PROBACA.ID – Bagaimana jadinya kalau laptop yang biasanya identik dengan perangkat simpel tiba-tiba tampil dengan lampu RGB dan sistem pendingin aktif? Itulah kesan pertama dari Asus Googlebook yang muncul dalam kumpulan render terbaru menjelang peluncurannya.
Google disebut akan membuka pre-order lini laptop premium barunya, Googlebook, pada 21 September 2026. Namun sampai sekarang, Google maupun para mitra perangkat kerasnya belum memperlihatkan produk ini secara resmi. Karena itu, render yang diperoleh The Mac Observer menjadi salah satu petunjuk paling jelas tentang tampilan Asus Googlebook.
Dari gambar tersebut, bentuk laptopnya memang terlihat familiar. Namun, ada dua detail yang langsung mencuri perhatian. Pertama, tombol “G” khusus pada keyboard. Kedua, bilah lampu RGB di bagian penutup layar. Berdasarkan informasi yang beredar sejauh ini, dua elemen desain tersebut kemungkinan akan menjadi ciri khas di seluruh keluarga Googlebook.
Bagian keyboard tampak dibuat nyaman untuk mengetik, sementara touchpad-nya terlihat cukup besar. Tapi yang lebih menarik justru sisi konektivitasnya. Setidaknya terlihat dua port USB-C, dua port USB-A, serta jack audio 3,5 mm. Artinya, pengguna kemungkinan tidak perlu terlalu sering membawa dongle tambahan—aksesori kecil yang biasanya dipakai untuk menambah port laptop.
Detail lain yang cukup mengejutkan adalah keberadaan sistem pendingin aktif. Sederhananya, laptop ini tampaknya memakai kipas atau mekanisme pendinginan bertenaga, bukan hanya mengandalkan pembuangan panas pasif seperti sebagian perangkat tipis dan ringan.
Hal itu terasa tidak biasa untuk perangkat dalam ekosistem Googlebook. Bisa saja Asus menyiapkan beberapa konfigurasi, dengan sebagian model tanpa pendingin aktif. Namun, varian yang terlihat dalam render ini mungkin dirancang untuk menangani beban kerja yang lebih berat.
Belum ada informasi resmi soal harga maupun ketersediaannya. Semua detail itu diharapkan terungkap saat pre-order dimulai pada 21 September. Sampai pengumuman resmi hadir, render ini sebaiknya dianggap sebagai gambaran awal, bukan spesifikasi final.
Kalau tombol “G” dan lampu RGB menjadi wajah Googlebook, pendingin aktif bisa menjadi petunjuk bahwa Google ingin lini ini tampil lebih bertenaga. Jadi, Asus Googlebook mungkin bukan sekadar laptop sederhana dengan logo baru, melainkan langkah menuju kelas perangkat yang lebih serius.
***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer
Diolah dari sumber GSMArena















































