PROBACA.ID – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendorong PT Perkebunan Nusantara I (Persero) mengoptimalkan aset perkebunannya untuk mendukung swasembada pangan sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Arah kebijakan tersebut dibahas dalam rangkaian pertemuan strategis antara Kementerian Pertanian dan Direksi PTPN I sepanjang Juni hingga Juli 2026. Pembahasan mencakup penguatan komoditas strategis, hilirisasi pertanian, serta pengembangan bahan baku energi terbarukan.
Pada 19 Juni 2026, Kementerian Pertanian bersama sejumlah pemangku kepentingan membahas penguatan kebijakan dan regulasi BUMN Pangan. Agenda itu merupakan tindak lanjut Instruksi Presiden Nomor 2 Tahun 2026 tentang Percepatan Swasembada Pangan.
Pembahasan kemudian dilanjutkan pada 26 Juni melalui finalisasi rancangan Instruksi Presiden tentang Percepatan Hilirisasi Komoditas Pertanian Strategis dan penyusunan Surat Keputusan Bersama mengenai penugasan BUMN Pangan.
Baca Juga
Selanjutnya, rapat koordinasi pada 9 Juli 2026 membahas pengembangan ubi kayu sebagai bahan baku bioetanol. Agenda tersebut memperlihatkan keterkaitan antara penguatan sektor pangan dan pengembangan energi terbarukan.
Amran menyampaikan bahwa swasembada pangan tidak semata-mata diukur dari peningkatan produksi beras. Menurut dia, berbagai komoditas strategis yang memiliki nilai ekonomi dan peluang hilirisasi juga perlu dikembangkan.
Tebu diarahkan untuk mendukung swasembada gula, sedangkan ubi kayu berpotensi menjadi bahan baku bioetanol. Kelapa sawit tetap dipandang penting bagi industri dan perolehan devisa, sementara komoditas rempah dinilai memiliki peluang untuk diperkuat sebagai produk bernilai tambah.
Dalam strategi tersebut, hilirisasi berperan meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian, memperkuat industri nasional, menciptakan lapangan kerja, dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
PTPN I, sebagai bagian dari ekosistem BUMN Pangan, dinilai memiliki posisi strategis karena mengelola aset perkebunan di berbagai daerah. Aset tersebut dapat diarahkan untuk pengembangan komoditas strategis sekaligus memperkuat kemitraan dengan pekebun rakyat.
Sejumlah agenda yang dijalankan PTPN I bersama pemerintah meliputi pengembangan kawasan tebu untuk mendukung swasembada gula, pengembangan ubi kayu sebagai bahan baku bioetanol, penguatan komoditas rempah, dukungan terhadap stabilisasi harga tandan buah segar kelapa sawit, serta pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi.
Optimalisasi aset tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan produktivitas lahan. Pemerintah juga mendorong pemanfaatan investasi, inovasi, mekanisasi, digitalisasi, pertanian presisi, dan data guna menciptakan nilai tambah.
Penguatan peran petani dan pekebun turut menjadi bagian dari transformasi tersebut. BUMN didorong memperluas akses terhadap teknologi dan pembiayaan, memperkuat kemitraan, serta memastikan pertumbuhan industri berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Direktur Utama PTPN I (Persero) Abdul Rivai Ras mengatakan perusahaan siap menerjemahkan arah kebijakan itu melalui optimalisasi aset, penguatan komoditas strategis, dan percepatan hilirisasi.
“PTPN I akan terus memperkuat peran sebagai bagian dari ekosistem pangan nasional. Optimalisasi aset, peningkatan produktivitas, hilirisasi dan penguatan kemitraan dengan masyarakat menjadi bagian dari langkah kami untuk memberikan nilai tambah sekaligus mendukung ketahanan pangan dan energi nasional,” ujar Abdul Rivai di ruang kerjanya, Jumat (18/9/2026).
Menurut Abdul Rivai, transformasi perkebunan diarahkan untuk mengubah aset menjadi sumber nilai ekonomi yang manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.
Ia menyebut penguatan produktivitas, hilirisasi, dan kemitraan diharapkan membuat aset perkebunan negara berkontribusi terhadap rantai pasok pangan dan energi, sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas nasional.
***
DISCLAIMER: Sebagian proses pengolahan artikel ini dibantu oleh teknologi AI. Pembaca disarankan memverifikasi kembali data dan informasi melalui sumber resmi atau sumber primer
Diolah dari sumber Antaranews – Rilis Pers















































