CMF Dipisahkan dari Nothing, Bidik Jadi Merek Teknologi India

Sumber GSMArena
Sumber GSMArena
Sumber GSMArena
Sumber GSMArena

Bagaimana kalau sebuah submerek ponsel murah tidak lagi sekadar “anak perusahaan”, tetapi mulai disiapkan menjadi pemain teknologi besar dari India?

Itulah arah baru CMF. Nothing mengumumkan bahwa CMF akan berubah menjadi perusahaan independen yang mayoritas kepemilikannya berada di tangan pihak India. Meski begitu, Nothing tetap ikut memiliki saham minoritas. Kantor pusat dan pusat riset serta pengembangannya—atau R&D—juga akan berada di India.

Buat membayangkannya, CMF bukan lagi seperti kedai kecil yang hanya menjual menu dari dapur pihak lain. Merek ini ingin punya dapur sendiri: merancang produk, mengembangkan teknologinya, lalu terus memperbaikinya dari tahun ke tahun.

CEO Nothing, Carl Pei, melihat India berpeluang melahirkan “juara global” di bidang teknologi. Ia menyebut Jepang, Korea, dan China sebagai contoh negara yang lebih dulu melahirkan perusahaan teknologi dengan pengaruh dunia. Menurut Pei, CMF bisa menjadi salah satu merek India yang mengikuti jejak tersebut.

Baca Juga

Konten Tidak Tersedia

Pei menekankan, R&D bukan sekadar menempelkan logo pada ponsel yang dibuat mitra manufaktur. R&D berarti perusahaan mampu mendesain, merekayasa, dan menyempurnakan produknya sendiri. Ia menilai kemampuan inilah yang membedakan perusahaan yang bisa bertahan lama dari merek yang hanya ikut menikmati tren sesaat.

Menurut Pei, merek-merek India sempat kehilangan momentum pada 2015 hingga 2017 ketika merek asing datang membawa kemampuan rekayasa yang belum dimiliki pemain domestik. Kini, ia melihat ada peluang baru. CMF ingin membuat produk baru dan menekan harga dengan memangkas markup—tambahan biaya dalam rantai penjualan—bukan dengan menurunkan kualitas.

Pei juga menyebut 99 persen ponsel yang dijual di India saat ini dibuat di India. Ia menganggap angka itu sebagai pencapaian industri yang besar, tetapi baru langkah pertama. Langkah berikutnya adalah membangun kemampuan R&D yang mampu mendorong permintaan terhadap talenta dan rekayasa teknologi di dalam negeri.

CMF disebut sebagai submerek ponsel pintar dengan pertumbuhan tercepat di India pada tahun lalu. Target berikutnya pun tidak kecil: menjual 100 juta ponsel dalam setahun.

Jadi, perubahan CMF bukan cuma soal struktur kepemilikan. Ambisinya adalah mengubah India dari sekadar tempat produksi menjadi tempat lahirnya teknologi. Di situlah rencana besar CMF mulai terlihat: bukan hanya menjual ponsel murah, tetapi membangun kemampuan untuk menciptakannya sendiri.

***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer

Diolah dari sumber GSMArena

Facebook
WhatsApp
Print

PILIHAN EDITOR

ARTIKEL TERKAIT

TRENDING

BERITA TERKINI

PILIHAN EDITOR

Welcome Back!

Login to your account below

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Advertisement
Advertisement