkat nasional secara professional, objektif dan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Hal itu ditegaskan Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka BPIP Pusat, Fuad Lutfi bahwa proses seleksi di Sulsel telah dilaksanakan sesuai prosedur dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, panitia seleksi provinsi, serta tim monitoring dan evaluasi dari pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPada prinsipnya seleksi Paskibraka di Sulawesi Selatan dilaksanakan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Itu melibatkan unsur pemerintah daerah dan tim seleksi pusat,\u201d kata Fuad dalam keterangannya, Kamis (28\/5\/2026). <\/p>\n\n\n\n

Seleksi Paskibraka dinilai banyak aspek seperti nilai akademik atau tes wawasan kebangsaan semata. Penilaian dilakukan secara menyeluruh\u00a0 untuk melihat kesiapan peserta sebagai calon pelaksana tugas kenegaraan. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPaskibraka bukan sekadar mencari peserta dengan nilai tertinggi pada satu tes saja, melainkan memilih figur paling siap secara keseluruhan untuk menjalankan tugas kenegaraan,\u201d katanya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad mengatakan terdapat banyak komponen yang menjadi dasar penilaian, mulai dari kesehatan, kesamaptaan, peraturan baris-berbaris (PBB), kepribadian, wawasan kebangsaan, hingga kesiapan mental dan disiplin peserta. Seleksi dilakukan berjenjang mulai tingkat kabupaten\/kota, provinsi, hingga verifikasi nasional. Dari setiap provinsi, kata dia, dipilih tiga pasang peserta yang selanjutnya mengikuti tahapan seleksi pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cMemang nanti ada perangkingan atau akumulasi nilai dari seluruh tahapan seleksi. Akumulasi nilai tertinggi itulah yang menjadi pertimbangan untuk diutus mengikuti seleksi tingkat pusat,\u201d jelasnya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad juga meluruskan bahwa keputusan peserta yang mewakili daerah ke tingkat nasional tidak ditentukan oleh satu orang maupun satu lembaga saja, melainkan hasil penilaian kolektif lintas unsur sesuai pedoman nasional BPIP. Menurut dia, pemerintah provinsi memfasilitasi pelaksanaan seleksi tingkat provinsi melalui panitia seleksi daerah. <\/p>\n\n\n\n

Namun, untuk penentuan peserta menuju tingkat nasional terdapat keterlibatan langsung unsur pusat, yakni BPIP dan DPPI Pusat serta Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres). \u201cKeputusan tidak ditentukan satu orang atau satu lembaga saja. Ini hasil penilaian lintas unsur sesuai pedoman nasional,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Terkait Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel, BPIP Angkat Bicara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"terkait-polemik-seleksi-paskibraka-sulsel-bpip-angkat-bicara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:13:04","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:13:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=444","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":444,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 01:13:03","post_date_gmt":"2026-05-28 17:13:03","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat angkat bicara terkait polemik terjadi di media sosial terkait gagalnya CYL asal Kota Makassar perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk seleksi pusat.<\/p>\n\n\n\n

BPIP menilai, proses seleksi Paskibraka tingkat nasional secara professional, objektif dan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Hal itu ditegaskan Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka BPIP Pusat, Fuad Lutfi bahwa proses seleksi di Sulsel telah dilaksanakan sesuai prosedur dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, panitia seleksi provinsi, serta tim monitoring dan evaluasi dari pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPada prinsipnya seleksi Paskibraka di Sulawesi Selatan dilaksanakan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Itu melibatkan unsur pemerintah daerah dan tim seleksi pusat,\u201d kata Fuad dalam keterangannya, Kamis (28\/5\/2026). <\/p>\n\n\n\n

Seleksi Paskibraka dinilai banyak aspek seperti nilai akademik atau tes wawasan kebangsaan semata. Penilaian dilakukan secara menyeluruh\u00a0 untuk melihat kesiapan peserta sebagai calon pelaksana tugas kenegaraan. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPaskibraka bukan sekadar mencari peserta dengan nilai tertinggi pada satu tes saja, melainkan memilih figur paling siap secara keseluruhan untuk menjalankan tugas kenegaraan,\u201d katanya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad mengatakan terdapat banyak komponen yang menjadi dasar penilaian, mulai dari kesehatan, kesamaptaan, peraturan baris-berbaris (PBB), kepribadian, wawasan kebangsaan, hingga kesiapan mental dan disiplin peserta. Seleksi dilakukan berjenjang mulai tingkat kabupaten\/kota, provinsi, hingga verifikasi nasional. Dari setiap provinsi, kata dia, dipilih tiga pasang peserta yang selanjutnya mengikuti tahapan seleksi pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cMemang nanti ada perangkingan atau akumulasi nilai dari seluruh tahapan seleksi. Akumulasi nilai tertinggi itulah yang menjadi pertimbangan untuk diutus mengikuti seleksi tingkat pusat,\u201d jelasnya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad juga meluruskan bahwa keputusan peserta yang mewakili daerah ke tingkat nasional tidak ditentukan oleh satu orang maupun satu lembaga saja, melainkan hasil penilaian kolektif lintas unsur sesuai pedoman nasional BPIP. Menurut dia, pemerintah provinsi memfasilitasi pelaksanaan seleksi tingkat provinsi melalui panitia seleksi daerah. <\/p>\n\n\n\n

Namun, untuk penentuan peserta menuju tingkat nasional terdapat keterlibatan langsung unsur pusat, yakni BPIP dan DPPI Pusat serta Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres). \u201cKeputusan tidak ditentukan satu orang atau satu lembaga saja. Ini hasil penilaian lintas unsur sesuai pedoman nasional,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Terkait Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel, BPIP Angkat Bicara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"terkait-polemik-seleksi-paskibraka-sulsel-bpip-angkat-bicara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:13:04","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:13:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=444","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":444,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 01:13:03","post_date_gmt":"2026-05-28 17:13:03","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat angkat bicara terkait polemik terjadi di media sosial terkait gagalnya CYL asal Kota Makassar perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk seleksi pusat.<\/p>\n\n\n\n

BPIP menilai, proses seleksi Paskibraka tingkat nasional secara professional, objektif dan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Hal itu ditegaskan Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka BPIP Pusat, Fuad Lutfi bahwa proses seleksi di Sulsel telah dilaksanakan sesuai prosedur dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, panitia seleksi provinsi, serta tim monitoring dan evaluasi dari pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPada prinsipnya seleksi Paskibraka di Sulawesi Selatan dilaksanakan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Itu melibatkan unsur pemerintah daerah dan tim seleksi pusat,\u201d kata Fuad dalam keterangannya, Kamis (28\/5\/2026). <\/p>\n\n\n\n

Seleksi Paskibraka dinilai banyak aspek seperti nilai akademik atau tes wawasan kebangsaan semata. Penilaian dilakukan secara menyeluruh\u00a0 untuk melihat kesiapan peserta sebagai calon pelaksana tugas kenegaraan. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPaskibraka bukan sekadar mencari peserta dengan nilai tertinggi pada satu tes saja, melainkan memilih figur paling siap secara keseluruhan untuk menjalankan tugas kenegaraan,\u201d katanya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad mengatakan terdapat banyak komponen yang menjadi dasar penilaian, mulai dari kesehatan, kesamaptaan, peraturan baris-berbaris (PBB), kepribadian, wawasan kebangsaan, hingga kesiapan mental dan disiplin peserta. Seleksi dilakukan berjenjang mulai tingkat kabupaten\/kota, provinsi, hingga verifikasi nasional. Dari setiap provinsi, kata dia, dipilih tiga pasang peserta yang selanjutnya mengikuti tahapan seleksi pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cMemang nanti ada perangkingan atau akumulasi nilai dari seluruh tahapan seleksi. Akumulasi nilai tertinggi itulah yang menjadi pertimbangan untuk diutus mengikuti seleksi tingkat pusat,\u201d jelasnya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad juga meluruskan bahwa keputusan peserta yang mewakili daerah ke tingkat nasional tidak ditentukan oleh satu orang maupun satu lembaga saja, melainkan hasil penilaian kolektif lintas unsur sesuai pedoman nasional BPIP. Menurut dia, pemerintah provinsi memfasilitasi pelaksanaan seleksi tingkat provinsi melalui panitia seleksi daerah. <\/p>\n\n\n\n

Namun, untuk penentuan peserta menuju tingkat nasional terdapat keterlibatan langsung unsur pusat, yakni BPIP dan DPPI Pusat serta Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres). \u201cKeputusan tidak ditentukan satu orang atau satu lembaga saja. Ini hasil penilaian lintas unsur sesuai pedoman nasional,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Terkait Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel, BPIP Angkat Bicara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"terkait-polemik-seleksi-paskibraka-sulsel-bpip-angkat-bicara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:13:04","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:13:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=444","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Polemik di media sosial terkait gagalnya utasan Kota Makassar masuk seleksi pusat semakin liar dan meresahkan. Apalagi sejumlah akun medsos terpantau mengangkat kegagalan karena peserta tidak bisa berbahasa daerah dan alasan rasisme.<\/p>\n\n\n\n

Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka Badan Pembina Ideologi Pancasila  (BPIP) Pusat, Fuad Lutfi menepis narasi tersebut yang mengaitkan seleksi dengan isu suku, agama, ras, maupun latar belakang tertentu. Tidak ada unsur rasisme dan diskriminasi.<\/p>\n\n\n\n

Fuad Lutfi menegaskan seluruh peserta dinilai berdasarkan indikator seleksi nasional tanpa membedakan latar belakang tertentu.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSeluruh peserta memiliki kesempatan yang sama dan dinilai berdasarkan indikator seleksi yang telah ditetapkan secara nasional,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Ia turut menjelaskan soal isu penggunaan bahasa daerah dalam sesi wawancara yang sempat menjadi sorotan publik. Menurutnya, pertanyaan mengenai kemampuan bahasa daerah bukan bagian dari komponen penilaian yang menentukan kelulusan peserta.<\/p>\n\n\n\n

\u201cPenguasaan bahasa daerah itu bukan termasuk komponen penilaian. Itu hanya bagian dari dialog pewawancara untuk melihat kemampuan dan wawasan peserta secara umum, karena akan mewakili daerahnya,\u201d ujarnya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menambahkan, pertanyaan serupa juga dapat berkembang pada penguasaan bahasa asing maupun pengetahuan peserta tentang daerah asalnya, termasuk potensi wisata dan budaya lokal.<\/p>\n\n\n\n

\"Dalam sesi wawancara, pewawancara membangun dialog dengan peserta untuk melihat wawasan mereka,\" jelasnya.<\/p>\n\n\n\n

Terkait polemik yang ramai di media sosial, ia meminta agar seleksi dilihat secara utuh dan bijaksana.<\/p>\n\n\n\n

\u201cYang penting ditegaskan, seluruh proses harus dilihat secara utuh dan proporsional, tidak hanya berdasarkan potongan informasi yang beredar di media sosial,\u201d katanya.<\/p>\n\n\n\n

Fuad menegaskan, jika ditemukan hal yang perlu diklarifikasi, BPIP akan berkoordinasi dengan panitia seleksi tingkat provinsi sesuai kewenangan yang berlaku.<\/p>\n\n\n\n

Dalam kesempatan itu, BPIP juga menegaskan bahwa CYL tidak masuk dalam tiga besar peserta Sulawesi Selatan yang direkomendasikan mengikuti tahapan seleksi tingkat nasional berdasarkan hasil akumulasi penilaian seluruh tahapan seleksi.<\/p>\n\n\n\n

Pernyataan BPIP tersebut sejalan dengan penjelasan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dalam hal ini Kepala Kesbangpol Sulsel, Bustanul Arifin terkait mekanisme seleksi yang sebelumnya telah disampaikan kepada publik dalam wawancara media televisi.<\/p>\n\n\n\n

Meski demikian, BPIP meminta masyarakat tetap menghormati seluruh peserta yang telah mengikuti proses seleksi dan tidak membangun opini yang berpotensi memecah persatuan.<\/p>\n\n\n\n

\u201cSemangat utama Paskibraka adalah persatuan Indonesia. Seluruh peserta memiliki kesempatan yang sama tanpa membedakan suku, agama, ras maupun latar belakang sosial,\u201d ucap Fuad.<\/p>\n\n\n\n

Ia menambahkan seluruh peserta yang mengikuti seleksi merupakan putra-putri terbaik bangsa yang patut diapresiasi atas semangat, disiplin, dan pengabdiannya. ***<\/p>\n","post_title":"BPIP: Pengusaan Bahasa Daerah Bukan Komponen Penilaian Seleksi Paskibraka","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"bpip-pengusaan-bahasa-daerah-bukan-komponen-penilaian-seleksi-paskibraka","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:44:02","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:44:02","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=450","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"},{"ID":444,"post_author":"3","post_date":"2026-05-29 01:13:03","post_date_gmt":"2026-05-28 17:13:03","post_content":"\n

MAKASSAR, PROBACA.COM <\/strong>\u2013 Badan Pembina Ideologi Pancasila (BPIP) Pusat angkat bicara terkait polemik terjadi di media sosial terkait gagalnya CYL asal Kota Makassar perwakilan Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk seleksi pusat.<\/p>\n\n\n\n

BPIP menilai, proses seleksi Paskibraka tingkat nasional secara professional, objektif dan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Hal itu ditegaskan Direktur Penyelenggaraan Program Paskibraka BPIP Pusat, Fuad Lutfi bahwa proses seleksi di Sulsel telah dilaksanakan sesuai prosedur dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, panitia seleksi provinsi, serta tim monitoring dan evaluasi dari pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPada prinsipnya seleksi Paskibraka di Sulawesi Selatan dilaksanakan sesuai mekanisme nasional yang berlaku. Itu melibatkan unsur pemerintah daerah dan tim seleksi pusat,\u201d kata Fuad dalam keterangannya, Kamis (28\/5\/2026). <\/p>\n\n\n\n

Seleksi Paskibraka dinilai banyak aspek seperti nilai akademik atau tes wawasan kebangsaan semata. Penilaian dilakukan secara menyeluruh\u00a0 untuk melihat kesiapan peserta sebagai calon pelaksana tugas kenegaraan. <\/p>\n\n\n\n

\u201cPaskibraka bukan sekadar mencari peserta dengan nilai tertinggi pada satu tes saja, melainkan memilih figur paling siap secara keseluruhan untuk menjalankan tugas kenegaraan,\u201d katanya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad mengatakan terdapat banyak komponen yang menjadi dasar penilaian, mulai dari kesehatan, kesamaptaan, peraturan baris-berbaris (PBB), kepribadian, wawasan kebangsaan, hingga kesiapan mental dan disiplin peserta. Seleksi dilakukan berjenjang mulai tingkat kabupaten\/kota, provinsi, hingga verifikasi nasional. Dari setiap provinsi, kata dia, dipilih tiga pasang peserta yang selanjutnya mengikuti tahapan seleksi pusat. <\/p>\n\n\n\n

\u201cMemang nanti ada perangkingan atau akumulasi nilai dari seluruh tahapan seleksi. Akumulasi nilai tertinggi itulah yang menjadi pertimbangan untuk diutus mengikuti seleksi tingkat pusat,\u201d jelasnya. <\/p>\n\n\n\n

Fuad juga meluruskan bahwa keputusan peserta yang mewakili daerah ke tingkat nasional tidak ditentukan oleh satu orang maupun satu lembaga saja, melainkan hasil penilaian kolektif lintas unsur sesuai pedoman nasional BPIP. Menurut dia, pemerintah provinsi memfasilitasi pelaksanaan seleksi tingkat provinsi melalui panitia seleksi daerah. <\/p>\n\n\n\n

Namun, untuk penentuan peserta menuju tingkat nasional terdapat keterlibatan langsung unsur pusat, yakni BPIP dan DPPI Pusat serta Sekretariat Militer Presiden (Setmilpres). \u201cKeputusan tidak ditentukan satu orang atau satu lembaga saja. Ini hasil penilaian lintas unsur sesuai pedoman nasional,\u201d katanya. ***<\/p>\n","post_title":"Terkait Polemik Seleksi Paskibraka Sulsel, BPIP Angkat Bicara","post_excerpt":"","post_status":"publish","comment_status":"open","ping_status":"open","post_password":"","post_name":"terkait-polemik-seleksi-paskibraka-sulsel-bpip-angkat-bicara","to_ping":"","pinged":"","post_modified":"2026-05-29 01:13:04","post_modified_gmt":"2026-05-28 17:13:04","post_content_filtered":"","post_parent":0,"guid":"https:\/\/probaca.com\/?p=444","menu_order":0,"post_type":"post","post_mime_type":"","comment_count":"0","filter":"raw"}],"next":false,"prev":false,"total_page":1},"paged":1,"column_class":"jeg_col_2o3","class":"jnews_block_3"};

Tag: Paskibraka